Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------

PENGEMBANGAN PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DI KAWASAN
KONSERVASI LEMBAH ANAI Jun 1, '06 2:18 PM
for everyone 

Category: Other 
Oleh: FINCE HERRY *

Daerah Lembah Anai banyak dikenal orang karena daerah
tersebut memiliki air terjun yang dijadikan sebagai
tujuan wisata, namun masyarakat tidak banyak yang
mengetahui air terjun tersebut termasuk kedalam
kawasan konservasi cagar alam. Lahirnya sebuah
persepsi masyarakat tentang kawasan wisata air terjun
Lembah Anai tidak bisa dilepaskan dari pengalaman dan
informasi yang diperoleh terutama pada saat melakukan
kunjungan wisata di Lembah Anai. Sebuah fakta
dilapangan menyatakan pengetahuan dan informasi yang
mereka pahami pada saat melakukan kunjungan adalah
pengetahuan objek wisata alam air terjun bukan
pengetahuan kawasan konservasi Lembah Anai.

Interpretasi penulis setelah melakukan wawancara
dengan beberapa pengunjung dapat disimpulkan tingkat
pengenalan masyarakat terhadap objek wisata Air terjun
lebih tinggi jika dibandingkan pengenalan mereka
terhadap fungsi kawasan cagar alam seperti fungsi
ketersediaan air, pengatur tata air (banjir dan
erosi), kestabilan iklim mikro, produsen oksigen dan
penyerap CO2 tidak banyak yang diketahui oleh para
pengunjung. Air terjun Lembah Anai yang hanya memiliki
luas areal tidak lebih 1 ha2 lebih dikenal masyarakat
awam jika dibandingkan dengan luas areal kawasan
konservasi cagar alam sebesar 220 H2. Sekali lagi dari
fakta yang ada, mampu menjelaskan minimnya pengetahuan
masyarakat tentang multi fungsi kawasan Lembah Anai. 

Sehingga wajarlah sekiranya saat ini, stigma wisata
lebih dominan dari pada pemahaman konservasi di
kawasan Lembah Anai. Kawasan Lembah Anai sebagai
kawasan ekosistem yang harus dilestarikan namun
minimnya media atau sarana yang mampu memberikan
informasi dan pengetahuan konservasi, kenapa
pentingnya konservasi di kawasan lembah Anai, manfaat
konservasi dan hubungannya dengan keberlanjutan
ekosistem dan tujuan wisata dsb. 

Berangkat dari pemahaman yang sederhana di atas
perlunya melakukan pengembangan “Knowledge” di kawasan
wisata Lembah Anai. Sehingga tercapainya pengetahuan
fungsi kawasan konservasi dan tujuan wisata yang
saling memberikan kontribusi bagi setiap para
pengunjung. Strategi yang sangat efektif untuk
mencapai kedua tujuan tersebut adalah menjadikan
daerah kawasan konservasi sebagai sarana pendidikan
dan latihan yang dikemas dengan kegiatan wisata. Untuk
itu kawasan Lembah Anai dapat dikembangkan menjadi
sebuah model pembangunan dan pengelolaan kawasan
konservasi berkelanjutan (Conservation and
Sustainable) di masa akan datang. 

MENGENAL PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DI ALAM
Spesifikasi wisata alam berupa aliran sungai Batang
Lurah Dalam menuju daerah patahan anai yang akhirnya
dikenal dengan nama air terjun Lembah Anai sebenarnya
sudah di jadikan sebagai tempat pendidikan dan
pelatihan militer pada zaman Belanda, sedangkan
dibeberapa pebukitan di sekitar kawasan digunakan
sebagai latihan ilmu persilatan (Silek Minang) dan
randai anak nagari Minang Kabau serta objek wisata
(shelter) dan posko mandor (demang) dalam kerja rodi
zaman penjajahan Belanda untuk pembangunan jalur
pelintasan kereta api. Sehingga dari penggal sejarah
yang pernah ada kawasan lembah Anai memang mempunyai
fungsi pendidikan dan wisata serta nilai-nilai budaya.
Namun pengetahuan tersebut pada saat ini telah
mengalami degradasi fungsi kawasan.

Mengutip filosophy Minang Kabau “Alam Takambang Jadi
Guru” yang menjadikan alam sebagai sumber ilmu dan
pengetahuan dan diselaraskan dengan konsep pengalaman
(alam di jadikan contoh) merupakan guru yang berharga.
Kemudian konsep ini dikembangkan secara ilmiah menjadi
“I hear and I forget, I see and I remember, I do and I
understand”. Sehingga belajar di alam merupakan sebuah
sarana yang tepat untuk mengembangkan kawasan
konservasi. 

Kawasan konservasi Lembah Anai dapat dikelola
sedemikian rupa menjadi tempat proses belajar di alam
(Outdoor Training) dengan susunan materi-materi
konservasi, ilmu pengetahuan, budaya dan menajemen.
Proses pembelajaran dengan mengunakan alam sebagai
media dipandang sangat efektif dalam “knowledge
management” dimana setiap orang akan dapat merasakan,
melihat langsung bahkan dapat melakukannya sendiri.
Sehingga tranfer pengetahuan berdasarkan pengalaman di
alam dapat dirasakan, di terjemahkan, kembangkan
berdasarkan kemampuan yang ia miliki. 

Banyak lagi potensi alam yang ada dikawasan ini belum
termanfaatkan bagi masyarakat, terutama bagi
masyarakat penguna jasa lingkungan yang semakin hari
semakin meningkat jumlahnya. Konsep pendidikan dan
pelatihan di alam terbuka pada saat semakin dimanati
oleh banyak kalangan masyarakat, sebagaimana yang kita
kenal dengan pendidikan dan pelatihan Outbound, Outing
plus, Family Gathering ataupun Advenure trip, yang
telah dirasakan manfaatnya oleh banyak instansi
pemerintahan, swasta atau BUMN yang ada di Indonesia. 

PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SEBAGAI INVESTASI MANUSIA
Kejenuhan dan stagnannya pengembangan pendidikan di
dalam ruangan, turut memberikan dorongan berkembangnya
konsep pendidikan dan latihan di alam terbuka.
Pendidikan dalam ruangan yang bersifat kaku dan
formalitas sehingga menimbulkan kebosanan, termasuk
juga kejenuhan terhadap rutinitas diperkantoran. Oleh
sebab itu pendidikan di alam dijadikan sebagai
alternatif baru dalam meningkatkan pengetahuan dan
unsur wisata dalam pencapain kualitas manusia. 

Dari kacamata sosiologi lingkungan, perilaku manusia
sangat dipengaruhi oleh pengetahuaannya tentang alam,
sehingga manusia akan menyadari pentingnya ekosistem
kehidupan. Dari kerangka berfikir psikologis,
pendidikan dan latihan di alam akan mempengaruhi
tingkah laku manusia terhadap alam itu sendiri.
Sehingga pendidikan dan latihan merupakan sebuah
investasi terhadap diri manusia yang pada akhirnya
berdampak positif terhadap keberlanjutan ekosistem dan
wisata dikawasan Lembah Anai.

Dalam teori ekonomi, pendidikan dan pelatihan dapat
dijadikan sebagai capital stock atau human capital,
dimana pendidikan dan latihan akan memberi manfaat
dimasa akan datang baik secara induvidu maupun
kelompok. Sehingga dalam teori ekonomi kualitas
pendidikan dan latihan akan mempengaruhi produktifitas
manusia di waktu akan datang. 

Bermacam jenis investasi dibidang pendidikan
konservasi di kawasan Lembah Anai dapat dilakukan
mulai dari penyediaan sarana dan prasarana fisik yang
meliputi indikator masukan pendidikan (educational
input), bangunan pysik/sekolah, guru, buku pelajaran,
kurikulum, tenaga administrasi serta perangkat
undang-undang yang mendukung, sampai memperluas
jaringan atau jangkauan pelayanan dan kesempatan untuk
merangsang minat (animo) masyarakat untuk melakukan
kunjungan hingga akhirnya para pengunjung memperoleh
layanan jasa pendidikan konservasi atau ilmu
pengetahuan dan unsur keindahan alam (wisata) lainnya.


Karena pendidikan dan pelatihan adalah investasi
manusia, maka pendidikan baru akan menghasilkan
belasan atau bahkan puluhan tahun kemudian, maka
berinvestasi dibidang pendidikan berarti mengorbankan
sejumlah dana dan waktu serta kesempatan untuk
memperoleh manfaat secara ekonomi dan sosial. Untuk
itu sangat rasional sekali apabila adanya kerjasama
lintas pelaku (stakeholder) untuk dapat berkolaborasi
untuk menciptakan kawasan pendidikan dan ekowisata 

MENGAPA PERLU PENDIDIKAN DI KAWASAN KONSERVASI
Fungsi kawasan konservasi sebagai tempat kekayaan
biodiversity, pendidikan dan pelatihan, hanya dapat
berjalan apabila kawasan Lembah Anai dirasakan
manfaatnya oleh masyarakat. Salah satu strategi yang
dapat dilakukan adalah menjadikan lokasi tersebut
sebagai kawasan multi fungsi seperti tempat
pendidikan, pelatihan, pariwisata dengan konsep
“outdoor activity” disamping fungsi utama sebagai
kawasan konservasi.

Pendidikan Konservasi dan wisata adalah sebuah program
yang dikemas di alam terbuka dengan tujuan untuk
memberikan pengetahuan kepada masyarakat luas agar
penguna jasa lebih mengenal atau lebih mudah dipahami
sehingga adanya proses penyadaran mengenai arti
lingkungan dan permasalahannya atau tranfer
pengetahuan “siklus kehidupan” yang mempunyai hubungan
timbal balik yang perlu dilestarikan. Sehingga manfaat
pendidikan di kawasan konservasi ini adalah masyarakat
(pengunjung) akan lebih cepat mengenal, mengetahui
fungsi kawasan disamping “ekspos” indahnya panorama
alam. Besarnya muatan “manfaat” perpaduan rekreasi dan
ilmu pengetahuan yang diperoleh, akan direfleksikan ke
dalam sikap dan perilaku, pola fikir dan motivasi
keseharian “memecahkan masalah saat ini dan mencegah
timbulnya permasalahan yang baru dimasa akan datang”. 

Perpaduan program pendidikan dan rekreasi sangat
berpotensi dilaksanakan dikawasan konservasi Lembah
Anai. Untuk itu penanganan dan kemasan program dapat
dilakukan dengan metode “eksperientia”. Terpilihya
metode ini dipandang relevan terhadap subjek
pendidikan dan kondisi wilayah. Setiap masyarakat
(pengunjung) akan melihat dan merasakan langsung
potensi alam, hutan, sungai, flora dan fauna yang
selama ini hanya mereka dengar dari berbagai media.
Pendidikan konservasi ini harus dikelola secara
profesional sehingga pilihan atau pendekatan teknis
secara formal ataupun non formal terhadap pergunjung
dapat di maksimalkan manfaatnya. Sehingga pendidikan
dan latihan dikawasan konservasi dapat dikonsumsi oleh
semua umur, laki-laki atau perempuan, termasuk juga
lembaga sekolah, pondok pesantren dan lembaga
pemerintah dan swasta ataupun oleh kalangan dunia
usaha.

Pengelolaan pelatihan outdoor “Outing, gathering dan
outbound” dengan menjadikan kawasan Lembah Anai
sebagai ajang pembentukan diri (personal dan
korporate) dan dipadukan dengan materi dan silabus
yang tepat (management, konservasi dan rekreasi).
Pengelolaan pelatihan dan latihan dikawasan konservasi
“studio alam” yaitu melakukan presentasi yang
menunjukkan siklusasi kehidupan alam, keterkaitan
dengan kehidupan manusia dan pembelajaran terhadap
diri sendiri, seperti contoh menampilkan gambar
kerusakan dan bencana ataupun dengan cara membawa
peserta kepada kondisi alam yang telah rusak (natural
reflection). Sehingga “knowledge menagement” akan
segera mereka peroleh yang siap mereka aplikasikan
dalam kehidupan “kami peduli konservasi”. 

PENGELOLAAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DI KAWASAN
KONSERVASI
Menyadari kawasan Lembah Anai memiliki potensi untuk
dikembangkan sebagai “kawasan pendidikan yang
bernuansa wisata” atau “kawasan wisata yang bernuansa
pendidikan”. Maka perlu menerapkan model yang tepat,
yaitu sesuai dengan kebutuhan program dan keterlibatan
atau partisipasi lokal institution. Bentuk pengelolaan
atau menajement kawasan pendidikan konservasi dan
wisata ada beberapa pilihan, diantaranya adalah :
1. Konsorsium. adalah bentuk kerjasama yang melibatkan
beberapa lembaga. Menurut pengalaman, sebaiknya
konsorsium ini membentuk sebuah badan pengurus harian,
yang hari demi hari mengatur kegiatan konsorsium.
Setiap anggota “menugaskan” satu orang stafnya untuk
duduk dalam kepengurusan. Tentu setiap anggota
memiliki kelebihan masing-masing, sehingga staf yang
mewakili lembaganya mempunyai kapasitas yang berbeda
satu sama lain. Masalah program, dibicarakan bersama,
tentu dibicarakan bersama sesuai dengan target yang
diinginkan setiap anggota. Pendanaan dapat berupa
program yang dibuat bersama dan dicarikan sumber dana
atau setiap lembaga dapat mencari donatur untuk
melakukan kegiatan. Biasanya setiap lembaga memberikan
konstribusi sesuai dengan bidang yang digeluti atau
kemampuan yang dimiliki.
2. Sekretariat bersama. Adalah sebuah kerjasama dari
beberapa lembaga yang memiliki tujuan yang sama untuk
melakukan sebuah kegiatan. Namun ada perbedaan dalam
sekretariat bersama ini, hanya ada seorang sekretaris
yang menjadi penghubung diantara lembaga yang
melakukan kerja sama. Pencarian dana dapat
masing-masing atau bersama dan dilakukan oleh masing2
lembaga. Sekretarat bersama atau (SEKBER), lebih
kurang seperti sebuah forum yang memiliki kepedulian
dalam sebuah kegiatan.

BENTUK KEGIATAN PENDIDIKAN DAN LATIHAN DI KAWASAN
KONSERVASI
I. PENELITIAN
Penelitian atau inventarisasi kekayaan alam di Kawasan
Lembah Anai sangat penting artinya dalam pengembangan
pendidikan konservasi atau wisata alam dan pendidikan.
Karena informasi yang diberikan kepada peserta
pendidikan atau wisata, merupakan hasil dari
pengamatan dan akurat. Inilah kelebihan dari kegiatan
pendidikan yang selama ini dilakukan, sehingga
informasi yang diberikan dapat dipertanggung jawabkan.
1. Flora
Adakah flora yang menarik, unik, bermanfaat misalnya
obat-obatan, atau anggrek dsb. Informasi ini juga
sangat penting artinya untuk diketahui oleh
pengunjung. Misalnya tumbuhan yang endemik yang hanya
ada di lokasi tersebut.
2. Fauna
Tidak jauh berbeda dengan penelitian atau
inventarisasi flora, fauna juga deminian. Biasanya
setelah dilakukan inventarisasi, juga dilakukan
habitat, kebiasaan tinggal, waktu atau kalau bisa
tempat dia tidur. Penelitian ini cukup memakan waktu,
dan pekerjaan ini dapat dilakukan sebelum atau selama
mengembangkan program. Oleh karena itu hasil
“pertemuan” langsung ataupun tidak terhadap satwa
perlu dipetakan. Misalnya pada jalur A sering
ditemukan mamalia tertentu, sedangkan di jalur X
ditemukan satwa yang mempunyai teritorial tetap,
sehingga pada jam tertentu dapat melihatnya. 
3. Jalur Interpretasi
Pemilihan jalur interpretasi, juga sangat penting
artinya dalam mengembangkan program PKA di lapangan.
Karena jalur ini setidaknya mewakili kawasan, atau
habitat dan ekosistem yang ada di kawasan yang akan
dijadikan lokasi PKA. Sebisa mungkin jalur ini dapat
memberikan banyak informasi kepada pengunjung mengenai
flora dn fauna yang menarik dan unik, sehingga berguna
kepada peserta pendidikan.
2. PELATIHAN
1. Interpreter
Sebuah program pendidikan pelestarian alam sangat
mengandalkan dan tergantung pada kecakapan para
instruktur yang dimilikinya. Tanpa mereka, proses
belajar langsung di alam tidak akan memiliki nilai
lebih, karena melalui merekalah rahasia dan pesan dari
hutan tersibak. Para interpreter adalah orang-orang
yang mampu menterjemahkan gagasan-gagasan di alam dan
menjelaskan hubungan-hubungannya, dengan menggunakan
panca indera dan bantuan alat peraga, baik peraga
suara dan visual. Melalui merekalah, para pengunjung
akan berkenalan dan memahami hutan sebagai entitas
yang dekat dengan kehidupan manusia. 
2. Guru
Guru adalah “agen” perubah perilaku anak atau
seseorang. Pemberi pengetahuan dan budi pekerti selama
duduk dibangku sekolah, mulai dari tingkat taman
kanak-kanak hingga sekolah menengah umum. Guru pulalah
yang memberikan motivasi dalam melakukan kehidupan
sehari-hari, karena hampir 8 jam sehari anak berada
dalam pengawasan guru.
3. Volunteer
Volunteer atau relawan, adalah tenaga-tenaga lepas
tanpa ikatan dan sifatnya adalah sukarela tanpa
memberikan honor yang selama ini banyak membantu
kegiatan sosial, pendidikan dan dibidang konservasi
sangat membantu kegiatan pendidikan pelestarian alam.
Mereka dapat berasal dari lingkungan sekolah,
perguruan tinggi, lembaga swasta, perusahaan atau
masyarakat lokal yang mempunyai peduli dalam kegiatan
tertentu. Di beberapa daerah di kawasan konservasi
Lembah Anai, dapat di rekruit dan dibentuk beberapa
volunteer untuk mendukung program yang akan
dikembangkan pendidikan konservasi seperti di daerah
sekitar Kandang Ampek, Padang Panjang, Padang dan
Bukit Tinggi. Setelah kevolunteeran sudah terbentuk,
perlu diberikan pelatihan dan pengetahuan mereka
tentang pelestarian alam.

III. MATERI
1. Jalur Pendidikan
Jalur pendidikan yang sudah ditentukan berdasarkan
dari hasil penelitian yang mewakili habitat atau
ekosistem di lokasi, merupakan materi pendidikan
langsung dan obyek langsung di lapangan. Sebaiknya,
agar pemandu atau interpreter dapat berceritera banyak
tentang obyek di lapangan, jalur pendidikan dibuatkan
patok jarak setiap 50 atau 100 meter.
Sepanjang jalur dibuatkan tanda-tanda atau “sign
board” untuk menunjukkan obyek atau materi pendidikan
yang perlu di jelaskan. Ada beberapa cara membuat
“sign board” ini agar program pendidikan lebih
atraktif, sehingga peserta pendidikan diajak untuk
berpikir, dan tidak hanya mendengar apa kata
interpreter atau pemandu di lapangan. 
2. Permainan
Salah satu metode penyampaian materi pendidikan
lingkungan adalah melalui bentuk permainan. Melalui
proses bermain ini dimungkinkan penyampaian berbagai
pesan dalam suasana yang santai dan ringan.
Selanjutnya, satu hal yang penting dalam kegiatan
bermain ini adalah diikutinya kegiatan bermain dengan
suatu proses ‘berbagi rasa’ (sharing). 
Proses ini sangat penting dan mutlak dilakukan jika
ingin menyampaikan materi mengenai pendidikan
lingkungan. Hal ini dikarenakan di dalam proses
berbagi rasa setiap peserta diberi kesempatan untuk
mengungkapkan perasaan dan pengalaman yang diperoleh
melalui kegiatan bermain tersebut. Misalnya dalam
permainan penebang pohon, pada akhir sharing
diharapkan peserta memahami benar pentingnya pohon
untuk kehidupan satwa. 
a. Tahapan Bermain
Agar penyampaian materi mencapai tujuan yang
diinginkan, ada beberapa tahap yang perlu dilakukan.
Setiap tahap memiliki fungsi dan tujuan berbeda.
Secara umum, tahapan tersebut adalah:
1. Ice breaking 
Umumnya, di awal suatu kegiatan, peserta seringkali
masih merasa malu, ragu, maupun takut, terutama jika
antar saling peserta belum saling mengenal. Permainan
yang bersifat pemecah kebekuan (ice breaking) ini
memegang peranan penting untuk bisa merangsang rasa
ingin tahu dan membangun konsentrasi peserta karena
kegiatan ini berfungsi sebagai sarana perkenalan antar
peserta maupun fasilitator, membangkitkan semangat
dari para peserta, maupun untuk meminimalkan kepasifan
dari para peserta.
2. Materi/Antusiasme
Materi dan antusiasme, merupakan pokok dan tujuan
sebuah permainan itu dilalakukan. Umumnya permainan
ini menimbulkan keingin tahuan peserta dari sebuah
permainan tersebut. Atau sebuah permainan untuk
memberikan pengetahuan tentang alam kepada peserta,
melalui permainan.

Misalnya pengetahuan tentang jaring-jaring kehidupan.
Mahluk hidup di alam saling tergantung satu sama lain.
Apabila salah satu terputus, makan kehidupan mereka di
alam akan terganggu. Hal ini dapat ditunjukkan dengan
permainan yang mudah dihayati oleh peserta. Masih
bayak contoh permainan lainnya.
3. Evaluasi 
Sebuah pendidikan di alam dapat diketahui diketahui
atau dihayati oleh peserta atau tidak, dalam akhir
sebuah kunjungan dapat dilakukan evaluasi langsung.
Evaluasi ini dapat dilakukan dengan sebuah permainan
juga. Misalnya membuat puisi, ceritera, lukisan dsb.
Hal ini dapat menjadi kenangan pengunjung setelah
meninggalkan lokasi pendidikan.
4. Sharing
Tukar pengalaman setelah kunjungan lapangan sangat
penting artinya dalam sebuah pendidikan konservasi
alam. Tidak semua pengunjung mengetahui atau menemui
sesuatu yang dianggap menarik bagi mereka. Ada yang
suka serangga, tapi ada pula yang suka dengan tumbuhan
dsb. Untuk itu tukar pengalaman setelah kembali dari
lapangan, tukar pengalaman ini diharapkan dapat
menambah wawasan peserta atau pengetahuan tentang
kehidupan di alam.
b. Paket Pendidikan
Paket pendidikan yang dibuat atau disusun, apabila
sudah memiliki bahan dari hasil penelitian. Jadi paket
ini materinya berasal dari hasil penelitian dan
kajian-kajian yang relevan. Pengelolaan pelatihan
“Outing dan outbound” dengan menjadikan kawasan Lembah
Anai sebagai ajang pembentukan diri (personal dan
koorporate) dan dipadukan dengan materi, silabus,
knowledge management, konservasi dan rekreasi. 
c. Sentra Budaya Lokal Dan Pagelaran Seni
Kawasan lembah Anai yang kaya dengan cerita rakyat,
nilai sejarah dan kesenian tradisional, ketangkasan
bela diri (silek kampauang) ala Minang Kabau serta
keindahan alami yang sebenarnya adalah karunia tuhan
dan inovasi tokoh Minang Kabau yang harus di syukuri,
sehingga setiap isi kandungan budaya atau nilai-nilai
tradisional mestinya terwariskan secara turun temurun
antar generasi. Namun sekarang telah banyak terlupakan
oleh “generasi milenium” yang terbius pada pilihan
budaya “postmodern” sehingga kita lupa melestarikan
budaya sendiri “Minang Kabau” rumah sendiri. 

Proses menjadikan kawasan Lembah Anai sebagai kawasan
konservasi, wisata dan pendidikan dapat dilakukan
dengan melibatkan masyarakat lokal sebagai salah satu
stageholder dalam perencanaan. Untuk menciptakan
Lembah Anai sebagai tempat pendidikan dan sumber
pengetahuan budaya hendaknya memberdayakan masyarakat
sekitar sebagai penyedia jasa “sentra belajar” budaya
dan nilai-nilai tradisonal Minang Kabau bagi semua
masyarakat. Apabila hal ini dapat tercapai semua
paket-paket yang telah dirancang dapat di sinergikan
kedalam paket wisata atau paket pendidikan dan latihan
dengan memaksimalkan fungsi kawasan konservasi. 


source http://pioda.multiply.com/reviews




 
____________________________________________________________________________________
Yahoo! Music Unlimited
Access over 1 million songs.
http://music.yahoo.com/unlimited

--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================

Kirim email ke