Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------

Bismillahirrahmaanirrahiim,
Assalaamu 'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh,

Apakah membenci sesuatu berkonsekuensi ketidakadilan atau kezhaliman?
Apakah kebencian berarti kosong dari kebijaksanaan? Sebagai seorang
muslim kita membenci kekafiran, kesyirikan, bid'ah, maksiat serta para
pelakunya; apakah itu berarti bahwa kita akan semena-mena?

Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman (yang artinya):

"Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang
selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil.
Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong
kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih
dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah
Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. al-Maa-idah 5:8)

Sebagai contohnya adalah tatkala sahabat Abdullah bin Rawahah
radhiallahu 'anhu, diutus oleh Rasulullah shallallahu'alayhiwasallam
untuk menaksir kewajiban upeti yang harus dibayar oleh orang-orang
Yahudi Khaybar. Orang-orang Yahudi Khaybar hendak menyuapnya agar
mengurangi kewajiban upeti yang harus mereka bayarkan, maka ia
menjawab permintaan mereka ini dengan ucapannya:

"Wahai musuh-musuh Allah, apakah kalian akan memberiku harta yang
haram?! Sungguh demi Allah, aku adalah utusan orang yang paling aku
cintai (yaitu Rasulullah), dan kalian adalah orang-orang yang lebih
aku benci dibanding kera dan babi. Akan tetapi kebencianku kepada
kalian dan kecintaanku kepadanya (Rasulullah), tidaklah menyebabkan
aku bersikap tidak adil atas kalian. Mendengar jawaban tegas ini,
mereka berkata: Hanya dengan cara inilah langit dan bumi menjadi
makmur." (Riwayat Ahmad, Ibnu Hibban, dan Al-Bayhaqi)

Mengecam dan mengingatkan terlarangnya homoseksualitas bukan berarti
bahwa setiap pelakunya akan dizhalimi. Mereka dihadapi sesuai dengan
keadaan mereka masing-masing. Jika ada yang belum mengerti hukumnya
maka diberitahu. Jika sudah tahu dan ingin meninggalkan namun
kesulitan maka diingatkan dan dibimbing. Jika bersikeras maka berbeda
pula perlakuannya. Sebagai analogi adalah seperti terhadap narkoba dan
penggunanya.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tolonglah
saudaramu baik dia berbuat zhalim maupun dizhalimi". Para sahabat
bertanya, "Wahai Rasulullah, membantu orang dizhalimi itu dapat kami
mengerti, lalu bagaimana kami membantu orang yang berbuat zhalim ?"
Beliau menjawab, "Mencegah tangannya dari (berbuat zhalim)". (HR.
Ahmad, al-Bukhari, at-Tirmidzi dan lainnya)

Allahu Ta'ala a'lam.

Wassalaamu 'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh,
-- 
Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
(l. 1400 H/1980 M)

--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================

Kirim email ke