Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------
Sukseskan Pulang Basamo Juni 2008


FYI. Saya coba copy kan lampirannya berupa email. Krn di RN gak bisa pakai 
attachment. Mohon maaf kalau layoutnya jadi berantakan nanti. Thanks.
   
  Salam,
  Nofrins

Ina Koswara <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
    Date: Tue, 9 Jan 2007 08:06:09 -0800 (PST)
From: Ina Koswara <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Tulisan: KA Wisata dan Par Sumbar
To: Frins207 <[EMAIL PROTECTED]>

Da Nofrins,
Sy attach tulisan saya, sekedar masukan dan pemikiran
tt pengembangan KA wisata dan pariwisata Sumbar. Mohon
maaf jika tidak berkenan, ini hanya sekedar tulisan
dari seseorang non Minang yang baru sekali berkunjung
ke Sumbar, itupun hanya 3 hari saja (maksudnya minta
diundang lagi gitu lho..he..he..). 

Tentunya masih perlu studi, diskusi dan pemikiran yang
lebih mendalam dan komprehensif untuk mengembangkan KA
wisata ini. Jangan sampai ketergesa-gesaan menjadikan
pengembangannya asal saja: asal mengejar deadline
tanggal 15 Jan, deadline akhir Januari, atau asal
mengejar deadline tgl 8 April!.

Thanks untuk selalu memforward berbagai perkembangan
terkini via SMS.

Wass,
Ina


  KERETA API dan PARIWISATA SUMATERA BARAT
  Keunikan : Dasar untuk Menjadi Unggulan
   
  Oleh:
  Ina Herliana Koswara*
   
   
  Pengantar
   
  Potensi kepariwisataan Sumatera Barat tidak perlu diragukan lagi. Berbagai 
daya tarik wisata yang berbasis alam maupun budaya tersebar di wilayah yang 
memiliki keragaman topografi yang menakjubkan. Dataran tinggi dengan gunung 
menjulang dan lembah ngarai yang dalam, berpadu dengan terasering persawahan 
dan rumah gadang. Hamparan pesisir pantai dengan pulau-pulau kecil di lautan 
lepas menawarkan pengalaman bahari yang berbau petualangan.
   
  Budaya dan sejarah Ranah Minang pun tidak kalah menariknya.  Sistem 
kekerabatan, rumah gadang, sejarah alam dan budaya Sumatera Barat menjadi daya 
tarik yang membedakannya dengan daerah-daerah lain di Indonesia, dan bahkan di 
dunia. Budaya Minang hanya ada di Ranah Minang; sejarah Sumatera Barat hanya 
dimiliki Sumatera Barat. setiap daerah di Sumatera Barat memiliki sejarah alam 
dan sejarah budaya yang berbeda. Potensi tersebut perlu digali dan dikembangkan 
untuk mendukung kepariwisataan Sumatera Barat.
   
  Untuk lebih berdaya saing, pariwisata Sumatera Barat perlu memunculkan suatu 
unggulan yang dapat memacu perkembangan kepariwisataannya. Unggulan tersebut 
haruslah sesuatu yang unik yang melekat erat di bumi Ranah Minang dan di hati 
masyarakatnya. Keunggulan tersebut yang harus dimunculkan agar dapat bersaing 
dengan destinasi wisata lainnya.
   
   
  Kereta Api sebagai Daya Tarik Wisata
   
  Kereta Api dalam pemanfaatannya sebagai moda transportasi bagi penumpang 
merupakan salah satu alat transportasi yang digemari banyak orang. Perjalanan 
yang nyaman, relatif cepat dan aman menjadi daya tarik bagi pelaku perjalanan, 
termasuk dalam perjalanan wisata. Pengembangan lebih lanjut dari perjalanan 
dengan menggunakan moda kereta api ini bahkan kemudian menjadi bagian dari 
produk wisata yang memberikan pengalaman menarik dan edukatif. 
   
  Pengembangan KA sebagai daya tarik wisata umumnya terkait dengan sejarah 
perkeretaapian itu sendiri, maupun sejarah daerah tersebut sebagai tempat 
wisata terkenal. Lokomotif dan gerbong kereta yang memiliki nilai sejarah, 
areal perkebunan yang dulunya dilayani oleh KA, bangunan bersejarah (heritage) 
yang terkait dengan per KA an, kemudian memunculkan suatu rute perjalanan 
wisata dengan menggunakan kereta api.
   
  Berbagai daerah di Indonesia, terlebih di mancanegara telah mengembangkan 
kereta api sebagai bagian dari produk wisata yang ditawarkan ke wisatawan. 
Pemilihan rute yang menuju dan atau melalui tempat-tempat berdaya tarik wisata, 
desain dan pelayanan yang khusus dan berkelas, interpretasi yang menarik 
tentang KA dan tempat-tempat yang dilaluinya menjadikan perjalanan dengan 
menggunakan KA wisata tersebut sebagai bagian dari pengalaman berwisata. 
   
   
  Pengembangan KA Wisata Sumatera Barat
   
  Perkeretaapian di Sumatera Barat memiliki sejarah yang cukup panjang. Pada 
awalnya jalur kereta api yang di bangun oleh Belanda di Pulau Sumatera, 
khususnya di 
Sumatera Barat merupakan kepentingan Belanda dengan tujuan 
pertambangan. Sumatera Barat mempunyai aset batubara yang sangat menggiurkan 
Belanda. Pembangunan pertama tahun 1891-1894 antara Teluk Bayur-Sawahlunto 
adalah untuk pengangkutan batubara. Batubara pada masa tersebut merupakan salah 
satu bahan bakar yang dominan. Pengembangan jalur-jalur berikutnya masih 
dimaksudkan untuk menunjang pengangkutan batubara dari tempat pengolahannya ke 
pelabuhan, dan menunjang perekonomian daerah. Semakin menurunnya produksi 
batubara lambat laun berdampak pada ditutupnya jalur-jalur kereta api tersebut.
   
  Usulan MPKAS untuk mengaktifkan kembali jalur-jalur kereta api di Sumatera 
Barat sebagai angkutan wisata sekaligus menjadi unggulan daerah patut diacungi 
jempol. Kelihaian melihat aset yang potensial untuk dikembangkan sekaligus 
menggalang dukungan serta semangat dari pemerintah daerah (provinsi, 
kabupaten/kota), PT KAI, seluruh masyarakat Minang, pemerhati KA, dan bahkan 
pemerintah pusat serta pemerhati kepariwisataan merupakan langkah penting yang 
diharapkan dapat mendongkrak kepariwisataan Sumbar. Semangat menggebu perlu 
dibarengi dengan perencanaan yang matang, sehingga upaya untuk mewujudkan 
keinginan seperti yang disemboyankan dalam foto “Aku Hidup Lagi!” dapat 
terwujud. 
   
  Pengembangan KA Wisata sebagai unggulan pariwisata Sumbar harus direncanakan 
secara terintegrasi dengan pengembangan kepariwisataan wilayah keseluruhan, dan 
bahkan dengan pengembangan sektor-sektor lainnya di Sumatera Barat. 
Pengembangan ini harus sejalan dengan kebijakan dan program pengembangan 
kepariwisataan tingkat provinsi (seperti yang tercantum dalam masterplan 
pariwisata (RIPPDA) Provinsi Sumbar, RIPPDA kabupaten/kota di Provinsi Sumbar, 
RTRW Provinsi dan lain-lain) sehingga tidak menjadi bagian yang terpisah-pisah.
   
  Dibutuhkan suatu grand scenario yang akan memayungi rencana pengembangan KA 
Wisata Sumatera Barat ini dalam kerangka pengembangan kepariwisataan wilayah 
terkait dengan pengembangan sektor-sektor lainnya. Skenario besar secara rinci 
perlu menjabarkan pengembangan setiap komponen secara bertahap dan sinergis. 
Perlu jelas siapa aktor untuk setiap komponen dan tahapan pelaksanaannya. 
   
  Beberapa pertimbangan yang terkait dengan pengembangan KA Wisata ini, antara 
lain mencakup :
   
  1.      Penyepakatan BENTUK KA wisata yang akan dikembangkan; perlu dengan 
jelas dideskripsikan dan juga disepakati diantara stakeholders.  
   
  KA wisata tentunya berbeda dengan KA biasa/reguler yang banyak beroperasi 
diberbagai tempat. Apa yang menjadi keunikan dari KA yang akan dikembangkan di 
Sumbar ini sehingga kemudian disebut dengan KA Wisata dan bahkan akan menjadi 
unggulan pariwisata Sumbar. Apakah hanya karena melewati dan bisa berhenti 
tempat-tempat berdaya tarik wisata? Apakah hanya untuk wisatawan? 
   
  Perlu kesepahaman masing-masing stakeholders tentang bentuk KA wisata yang 
akan dikembangkan. 
   
  2.   Penyediaan Fasilitas di KA wisata. 
  Sebagai KA wisata tentunya memerlukan penyediaan fasilitas yang membuat 
nyaman wisatawan dan memberikan “pengalaman” kepada setiap penumpang. 
Karakteristik wisatawan yang berbeda dengan karakteristik penumpang KA biasa 
menuntut fasilitas tambahan yang khusus pula. Perlu ada interpretasi atau 
penjelasan yang menarik tentang sejarah perkeretaapian di Sumbar, 
keistimewaannya, tentang alam dan budaya Sumatera Barat, dan lain-lain yang 
dapat disampaikan oleh pramuwisata atau disajikan dalam brosur yang menarik. 
Tayangan video selama perjalanan yang menggambarkan keindahan alam dan keunikan 
budaya Minangkabau bisa bernilai edukatif bagi penumpang KA wisata ini. 
   
  Dekorasi interior KA yang khas Sumatera Barat akan membedakan KA wisata ini 
dengan KA wisata lainnya. Makanan khas Sumbar yang beragam dapat turut 
disajikan kepada para penumpang. Pramugari berbaju kurung bertenun ikat 
menambah keunikan dan memberikan sense of place yang kental.
   
  Segala sesuatu yang ada dan disajikan di KA wisata ini harus yang benar-benar 
unik dan khas Sumatera Barat, sehingga berbeda dengan KA wisata di tempat lain.
   
  3.   Penentuan jalur-jalur KA Wisata yang akan dikembangkan. 
  Diperlukan penentuan jalur-jalur KA yang akan dikembangkan dalam tahapan 
perencanaan sehingga nantinya akan menjadi satu kesatuan rangkaian perjalanan, 
tidak hanya di Provinsi Sumatera Barat, tetapi juga dengan provinsi lain di 
Pulau Sumatera. Tidak hanya dengan KA saja, tetapi juga terintegrasi antar moda 
(dengan angkutan darat lainnya, dengan moda transportasi udara, atau bahkan 
laut).
    
  Kriteria penentuan jalur KA yang akan dikembangkan akan sangat terkait dengan 
banyak hal. Keberadaan dan kondisi rel KA yang telah ada merupakan salah satu 
faktor pertimbangan utama, selain tentunya kesiapan sarana dan prasarana lain, 
termasuk kesiapan daerah-daerah yang akan dilalui KA wisata dan didatangi 
wisatawan. Jalur-jalur yang telah ada banyak yang menuju maupun melewati 
daerah-daerah berdaya tarik wisata.
   
  Jalur pertama yang akan dikembangkan menjadi sangat kritikal. Jika hal ini 
berhasil akan memicu pembukaan dan pengembangan jalur-jalur KA Wisata lainnya. 
Namun jika gagal sedikit banyak akan menghilangkan “arwah” dan semangat yang 
telah sedemikian memuncak.
   
  4.   Persiapan Daerah-daerah yang Dilewati KA Wisata
  Daerah-daerah yang nantinya akan menjadi titik pemberangkatan, dilewati, atau 
menjadi tujuan akhir KA wisata ini tentunya perlu mempersiapkan diri. Persiapan 
yang dilakukan daerah menyangkut banyak hal; siap dilalui dan siap dikunjungi. 
   
  Daerah perlu menyediakan informasi bagi wisatawan yang datang, maupun 
menyiapkan paket-paket wisata, termasuk menyediakan moda transportasi lanjutan 
bagi para penunpang KA wisata tersebut.
   
  Daya tarik wisata yang unik yang dimiliki daerah tersebut perlu dibenahi 
untuk dapat menerima kunjungan penumpang KA wisata; termasuk objek wisata, 
makanan khas, kerajinan, kesenian, dan lain-lain hal yang menarik. Kesiapan 
akomodasi, rumah makan/restoran, toko kerajinan, sanggar kesenian, dan 
lain-lain yang sekiranya akan dibutuhkan oleh penumpang KA wisata yang kemudian 
transit atau berhenti di tempat-tempat yang menjadi stasiun KA wisata.
   
  Daerah-daerah yang menjadi titik awal pemberangkatan maupun titik akhir 
perjalanan mengemban tugas yang lebih dibandingkan dengan daerah yang hanya 
dilalui oleh rangkaian KA wisata. Kota Padang sebagai pintu masuk wisatawan ke 
Sumatera Barat tentunya memegang peranan penting dalam menyebarluaskan 
informasi terkait dengan keberadaan KA Wisata maupun kepariwisataan Sumatera 
Barat secara umum. Posisi ini perlu dimanfaatkan sebaik mungkin oleh Kota 
Padang yang lebih beruntung didatangi “lebih dulu” oleh wisatawan, dan 
kemungkinan “didatangi kembali” saat wisatawan tersebut akan meninggalkan 
Sumatera Barat.
   
  5.   Persiapan Sumber Daya Manusia pendukung
  Diperlukan dukungan sumber daya manusia yang menyeluruh bagi kesuksesan 
pengembangan KA Wisata di Sumatera Barat. Tidak hanya yang terkait langsung 
dengan KA maupun kepariwisataan Sumbar, tetapi juga dukungan dari masyarakat 
dan instansi terkait lainnya. Perlu dengan jelas disepakati pembagian tugas 
diantara stakeholders pengembangan KA Wisata ini; siapa berbuat apa, kapan, 
dimana, maupun sumber dana yang akan digunakan. 
   
  SDM yang dipersiapkan tidak hanya untuk front liners, tetapi juga para 
pengambil keputusan, staf dinas, akademisi, peneliti, di berbagai jenjang, 
sesuai dengan porsinya masing-masing. Pada akhirnya penyiapan SDM 
kepariwisataan tidak hanya untuk pendukungan pengembangan KA Wisata, tetapi 
juga untuk pengembangan kepariwisataan Sumatera Barat secara keseluruhan. 
   
  6.   Sosialiasi rencana KA wisata ke berbagai pihak, termasuk masyarakat dan 
instansi terkait kepariwisataan, khususnya dunia industri pariwisata. 
        Pemberitaan melalui media cetak maupun elektronik seperti yang telah 
dilakukan merupakan langkah awal yang baik.  Penyebaran informasi melalui 
internet/milis merupakan cara yang cukup efektif dan sekaligus dapat menjadi 
ajang promosi program ini, khususnya untuk masyarakat di luar Sumatera Barat.  
Rencana Pulang Basamo 2008 akan mempromosikan KA wisata ini, tidak hanya bagi 
warga Minang untuk pulang kampuang, tetapi juga membawa wisatawan mancanegara 
untuk diajak mengunjungi Sumatera Barat.
   
        Untuk selanjutnya sosialisasi dapat ditingkatkan menjadi ajang 
lokakarya bagi stakeholders terkait untuk menggalang kesepahaman, yang kemudian 
dilanjutkan dengan penyepakatan siapa berbuat apa dan komitmen dari semua pihak 
dalam mengembangkan kereta api wisata ini. 
   
  Sebagai suatu produk wisata unggulan, program KA wisata Sumatera Barat ini 
diharapkan berumur panjang, dan bukan hanya gaung sesaat.  Kreativitas sangat 
diperlukan dalam mengemas perjalanan KA wisata ini agar tetap menarik dalam 
jangka panjang.  Variasi rute dan pilihan tempat berhenti yang bervariasi, 
tayangan di KA yang berganti-ganti, variasi paket wisata KA ini dengan paket 
wisata alam, budaya maupun bahari, maupun dengan events/festival perlu 
dilakukan secara periodik.
   
   
  Penutup : Perlunya memunculkan KEUNIKAN daerah
   
  Keindahan alam memang merupakan modal dasar dalam mengembangkan 
kepariwisataan daerah. Namun perlu selalu diingat bahwa panorama yang indah 
banyak terdapat di daerah-daerah lain; Daerah lain pun beramai-ramai 
mengembangkan pariwisatanya. Jika hanya mengandalkan keindahan saja, maka tidak 
cukup untuk dapat bersaing dengan daerah lain.
   
  Selain itu perlu memunculkan keunikan yang dimiliki daerah, yang khas dan 
berbeda dengan daerah lainnya. Memperkaya keragaman dan kekhasan daya tarik 
wisata yang dimiliki tiap daerah di Sumatera Barat akan menjadikan keunggulan 
dalam menarik wisatawan. Tiap daerah di Sumatera Barat pasti punya keunikannya 
masing-masing, yang terkait dengan sejarah alam dan budaya daerah tersebut. 
Keunikan itulah yang harus digali dan dikembangkan. Sumatera Barat harus 
memunculkan daya tarik yang unik dan khas supaya bisa bersaing dengan destinasi 
lainnya di Indonesia, dan bahkan di dunia. 
   
  Setiap kabupaten/kota harus memunculkan daya tarik wisata unggulan 
masing-masing, yang menonjolkan kekhasan daerahnya, sehingga saling melengkapi, 
dan bukan malah saling bersaing antardaerah. Komplementaritas akan membuat 
wisatawan berkunjung ke daerah lain untuk menikmati daya tarik wisata lainnya, 
sehingga meningkatkan length of stay wisatawan di Sumbar, dan memperbesar 
tingkat pengeluaran wisatawan.
   
  Lebih lanjut, jika setiap daerah memiliki keunggulan yang khas dan 
berbeda-beda, maka segmen pasar wisatawan yang dapat diraih pun akan lebih 
banyak dan beragam. Selain segmen pasar wisatawan budaya, diversifikasi ke 
segmen wisatawan minat khusus alam bahari (diving, snorkling), gunung/trekking, 
dan sebagainya masih bisa digali oleh Sumbar.
   
  Kesepakatan seluruh daerah di Sumatera Barat akan produk wisata unggulannya 
perlu dipetakan, sehingga masing-masing kabupaten/kota dapat memposisikan 
daerahnya dalam konteks kepariwisataan Provinsi Sumatera Barat. 
   
  Sukses tidaknya pengembangan KA wisata Sumbar sangat terkait dengan 
perkembangan kepariwisataan wilayah. Jika kepariwisataan Sumbar maju dan 
berkembang, akan berdampak positif bagi pengembangan KA wisata, demikian 
sebaliknya. Pengembangan yang terencana dan terintegrasi mutlak diperlukan jika 
KA wisata akan dijadikan unggulan pengembangan kepariwisataan Sumatera Barat, 
yang pada akhirnya diharapkan membawa kesejahteraan bagi masyarakatnya secara 
berkelanjutan.
   
  
  
---------------------------------
      * Peneliti dan perencana pariwisata di Pusat Perencanaan dan Pengembangan 
Kepariwisataan (P-P2Par)-ITB, 1993-sekarang. Pengamat dan pemerhati 
pengembangan kepariwisataan daerah. 



 
---------------------------------
Cheap Talk? Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone call rates.
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================

Kirim email ke