Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------

Tacengang juo baco Judul nan gadang-gadang tentang Prilaku nan mudo2
dikampuang awak, apo iyo alah sarupo itu kehidupan kawan-kawan nan
mudo-mudo dikampuang????

rubrik: Serambi Nusa | www.serambinews.com

PADANG - Prilaku homo seksual seperti kehidupan gay, lesbian, dan
bisek (menyukai pasangan dengan dua jenis kelamin) kini mulai merebak
di Kota Padang, Sumatera Barat, sebagai sebuah tren yang didukung
kemudahan infrastruktur, akses informasi dan teknologi.

"Prilaku homo seksual itu, satu gaya hidup (life style) sebagian
masyarakat yang berorientasi seksual dan kini sudah menjadi fakta,
fenomena sosial di Kota Padang," kata kata Antropolog Jender Unand,
Dra Sri Styawati MA di Padang, Minggu (26/11).

Gaya hidup homo seksual itu tidak akan mungkin hilang, satu fenomena
sosial yang diyakini ada, walaupun pelakunya di Kota Padang belum
berani menunjukkan identitas mereka.

Pelaku homo seksual seperti lesbi, memang ada di Padang, terkait
adanya kasus pembunuhan seorang perempuan di mana para saksi di
Pengadilan Negeri (PN) Padang mengemukakan bahwa korban yang meninggal
itu, merupakan pasangan lesbinya. Tapi para pelaku homo seksual itu,
menurut Sri, tidak berani menunjukkan identitas mereka sebab risikonya
sangat besar bisa dibuang dari keluarga dan lingkungannya. "Pengaruh
adat dan agama di Kota Padang masih cukup besar sehingga yang lebih
diakui adalah pasangan ideal, yakni suami dan isteri (hetero
seksual)," katanya.

Ia menjelaskan, pada tiap kebudayaan di dunia, termasuk di Minangkabau
selalu menonjolkan prilaku hetero seksual dianggap prilaku yang ideal
dan menutupi kasus-kasus dengan prilaku homo seksual.

Prilaku homo seksual, misalnya pasangan lesbi penyebabnya sangat
kompleks sekali. Di antaranya akibat faktor internal, dimana sosialasi
dalam keluarga yang salah, atau tidak tepat (tidak menginginkan)
dengan kondisi fisik anak dengan kondisi kenyataannya sejak lahir.

Faktor lainnya, muncul karena kebencian terhadap laki-laki, mendorong
seorang perempuan lebih senang berpasangan dengan perempuan untuk
mencari kepuasaan bathinnya. "Kebencian terhadap kaum laki-laki juga
akibat mengalami tindak kekerasan dalam keluarga, sehingga anak
perempuan lebih menyukai pasangan yang sejenis dengannya," katanya.

Akibat diputus pacar, atau melihat ibunya yang mengalami tindak
kekerasan oleh bapaknya, sehingga mendorong dirinya membenci kaum
laki-laki dan menyukai perempuan. Ia mengindikasi, adanya prilaku
remaja yang mengarah pada "tomboy", lama-lama juga bisa memicu dia
berprilaku lesbian. "Tapi tidak semua 'tomboy' menjadi lesbian. Anak
berprilaku lesbian lebih cenderung didorong oleh faktor dalam dan di
luar dirinya. Akibat pengaruh memilih kelompok teman bermain yang
sejenis," katanya.

Menurut Sri, komunitas gay dan lesbi masih sangat tertutup, dan belum
berani menyatakan 'kebebasan orientasi seksual mereka" apalagi dalam
keluarganya, dianggap hina dan dibuang. Walaupun komunitas gay dan
lesbi sangat terbatas tapi mereka pada umumnya sangat setia dengan
pasangannya serta tingkat kecemburuan mereka sangat tinggi.

Kelompok ini tidak perlu dimarjinalkan dan harus didekati, jangan
membuang mereka dengan masyarakat, karena mereka punya hak untuk
hidup. Sebenarnya mereka tidak menginginkan kondisi itu, bahkan mereka
pernah berusaha menjadi pasangan yang hetero seksual tapi cenderung
tidak bisa. "Perlu 'penyembuhan' dan harus lingkungannya perlu
memahami latar belakang mereka, sebab mereka punya kesempatan untuk
kembali menjadi hetero seksual," katanya.(kcm)

--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================

Kirim email ke