Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------

Assalamualaikum wr.wb.
   
  Pak Saaf, ambo satuju bana jo pandapek pak Saaf. Disiplin itu harus dengan 
penegakan hukum nan taruih manaruih. Partamo harus tegas (tapi didahului 
sosialisasi, tentunya), setelah "membudaya", pengawasannya mungkin bisa agak 
dipalunak, tapi sanksi kalau ado pelanggaran tetap "membuat jera".
   
  Dulu ambo heran dengan "kedisiplinan" urang di Adelaide, ado rambu parkir 
cuma buliah 15 menit, mereka patuhi, padahal nda ado bagai polisi nan maandok 
andok di baliak batang kayu atau di lapau. Karena disiplin? Ya. Tapi itu ndak 
otomatis bitu sajo. Awal2nyo ado nan manjago, belakangan, setelah mereka 
terbiasa "disiplin", memang ndak ado yang tagak disitu lai. Tapi para pelanggar 
jangan merasa nyaman dulu, pada waktu2 tertentu ada petugas keliling, menandai 
ban mobil dengan kapur, lalu dia pergi. Sekitar 15 menit lagi dia kembali, 
kalau mobil tsb masih disitu langsung ditilang. Tidak istilah "damai".
   
  Tapi, kita bukannya tidak bisa. Sangat bisa.
  Contohnya adalah soal kebersihan di Padang, Bukit Tinggi, pokoknya Sumbar. 
Sekitar tahun 85-87 ambo di Padang. Kawan ambo tatangkok mambuang kulik durian 
di jalan dari mobilnyo. 
   
  Hukumannyo? Denda, jelas. Tapi tidak hanya itu, kawan ambo tu disuruah 
manyusun kulik durian nan tasiso di mobilnyo, membentuk durian utuh. Karano ado 
nan kurang (mungkin lah "tacampakkan" sabalunnyo, kawan ambo dikawal polisi 
bajalan baliak mancari kulik durian nan hilang tu. Ado lo ambo baco di koran, 
urang nan mambuang puntuang rokok, disuruah ambiak baliak jo muluik.
   
  Nah, dengan penegakan hukum yang tegas tu, masyarakat tabiaso (menjadi 
budaya?) membuang sampah pada tempatnya. 
   
  Ambo ndak tau, apakah pengawasan terhadap kebersihan masih seketat itu kini, 
tapi at least, rasonyo kota2 di Sumbar tetap paliang barasiah di bandiang kota 
lain di Indonesia.
   
  Wassalam,
   
  Riri
  

Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------

Waalaikumsalam w.w. Ananda Hanifah,

Dahulu orang Cina Singapura juga semborono dan tidak berdisiplin seperti orang 
kita. Misalnya mereka meludah dan buang sampah di mana-mana. Namun dengan 
penegakan hukum yang tegas dan konsisten, mereka jadi berdisiplin seperti 
sekarang. Orang kita yang tidak berdisiplin, kalau ke Singapura langsung jadi 
berdisiplin, karena kalau tidak, misalnya buang sampah sembarangan, didenda 
S$500,- atau sama dengan Rp. 3.000.000,- Bagaimana kalau tidak mampu bayar? Ya 
dipenjara.

Jadi soalnya bukanlah budaya, tetapi soal penegakan hukum secara tegas dan 
tidak pandang bulu. Kita mestinya juga bisa demikian, kan ?

Soal TKW bunuh diri, selain memang karena tidak tahan kekerasan, ada juga 
karena suaminya di kampung kawin lagi dengan uang kiriman si TKW itu. Sialan 
betul itu si suami.

Wewenang penanganan kasus pelanggaran HAM oleh Komnas HAM terbatas di dalam 
negeri saja. Untuk di luar negeri ditangani Departemen Luar Negerid dan 
Departemen Tenaga Kerja. Suatu pelanggaran HAM terjadi kalau hak yang dilanggar 
itu tidak ditangani oleh instansi yang berwenang menanganinya. Jadi 
pertama-tama perlu ditangani dulu secara biasa oleh instansi yang bersangkutan. 
Bila tidak bisa lagi, ia akan jadi kasus pelanggaran yang ditangani Komnas HAM. 

Sekian dahulu Ananda.

Wassalam,
Saafroedin Bahar.


----- Original Message ----
From: hanifah daman 
To: Membangun Minangkabau yang Bergengsi 

Sent: Tuesday, December 19, 2006 8:13:38 AM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Beda Budaya?


Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------

Ass Wr Wb bapak Saafroedin Bahar yth

Kata bapak, beda negara kita dengan Singapore di keteraturan / kedisiplinan dan 
kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.

Menurut hanifah tentu budaya begitu sangat asing oleh warga Indonesia terutama 
TKWnya yang belum tentu pula cerdas, sehingga kesulitan menyesuaikan diri. 
Apalagi sang majikan hidupnya sudah terprogram dan menginginkan orang lain juga 
mengerti dengan programnya. Lalu terjadilah kekerasan terhadap TKW atau karena 
tidak tahan lalu sang TKW memilih bunuh diri, pulang kampung kali tidak di 
kasih atau malu dll.

Tapi yang sebenarnya bagaimana pak? Bagaimana cara Komnas HAM memandang kasus 
seperti ini? Kapan suatu pelanggaran termasuk pelanggaran HAM?

Itu sen dulu tanyo hanifah yo pak, mudah2an bapak indak keberatan manjawekno. 
Mokasi banyak atas perhatian bapak

Wass

Hanifah Damanhuri (induak-induak)



Saafroedin BAHAR wrote:
Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------

Assalamualaikum w.w. Dunsanak Junaidi,
Yo indak baa doh Dunsanak. Bak kato dunsanak juo, kok umua lai panjang 
bilo-bilo kito basuo. Ambo sempat batuka pikiran jo pak Dubes Wardana tantang 
pelayanan dan perlindungan taradok warga negara RI di Singapura. Rasonyo kito 
bisa basuo di KBRI di lain kasampatan.

Wassalam,
Saafroedin Bahar.


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================


 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================

Kirim email ke