Tolong dibaca aturan di footer dibawah --------------------------------------
PENGEMBANGAN PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DI KAWASAN KONSERVASI LEMBAH ANAI Jun 1, '06 2:18 PM for everyone Category: Other Oleh: FINCE HERRY * Daerah Lembah Anai banyak dikenal orang karena daerah tersebut memiliki air terjun yang dijadikan sebagai tujuan wisata, namun masyarakat tidak banyak yang mengetahui air terjun tersebut termasuk kedalam kawasan konservasi cagar alam. Lahirnya sebuah persepsi masyarakat tentang kawasan wisata air terjun Lembah Anai tidak bisa dilepaskan dari pengalaman dan informasi yang diperoleh terutama pada saat melakukan kunjungan wisata di Lembah Anai. Sebuah fakta dilapangan menyatakan pengetahuan dan informasi yang mereka pahami pada saat melakukan kunjungan adalah pengetahuan objek wisata alam air terjun bukan pengetahuan kawasan konservasi Lembah Anai. Interpretasi penulis setelah melakukan wawancara dengan beberapa pengunjung dapat disimpulkan tingkat pengenalan masyarakat terhadap objek wisata Air terjun lebih tinggi jika dibandingkan pengenalan mereka terhadap fungsi kawasan cagar alam seperti fungsi ketersediaan air, pengatur tata air (banjir dan erosi), kestabilan iklim mikro, produsen oksigen dan penyerap CO2 tidak banyak yang diketahui oleh para pengunjung. Air terjun Lembah Anai yang hanya memiliki luas areal tidak lebih 1 ha2 lebih dikenal masyarakat awam jika dibandingkan dengan luas areal kawasan konservasi cagar alam sebesar 220 H2. Sekali lagi dari fakta yang ada, mampu menjelaskan minimnya pengetahuan masyarakat tentang multi fungsi kawasan Lembah Anai. Sehingga wajarlah sekiranya saat ini, stigma wisata lebih dominan dari pada pemahaman konservasi di kawasan Lembah Anai. Kawasan Lembah Anai sebagai kawasan ekosistem yang harus dilestarikan namun minimnya media atau sarana yang mampu memberikan informasi dan pengetahuan konservasi, kenapa pentingnya konservasi di kawasan lembah Anai, manfaat konservasi dan hubungannya dengan keberlanjutan ekosistem dan tujuan wisata dsb. Berangkat dari pemahaman yang sederhana di atas perlunya melakukan pengembangan Knowledge di kawasan wisata Lembah Anai. Sehingga tercapainya pengetahuan fungsi kawasan konservasi dan tujuan wisata yang saling memberikan kontribusi bagi setiap para pengunjung. Strategi yang sangat efektif untuk mencapai kedua tujuan tersebut adalah menjadikan daerah kawasan konservasi sebagai sarana pendidikan dan latihan yang dikemas dengan kegiatan wisata. Untuk itu kawasan Lembah Anai dapat dikembangkan menjadi sebuah model pembangunan dan pengelolaan kawasan konservasi berkelanjutan (Conservation and Sustainable) di masa akan datang. MENGENAL PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DI ALAM Spesifikasi wisata alam berupa aliran sungai Batang Lurah Dalam menuju daerah patahan anai yang akhirnya dikenal dengan nama air terjun Lembah Anai sebenarnya sudah di jadikan sebagai tempat pendidikan dan pelatihan militer pada zaman Belanda, sedangkan dibeberapa pebukitan di sekitar kawasan digunakan sebagai latihan ilmu persilatan (Silek Minang) dan randai anak nagari Minang Kabau serta objek wisata (shelter) dan posko mandor (demang) dalam kerja rodi zaman penjajahan Belanda untuk pembangunan jalur pelintasan kereta api. Sehingga dari penggal sejarah yang pernah ada kawasan lembah Anai memang mempunyai fungsi pendidikan dan wisata serta nilai-nilai budaya. Namun pengetahuan tersebut pada saat ini telah mengalami degradasi fungsi kawasan. Mengutip filosophy Minang Kabau Alam Takambang Jadi Guru yang menjadikan alam sebagai sumber ilmu dan pengetahuan dan diselaraskan dengan konsep pengalaman (alam di jadikan contoh) merupakan guru yang berharga. Kemudian konsep ini dikembangkan secara ilmiah menjadi I hear and I forget, I see and I remember, I do and I understand. Sehingga belajar di alam merupakan sebuah sarana yang tepat untuk mengembangkan kawasan konservasi. Kawasan konservasi Lembah Anai dapat dikelola sedemikian rupa menjadi tempat proses belajar di alam (Outdoor Training) dengan susunan materi-materi konservasi, ilmu pengetahuan, budaya dan menajemen. Proses pembelajaran dengan mengunakan alam sebagai media dipandang sangat efektif dalam knowledge management dimana setiap orang akan dapat merasakan, melihat langsung bahkan dapat melakukannya sendiri. Sehingga tranfer pengetahuan berdasarkan pengalaman di alam dapat dirasakan, di terjemahkan, kembangkan berdasarkan kemampuan yang ia miliki. Banyak lagi potensi alam yang ada dikawasan ini belum termanfaatkan bagi masyarakat, terutama bagi masyarakat penguna jasa lingkungan yang semakin hari semakin meningkat jumlahnya. Konsep pendidikan dan pelatihan di alam terbuka pada saat semakin dimanati oleh banyak kalangan masyarakat, sebagaimana yang kita kenal dengan pendidikan dan pelatihan Outbound, Outing plus, Family Gathering ataupun Advenure trip, yang telah dirasakan manfaatnya oleh banyak instansi pemerintahan, swasta atau BUMN yang ada di Indonesia. PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SEBAGAI INVESTASI MANUSIA Kejenuhan dan stagnannya pengembangan pendidikan di dalam ruangan, turut memberikan dorongan berkembangnya konsep pendidikan dan latihan di alam terbuka. Pendidikan dalam ruangan yang bersifat kaku dan formalitas sehingga menimbulkan kebosanan, termasuk juga kejenuhan terhadap rutinitas diperkantoran. Oleh sebab itu pendidikan di alam dijadikan sebagai alternatif baru dalam meningkatkan pengetahuan dan unsur wisata dalam pencapain kualitas manusia. Dari kacamata sosiologi lingkungan, perilaku manusia sangat dipengaruhi oleh pengetahuaannya tentang alam, sehingga manusia akan menyadari pentingnya ekosistem kehidupan. Dari kerangka berfikir psikologis, pendidikan dan latihan di alam akan mempengaruhi tingkah laku manusia terhadap alam itu sendiri. Sehingga pendidikan dan latihan merupakan sebuah investasi terhadap diri manusia yang pada akhirnya berdampak positif terhadap keberlanjutan ekosistem dan wisata dikawasan Lembah Anai. Dalam teori ekonomi, pendidikan dan pelatihan dapat dijadikan sebagai capital stock atau human capital, dimana pendidikan dan latihan akan memberi manfaat dimasa akan datang baik secara induvidu maupun kelompok. Sehingga dalam teori ekonomi kualitas pendidikan dan latihan akan mempengaruhi produktifitas manusia di waktu akan datang. Bermacam jenis investasi dibidang pendidikan konservasi di kawasan Lembah Anai dapat dilakukan mulai dari penyediaan sarana dan prasarana fisik yang meliputi indikator masukan pendidikan (educational input), bangunan pysik/sekolah, guru, buku pelajaran, kurikulum, tenaga administrasi serta perangkat undang-undang yang mendukung, sampai memperluas jaringan atau jangkauan pelayanan dan kesempatan untuk merangsang minat (animo) masyarakat untuk melakukan kunjungan hingga akhirnya para pengunjung memperoleh layanan jasa pendidikan konservasi atau ilmu pengetahuan dan unsur keindahan alam (wisata) lainnya. Karena pendidikan dan pelatihan adalah investasi manusia, maka pendidikan baru akan menghasilkan belasan atau bahkan puluhan tahun kemudian, maka berinvestasi dibidang pendidikan berarti mengorbankan sejumlah dana dan waktu serta kesempatan untuk memperoleh manfaat secara ekonomi dan sosial. Untuk itu sangat rasional sekali apabila adanya kerjasama lintas pelaku (stakeholder) untuk dapat berkolaborasi untuk menciptakan kawasan pendidikan dan ekowisata MENGAPA PERLU PENDIDIKAN DI KAWASAN KONSERVASI Fungsi kawasan konservasi sebagai tempat kekayaan biodiversity, pendidikan dan pelatihan, hanya dapat berjalan apabila kawasan Lembah Anai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah menjadikan lokasi tersebut sebagai kawasan multi fungsi seperti tempat pendidikan, pelatihan, pariwisata dengan konsep outdoor activity disamping fungsi utama sebagai kawasan konservasi. Pendidikan Konservasi dan wisata adalah sebuah program yang dikemas di alam terbuka dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat luas agar penguna jasa lebih mengenal atau lebih mudah dipahami sehingga adanya proses penyadaran mengenai arti lingkungan dan permasalahannya atau tranfer pengetahuan siklus kehidupan yang mempunyai hubungan timbal balik yang perlu dilestarikan. Sehingga manfaat pendidikan di kawasan konservasi ini adalah masyarakat (pengunjung) akan lebih cepat mengenal, mengetahui fungsi kawasan disamping ekspos indahnya panorama alam. Besarnya muatan manfaat perpaduan rekreasi dan ilmu pengetahuan yang diperoleh, akan direfleksikan ke dalam sikap dan perilaku, pola fikir dan motivasi keseharian memecahkan masalah saat ini dan mencegah timbulnya permasalahan yang baru dimasa akan datang. Perpaduan program pendidikan dan rekreasi sangat berpotensi dilaksanakan dikawasan konservasi Lembah Anai. Untuk itu penanganan dan kemasan program dapat dilakukan dengan metode eksperientia. Terpilihya metode ini dipandang relevan terhadap subjek pendidikan dan kondisi wilayah. Setiap masyarakat (pengunjung) akan melihat dan merasakan langsung potensi alam, hutan, sungai, flora dan fauna yang selama ini hanya mereka dengar dari berbagai media. Pendidikan konservasi ini harus dikelola secara profesional sehingga pilihan atau pendekatan teknis secara formal ataupun non formal terhadap pergunjung dapat di maksimalkan manfaatnya. Sehingga pendidikan dan latihan dikawasan konservasi dapat dikonsumsi oleh semua umur, laki-laki atau perempuan, termasuk juga lembaga sekolah, pondok pesantren dan lembaga pemerintah dan swasta ataupun oleh kalangan dunia usaha. Pengelolaan pelatihan outdoor Outing, gathering dan outbound dengan menjadikan kawasan Lembah Anai sebagai ajang pembentukan diri (personal dan korporate) dan dipadukan dengan materi dan silabus yang tepat (management, konservasi dan rekreasi). Pengelolaan pelatihan dan latihan dikawasan konservasi studio alam yaitu melakukan presentasi yang menunjukkan siklusasi kehidupan alam, keterkaitan dengan kehidupan manusia dan pembelajaran terhadap diri sendiri, seperti contoh menampilkan gambar kerusakan dan bencana ataupun dengan cara membawa peserta kepada kondisi alam yang telah rusak (natural reflection). Sehingga knowledge menagement akan segera mereka peroleh yang siap mereka aplikasikan dalam kehidupan kami peduli konservasi. PENGELOLAAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DI KAWASAN KONSERVASI Menyadari kawasan Lembah Anai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan pendidikan yang bernuansa wisata atau kawasan wisata yang bernuansa pendidikan. Maka perlu menerapkan model yang tepat, yaitu sesuai dengan kebutuhan program dan keterlibatan atau partisipasi lokal institution. Bentuk pengelolaan atau menajement kawasan pendidikan konservasi dan wisata ada beberapa pilihan, diantaranya adalah : 1. Konsorsium. adalah bentuk kerjasama yang melibatkan beberapa lembaga. Menurut pengalaman, sebaiknya konsorsium ini membentuk sebuah badan pengurus harian, yang hari demi hari mengatur kegiatan konsorsium. Setiap anggota menugaskan satu orang stafnya untuk duduk dalam kepengurusan. Tentu setiap anggota memiliki kelebihan masing-masing, sehingga staf yang mewakili lembaganya mempunyai kapasitas yang berbeda satu sama lain. Masalah program, dibicarakan bersama, tentu dibicarakan bersama sesuai dengan target yang diinginkan setiap anggota. Pendanaan dapat berupa program yang dibuat bersama dan dicarikan sumber dana atau setiap lembaga dapat mencari donatur untuk melakukan kegiatan. Biasanya setiap lembaga memberikan konstribusi sesuai dengan bidang yang digeluti atau kemampuan yang dimiliki. 2. Sekretariat bersama. Adalah sebuah kerjasama dari beberapa lembaga yang memiliki tujuan yang sama untuk melakukan sebuah kegiatan. Namun ada perbedaan dalam sekretariat bersama ini, hanya ada seorang sekretaris yang menjadi penghubung diantara lembaga yang melakukan kerja sama. Pencarian dana dapat masing-masing atau bersama dan dilakukan oleh masing2 lembaga. Sekretarat bersama atau (SEKBER), lebih kurang seperti sebuah forum yang memiliki kepedulian dalam sebuah kegiatan. BENTUK KEGIATAN PENDIDIKAN DAN LATIHAN DI KAWASAN KONSERVASI I. PENELITIAN Penelitian atau inventarisasi kekayaan alam di Kawasan Lembah Anai sangat penting artinya dalam pengembangan pendidikan konservasi atau wisata alam dan pendidikan. Karena informasi yang diberikan kepada peserta pendidikan atau wisata, merupakan hasil dari pengamatan dan akurat. Inilah kelebihan dari kegiatan pendidikan yang selama ini dilakukan, sehingga informasi yang diberikan dapat dipertanggung jawabkan. 1. Flora Adakah flora yang menarik, unik, bermanfaat misalnya obat-obatan, atau anggrek dsb. Informasi ini juga sangat penting artinya untuk diketahui oleh pengunjung. Misalnya tumbuhan yang endemik yang hanya ada di lokasi tersebut. 2. Fauna Tidak jauh berbeda dengan penelitian atau inventarisasi flora, fauna juga deminian. Biasanya setelah dilakukan inventarisasi, juga dilakukan habitat, kebiasaan tinggal, waktu atau kalau bisa tempat dia tidur. Penelitian ini cukup memakan waktu, dan pekerjaan ini dapat dilakukan sebelum atau selama mengembangkan program. Oleh karena itu hasil pertemuan langsung ataupun tidak terhadap satwa perlu dipetakan. Misalnya pada jalur A sering ditemukan mamalia tertentu, sedangkan di jalur X ditemukan satwa yang mempunyai teritorial tetap, sehingga pada jam tertentu dapat melihatnya. 3. Jalur Interpretasi Pemilihan jalur interpretasi, juga sangat penting artinya dalam mengembangkan program PKA di lapangan. Karena jalur ini setidaknya mewakili kawasan, atau habitat dan ekosistem yang ada di kawasan yang akan dijadikan lokasi PKA. Sebisa mungkin jalur ini dapat memberikan banyak informasi kepada pengunjung mengenai flora dn fauna yang menarik dan unik, sehingga berguna kepada peserta pendidikan. 2. PELATIHAN 1. Interpreter Sebuah program pendidikan pelestarian alam sangat mengandalkan dan tergantung pada kecakapan para instruktur yang dimilikinya. Tanpa mereka, proses belajar langsung di alam tidak akan memiliki nilai lebih, karena melalui merekalah rahasia dan pesan dari hutan tersibak. Para interpreter adalah orang-orang yang mampu menterjemahkan gagasan-gagasan di alam dan menjelaskan hubungan-hubungannya, dengan menggunakan panca indera dan bantuan alat peraga, baik peraga suara dan visual. Melalui merekalah, para pengunjung akan berkenalan dan memahami hutan sebagai entitas yang dekat dengan kehidupan manusia. 2. Guru Guru adalah agen perubah perilaku anak atau seseorang. Pemberi pengetahuan dan budi pekerti selama duduk dibangku sekolah, mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah umum. Guru pulalah yang memberikan motivasi dalam melakukan kehidupan sehari-hari, karena hampir 8 jam sehari anak berada dalam pengawasan guru. 3. Volunteer Volunteer atau relawan, adalah tenaga-tenaga lepas tanpa ikatan dan sifatnya adalah sukarela tanpa memberikan honor yang selama ini banyak membantu kegiatan sosial, pendidikan dan dibidang konservasi sangat membantu kegiatan pendidikan pelestarian alam. Mereka dapat berasal dari lingkungan sekolah, perguruan tinggi, lembaga swasta, perusahaan atau masyarakat lokal yang mempunyai peduli dalam kegiatan tertentu. Di beberapa daerah di kawasan konservasi Lembah Anai, dapat di rekruit dan dibentuk beberapa volunteer untuk mendukung program yang akan dikembangkan pendidikan konservasi seperti di daerah sekitar Kandang Ampek, Padang Panjang, Padang dan Bukit Tinggi. Setelah kevolunteeran sudah terbentuk, perlu diberikan pelatihan dan pengetahuan mereka tentang pelestarian alam. III. MATERI 1. Jalur Pendidikan Jalur pendidikan yang sudah ditentukan berdasarkan dari hasil penelitian yang mewakili habitat atau ekosistem di lokasi, merupakan materi pendidikan langsung dan obyek langsung di lapangan. Sebaiknya, agar pemandu atau interpreter dapat berceritera banyak tentang obyek di lapangan, jalur pendidikan dibuatkan patok jarak setiap 50 atau 100 meter. Sepanjang jalur dibuatkan tanda-tanda atau sign board untuk menunjukkan obyek atau materi pendidikan yang perlu di jelaskan. Ada beberapa cara membuat sign board ini agar program pendidikan lebih atraktif, sehingga peserta pendidikan diajak untuk berpikir, dan tidak hanya mendengar apa kata interpreter atau pemandu di lapangan. 2. Permainan Salah satu metode penyampaian materi pendidikan lingkungan adalah melalui bentuk permainan. Melalui proses bermain ini dimungkinkan penyampaian berbagai pesan dalam suasana yang santai dan ringan. Selanjutnya, satu hal yang penting dalam kegiatan bermain ini adalah diikutinya kegiatan bermain dengan suatu proses berbagi rasa (sharing). Proses ini sangat penting dan mutlak dilakukan jika ingin menyampaikan materi mengenai pendidikan lingkungan. Hal ini dikarenakan di dalam proses berbagi rasa setiap peserta diberi kesempatan untuk mengungkapkan perasaan dan pengalaman yang diperoleh melalui kegiatan bermain tersebut. Misalnya dalam permainan penebang pohon, pada akhir sharing diharapkan peserta memahami benar pentingnya pohon untuk kehidupan satwa. a. Tahapan Bermain Agar penyampaian materi mencapai tujuan yang diinginkan, ada beberapa tahap yang perlu dilakukan. Setiap tahap memiliki fungsi dan tujuan berbeda. Secara umum, tahapan tersebut adalah: 1. Ice breaking Umumnya, di awal suatu kegiatan, peserta seringkali masih merasa malu, ragu, maupun takut, terutama jika antar saling peserta belum saling mengenal. Permainan yang bersifat pemecah kebekuan (ice breaking) ini memegang peranan penting untuk bisa merangsang rasa ingin tahu dan membangun konsentrasi peserta karena kegiatan ini berfungsi sebagai sarana perkenalan antar peserta maupun fasilitator, membangkitkan semangat dari para peserta, maupun untuk meminimalkan kepasifan dari para peserta. 2. Materi/Antusiasme Materi dan antusiasme, merupakan pokok dan tujuan sebuah permainan itu dilalakukan. Umumnya permainan ini menimbulkan keingin tahuan peserta dari sebuah permainan tersebut. Atau sebuah permainan untuk memberikan pengetahuan tentang alam kepada peserta, melalui permainan. Misalnya pengetahuan tentang jaring-jaring kehidupan. Mahluk hidup di alam saling tergantung satu sama lain. Apabila salah satu terputus, makan kehidupan mereka di alam akan terganggu. Hal ini dapat ditunjukkan dengan permainan yang mudah dihayati oleh peserta. Masih bayak contoh permainan lainnya. 3. Evaluasi Sebuah pendidikan di alam dapat diketahui diketahui atau dihayati oleh peserta atau tidak, dalam akhir sebuah kunjungan dapat dilakukan evaluasi langsung. Evaluasi ini dapat dilakukan dengan sebuah permainan juga. Misalnya membuat puisi, ceritera, lukisan dsb. Hal ini dapat menjadi kenangan pengunjung setelah meninggalkan lokasi pendidikan. 4. Sharing Tukar pengalaman setelah kunjungan lapangan sangat penting artinya dalam sebuah pendidikan konservasi alam. Tidak semua pengunjung mengetahui atau menemui sesuatu yang dianggap menarik bagi mereka. Ada yang suka serangga, tapi ada pula yang suka dengan tumbuhan dsb. Untuk itu tukar pengalaman setelah kembali dari lapangan, tukar pengalaman ini diharapkan dapat menambah wawasan peserta atau pengetahuan tentang kehidupan di alam. b. Paket Pendidikan Paket pendidikan yang dibuat atau disusun, apabila sudah memiliki bahan dari hasil penelitian. Jadi paket ini materinya berasal dari hasil penelitian dan kajian-kajian yang relevan. Pengelolaan pelatihan Outing dan outbound dengan menjadikan kawasan Lembah Anai sebagai ajang pembentukan diri (personal dan koorporate) dan dipadukan dengan materi, silabus, knowledge management, konservasi dan rekreasi. c. Sentra Budaya Lokal Dan Pagelaran Seni Kawasan lembah Anai yang kaya dengan cerita rakyat, nilai sejarah dan kesenian tradisional, ketangkasan bela diri (silek kampauang) ala Minang Kabau serta keindahan alami yang sebenarnya adalah karunia tuhan dan inovasi tokoh Minang Kabau yang harus di syukuri, sehingga setiap isi kandungan budaya atau nilai-nilai tradisional mestinya terwariskan secara turun temurun antar generasi. Namun sekarang telah banyak terlupakan oleh generasi milenium yang terbius pada pilihan budaya postmodern sehingga kita lupa melestarikan budaya sendiri Minang Kabau rumah sendiri. Proses menjadikan kawasan Lembah Anai sebagai kawasan konservasi, wisata dan pendidikan dapat dilakukan dengan melibatkan masyarakat lokal sebagai salah satu stageholder dalam perencanaan. Untuk menciptakan Lembah Anai sebagai tempat pendidikan dan sumber pengetahuan budaya hendaknya memberdayakan masyarakat sekitar sebagai penyedia jasa sentra belajar budaya dan nilai-nilai tradisonal Minang Kabau bagi semua masyarakat. Apabila hal ini dapat tercapai semua paket-paket yang telah dirancang dapat di sinergikan kedalam paket wisata atau paket pendidikan dan latihan dengan memaksimalkan fungsi kawasan konservasi. source http://pioda.multiply.com/reviews ____________________________________________________________________________________ Yahoo! Music Unlimited Access over 1 million songs. http://music.yahoo.com/unlimited -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika: 1. Email ukuran besar dari >100KB. 2. Email dengan attachment. 3. Email dikirim untuk banyak penerima. ================================================

