Tolong dibaca aturan di footer dibawah -------------------------------------- Sukseskan Pulang Basamo Juni 2008
Waalaikumsalam w.w.Dunsanak Syahreza, Ambo dukuang panuah gagasan konkrit nan Dunsanak ajukan ko. Pak Sekjen MPKAS tolong taruihkan pandapek baliau ko ka BA 1 sahinggo bisa jadi masukan dalam penyusunan kabijakan baliau dalam menjadikan pariwisata sabagai andalan dalam pembangunan Sumbar. Kalau bisa juo ka pak Katua DPRD Prop Sumbar. [Kok sampai kini indak tadanga suaro apak-apak kito di DPRD Sumbar tu ? ] Wassalam, Saafroedin Bahar ----- Original Message ---- From: M. Syahreza <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Thursday, January 11, 2007 2:13:08 PM Subject: [EMAIL PROTECTED] Menuju Sumbar Yang Gratis Biaya Pendidikan sampai Universitas sampai tahun 2010 Tolong dibaca aturan di footer dibawah -------------------------------------- Sukseskan Pulang Basamo Juni 2008 Assalamu'alaikum wr.wb. > Ambo attach kembali pertanyaan Da Nof tsb : > Pertanyaannya : Dg angka segini besar, mengapa Investor masih "pikir-pikir" > masuk ke Sumbar terlepas dr mslh tanah ulayat. Kedua, mengapa Pemda Sumbar > sendiri masih kurang berani meningkatkan fasilitas sarana piknik umum? > > Ambo attach kembali jawaban Da Kurnia Chalik : > """Jawabannyo : tidak lain adolah itulah "Fenomena Najis/kotoran manusia yang > menempel di kaki seorang Imam di saat memimpin Sholat berjama'ah"""... """Impossible para investor Pariwisata akan mau mambali jet ski.., pra sailing...dll,kalau tahi/najis ko masih baserak2 dimana-mana.....""" Ambo tambahkan : Ambo satuju dengan analogi najis/tahi yang diungkapkan uda Kurnia Chalik, karano ambo pun pernah mengalaminya sendiri. Manuruik ambo untuak bisa mahilangkan tahi/najis ko : 1. Pak Gubernur sebagai kepala daerah harus membuat GOAL / VISI / TARGET yang akan dicapai dengan mengoptimalkan potensi pariwisata dan LANGKAH PENCAPAIAN / MISI dari target tersebut. HARUS TERTULIS, SPESIFIK dan TERDEFINISI JELAS serta MARKETABLE. Lalu disosialisasikan ke masyarakat melalui sekolah, mesjid, dan tempat berkumpul masyarakat umum.. Misal VISI-nya : MENUJU SUMBAR YANG GRATIS BIAYA PENDIDIKAN SAMPAI UNIVERSITAS TAHUN 2010 dengan MENGOPTIMALKAN POTENSI KEPARIWISATAAN. Kemudian MISI-nya...... a. b. Mahilangkan tahi/najis di wilayah kerja masing-masing c. Mengoptimalkan potensi per-kereta api-an, pelabuhan udara dan pelabuhan laut. d. dst...dst.. Artinyo 2010 biaya pendidikan harus gratis, kalau ndak sesolah sorang karano Biaya Pendidikan makin maha...... Seperti blue print PELITA masa pak Harto dulu. 2. GUBERNUR mensosialisasikan dan meminta Komitmen DPRD Tk.I dan DPRD Tk.II, PEMDA (Tk. I dan Tk. II) serta seluruh Pemangku ADAT di Nagari nio jadi Imam dan berkomitmen kuat serta konsisten untuk mencapai GOAL diatas tadi (di poin 1), serta berkomitmen mahilangkan tahi/najis di wilayah mereka masing-masing. Kita harus mencontoh atau menduplikasi System dan Tools yang ada di Industri modern untuk "MERUBAH PARADIGMA / MERUBAH POLA PIKIR" birokrat (pemda, DPRD dan pemangku adat di nagari), teknokrat, praktisi (pengusaha hotel, biro perjalanan/tour n travel, restoran, penjual souvenir dan oleh-oleh, Aparat Hukum, UKM, Guru-guru Pengajar, Ustadz, Pengelola tempat wisata, dll) dan Masyarakat ke arah 100% Costumer Satisfaction pada Quality, Cost, Delivery, Safety dan Moral. 3. Kepastian HUKUM dengan merevisi beberapa regulasi di daerah seperti PERDA, Aturan Adat, dll untuk menunjang peningkatan PAD di bidang kepariwisataan. Jangan semua hal dikenakan pajak, tapi ada cara lain atau seni-nya untuk mendapatkan PAD tanpa pajak. Kita buat regulasi yang membuat pengunjung merasa nyaman dan aman berkunjung ke SUMBAR. Sehingga wisatawan sebagai konsumen merasa benar-benar puas berkunjung ke Sumbar. Ditambah dengan buka divisi profesional pelayanan pengaduan konsumen untuk menerima dan menampung keluhan/pengaduan konsumen melalui telpon umum gratis yang disediakan di semua tempat wisata atau tempat pengaduan langsung jika konsumen merasa dikecewakan atau dirugikan, pengaduan ini harus ditindaklanjuti dengan pemberian sangsi tegas kepada pelaku yang merugikan konsumen dengan memberikan sangsi hukum oleh yang berwenang (Aparat HUKUM). Untuk ini perlu disosialisasikan melalui spanduk, stiker, dan pengumuman, billboard, media informasi di setiap tempat dan di jalan raya setiap 100 m. Seperti Telpon Layanan Konsumen gitu... Kita layani konsumen lebih dahulu, nanti konsumen pasti melayani kita. Jika kita memikirkan, menolong dan memudahkan orang lain, Insya Allah Allah akan memikirkan, membantu dan memudahkan kita. 4. Buat pelatihan atau seminar gratis yang berkaitan dengan Kepuasan Pelanggan, Menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, dan keuntungan dan kerugian yang kita dapat kalau kita tidak mengoptimalkan potensi kepariwisataan, kepada birokrat (pemda, DPRD, kepala desa dan pemangku adat di nagari), teknokrat, praktisi (pengusaha hotel, biro perjalanan/tour n travel, restoran, penjual souvenir dan oleh-oleh, UKM, Guru-guru Pengajar, Mubaligh, Pengelola tempat wisata, dll), agar lebih membuka wawasan mereka dengan sisi positif pariwisata serta untuk mewujudkan GOAL tadi : MENUJU SUMBAR YANG GRATIS BIAYA PENDIDIKAN SAMPAI UNIVERSITAS TAHUN 2010. Dan bagi mereka yang telah mengikuti seminar diwajibkan untuk menyampaikan dan mensosialisasikan pada masyarakat yang tidak ikut seminar melalui pengumuman di sekolah, disampaikan waktu pengajian oleh mubaligh. Untuk pemercepat sosialisasi untuk merubah pola pikir masyarakat tadi, perlu disosialisasikan dengan : a. Kolom khusus tentang Kepuasan Pelanggan, Menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, dan keuntungan dan kerugian yang kita dapat kalau kita tidak mengoptimalkan potensi kepariwisataan, cerita keberhasilan daerah lain yang telah maju di bidang pariwisata di media massa seperti koran dan majalah. b. Melalui radio, internet dan televisi kita buat acara konsultasi, pengumuman, kuis, cerita, dll untuk membuat pola pikir masyarakat lebih berkembang. Karena radio, internet dan televisi media yang paling cepat menyampaikan informasi. c. Dibantu oleh operator selular dengan mengirim sms ke semua nomor konsumen mereka untuk lebih peduli dalam pelayanan konsumen. d. dll.... 5. Siapkan dan perbaiki infrastruktur (pra-sarana dan sarana) seperti Jalan raya, Alat Transportasi, telpon umum, media infromasi di tempat umum seperti bandara, terminal, restoran, dll (brosur, leaflet, peta perjalanan, informasi biaya perjalanan, internet, dll), dan lainnya. 6. Ajak Masyarakat Ikut berpartisipasi dengan mengembangkan potensi tiap daerah... 7. Untuk men-trigger dan promosi perlu : a. Studi Banding oleh Pelaku Pariwisata b. Sosialisasi sejarah gimana daerah lain bisa maju melalui media informasi c. CIMEEH, misal : Gimana SUMBAR MAU MAJU PARIWISATANYA, KALAU Tukang pakua...,tukang pangua...,tukang copet...,tukang palak...,tukang rampok...,pelayanan buruk dihotel2,pelayanan yang tidak sopan oleh sopir, kondektur, pelayan restoran,..., pelayanan yang tidak ramah...,perizinan demi perizinan untuk pembangunan fasilitas rekreasi dan wisata di Kantor2 Pemda yang berbelit2 dan memakan waktu dan memakan banyak uang...,sogok inyak...sogok itan...,pungli sana...,pungli sini..., ketidak pastian dalam kepemilikan lahan dan usaha...,sistem kepemilikan tanah yang sewaktu2 dapat saja diklaim sebagai tanah ulayat oleh penduduk, MERAJALELA DIMANA-MANA d. Mengundang Pengusaha Hotel, Pengusaha Lapangan Golf, Pengusaha Rumah Sakit, Pengusaha pariwisata yang berkelas Internasional seperti HILTON, HYATT, MARRIOT, MERCURE, SILOAM, SOS, MAYNE HEALTH, dll untuk investasi di SUMBAR. Beri mereka kemudahan kalau perlu digratiskan lahan (jangan lahan yang produktif) dan permudah birokrasi perijinan pendirian tapi dibarter dengan subsidi biaya pendidikan dari keuntungan yang mereka peroleh. Hal ini akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan peningkatan perekonomian daerah tempat mereka tersebut berusaha. Dan yang paling utama secara tidak langsung SUMBAR terbantu di bidang promosi PARIWISATA, karena mereka pasti mempromosikan cabang mereka di SUMBAR di seluruh cabang yang mereka punya di dunia. Paling ndak mereka pasti banyak membantu menyiapkan pra-sarana ke tempat mereka mendirikan usaha. e. Informasi On-lien melalui internet tentang biaya perjalanan, rate hotel, tempat pariwisata, travel agent, peta perjalanan, dll. Sehingga wisatawan bisa meng-estimasi budget dan waktu yang akan mereka sediakan untuk berwisata ke SUMBAR optimalkan website yang sudah ada www.west-sumatra.com , perantau harus bantu mempromosikan minimal pada 5 orang baru tiap hari. f. Kembangkan Industri penunjang Pariwisata seperti Souvenir, Seni, dll. Ingat lo Ubud di Bali bisa terkenal sebagai pusat wisata seni karena usaha Raja Ubud DULU dengan mengundang para seniman lukis Internasional untuk datang ke Ubud gratis (malah diberi lahan dan rumah) hanya saja dibarter dimana para seniman tadi harus mengajar anak-anak di Ubud melukis. Sekarang bisa dilihat hasilnya...karena Raja Ubud berpikir jangka panjang. Kenapa raja UBUD bisa?? Apakah kita orang Minang tidak bisa??? 8. Budayakan Senyum...Senyum itu obat dan bermanfaat... 9. Silahkan tambahkan .....nan paralu GOAL / VISI / TARGET harus dicapai Menurut pendapat ambo kalau bisa ndak bulan Juni 2008 se perantau Minang se-dunia pulang basamo, karano masyarakat di Sumbar pasti TIDAK AKAN SIAP. Tapi dibagi tiok bulan dan berkelanjutan..Misal : Bulan Januari Pulang basamo perantau Australia, Bulan Februari Pulang basamo perantau Eropa, ..., Bulan Juni Pulang basamo perantau USA, dstnya Bulan Desember Pulang basamo perantau....jadi masyarakat perlahan-lahan terpacu dan ter-edukasi... KITA BISA MENYERAH KAPAN SAJA TAPI TIDAK HARUS MENYERAH SEKARANG KAN?? wassalam Muhammad Syahreza PT. NOK Indonesia Plant Engineering Dept. Telp. : 021-898 1041 Ext. 128/135 Fax. : 021-898 0764 e-mail : [EMAIL PROTECTED] "voorprong van het achterlijkheid." Orang bisa melompat maju tanpa perlu mengikuti irama pengalaman yang dialami orang lain tapi dengan belajar meniru menggunakan kemajuan teknologi Tahukah anda bahwa dunia sudah berubah? Tahukah anda negara lain sudah berubah? Inginkah anda negara anda juga berubah? Sudahkah anda berubah? Kita memang miskin sumber daya alam tapi bukan berarti miskin kreatifitas Perubahan memerlukan upaya dan dimulai dari diri sendiri, dimulai dari hal yang terkecil dan dimulai saat ini juga -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan,silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2 dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika: 1. Email ukuran besar dari >100KB. 2. Email dengan attachment. 3. Email dikirim untuk banyak penerima. ================================================ ____________________________________________________________________________________ Do you Yahoo!? Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta. http://new.mail.yahoo.com -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan,silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2 dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika: 1. Email ukuran besar dari >100KB. 2. Email dengan attachment. 3. Email dikirim untuk banyak penerima. ================================================

