P A N Y U
Oleh dr.H.K.Suheimi
Panyu adalah sebutan orang Painan terhadap Penyu. Sehingga bila Penyu ini
banyak datang dan berkembang biak disuatu pulau, maka pulau itu disebut dengan
Pulau Panyu.
Nah ke Pulau Panyu inilah saya pergi minggu 10 oktober kemarin. Bedanya
Pulau Panyu ini dengan Pulau lain , Pulau Panyu dapat di kelilingi tanpa
halangan. Biasanya Pulau Pulau yang saya kunjungi kita tak bisa
mengelilingimya, karena di bagian Barat setiap pulau selalu dapat hantaman
ombak yang besar, sehingga di bgn barat sebuah pulau ada batu-batu besar dan
jurang dan terjal , tidak ada lagi pasir.
Berbeda dengan Pulau Panyu, pasirnya lembut putih bersih akan kita temukan
di sekeliling Pulau . Di Barat Pulau ini ada hamparan karang yang luas,
sehingg ombak memecah di tepi tubia karang . Ombak besar itu tak menyentuh tepi
Pulau yang berpasir putihl Selama 30 menit kami kelilingi Pulau Panyu . diatas
pasirnya yang lembut, kaki terbenam didalamnyua yang memperlambat perjalanan
kami; Dimana ¨Cmana terlihat sarang Penyu atau katung, Dimana mana terlihat
bekas galian, di pasir yang hangat dan lembut ini. Pagi ini saya lihat
kira-kira 1000 butir telur katung ini di bongkar. Saya ikut membersihkan
telur-telur ini dari lendir. Sambil membersihkan dengan air laut saya makan
juga telur mentah itu. Betapa lesat dan gurihnya telur katung pagi ini, mungkin
karena telunya baru .
Selesai menikmati telur katung badan serasa segar dan kuat, lalu saya selami
karang dan terumbunya di Pulau Panyu . Keasyikan saya semakin menjadi-jadi,
semangat makin hebat, karena sudah makan telur katung.
Sebetulnya malam tadi kapal kami sudah sampai di Pulau Panyu tapi ndak
bisa merapat, menghabiskan hari kami memancing di pinggi tubia karang. Saya
ber gulat menarik seekor ikan TT yang besar, kalau dibiarkan TT besar ini akan
jadi Barkudara. Kemudian naik Ikan Jinaha yang cukup besar, Naik lagi
baracuang. Ah bermacam-macam jenis ikan karang yang dapat kami naikkan..
Sambil memancing kami saksikan juga katung-katung sebesar meja lewat didekat
kapal kami menuju kedarat untuk bertelur, dan ada juga katung itu yang bermain
disekitar kapal. Saya hitung malam itu kami menyaksikan 5 ekor katung, dengan
aktraksi yang sangat menarik hati sambil melambai-lambaikan kaki depanya
seperti tangan yang mengundang kami untuk mampir ke pulau.
Ah malam yang mengasyikan, dapat ikan, dan menyaksikan aktraksi
katung-katung.
Sedang asyik memancingdan menyaksikan katung sebuah kapa di tengah malam itu
merapat ke kapal kami, rupanya didalamnya ada pak bupati Darizal. Memang
hobinya memancing, seminggu kalau tak kelaut dia pusing hatinya sudah terpaut
di laut. Bupati inilah yang sangat peduli akan kelestarian katung dan Pulau
Panyu
Saya di bawa Bupati ikut memancing bersamanya. Kapalnya yg dilengkapi alat
sonar, yang dapat mendeteksi karang-karang dan mengukur kedalamannya sehinga
kita dapat menduga dimana daerah yang banyak ikannya. Tentu dg kapal bupati ini
kami semakin asyik.
Paginya saya menyelam dan berenang ke Pulau Panyu yang sangat mengesankan.
Disana juga saya lihat 2 ekor bayi Katung, yang sedang di pelihara dan di
besarkan.
Untuk itu saya intip di internet prihal katung ini sbb
Semua spesies kura-kura laut (katung) mempunyai siklus hidup umum yang sama.
Mereka tumbuh secara perlahan dan membutuhkan beberapa dekade untuk mencapai
kematangan seksual. Pada katung yang immatur (belum matang), mereka mungkin
berpetualang di samudera untuk waktu yang lama atau hidup di suatu tempat
dalam waktu bertahun-tahun sebelum matang dan berpindah-pindah untuk bertelur
lebih dari 3000 km dari tempat makan ke tempat bertelurnya. Pada usia yang
tidak diketahui (dipercayai antara 20 dan 50 tahun) katung jantan dan betina
berpindah ke tempat bertelur yang terletak di daerah tempat mereka lahir.
Katung berhubungan dengan banyak pasangan. Katung betina menyimpan sperma di
dalam tubuhnya untuk memfertilisasikan tiga hingga tujuh kelompok telur yang
akan dikeluarkan pada musim ini.
Perkawinan umumnya terjadi di lepas pantai pada satu atau dua bulan sebelum
bertelur yang pertama, biasanya pada musim panas.
Katung jantan pada umumnya kembali ke tempat asalnya manakala betina memulai
perjalanannya ke pantai untuk meletakkan telur-telurnya. Katung betina
merangkak ke daratan dan menggunakan tangan depannya untuk bergerak ke arah
pantai tempatnya bersarang. Ia menggali sebuah lubang dengan tangan hadapannya
dan terus membuat kamar telur dalam bentuk vertikal ( dalamnya antara 30 hingga
60 cm) dengan kaki belakangnya. Sekiranya pasir terlalu kering dan tidak sesuai
untuk meletakkan telurnya katung berpindah ke tempat lain.
Pada semua katung, menggali sebuah sarang membutuhkan kira-kira 45 menit. 10
¨C 20 menit pula untuk mengeluarkan telur yang terbungkus. Setiap sarang
mengandung kira-kira 120 biji telur, berukuran seperti bola golf hingga bola
billiar.
Setelah bertelur, katung menutup lubang telur dengan pasir menggunakan kedua
kaki belakang dan mengisi lubang menggunakan keempat-empat tangannya. Katung
akhirnya bergerak kembali ke laut kira-kira satu hingga dua jam setelah
bertelur, dan terus memasuki pelayaran yang meletihkan. Pada daerah lepas
pantai, katung laut mulai membuat telur, memfertilisasikan dengan sperma yang
tersimpan. Setelah musim bersarang, betina kembali ke tempat asal dan mungkin
tidak akan bersarang untuk dua hingga delapan tahun.
Temperatur sarang selama inkubasi menentukan jenis kelamin telur yang akan
menetas. Hangat, pasir yang gelap menghasilkan lebih banyak betina. Telur pada
daerah dingin , pasir putih biasanya jantan dan pada umumnya membutuhkan waktu
yang lama untuk menetas.
Setelah 7-12 minggu telur akan menetas. Anak katung membutuhkan dua hari atau
lebih untuk mencapai permukaan di mana mereka bergerak dalam kelompok, biasanya
pada malam hari. Untuk mencari laut, anak-anak katung bergerak berdasarkan arah
yang paling terang dan menggunakan topografi garis horizon sekitarnya. Apabila
sampai ke laut, anak katung menggunakan kombinasi tanda-tanda ( arah ombak,
arus dan lapangan magnetik) untuk membawa mereka ke lepas pantai yang lebih
dalam. Melintasi pantai dan berenang akan memberikan ingatan kepada anak katung
dengan tanda-tanda yang perlu untuk membawa mereka kembali ke tempat bertelur
sekiranya mereka siap untuk bertelur
.
Setelah di laut, anak katung dipercayai masuk ke kawasan di mana arus laut
bertemu. Di sana mereka bersama-sama terapung dengan gagang laut dan
benda-benda lain di dalam arus ombak. Di sini mereka memakan hewan laut kecil.
Mereka jarang bertemu lagi sehingga cengkerang mereka sepanjang 20-40 cm, yang
mungkin lima atau sepuluh tahun setelah menetas. Pada waktu ini, katung laut
bebas berenang bermigrasi kembali ke laut cetek tempat asal mereka. Mereka
ingat tempat ini sehingga mereka siap untuk membiak dan siklus bermula lagi
Siklus Hidup coastal shallow water benthic feeding zone
katung yang immatur¡ú ¡ú ¡ú dewasa (usia pada pertama kali bertelur
kira-kira 20-50 tahun
migrasi untuk bertelur
betina dan jantan dewasa
kembali ke tempat
makan
migrasi untuk bertelur
antara 2-8 tahun
permukaan laut terbuka
kawin
zona makan
terjadi di lepas pantai
tempat bertelur
Pantai untuk bersarang
Sebagian telur
menetas
Pulau Panyu 10 oktober 2004-10-12
---------------------------------
The fish are biting.
Get more visitors on your site using Yahoo! Search Marketing.
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008.
-----------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >500KB.
2. Email dikirim untuk banyak penerima.
--------------------------------------------------------------
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di:
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas.
============================================================