Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------

Assalamualaikum wr ab.
   
  Seperti saya duga sebelumnya, dalam menanggapai kasus ini, akan ada saja yang 
menganggap bahwa ini suatu "cobaan". 
   
  Bahkan Amirul Haj Tarmizi Taher, meminta kepada jemaah untuk menerima cobaan 
sebagai ujian memperoleh haji mabrur (Harian Kompas, Selasa, saya copy kan di 
bawah)
   
  Wuaduh Bapak, kalau begitu, pengusaha katering dan pihak yang menunjuk 
perusahaan baru tsb sebagai penyedia jasa katering tunggal perlu diberi 
penghargaan ...?
   
  Riri
   
  Pemerintah Gagal Melayani Haji 
  
 
  Jakarta, Kompas - Pemerintah akhirnya tidak mampu mengatasi persoalan 
gagalnya suplai makanan dan minuman kepada sekitar 189.000 anggota jemaah haji 
Indonesia pada musim haji tahun ini. Pemerintah tidak hanya dituntut meminta 
maaf, tetapi juga harus bertindak tegas kepada pihak yang bertanggung jawab. 
   
  Menurut laporan yang diterima Kompas dari sejumlah anggota jemaah, hingga 
Minggu (31/12) malam suplai makanan di Mina ternyata masih buruk. 
   
  Di Jakarta, fraksi-fraksi di DPR mendesak Menteri Agama Maftuh Basyuni untuk 
mengundurkan diri karena gagal menangani pelaksanaan ibadah haji. Apabila tidak 
bersedia mundur, fraksi-fraksi menantikan ketegasan Presiden Susilo Bambang 
Yudhoyono menangani berbagai persoalan. 
   
  "Perlu ada perlakuan sama. Aziddin saja diberhentikan sebagai anggota DPR 
karena terlibat soal katering haji, apalagi ini menyangkut perasaan umum jutaan 
warga Muslim. Saya tidak mau soal ini berimbas kepada Presiden Yudhoyono dan 
Wapres Kalla," kata Priyo Budi Santoso, Wakil Sekjen Partai Golkar yang juga 
Wakil Ketua Komisi II DPR dari Fraksi Partai Golkar. 
   
  Minggu siang, puluhan anggota jemaah haji mendatangi Kantor Daerah Kerja 
Mekkah. Mereka menuntut jatah makan yang sampai saat ini belum mereka terima. 
Dalam suasana emosional, mereka diterima oleh Menteri Agama Maftuh Basyuni dan 
Amirul Haj Tarmizi Taher. Beberapa anggota jemaah tak kuasa menahan tangis saat 
menceritakan penderitaan mereka di Arafah maupun di Mina. 
   
  Ketua Tim Pengawas DPR Hasrul Azwar, Senin, mengatakan, sejumlah anggota 
jemaah marah kepada utusan haji Indonesia, bahkan beberapa anggota jemaah 
sempat merusak peralatan elektronik yang ada seperti komputer dan mesin 
fotokopi. 
  "Perusakan ini sebagai wujud kekecewaan yang tidak tertahankan lagi atas 
buruknya pelayanan yang diberikan pemerintah kepada jemaah," ujarnya. 
   
  Mereka meminta ketegasan Maftuh mengenai kesanggupan menyediakan makan bagi 
mereka. "Saya sudah telepon muasasah. Alhamdulillah, mulai siang ini sampai 
besok akan ada makanan untuk jemaah Indonesia," kata Maftuh. 
   
  Ternyata janji Menag itu pun tidak terpenuhi untuk seluruh jemaah. "Kami baru 
mendapat makan Minggu malam pukul 23.30. Banyak anggota jemaah yang pusing dan 
kembung," kata Wahab Arief dari Maktab 57. 
   
  Sejumlah anggota jemaah agak tertolong dengan adanya makanan kering yang 
disediakan oleh sejumlah dermawan. "Kami belum terima makanan sampai Senin 
siang," kata Niken, seorang anggota jemaah dari Bandung. 
   
  Amirul Haj Tarmizi Taher, Senin, mendatangi tenda-tenda jemaah haji Indonesia 
di Mina. Ia meminta kepada jemaah untuk menerima cobaan sebagai ujian 
memperoleh haji mabrur. 
   
  Kecaman dan penyesalan atas kegagalan pemerintah melayani jemaah haji 
Indonesia itu tidak hanya berdatangan dari jemaah, tetapi juga dari berbagai 
kalangan masyarakat. 
  Kelaparan yang dialami jemaah haji Indonesia di Arafah dan Mina merupakan 
kezaliman yang tidak bisa diterima. "Itu sebabnya, pejabat penanggung jawab 
pelayanan haji diminta mengundurkan diri dari jabatannya," kata Ketua Umum 
Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin. 
   
  "Saya mengetuk hati Pemerintah RI untuk secara terbuka menyatakan 
kesalahannya sekaligus meminta maaf secara tulus kepada seluruh jemaah haji 
yang menderita akibat keterlambatan katering tersebut," kata Ketua Umum 
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Hasyim Muzadi. 
   
  Ketua Fraksi Persatuan Pembangunan Endin AJ Soefihara mengatakan, fraksinya 
berencana menggunakan hak interpelasinya terkait kegagalan pelayanan haji itu. 
"Persoalan laparnya jemaah ini bukan kesalahan biasa, tetapi telah merusak nama 
baik bangsa Indonesia," ujarnya. 
   
  Ketua Partai Amanat Nasional Sayuti Asyathri mengatakan, penanganan jemaah 
haji oleh pemerintah memang sangat memalukan. Tak ada satu pun negara lain 
pernah mengalami hal seperti itu. "Ini mencoreng wajah bangsa kita," katanya. 
Memang pemerintah berjanji akan mengembalikan uang jemaah haji untuk tujuh kali 
biaya makan dan minum di Armina sebesar 105 riyal. "Tetapi persoalannya tidak 
bisa dianggap selesai," ujarnya. 
   
  Ketua Fraksi Partai Demokrat (F-PD) Syarief Hasan yang turut dalam rombongan 
haji mengatakan, "F-PD meminta Menag harus mengakui kegagalannya dan 
mengundurkan diri sebagai wujud pertanggungjawabannya kepada rakyat." 
  (MAM/MZW/SUT/TRI/IDR/ANT) 

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================

Kirim email ke