Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------
Sukseskan Pulang Basamo Juni 2008


Assalamu'alaikum wr.wb.


> Ambo attach kembali pertanyaan Da Nof tsb :
> Pertanyaannya : Dg angka segini besar, mengapa Investor masih "pikir-pikir"
> masuk ke Sumbar terlepas dr mslh tanah ulayat. Kedua, mengapa Pemda Sumbar
> sendiri masih kurang berani meningkatkan fasilitas sarana piknik umum?
> 
> Ambo attach kembali jawaban Da Kurnia Chalik :
> """Jawabannyo : tidak lain adolah itulah "Fenomena Najis/kotoran manusia yang
> menempel di kaki seorang Imam di saat memimpin Sholat berjama'ah"""...
"""Impossible para investor Pariwisata akan mau mambali jet ski.., pra 
sailing...dll,kalau tahi/najis ko masih baserak2
dimana-mana....."""


Ambo tambahkan :
Ambo satuju dengan analogi najis/tahi yang diungkapkan uda Kurnia Chalik, 
karano ambo pun pernah mengalaminya sendiri.
Manuruik ambo untuak bisa mahilangkan tahi/najis ko :

1. Pak Gubernur sebagai kepala daerah harus membuat GOAL / VISI / TARGET yang 
akan dicapai dengan mengoptimalkan potensi pariwisata dan LANGKAH PENCAPAIAN / 
MISI dari target tersebut. HARUS TERTULIS, SPESIFIK dan TERDEFINISI JELAS serta 
MARKETABLE. Lalu disosialisasikan ke masyarakat melalui sekolah, mesjid, dan 
tempat berkumpul masyarakat umum.. Misal VISI-nya : MENUJU SUMBAR  YANG GRATIS 
BIAYA PENDIDIKAN SAMPAI UNIVERSITAS TAHUN 2010 dengan MENGOPTIMALKAN POTENSI 
KEPARIWISATAAN. Kemudian MISI-nya......
a.
b. Mahilangkan tahi/najis di wilayah kerja masing-masing
c. Mengoptimalkan potensi per-kereta api-an, pelabuhan udara dan pelabuhan laut.
d. dst...dst..
Artinyo 2010 biaya pendidikan harus gratis, kalau ndak sesolah sorang karano 
Biaya Pendidikan makin maha......
Seperti blue print PELITA masa pak Harto dulu.

2. GUBERNUR mensosialisasikan dan meminta Komitmen DPRD Tk.I dan DPRD Tk.II, 
PEMDA (Tk. I dan Tk. II) serta seluruh Pemangku ADAT di Nagari nio jadi Imam 
dan berkomitmen kuat serta konsisten untuk mencapai GOAL diatas tadi (di poin 
1), serta berkomitmen mahilangkan tahi/najis di wilayah mereka masing-masing. 
Kita harus mencontoh atau menduplikasi System dan Tools yang ada di Industri 
modern untuk "MERUBAH PARADIGMA / MERUBAH POLA PIKIR" birokrat (pemda, DPRD dan 
pemangku adat di nagari), teknokrat, praktisi (pengusaha hotel, biro 
perjalanan/tour n travel, restoran, penjual souvenir dan oleh-oleh, Aparat 
Hukum, UKM, Guru-guru Pengajar, Ustadz, Pengelola tempat wisata, dll) dan 
Masyarakat ke arah 100% Costumer Satisfaction pada Quality, Cost, Delivery, 
Safety dan Moral. 

3. Kepastian HUKUM dengan merevisi beberapa regulasi di daerah seperti PERDA, 
Aturan Adat, dll untuk menunjang peningkatan PAD di bidang kepariwisataan. 
Jangan semua hal dikenakan pajak, tapi ada cara lain atau seni-nya untuk 
mendapatkan PAD tanpa pajak. Kita buat regulasi yang membuat pengunjung merasa 
nyaman dan aman berkunjung ke SUMBAR. Sehingga wisatawan sebagai konsumen 
merasa benar-benar puas berkunjung ke Sumbar. Ditambah dengan buka divisi 
profesional pelayanan pengaduan konsumen untuk menerima dan menampung 
keluhan/pengaduan konsumen melalui telpon umum gratis yang disediakan di semua 
tempat wisata atau tempat pengaduan langsung jika konsumen merasa dikecewakan 
atau dirugikan, pengaduan ini harus ditindaklanjuti dengan pemberian sangsi 
tegas kepada pelaku yang merugikan konsumen dengan memberikan sangsi hukum oleh 
yang berwenang (Aparat HUKUM). Untuk ini perlu disosialisasikan melalui 
spanduk, stiker, dan pengumuman, billboard, media informasi di setiap tempat 
dan di jalan raya setiap 100 m. Seperti Telpon Layanan Konsumen gitu... Kita 
layani konsumen lebih dahulu, nanti konsumen pasti melayani kita. Jika kita 
memikirkan, menolong dan memudahkan orang lain, Insya Allah Allah akan 
memikirkan, membantu dan memudahkan kita.

4. Buat pelatihan atau seminar gratis yang berkaitan dengan Kepuasan Pelanggan, 
Menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, dan keuntungan dan kerugian yang 
kita dapat kalau kita tidak mengoptimalkan potensi kepariwisataan, kepada 
birokrat (pemda, DPRD, kepala desa dan pemangku adat di nagari), teknokrat, 
praktisi (pengusaha hotel, biro perjalanan/tour n travel, restoran, penjual 
souvenir dan oleh-oleh, UKM, Guru-guru Pengajar, Mubaligh, Pengelola tempat 
wisata, dll), agar lebih membuka wawasan mereka dengan sisi positif pariwisata 
serta untuk mewujudkan GOAL tadi : MENUJU SUMBAR YANG GRATIS BIAYA PENDIDIKAN 
SAMPAI UNIVERSITAS TAHUN 2010. Dan bagi mereka yang telah mengikuti seminar 
diwajibkan untuk menyampaikan dan mensosialisasikan pada masyarakat yang tidak 
ikut seminar melalui pengumuman di sekolah, disampaikan waktu pengajian oleh 
mubaligh. Untuk pemercepat sosialisasi untuk merubah pola pikir masyarakat 
tadi, perlu disosialisasikan dengan : 
a. Kolom khusus tentang Kepuasan Pelanggan, Menjaga kebersihan dan kelestarian 
lingkungan, dan keuntungan dan kerugian yang kita dapat kalau kita tidak 
mengoptimalkan potensi kepariwisataan, cerita keberhasilan daerah lain yang 
telah maju di bidang pariwisata di media massa seperti koran dan majalah. 
b. Melalui radio, internet dan televisi kita buat acara konsultasi, pengumuman, 
kuis, cerita, dll untuk membuat pola pikir masyarakat lebih berkembang. Karena 
radio, internet dan televisi media yang paling cepat menyampaikan informasi. 
c. Dibantu oleh operator selular dengan mengirim sms ke semua nomor konsumen 
mereka untuk lebih peduli dalam pelayanan konsumen. 
d. dll....

5. Siapkan dan perbaiki infrastruktur (pra-sarana dan sarana) seperti Jalan 
raya, Alat Transportasi, telpon umum, media infromasi di tempat umum seperti 
bandara, terminal, restoran, dll (brosur, leaflet, peta perjalanan, informasi 
biaya perjalanan, internet, dll), dan lainnya.

6. Ajak Masyarakat Ikut berpartisipasi dengan mengembangkan potensi tiap 
daerah...

7. Untuk men-trigger dan promosi perlu :
a. Studi Banding oleh Pelaku Pariwisata
b. Sosialisasi sejarah gimana daerah lain bisa maju melalui media informasi
c. CIMEEH, misal : Gimana SUMBAR MAU MAJU PARIWISATANYA, KALAU Tukang 
pakua...,tukang pangua...,tukang copet...,tukang palak...,tukang
rampok...,pelayanan buruk dihotel2,pelayanan yang tidak sopan oleh sopir, 
kondektur, pelayan restoran,..., pelayanan yang tidak ramah...,perizinan
demi perizinan untuk pembangunan fasilitas rekreasi dan wisata di Kantor2 Pemda 
yang berbelit2 dan memakan waktu dan memakan banyak uang...,sogok inyak...sogok 
itan...,pungli sana...,pungli sini..., ketidak pastian dalam kepemilikan lahan 
dan usaha...,sistem kepemilikan tanah yang sewaktu2 dapat saja diklaim sebagai 
tanah ulayat oleh penduduk, MERAJALELA DIMANA-MANA
d. Mengundang Pengusaha Hotel, Pengusaha Lapangan Golf, Pengusaha Rumah Sakit, 
Pengusaha pariwisata yang berkelas Internasional seperti HILTON, HYATT, 
MARRIOT, MERCURE, SILOAM, SOS, MAYNE HEALTH, dll untuk investasi di SUMBAR. 
Beri mereka kemudahan kalau perlu digratiskan lahan (jangan lahan yang 
produktif) dan permudah birokrasi perijinan pendirian tapi dibarter dengan 
subsidi biaya pendidikan dari keuntungan yang mereka peroleh. Hal ini akan 
berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan peningkatan perekonomian daerah 
tempat mereka tersebut berusaha. Dan yang paling utama secara tidak langsung 
SUMBAR terbantu di bidang promosi PARIWISATA, karena mereka pasti mempromosikan 
cabang mereka di SUMBAR di seluruh cabang yang mereka punya di dunia. Paling 
ndak mereka pasti banyak membantu menyiapkan pra-sarana ke tempat mereka 
mendirikan usaha.
e. Informasi On-lien melalui internet tentang biaya perjalanan, rate hotel, 
tempat pariwisata, travel agent, peta perjalanan, dll. Sehingga wisatawan bisa 
meng-estimasi budget dan waktu yang akan mereka sediakan untuk berwisata ke 
SUMBAR optimalkan website yang sudah ada www.west-sumatra.com , perantau harus 
bantu mempromosikan minimal pada 5 orang baru tiap hari.
f. Kembangkan Industri penunjang Pariwisata seperti Souvenir, Seni, dll. Ingat 
lo Ubud di Bali bisa terkenal sebagai pusat wisata seni karena usaha Raja Ubud 
DULU dengan mengundang para seniman lukis Internasional untuk datang ke Ubud 
gratis (malah diberi lahan dan rumah) hanya saja dibarter dimana para seniman 
tadi harus mengajar anak-anak di Ubud melukis. Sekarang bisa dilihat 
hasilnya...karena Raja Ubud berpikir jangka panjang. Kenapa raja UBUD bisa?? 
Apakah kita orang Minang tidak bisa??? 

8. Budayakan Senyum...Senyum itu obat dan bermanfaat...

9. Silahkan tambahkan .....nan paralu GOAL / VISI / TARGET harus dicapai

Menurut pendapat ambo kalau bisa ndak bulan Juni 2008 se perantau Minang 
se-dunia pulang basamo, karano masyarakat di Sumbar pasti TIDAK AKAN SIAP.
Tapi dibagi tiok bulan dan berkelanjutan..Misal : Bulan Januari Pulang basamo 
perantau Australia, Bulan Februari Pulang basamo perantau Eropa, ..., Bulan 
Juni Pulang basamo perantau USA, dstnya Bulan Desember Pulang basamo 
perantau....jadi masyarakat perlahan-lahan terpacu dan ter-edukasi...
KITA BISA MENYERAH KAPAN SAJA TAPI TIDAK HARUS MENYERAH SEKARANG KAN??


wassalam
Muhammad Syahreza
PT. NOK Indonesia
Plant Engineering Dept.
Telp. : 021-898 1041 Ext. 128/135
Fax. : 021-898 0764
e-mail : [EMAIL PROTECTED]

"voorprong van het achterlijkheid."
Orang bisa melompat maju tanpa perlu mengikuti irama pengalaman yang dialami
orang lain tapi dengan belajar meniru menggunakan kemajuan teknologi

Tahukah anda bahwa dunia sudah berubah? Tahukah anda negara lain sudah
berubah? Inginkah anda negara anda juga berubah? Sudahkah anda berubah?

Kita memang miskin sumber daya alam tapi bukan berarti miskin kreatifitas

Perubahan memerlukan upaya dan dimulai dari diri sendiri, dimulai dari hal
yang terkecil dan dimulai saat ini juga
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================

Kirim email ke