FYI, untuk Palanta dikirim ulang, semoga bermanfaat. ----- Original Message ----- From: Zulharbi Salim To: [email protected] ; [email protected] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; Is Sutan Marajo Cc: [EMAIL PROTECTED] ; HZ Salim ; Mochtar Naim Sent: Saturday, February 10, 2007 12:07 AM Subject: Mengikuti Kunjungan Presiden Anwar Sadat Ke Jerusalem (1)
Menukil kembali Catatan Perjalanan Nopember 1977 : Mengikuti Kunjungan Presiden Anwar Sadat Ke Jerusalem (1) Oleh : Zulharbi Salim Pendahuluan Semula tidak dapat dipercaya bahwa Presiden Anwar Sadat dari Mesir benar-benar akan berkunjung ke Israel dalam waktu yang begitu pendek. Presiden Anwar Sadat menyampaikan niatnya di depan Sidang Parlemen Mesir tanggal 9 Nopember 1977. Bermacam tanggapan berdatangan dari segala pihak. Ada yang berkata sebagai move politik saja, ada pula yang menyebutnya sebagai ancaman atau sebuah gertak sambal untuk memperlunak hati Perdana Menteri Israel, Menachem Begin. Ada pula menyebutnya sekedar kelakar Sadat. Dukungan penuh datang dari para anggota Parlemen Mesir, disamping dukungan dari berbagai negara Arab dan dunia yang mengalir ke Cairo. Presiden Anwar Sadat mengambil keputusan untuk pergi ke Israel, ketika berada di atas pesawat kepresidenannya dari Rumania menuju Iran tanggal 31 Oktober 1977, dalam perjalanan dinas terakhir ke negara-negara sahabat. Presiden Anwar Sadat berpikir, apakah kalau saya mencetuskan niat untuk pergi ke Israel dan menyampaikan pidato di Kenesset, bersediakah Israel menerimanya? Kalau bersedia menerima dalam waktu dekat saya akan ke Jerusalem dan akan sembahyang di Mesjid Al-Aqsha. "Saya bersedia pergi ke ujung dunia, demi untuk terciptanya perdamaian yang kekal dan abadi, bahkan ke Israel sekalipun", cetus Sadat. Sesudah Sadat berpidato di Parlemen Mesir itu, segala usaha mulai digerakkan. Kontak pertama dilakukan dengan Presiden Amerika Serikat, Jimmy Carter. Duta Besar Amerika Serikat di Cairo, Hermann Eilts dipanggil. Presiden Sadat menyampaikan rencana kunjungannya ke Israel. Pesan diteruskan oleh Duta Besar Herman Eilts kepada Presiden Jimmy Carter, yang segera memerintahkan Duta Besar Amerika Serikat di Israel, Samuel Louis untuk menyampaikan pesan Presiden Anwar Sadat dan mengadakan kontak dengan Perdana Menteri Israel, Menachem Begin. Di Jerusalem, ibukota Israel terjadi kegoncangan. Benarkah Presiden Anwar Sadat akan ke Jerusalem? Ketua Knesset, Ischak Shamir diminta oleh Perdana Menteri Menachem Begin untuk mengadakan persiapan dan mengadakan Sidang Istimewa untuk menyambut niat Presiden Sadat tersebut. Kabinet Israel bersidang. Keputusan diambil, "Welcome Mr. President Anwar Sadat to Israel". Perdana Menteri Menachem Begin segera menyampaikan undangan kepada Presiden Anwar Sadat. Undangan disampaikan melalui Duta Besar Amerika Serikat di Jerusalem kepada Duta Besar Amerika Serikat di Cairo. Undangan sampai ke tangan Presiden Sadat di Ismailia tanggal 17 Nopember 1977, sesaat setelah Sadat kembali dari kunjungan kerjanya dari Syria. Sebelum bertolak ke Damaskus. wartawan kawakan TV Amerika Serikat, Walter Cronkite mengadakan wawancara khusus dengan Presiden Sadat di Cairo dan PM Menachem Begin di Jerusalem. Kedua wawancara itu disiarkan langsung dengan satelit keseluruh Amerika Serikat. Diantara wawancara tersebut, Walter Cronkite menanyakan benarkah Presiden Sadat bersedia berkunjung ke Israel? Kenapa tidak, jawab Sadat tegas. "Saya sudah siap." Kapan waktunya? tanya Cronkite. Apakah dalam minggu ini? Dijawab Presiden Sadat, "mudah-mudahan. Tunggulah saya dulu kembali dari Syria." Sekembalinya Presiden Sadat dari Syria dan setelah menerima undangan resmi dari Perdana Menteri Begin dengan perantaraan Duta Besar Amerika di Cairo, Hermann Eilts, Presiden Sadat mengambil keputusan untuk berangkat ke Israel pada hari Sabtu tanggal 19 Nopember 1977. Presiden Sadat akan sembahyang Hari Raya Idul Adha di Mesjid Al-Aqsa hari Minggu 20 Nopember 1977 pagi. Mulailah kesibukan luar biasa antara Cairo dan Jerusalem. Kontak diadakan terus menerus. Dengan pesawat khusus, Egypt Air, Kepala Istana Kepresidenan, Hassan Kamil terbang ke Israel untuk mengatur kunjungan Presiden Sadat disana. Inilah pesawaat Mesir pertama yang mendarat di Ben Gurion Airport sejak 30 tahun yang lalu. Israel memberikan izin serba istimewa kepada Kepala Urusan Istana Negara dari Mesir itu untuk meninjau tempat penginapan Presiden Sadat di King David Hotel Jerusalem, meninjau Knesset, melihat Mesjid Al-Aqsa, Gereja Qiyamat dan Gedung Jerusalem Theatre. Termasuk yang ditinjau adalah yang berhubungan dengan keamanan. Presiden Jimmy Carter mengirimkan bantuan keamanan ke Israel untuk mengamankan kedatangan Presiden Anwar Sadat. Perdana Menteri Israel, Menachem Begin menunda kunjungan resminya ke Inggris yang telah dijadwalkan akan dilakukannya tanggal 20 Nopember 1977.(bersambung)
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008. ----------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ============================================================ UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi. - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika: 1. Email ukuran besar dari >500KB. 2. Email dikirim untuk banyak penerima. -------------------------------------------------------------- * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-config * Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di: http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2 dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas. ============================================================

