Saudara-saudara warga komunitas pakguruonline yang saya hormati,
   
  Selama beberapa waktu, saya – Saafroedin Bahar, 70 tahun, seorang perantau 
yang bermukimdi Jakarta, [EMAIL PROTECTED]   – secara diam-diam mengikuti 
wacana yang berkembang dalam milis pakguruonline ini. Saya memperhatikan bukan 
saja mengenai berbagai masalah pendidikan di Sumatera Barat, tetapi juga 
mengenai masalah lainnya, khususnya tentang keluhan para pengelola milis ini 
mengenai susahnya menyosialisasikan kebiasaan berinternet -- sebagai sarana 
komunikasi elektronik  baru yang efektif dan efisien -- di kalangan pejabat 
pemerintah dan di kalangan para pemimpin masyarakat Sumatera Barat. Izinkanlah 
saya sedikit berkomentar mengenai masalah ini.
   
  Saya sungguh bergembira mengetahui bahwa setidak-tidaknya para guru, yang 
akan mendidik generasi muda Sumatera Barat, sudah mempunyai milis yang berjalan 
dengan baik, sehingga dengan demikian mempunyai akses yang luas secara teratur 
ke dunia luar, dunia yang berkembang dengan  amat dinamis. Saya berharap agar 
lapisan tokoh masyarakat Sumatera Barat lainnya – khususnya pimpinan LKAAM, 
MUI, dan kalangan kampus – secara bertahap mulai membuka atau meningkatkan 
pemanfaatan internet  sebagai  jendela saiber ini untuk berkomunikasi dengan 
dunia luar. Bagaimanapun, internet berpotensi untuk menjadi sarana yang andal 
untuk menerobos isolasi fisik dan isolasi mental yang bisa terjadi pada daerah 
Sumatera Barat yang berlokasi di pinggir Barat pulau Sumatera ini. 
   
  Saya bisa merasakan kerisauan saudara-saudara warga milis pakguruonline 
mengenai masalah kurangnya minat dan apresiasi para pejabat pemerintah daerah 
serta para pemimpin masyarakat terhadap potensi internet sebagai salah satu 
bentuk media massa dalam zaman ini. Hal yang serupa juga dikeluhkan oleh para 
perantau Minang. Dalam tahun-tahun yang lalu, banyak sekali masalah, saran, 
bahkan tawaran bantuan, yang hendak disampaikan para perantau sebagai masukan 
kepada pejabat pemerintah serta para pemimpin masyarakat Sumatera Barat, bukan 
saja  tidak tahu akan disampaikan kepada siapa, dan dengan sarana apa, tetapi 
juga setelah disampaikan terkesan sama sekali tidak ada responsenya. Salah satu 
tawaran bantuan dari perantau Minang di Amerika Serikat, yang dinakhodai oleh 
Ajo Dutamartin Umar ([EMAIL PROTECTED])  yang tidak memperoleh respons sampai 
sampai saat ini adalah tawaran buku-buku teks perguruan tinggi secara gratis, 
yang dapat diperoleh hanya dengan membayar ongkos kirim
 saja.
   
  Saya mendengar bahwa Gubernur Gamawan Fauzi dalam waktu dekat akan memberikan 
perhatian yang lebih besar terhadap pemanfaatan sarana internet ini untuk 
mendukung pembangunan daerah Sumatera Barat pada umumnya, dan untuk mendukung 
komunikasi Rantau-Ranah pada khususnya. Alhamdulillah. 
   
  Bersamaan dengan itu, saya bersyukur bahwa  pakguruonline sudah berjalan 
baik, walau tentu bukannya tanpa kendala dan hambatan. Melalui pendayagunaan 
sarana telekomunikasi yang murah meriah ini, akan  dapat kita bangun hubungan 
melembaga antara perantau Minang di dalam dan di luar negeri dengan komunitas 
pada pendidik di Sumatera Barat, yang bagaimanapun juga mengemban missi 
menyiapkan generasi muda agar mampu menghadapi tantangan masa depan yang bukan 
saja semakin terbuka, tetapi juga semakin kompetitif. 
   
  Saya faham bahwa tidaklah murah biaya bersilancar di internet jika dilakukan 
secara perseorangan, terutama dalam suasana ekonomi yang belum pulih ini. Namun 
jelas tidaklah akan terlalu membebani jika fasilitas internet tersebut dapat 
disediakan secara melembaga dan untuk kepentingan bersama. Lebih dari itu, 
internet ini bermanfaat sebagai jendela untuk memperoleh berbagai keterangan 
yang kita perlukan dari dunia luar. Tanpa internet, daerah Sumatera Barat akan 
merupakan daerah yang terisolir, bukan saja karena tidak dapat memanfaatkan 
demikian kaya sumber keterangan di dunia luar, tetapi juga orang luar tidak 
tahu banyak mengenal daerah Sumatera Barat ini. 
   
  Oleh karena itu secara pribadi saya mendukung sepenuhnya perjuangan para 
pengelola milis pakguruonline ini untuk tersedianya fasilitas internet ke 
sekolah-sekolah di seluruh Sumatera Barat. Dalam hubungan ini izinkanlah saya 
menyampaikan bahwa pada saat ini dua orang perantau muda di Jakarta, Hadi 
Saputra Katik Sati dan Herman Jambak, telah mengajukan kepada Pemerintah Daerah 
 proposal lengkap tentang penyediaan fasilitas internet murah untuk seluruh 
instansi pemerintah serta sekolah-sekolah di Sumatera Barat.
   
  Bersamaan dengan itu, dapat saya sampaikan bahwa cukup banyak perantau Minang 
se dunia, yang selama lebih dari satu dasawarsa menyelenggarakan komunikasi 
internet ini dengan sesama perantau melalui milis [EMAIL PROTECTED] 
Kelihatannya jumlah milis para perantau ini bertambah terus menerus. Sejak 
bulan September 2006 telah tumbuh dua milis baru, yaitu [email protected] 
untuk para pencinta kereta api Sumatera Barat, dan [EMAIL PROTECTED] untuk para 
pemeduli pariwisata Sumatera Barat.
   
  Sungguh menarik bahwa perantau Minang beserta keturunannya – baik yang 
merantau ke propinsi-propinsi lain di Indonesia maupun ke negara-negara lain – 
ternyata masih mencintai daerah Sumatera Barat, kampuang nan jauah di mato. 
Demikianlah, secara berkelanjutan mereka ini ‘pulang basamo’ untuk mengobat 
rindu, dan bersamaan dengan itu ikut membantu memutar roda ekonomi daerah 
Sumatera Barat ini melalu sektor pariwisata. Dalam bulan-bulan belakangan ini, 
didorong oleh berbagai faktor, para perantau Minang ini telah melakukan 
serangkaian terobosan untuk membantu membangun hubungan yang lebih melembaga 
antara daerah Rantau dengan  Ranah. Minang. Terobosan ini mendapat sambutan 
baik dari Gubernur Gamawan Fauzi, alhamdulillah.
   
  Ada dua terobosan yang dilakukan para perantau ini. Terobosan pertama, 
membentuk Masyarakat Peduli Kereta Api Sumatera Barat (MPKAS), yang dipimpin 
oleh Bp. Chaidir Nien Latief SH, M.Si, Ir Kurnia Chalik, dan Ir Yulnofrins 
Napilus..Bekerjasama dengan Divre PT KAI Sumatera Barat, rombongan MPKAS ini 
telah mengadakan uji coba kereta api wisata Padang-Padang Panjang tanggal 2 
Desember 2006 yang lalu, sebagai bagian menyeluruh dari rencana menghidupkan 
kembali jalur kereta api di Sumatera Barat dan mendorong dibangunnya jalan 
kereta api Trans Sumatra Railway. 
   
  Terobosan kedua, yang juga direstui oleh Gubernur Gamawan Fauzi, adalah 
membangun jejaring pariwisata Sumatera Barat dengan para perantau Minang di 
seluruh dunia. Pada tanggal 9 Februari yang lalu di Jakarta telah terbentuk 
Masyarakat Peduli Pariwisata Sumatera Barat (MAPPAS). Bulan Juni 2008 yang akan 
datang, difasilitasi oleh MAPPAS,  akan pulang basamo sebanyak 300 orang 
perantau Minang dari Amerika Serikat, dengan menggunakan pesawat charter. Jika 
percobaan ini berjalan baik, maka secara berkala akan menyusul pulang basamo 
dari perantau Minang di Australia dan Perancis. Sebagai uji coba, pada saat ini 
telah mempersiapkan diri para perantau Minang di Jawa Barat. 
   
  Oleh para pemrakarsa dua terobosan ini telah dikalkulasi bahwa melalui 
kegiatan pariwisata perantau ini akan dapat didatangkan  ke Sumatera Barat 
setiap tahun sekitar 2-4 juta wisatawan ke Sumatera Barat, sebagian besar 
perantau Minang sendiri. Jika selama berada di daerah ini, empat atau lima hari 
saja, masing-masing mereka membelanjakan Rp. 1 juta rupiah untuk hotel, makan, 
dan transpor, maka akan ada pemasukan bagi masyarakat dan pemerintah daerah ini 
 antara Rp 2 sampai 4 triliun setahun. Jumlah ini akan berlipat ganda jika 
dikaitkan dengan apa yang disebut sebagai ‘muliplier effects’ dari dana yang 
masuk itu.  Bukan main. 
   
  Seperti juga halnya dengan di daerah-daerah lain – bahkan di negara lain – 
pariwisata memang dapat menjadi andalan untuk ‘mendongkrak’ roda perekonomian. 
Singapura, misalnya, menerima pemasukan yang bukan main besarnya dari sektor 
pariwisata ini.Melalui pariwisata pulang basamo, pada sisi yang satu para 
perantau dapat mengobat rindu, dan pada sisi yang lain masyarakat dan 
pemerintah daerah memperoleh tambahan pendapatan. Dengan demikian, maka pulang 
basamo secara terencana ini dapat dikembangkan sebagai kegiatan bersama yang 
saling menguntungkan antara dua kelompok besar warga Minangkabau, yaitu warga 
Minangrantau dan warga Minangranah.
   
  Suatu masalah yang sedang direnungkan untuk dicari pemecahannya oleh para 
pemrakarsa pulang basamo secara terencana ini adalah bagaimana caranya diadakan 
persiapan sedemikian rupa, sehingga pengalaman selama empat lima hari di 
kampung halaman ini benar-benar akan menjadi pengalaman yang menyenangkan untuk 
di bawa kembali sebagai tambahan semangat untuk menghadapi perjuangan hidup di 
rantau, yang sering tidak kalah beratnya dengan di Ranah sendiri. Para perantau 
ini tetap menganut dan menghormati agama Islam serta adat istiadat Minangkabau. 
Namun mereka memperhatikan dengan cermat  berbagai berita telah terjadinya 
berbagai perubahan sosial dalam masyarakat Minangkabau, baik yang merupakan 
kemajuan maupun yang bukan. Mereka bergembira dengan telah beroperasinya 
Bandara Internasional Minangkabau dan jalan Kelok Sembilan, dan  ikut risau 
dengan berita tentang banyaknya berita tentang masalah masih banyaknya hambatan 
dan kendala yang dihadapi dalam memajukan pendidikan,
 tentang pengangguran kaum terpelajar, tentang kekurangan gizi anak dan balita, 
tentang maraknya narkoba di kalangan generasi muda, atau tentang prostitusi 
yang berkembang secara ‘mantap’ dan belum dapat dicegah atau dihilangkan.
   
  Mengingat adanya persamaan keprihatinan terhadap masa depan Sumatera Barat 
ini, sambil menunggu munculnya milis-milis dari LKAAM, MUI, atau dari para 
politisi Sumatera Barat, secara pribadi saya ingin mengajak warga milis 
pakguruonline untuk mengadakan ‘link-up’ dengan warga milis para perantau ini, 
khususnya  dengan milis [EMAIL PROTECTED], [email protected] dan [EMAIL 
PROTECTED] Saya amat yakin banyak masalah kepedulian kita bersama terhadap 
daerah Sumatera Barat bisa kita bahas dan kita carikan solusinya. Insya Allah.
   
  Pada suatu saat di bulan-bulan mendatang mungkin ada manfaatnya jika diadakan 
pertemuan antara pengelola pakguruonline dan pengelola kedua milis perantau 
tersebut di atas.
   
  Wassalam,
  Saafroedin Bahar
  [EMAIL PROTECTED]
  0811 14 7621
   
   
   
   

        
---------------------------------
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008.
-----------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >500KB.
2. Email dikirim untuk banyak penerima.
--------------------------------------------------------------
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di:
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas.
============================================================

Kirim email ke