> Mendekati akhir masa tugas sebagai PNS, ayah mulai mencari-cari 
> kegiatan sosial.  Segera saya usulkan pada ayah agar beliau 
> membentuk organisasi pewaris pedati mak pakiah.  Ayah tinggal 
> menggajak teman-teman ayah yang punya ikatan emosional dengan pedati 
> Mak Pakiah.  Mereka kan sudah pada jadi orang semua.  Lalu dicari 
> anak muda yang pernah melihat pedati mak pakiah di ujung masa 
> tugasnya.  Pasti akan banyak orang kampung kita yang akan tertarik.  
> Lalu mulailah ayah membuat program menghidupkan pedati di kampung 
> kita.  Pasti seru yah...
> 
> 
Sambungannya...

Di nagari kami ada sebuah bukit yang sangat indah.  Bukit Sangkiang 
namanya.  Bukit ini memiliki aliran sungai bawah tanah dengan goa yang 
sangat menakjubkan.  Stalagtit dan stalamitnya begitu memukau.  Untuk 
mencapai bukit ini, kita harus melewati hamparan pemandangan landscape 
yang juga tak kalah indah.  Hamparan sawah, dilanjutkan dengan 
perjalanan menyisir lembah sungai.  Sepanjang perjalanan pun kita akan 
dimanjakan dengan sapaan alam yang bersahabat.  Desahan bambu dan 
sapaan orang kami yang pulang dari ladang atau sawah.  Suasana ini 
begitu membuat rindu.  Istilah skrgnya Ngangenin.

Disinilah rencana besar ayah dalam rangka menghidupkan kereta 
api.  "Sangkiang Tour: Pedati Adventure" demikian logo yang mereka 
buat.  Persiapan telah diurus.  Seorang utusan telah dikirim ke 
kampung.  Membicarakan proyek ini dengan Pak Wali Nagari dan Keturunan 
Pakiah Marajo.  Semua mendukung.  Kata Pak Wali Nagari, ini adalah 
bagian mempopulerkan pariwisata nagari kita.  Pak Wali juga telah 
menyiapkan sebuah prototipe pedati awal.  Dan dimulailah peresmian 
tour ini untuk pertama kali.  Pak Camat juga diundang.  Saluang dan 
rabab ditampilkan sebagai bagian keriangan acara ini.  Lengkap dengan 
lelang singgang ayam dan acara muda-mudi lainnya.

Gempita acara ini sampai keseluruh perantau nagari kami.  Semua begitu 
kaget dengan kegiatan ini.  Rata-rata memuji.  Sebuah aksi nyata, tak 
lagi sebagai wacana seperti nan taralah.  Lebaran tahun depan, mereka 
berencana hendak pulang basamo.  Selain hendak berkumpul dengan handai 
tolan, bisa juga mencoba naik pedati bersama anak-cucu dan menantu. 
Tepuk tangan dimana-mana.

Di tengah keriangan ini.  Sebuah gagasan terlontarkan lagi.  Pedati 
tak lagi seksi.  Landscape nagari kami lengkap dengan budaya 
penduduknya jauh penting.  Lebih punya nilai jual.  Begitu alasan 
mereka.  Pak Wali Nagari pun mendukung sangat.  Pemrakarsanya masih 
teman ayah juga.  Yang sama-sama terlibat dalam pengembangan pedati. 
Ayah sangat mendukung usaha ini.  Buat beliau tidak masalah, beliau 
terlihat ditelikung.  Toh buat kemajuan nagari saya juga.

Tapi tak semua seperti ayah.  Seorang muda protes.  Katanya pemuda 
mantan aktivis ini, ada proses pembusukan dari dalam.  Malu kita sama 
Pak Wali Nagari.  Beliau mau mamacik yang mana.  Belum mulai sudah 
memecah diri seperti ini.  Takutnya muncul persepsi di kampung, kalau 
perantau kita tidak kompak.  Demikian si pemuda beralasan pada ayah.  
Ayahku bingung.  "Entahlah yuang..., cuma kau jangan berkoar-koar 
terlalu heboh.  Malu juga kita" demikian ayah menjawab.  Biarkan saja 
semua dinamika ini.  Memang, di awal-awal seperti ini lebih fokus 
lebih baik.  Memulai dengan sebuah hal besar, sering kita lupakan 
kompleksitas yang akan kita hadapi.  Akhirnya malah angat-angat cirit 
ayam....


Wassalam

Mantari UBGB Sutan





Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008.
-----------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email dengan attachment, tidak dianjurkan.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >500KB.
2. Email dikirim untuk banyak penerima.
--------------------------------------------------------------
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di:
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas.
============================================================

Kirim email ke