Tolong dibaca aturan pada footer dibawah
----------------------------------------



Manolah Dt. Bagindo dan dunsanak Rasyid ysh,
  Sesuai dengan pandangan Datuk dan dunsanak tentunya melengkapi informasi yang 
ada. Sepertinya cukup banyak permasalahan serupa yang saat ini terus berkembang 
di dalam masyarakat kita, dan tentunya membutuhkan penjelasan yang tepat. Salah 
persepsi, salah pemahaman, overlook, hingga underlook terhadap adat dan budaya 
Minangkabau kiranya perlu dijelaskan secara bijaksana oleh orang-orang yang 
berkompeten. 
   
  Berikut saya sampaikan jawaban dari kemanakan kita itu untuk melengkapi 
informasi yang ada. Wassalam.
   
  -datuk endang
   
   
  Anna wrote:
  Assalamualaikum Udaa...
   
  Alhamdulillah Uda sdh mau meluangkan waktunya utk mereply email-ku walaupun 
belum kenal.
   
  Iya aku juga melihatnya ini adalah cobaan yang Allah berikan kpd aku, 
bagaimana aku bisa dengan ikhlas hati menerima perjodohan cowok-ku dengan 
wanita pilihan orang-tua nya yg berasal dr minang juga.
  Terus terang aku juga kasihan sekali melihat cowok-ku tertekan perasaaannya 
karena tidak mau berpisah dengan aku, karena selama berpacaran dgn aku insya 
Allah dia bisa menjadi manusia yang lebih baik lg dimata Allah SW..
   
  Tapi aku juga gak mau dia melawan kehendak orang tuanya dan keluarganya yang 
lain, Omanya, Ete-nya, Ninik mamak. untuk menjodohkan dia dengan wanita minang 
pilihan orang tuanya, karena aku takut kalau dia berdosa.
   
  Mungkin keluarganya masih belum bisa menerima suku lain dan masih menganggap 
bahwa sukunya lebih baik dari suku lain, dan mungkin juga mereka malu karena 
aku tidak mempunyai harta yang banyak untuk membelinya sesuai dengan adat yang 
berlaku, katanya kalau laki2 itu dlm suku Minang dibeli ya Uda sesuai dgn 
status sosialnya..?
   
  Memang belum pernah ada dalam keluarga besarnya yang menikah dgn orang diluar 
padang karena keluarganya rata2 masih tinggal disana, dan cowokku tinggal di 
Jkt bersama dengan sepupu2nya..
   
  Tapi aku juga percaya koq bahwa ada maksud Allah menciptakan hamba2NYA 
beraneka ragam dan tidaklah ada sesuatupun yang sia-sia dari ciptaanNya itu..
   
  Anyway, thanks banget ya Udaaa atas advise-nya.. soalnya aku tidak enak kalau 
menanyakan hal2 yang berbau adat ini kepada cowokku takut nantinya dia 
tersinggung,makanya aku coba browsing di internet mencari2 ttg adat istiadat 
ini walaupun lebih kurangnya aku juga sdh belajar bnyk dari cowokku mengenai 
kebiasaan2 minang.
   
  Your kind attention will be very hihgly appreciated.
   
  Wassalam,
  Anna-

  
azmi abu kasim azmi abu kasim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
    Assalamu'aluikum w.w.

Sato ambo saketek angku Dt.Endang Pahlawan sumbagng pandapek, tentang persoalan 
yang di sampaikan kemanakan kito nan dari Medan. Menurut pendapek ambo dalam 
adat manapun perkawinan itu disamping hubungan dua laki-laki dan perempuan, 
juga harus melibatkan kedua keluarga besar dari kedua belah pihak, yaitu 
keluarga pihak wanita dan pihak laki-laki. Baik nan sakampung, nan sanagari, 
ataupun belain daerah atau kultur. Maka sekarang persoalan yang dikemukakan 
oleh kemanakan kito adolah perkawinan antar daerah yaitu Minang dengan Medan, 
yang jelas balain pulo adat dan budayanyo. Itu biasa disebut lain lubuak lain 
ikannyo, lain padang lain bilalalang, dan itu merupakan kekayaan kasanak budaya 
kito sesuai dengan lambang negara kito "Bineka Tunggal Ika" bermacam2 untuk 
satu tujuan dan itu harus kita fahami dan kita hormati.Jelasnya setiap daerah 
atau setiap orang tua mempunyai adat dan budaya yang berbeda-beda. 

Saran ambo adalah sebagai berikut :
1. Sebelumnya adakanlah pendekatan terlebih dahulu terhadap kedua kedua belah 
pihak keluarga, pelajari adat dan budaya masing2, baik keluarga pihak perempuan 
ataupun keluarga pihak laki-laki. Jika tidak ada atau kurang pendekatan, bukan 
tidak mungkin dari kedua belah pihak keluarga itu bisa saja menalak atau tidak 
setuju, itu hak mereka. 
2. Masyarakat Minang atau masyarakat lainnya pada umumnya mempunyai tiga tali 
ikatan terhadapat perkawinan; yang pertama adalah aturan adat, yaitu adanya 
musyawarah mufakat, bulek sagolong picak salayang, nan bamamak bakamanakan 
sarato urang samando dalam keluarga tersebut dan konsekwensinya, mereka terikat 
secara moral dalam keutuhan rumah tangga yang akan dibentuk itu, adat diisi 
limbago dituang yang landasanya adalah musyawarah mufakat dari kedua belah 
pihak. Yang kedua adalah UU negara di sesuai dengan UU perkawinan perkawinan 
itu dicatat. Dan yang ketiga baru Agama yaitu Nikah atau Ijab Kabul.
3. Memang aturan agama adalah yang paling pokok, jika agama berbeda pembicaraan 
tidak bisa dilanjutkan, namun jika agama telah sama maka peroses baru bisa 
dimulai seperti tersebut diatas.
4. Perkawinan itu adalah satu pembauran kedua keluarga besar, maka harus 
diusahakan benar-benar membaur, jangan seperti bercampur air dengan minyak, 
sekandang ayam dengan itiak ( bebek) sakandang lai sabaun indak. Dan 
masing-masing pihak sebaiknya tidak memaksakan keendak, kedua belah piah harus 
saling menghormati tata cara Adat dan budaya masing-masing dan keduanya harus 
keluar sebagai pemanang, dan jangan ada yang merasa direndahkan. Sakitu sajo 
dulu dari ambo angku Dt.Endang Pahlawan.

Wassalam,

Azmi Dt.Bagindo.

Datuk Endang wrote:

   


 
---------------------------------
Need Mail bonding?
Go to the Yahoo! Mail Q&A for great tips from Yahoo! Answers users.
Sukseskan Pulang Basamo Urang Awak se dunia, Juni 2008.
-----------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
--------------------------------------------------------------
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di:
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas.
============================================================

Kirim email ke