Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------
Sukseskan Pulang Basamo Juni 2008
Para pengurus dan anggota MPKAS
Kelanjutan rapat MPKAS kemaren tanggal 9 Januari saya mohonkan perhatian
1. Untuk rapat pertama ini yang perlu kita mantapkan adalah HAL HAL MENDASAR
lebih dahulu Kita berangkat dari yang Umum yang prinsip untuk batru kemudian ke
yang detail yang khusus
Hal mendasar itu menurut saya adalah antara lain
a. Sasaran apa saja yang hendak dicapai oleh Team ini
b. Karena ada dua bidang KA dan Parariwisata harus jelas apa yang hendak
dicapai masing masing dan kaitannya satu dengan lainnya
c Untuk mencapai sasaran tsb apa saja yang perlu dipersiapkan
d. Bagaimana posisi dari Team ini Kalau tidak akan didengan dan ditindak
lanjuti atau direspons oleh instansi terkait tidak akan ada artinya
f Funsi dan keberadaan sekretariat Team yang harus berperan besar bagi
kesinambungan upata Tim
g. Tata kerja anggaran dll
h. Barangkali ada sara lainnya
Dibawah ini konsep saya dan Konsep TOR Loka Karya yang telah saya kirim
sebelumnya Ini perlu dibaca dan dipelajari Ada penyakit urang Minang bisanya
datang dan berbicara apo nan takana waktu itu sajo Makanya dalam tata kerja
menghadapi kerja besar ini harus ada BAHAN AWAL yang diipersiapkan secara baik
SARAN PEMIKIRAN UTUK RAPAT PERTAMA
TEAM KERJA SK GUB SUMBAR 550-1-2001
1. Kesepakatan rincian tugas dan sasaran yang hendak dicapai oleh Team
a. Dibidang perkeretaapian
i. Mengupayakan agar aset bangsa
dan negara yang maha besar berupa jaringan kereta api yang telah dibangun
semenjak lebih satu abad yl di Sumatra Barat jangan sampai mati total
ii. Memanfaatkan jarinngan KA Sum
Barat terutama jaringan bergigi yang tidak digunakan lagi untuk angkutan
barang serta jaringan lainnya yang melewati alam yang indah untuk kemanfaatan
kepariwisataan
iii. Menyiapkan konsep peran kereta
api sebagai bagian dari moda transportasi masa depan terutama sekali strategi
dan upaya upaya nyata
1. Peran KA masa depan terutama kepentingan daerah Sumatra Barat ( konsep
awal harus disiapkan oleh daerah sendiri )
a. Kaitannya dengan jaringan KA ke bandara Minangkabau spti jaringan dan
pembenahan jaringan ka perkotaan dan kemungkinan masa depan jaringan kargo
lewat ka serta jaringan ka untuk angkutan aftur
b. Konsep masa depan peran KA dalam menyiapkan pola Public Transport
perkotaan Kota Padang ( jaringan baru umpampanya ke Kampus Unand, kemungkinan
sinkronisasi pemanfaatan jalur tembus ke Bungus yang tengan dipersiapkan Kodya
Padang dll ) serta optimalisasi jaringan di palabuhan Teluk Bayur yang
sedini mungkin perlu dipersiapkan
c. Konsep Shuttle Service KA di Sumatra Barat minimal memanfaatkan jalur KA
yang ada sebagai sarana ankutan alternatif tidak hanya tergantung pada jalan
raya
d. Konsep kemunkinan pengembangan jalur KA belahan barat Bukit Barisan Untuk
tahap awal optimalisasi pemanfaatan jalur KA Teluk Bayur Naras bagi angkutan
sawil dll yang telah ada pra studinya dan sampai sekatang belum ditindak lajuti
e. Konsep awal dan strategi sebelum terlaksananya jalur KA Trans Sumatra
Pakan Baru Muaro, apa yang harus dilakukan dan dipersiapakan telaksananaya
jalur tembus Padang-Solok serta kemungkinan adanya jalur feeder Trans Sumatra
tsb di daerah Kabupaten dan Kodya yang akan dilalui jalur Trans Sumatra tsb
2. Menggugah dan mensosialisasikan sedini mungkin partisipasi stake holder,
perantau potensial untuk menapung pemikiran saran dan pertisipasi mereka dan
mengevaluasinya terus menerus baik melalui Loka Karya, seminar komisi komisi
khusus, bantuan Universitas dll yang perlu direncanakan dengan baik Terlampir
disampaikan pula konsp TOR Loka Karya tsb
3. Mempersiapkan secara rinci langkah pengamanan terlaksananya dengan baik
operasi KA Wisata seperti aspek pungtualitas, komersial. kebersihan dan seni
budaya yang menarik dll dengan penjelasan yang rinci kapasitas jadwal tarip
dan persyaratan lainnya
b. Dibidang Pariwisata
i. Memanfaatkan momentum Pulang
Basamo Perantau Minang sedunia yang dipeloporan oleh perantau Amerika agar
berdampak ganda bagi pemecahan masalah masalah esensial dan kemanfaatna masa
depan Etnis Adat Budaya Minangkabau serta pembangunan masa depan Sumatra Barat
Manfaat itu antara lain
1. Hubungan yang lebih intens antara Ranah dan Rantau bagi masa depan
kelangsungan Etnis Adat Budaya Minangkabau dan pembangunan Sumatra Barat
2. Adanya jaringan sinergi yang lebih mapan antara Ranah dan Rantau bagi
kehidupan yang lebih baik bagi bangsa ini dipelopori urang Minang yang dalam
sejarah negri ini selalu menjadi pelopor
3. Menyusun Konsep awal yang pragmatis menarik emosional yang akan mampu
dicapai dengan target waktu dan tidak hanya meliputi wisata alam sekalian
megembanglan wisata budaya, sejarah, wisata belanja dan segala keunggulan
Sumatra Barat
4. Katakanlah untuk tahap awal target 2 juta wisatawan domestik dimotori
perantau domestik urang Minang yang secara emosional perlu digugah para anak
cucu sumado besan yang kenyataanya banyak yang tidak pernah lagi pulang ketanah
asal moyang mereka dan bahkan tidak lagi mengenal bahasa Minang Hal yang perlu
dipersiapkan antara lain
a. Tiap Kabupaten dan Kota menyusun Konsep menarik dan dikompilasi dalam
satu agenda atau kalender wisata terintegrasi, musyawarah besar Nagari dengan
mengikut sertakan perantau dll yang diinformasikan secara luas
b. Sedini mungkin menyusun jaringan dengan organisasi perantau diseluruh
tanah air dengan tembusan keseluruh dunia partisipasi mereka menyebar luaskan
ide poemikiran ini
ii. Karena pariwisata melibatkan
banyal aspek dan bidang kegiatan dan kegiatan utamanya ada di Sumatra Barat
perlu dipersiapakan lebih dahulu inventarisasi apa saja yang harus dipersiapkan
1. warming up kesiapan wisata ka menjelang sosialisasi wisara ka menjadi
andalan pariwisata Sumatra Barat
2. warming up apa yang harus dipersiapakan diluar wisata KA ( wisata
belanja wisata sejarah wisata budaya wisata alam dll ) menjelang pulang basamo
perantau manca negara sedunia
3. sedini mungkin mempersiapkan konsep apa saia yang akan kita ambil
manfaat lainnya dari momentum pulang basamo perantau sedunia ini
4. Sedini mungkin menganntisipasi hal negatif atau kelemahan halangan dan
mengambil segala langkah pencegahan
iii. Menyusun suatu kerangka dan
rencana kerja yang solid nyata sejauh mungkin rinci jelas apa oleh siapa dan
dapat kerjakan dalam jangka waktu yang layak dan setelah didistrubusikan ke
instansi terkait untuk dilaksanakan dievaluasi secara berkala dan dilaporkan
pada Penaggung Jawab Tim untuk keputusan Pembina atau Gub Sumbar Prinsip ini
juga berlaku bagi bidang perkeretaapian
2. Aparat kelenkapan dan tatakerja
a. Karena apa yang hendak dicapai oleh Team Kerja ini cukup besar dan
penting bagi masa depan Sumatra Barat maka Team ini harus diberi kuku antara
lain rekomendasi mendapat prioritas ditangani oleh lembaga terkait dan
melaporkan hasil dan kendala yang dihadapi untuk dibicarakan oleh
Penaggungjawab dengan Pembina Gubenur Sumatra Barat
b. Adanya sekretariat Team yang dilengkapi dengan peralatan mutakhir uang
diperlukan seperti internet dll dan tenaga profesional Pada sekretarian mutlak
ada data data yang diperlukan dan siap[a saja dapat melihat perkembangan apa
yang dikerjakan Team ini Untuk itu Sekretariat
i. menysun rincian dari rincian
dari keputusan Rapay pertama ini deeserta break down target yang hendak dicapai
ii. menyusun anggaran tahunan yang
diperlukan
c. Adanya anggota yang berada diluar Sumatra Barat maka sangat diperlukan
efektifitas waktu maka secara berkala dipersiapakan oleh sekretariat bahan
bahan yang dapat digunakan komunikasi internet dan rapat rapat Team diadakan
secara berkala dengan menyiapkan sebelumnya bahan bahan yang akan dibicarakan
----- Original Message ----
From: Yulnofrins Napilus <[EMAIL PROTECTED]>
To: RantauNet <[email protected]>
Sent: Thursday, January 11, 2007 7:28:11 AM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Fwd: Tulisan: KA Wisata dan Par Sumbar
Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------
Sukseskan Pulang Basamo Juni 2008
FYI. Saya coba copy kan lampirannya berupa email. Krn di RN gak bisa pakai
attachment. Mohon maaf kalau layoutnya jadi berantakan nanti. Thanks.
Salam,
Nofrins
Ina Koswara <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Date: Tue, 9 Jan 2007 08:06:09 -0800 (PST)
From: Ina Koswara <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Tulisan: KA Wisata dan Par Sumbar
To: Frins207 <[EMAIL PROTECTED]>
Da Nofrins,
Sy attach tulisan saya, sekedar masukan dan pemikiran
tt pengembangan KA wisata dan pariwisata Sumbar. Mohon
maaf jika tidak berkenan, ini hanya sekedar tulisan
dari seseorang non Minang yang baru sekali berkunjung
ke Sumbar, itupun hanya 3 hari saja (maksudnya minta
diundang lagi gitu lho..he..he..).
Tentunya masih perlu studi, diskusi dan pemikiran yang
lebih mendalam dan komprehensif untuk mengembangkan KA
wisata ini. Jangan sampai ketergesa-gesaan menjadikan
pengembangannya asal saja: asal mengejar deadline
tanggal 15 Jan, deadline akhir Januari, atau asal
mengejar deadline tgl 8 April!.
Thanks untuk selalu memforward berbagai perkembangan
terkini via SMS.
Wass,
Ina
KERETA API dan PARIWISATA SUMATERA BARAT
Keunikan : Dasar untuk Menjadi Unggulan
Oleh:
Ina Herliana Koswara*
Pengantar
Potensi kepariwisataan Sumatera Barat tidak perlu diragukan lagi. Berbagai
daya tarik wisata yang berbasis alam maupun budaya tersebar di wilayah yang
memiliki keragaman topografi yang menakjubkan. Dataran tinggi dengan gunung
menjulang dan lembah ngarai yang dalam, berpadu dengan terasering persawahan
dan rumah gadang. Hamparan pesisir pantai dengan pulau-pulau kecil di lautan
lepas menawarkan pengalaman bahari yang berbau petualangan.
Budaya dan sejarah Ranah Minang pun tidak kalah menariknya. Sistem
kekerabatan, rumah gadang, sejarah alam dan budaya Sumatera Barat menjadi daya
tarik yang membedakannya dengan daerah-daerah lain di Indonesia, dan bahkan di
dunia. Budaya Minang hanya ada di Ranah Minang; sejarah Sumatera Barat hanya
dimiliki Sumatera Barat. setiap daerah di Sumatera Barat memiliki sejarah alam
dan sejarah budaya yang berbeda. Potensi tersebut perlu digali dan dikembangkan
untuk mendukung kepariwisataan Sumatera Barat.
Untuk lebih berdaya saing, pariwisata Sumatera Barat perlu memunculkan suatu
unggulan yang dapat memacu perkembangan kepariwisataannya. Unggulan tersebut
haruslah sesuatu yang unik yang melekat erat di bumi Ranah Minang dan di hati
masyarakatnya. Keunggulan tersebut yang harus dimunculkan agar dapat bersaing
dengan destinasi wisata lainnya.
Kereta Api sebagai Daya Tarik Wisata
Kereta Api dalam pemanfaatannya sebagai moda transportasi bagi penumpang
merupakan salah satu alat transportasi yang digemari banyak orang. Perjalanan
yang nyaman, relatif cepat dan aman menjadi daya tarik bagi pelaku perjalanan,
termasuk dalam perjalanan wisata. Pengembangan lebih lanjut dari perjalanan
dengan menggunakan moda kereta api ini bahkan kemudian menjadi bagian dari
produk wisata yang memberikan pengalaman menarik dan edukatif.
Pengembangan KA sebagai daya tarik wisata umumnya terkait dengan sejarah
perkeretaapian itu sendiri, maupun sejarah daerah tersebut sebagai tempat
wisata terkenal. Lokomotif dan gerbong kereta yang memiliki nilai sejarah,
areal perkebunan yang dulunya dilayani oleh KA, bangunan bersejarah (heritage)
yang terkait dengan per KA an, kemudian memunculkan suatu rute perjalanan
wisata dengan menggunakan kereta api.
Berbagai daerah di Indonesia, terlebih di mancanegara telah mengembangkan
kereta api sebagai bagian dari produk wisata yang ditawarkan ke wisatawan.
Pemilihan rute yang menuju dan atau melalui tempat-tempat berdaya tarik wisata,
desain dan pelayanan yang khusus dan berkelas, interpretasi yang menarik
tentang KA dan tempat-tempat yang dilaluinya menjadikan perjalanan dengan
menggunakan KA wisata tersebut sebagai bagian dari pengalaman berwisata.
Pengembangan KA Wisata Sumatera Barat
Perkeretaapian di Sumatera Barat memiliki sejarah yang cukup panjang. Pada
awalnya jalur kereta api yang di bangun oleh Belanda di Pulau Sumatera,
khususnya di
Sumatera Barat merupakan kepentingan Belanda dengan tujuan
pertambangan. Sumatera Barat mempunyai aset batubara yang sangat menggiurkan
Belanda. Pembangunan pertama tahun 1891-1894 antara Teluk Bayur-Sawahlunto
adalah untuk pengangkutan batubara. Batubara pada masa tersebut merupakan salah
satu bahan bakar yang dominan. Pengembangan jalur-jalur berikutnya masih
dimaksudkan untuk menunjang pengangkutan batubara dari tempat pengolahannya ke
pelabuhan, dan menunjang perekonomian daerah. Semakin menurunnya produksi
batubara lambat laun berdampak pada ditutupnya jalur-jalur kereta api tersebut.
Usulan MPKAS untuk mengaktifkan kembali jalur-jalur kereta api di Sumatera
Barat sebagai angkutan wisata sekaligus menjadi unggulan daerah patut diacungi
jempol. Kelihaian melihat aset yang potensial untuk dikembangkan sekaligus
menggalang dukungan serta semangat dari pemerintah daerah (provinsi,
kabupaten/kota), PT KAI, seluruh masyarakat Minang, pemerhati KA, dan bahkan
pemerintah pusat serta pemerhati kepariwisataan merupakan langkah penting yang
diharapkan dapat mendongkrak kepariwisataan Sumbar. Semangat menggebu perlu
dibarengi dengan perencanaan yang matang, sehingga upaya untuk mewujudkan
keinginan seperti yang disemboyankan dalam foto Aku Hidup Lagi! dapat
terwujud.
Pengembangan KA Wisata sebagai unggulan pariwisata Sumbar harus direncanakan
secara terintegrasi dengan pengembangan kepariwisataan wilayah keseluruhan, dan
bahkan dengan pengembangan sektor-sektor lainnya di Sumatera Barat.
Pengembangan ini harus sejalan dengan kebijakan dan program pengembangan
kepariwisataan tingkat provinsi (seperti yang tercantum dalam masterplan
pariwisata (RIPPDA) Provinsi Sumbar, RIPPDA kabupaten/kota di Provinsi Sumbar,
RTRW Provinsi dan lain-lain) sehingga tidak menjadi bagian yang terpisah-pisah.
Dibutuhkan suatu grand scenario yang akan memayungi rencana pengembangan KA
Wisata Sumatera Barat ini dalam kerangka pengembangan kepariwisataan wilayah
terkait dengan pengembangan sektor-sektor lainnya. Skenario besar secara rinci
perlu menjabarkan pengembangan setiap komponen secara bertahap dan sinergis.
Perlu jelas siapa aktor untuk setiap komponen dan tahapan pelaksanaannya.
Beberapa pertimbangan yang terkait dengan pengembangan KA Wisata ini, antara
lain mencakup :
1. Penyepakatan BENTUK KA wisata yang akan dikembangkan; perlu dengan
jelas dideskripsikan dan juga disepakati diantara stakeholders.
KA wisata tentunya berbeda dengan KA biasa/reguler yang banyak beroperasi
diberbagai tempat. Apa yang menjadi keunikan dari KA yang akan dikembangkan di
Sumbar ini sehingga kemudian disebut dengan KA Wisata dan bahkan akan menjadi
unggulan pariwisata Sumbar. Apakah hanya karena melewati dan bisa berhenti
tempat-tempat berdaya tarik wisata? Apakah hanya untuk wisatawan?
Perlu kesepahaman masing-masing stakeholders tentang bentuk KA wisata yang
akan dikembangkan.
2. Penyediaan Fasilitas di KA wisata.
Sebagai KA wisata tentunya memerlukan penyediaan fasilitas yang membuat
nyaman wisatawan dan memberikan pengalaman kepada setiap penumpang.
Karakteristik wisatawan yang berbeda dengan karakteristik penumpang KA biasa
menuntut fasilitas tambahan yang khusus pula. Perlu ada interpretasi atau
penjelasan yang menarik tentang sejarah perkeretaapian di Sumbar,
keistimewaannya, tentang alam dan budaya Sumatera Barat, dan lain-lain yang
dapat disampaikan oleh pramuwisata atau disajikan dalam brosur yang menarik.
Tayangan video selama perjalanan yang menggambarkan keindahan alam dan keunikan
budaya Minangkabau bisa bernilai edukatif bagi penumpang KA wisata ini.
Dekorasi interior KA yang khas Sumatera Barat akan membedakan KA wisata ini
dengan KA wisata lainnya. Makanan khas Sumbar yang beragam dapat turut
disajikan kepada para penumpang. Pramugari berbaju kurung bertenun ikat
menambah keunikan dan memberikan sense of place yang kental.
Segala sesuatu yang ada dan disajikan di KA wisata ini harus yang benar-benar
unik dan khas Sumatera Barat, sehingga berbeda dengan KA wisata di tempat lain.
3. Penentuan jalur-jalur KA Wisata yang akan dikembangkan.
Diperlukan penentuan jalur-jalur KA yang akan dikembangkan dalam tahapan
perencanaan sehingga nantinya akan menjadi satu kesatuan rangkaian perjalanan,
tidak hanya di Provinsi Sumatera Barat, tetapi juga dengan provinsi lain di
Pulau Sumatera. Tidak hanya dengan KA saja, tetapi juga terintegrasi antar moda
(dengan angkutan darat lainnya, dengan moda transportasi udara, atau bahkan
laut).
Kriteria penentuan jalur KA yang akan dikembangkan akan sangat terkait dengan
banyak hal. Keberadaan dan kondisi rel KA yang telah ada merupakan salah satu
faktor pertimbangan utama, selain tentunya kesiapan sarana dan prasarana lain,
termasuk kesiapan daerah-daerah yang akan dilalui KA wisata dan didatangi
wisatawan. Jalur-jalur yang telah ada banyak yang menuju maupun melewati
daerah-daerah berdaya tarik wisata.
Jalur pertama yang akan dikembangkan menjadi sangat kritikal. Jika hal ini
berhasil akan memicu pembukaan dan pengembangan jalur-jalur KA Wisata lainnya.
Namun jika gagal sedikit banyak akan menghilangkan arwah dan semangat yang
telah sedemikian memuncak.
4. Persiapan Daerah-daerah yang Dilewati KA Wisata
Daerah-daerah yang nantinya akan menjadi titik pemberangkatan, dilewati, atau
menjadi tujuan akhir KA wisata ini tentunya perlu mempersiapkan diri. Persiapan
yang dilakukan daerah menyangkut banyak hal; siap dilalui dan siap dikunjungi.
Daerah perlu menyediakan informasi bagi wisatawan yang datang, maupun
menyiapkan paket-paket wisata, termasuk menyediakan moda transportasi lanjutan
bagi para penunpang KA wisata tersebut.
Daya tarik wisata yang unik yang dimiliki daerah tersebut perlu dibenahi
untuk dapat menerima kunjungan penumpang KA wisata; termasuk objek wisata,
makanan khas, kerajinan, kesenian, dan lain-lain hal yang menarik. Kesiapan
akomodasi, rumah makan/restoran, toko kerajinan, sanggar kesenian, dan
lain-lain yang sekiranya akan dibutuhkan oleh penumpang KA wisata yang kemudian
transit atau berhenti di tempat-tempat yang menjadi stasiun KA wisata.
Daerah-daerah yang menjadi titik awal pemberangkatan maupun titik akhir
perjalanan mengemban tugas yang lebih dibandingkan dengan daerah yang hanya
dilalui oleh rangkaian KA wisata. Kota Padang sebagai pintu masuk wisatawan ke
Sumatera Barat tentunya memegang peranan penting dalam menyebarluaskan
informasi terkait dengan keberadaan KA Wisata maupun kepariwisataan Sumatera
Barat secara umum. Posisi ini perlu dimanfaatkan sebaik mungkin oleh Kota
Padang yang lebih beruntung didatangi lebih dulu oleh wisatawan, dan
kemungkinan didatangi kembali saat wisatawan tersebut akan meninggalkan
Sumatera Barat.
5. Persiapan Sumber Daya Manusia pendukung
Diperlukan dukungan sumber daya manusia yang menyeluruh bagi kesuksesan
pengembangan KA Wisata di Sumatera Barat. Tidak hanya yang terkait langsung
dengan KA maupun kepariwisataan Sumbar, tetapi juga dukungan dari masyarakat
dan instansi terkait lainnya. Perlu dengan jelas disepakati pembagian tugas
diantara stakeholders pengembangan KA Wisata ini; siapa berbuat apa, kapan,
dimana, maupun sumber dana yang akan digunakan.
SDM yang dipersiapkan tidak hanya untuk front liners, tetapi juga para
pengambil keputusan, staf dinas, akademisi, peneliti, di berbagai jenjang,
sesuai dengan porsinya masing-masing. Pada akhirnya penyiapan SDM
kepariwisataan tidak hanya untuk pendukungan pengembangan KA Wisata, tetapi
juga untuk pengembangan kepariwisataan Sumatera Barat secara keseluruhan.
6. Sosialiasi rencana KA wisata ke berbagai pihak, termasuk masyarakat dan
instansi terkait kepariwisataan, khususnya dunia industri pariwisata.
Pemberitaan melalui media cetak maupun elektronik seperti yang telah
dilakukan merupakan langkah awal yang baik. Penyebaran informasi melalui
internet/milis merupakan cara yang cukup efektif dan sekaligus dapat menjadi
ajang promosi program ini, khususnya untuk masyarakat di luar Sumatera Barat.
Rencana Pulang Basamo 2008 akan mempromosikan KA wisata ini, tidak hanya bagi
warga Minang untuk pulang kampuang, tetapi juga membawa wisatawan mancanegara
untuk diajak mengunjungi Sumatera Barat.
Untuk selanjutnya sosialisasi dapat ditingkatkan menjadi ajang
lokakarya bagi stakeholders terkait untuk menggalang kesepahaman, yang kemudian
dilanjutkan dengan penyepakatan siapa berbuat apa dan komitmen dari semua pihak
dalam mengembangkan kereta api wisata ini.
Sebagai suatu produk wisata unggulan, program KA wisata Sumatera Barat ini
diharapkan berumur panjang, dan bukan hanya gaung sesaat. Kreativitas sangat
diperlukan dalam mengemas perjalanan KA wisata ini agar tetap menarik dalam
jangka panjang. Variasi rute dan pilihan tempat berhenti yang bervariasi,
tayangan di KA yang berganti-ganti, variasi paket wisata KA ini dengan paket
wisata alam, budaya maupun bahari, maupun dengan events/festival perlu
dilakukan secara periodik.
Penutup : Perlunya memunculkan KEUNIKAN daerah
Keindahan alam memang merupakan modal dasar dalam mengembangkan
kepariwisataan daerah. Namun perlu selalu diingat bahwa panorama yang indah
banyak terdapat di daerah-daerah lain; Daerah lain pun beramai-ramai
mengembangkan pariwisatanya. Jika hanya mengandalkan keindahan saja, maka tidak
cukup untuk dapat bersaing dengan daerah lain.
Selain itu perlu memunculkan keunikan yang dimiliki daerah, yang khas dan
berbeda dengan daerah lainnya. Memperkaya keragaman dan kekhasan daya tarik
wisata yang dimiliki tiap daerah di Sumatera Barat akan menjadikan keunggulan
dalam menarik wisatawan. Tiap daerah di Sumatera Barat pasti punya keunikannya
masing-masing, yang terkait dengan sejarah alam dan budaya daerah tersebut.
Keunikan itulah yang harus digali dan dikembangkan. Sumatera Barat harus
memunculkan daya tarik yang unik dan khas supaya bisa bersaing dengan destinasi
lainnya di Indonesia, dan bahkan di dunia.
Setiap kabupaten/kota harus memunculkan daya tarik wisata unggulan
masing-masing, yang menonjolkan kekhasan daerahnya, sehingga saling melengkapi,
dan bukan malah saling bersaing antardaerah. Komplementaritas akan membuat
wisatawan berkunjung ke daerah lain untuk menikmati daya tarik wisata lainnya,
sehingga meningkatkan length of stay wisatawan di Sumbar, dan memperbesar
tingkat pengeluaran wisatawan.
Lebih lanjut, jika setiap daerah memiliki keunggulan yang khas dan
berbeda-beda, maka segmen pasar wisatawan yang dapat diraih pun akan lebih
banyak dan beragam. Selain segmen pasar wisatawan budaya, diversifikasi ke
segmen wisatawan minat khusus alam bahari (diving, snorkling), gunung/trekking,
dan sebagainya masih bisa digali oleh Sumbar.
Kesepakatan seluruh daerah di Sumatera Barat akan produk wisata unggulannya
perlu dipetakan, sehingga masing-masing kabupaten/kota dapat memposisikan
daerahnya dalam konteks kepariwisataan Provinsi Sumatera Barat.
Sukses tidaknya pengembangan KA wisata Sumbar sangat terkait dengan
perkembangan kepariwisataan wilayah. Jika kepariwisataan Sumbar maju dan
berkembang, akan berdampak positif bagi pengembangan KA wisata, demikian
sebaliknya. Pengembangan yang terencana dan terintegrasi mutlak diperlukan jika
KA wisata akan dijadikan unggulan pengembangan kepariwisataan Sumatera Barat,
yang pada akhirnya diharapkan membawa kesejahteraan bagi masyarakatnya secara
berkelanjutan.
---------------------------------
* Peneliti dan perencana pariwisata di Pusat Perencanaan dan Pengembangan
Kepariwisataan (P-P2Par)-ITB, 1993-sekarang. Pengamat dan pemerhati
pengembangan kepariwisataan daerah.
---------------------------------
Cheap Talk? Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone call rates.
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
keanggotaan,silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
keanggotaan,silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================