Sanak Ridha terima kasih atas diskusi bermutunya.. Saya masih menganggap asbabun nuzul adalah hal tak terpisahkan ketika kita ingin memahami maksud Tuhan didalam wahyunya. Karena turunnya wahyu tidak bisa dilepaskan dari latar belakang kondisi sosial, politik maupun ekonomi ketika itu terutama surat2 madaniyah. Ada pendapat yang mengatakan bahwa ayat Makiyyah bersifat universal dan merupakan bentuk revolusi teologis (seperti: penumpasan berhala, paham-paham politeis dan antroposentris). Sedangkan ayat Madaniyah bernuansa sangat kontekstual dan lebih pada revolusi sosiologis
Ridha satu hal yang ingin saya sampaikan disini dihadapan sanak sanak semua bahwa saya sangat mencintai Islam. Saya memilih Islam sebagai agama saya bukan karena pilihan orang tua atau warisan. Melainkan karena makna kehadiran Islam sebagai rahmatan lil amin. Rahmat bagi semua alam tidak hanya bagi muslim saja melainkan juga bagi non-muslim. Esensi agama menurut saya selain mengakui eksistensi Tuhan juga untuk mengajarkan akhlak yang baik serta menuju kehidupan yang damai, toleran, sejahtera dalam keberagaman. Barangkali hingga saat ini itu masih mimpi. Karena masih banyak disekitar kita paham yang kaku dalam memahami Islam. Pemahaman yang bagaikan katak dalam tempurung sehingga segelintir orang2 seperti itu Islam yang saya cintai mendapat gambaran sebagai agama yang keras, radikal bahkan agama yang melahirkan para teroris. Orang orang seprti osama bin laden, amrozy dll menterjemahkan al quran secara literlijk sehingga bagi mereka membunuh umat lain bahkan sering kali kejadian yang terbunuh malah muslim sendiri adalah perintah agama. hal ini terjadi menurut saya karena mereka melakukan ignorance terhadap semangat turunyya Al Quran atau asbabun Nuzulnya tadi. Disini terlihat bahwa Islam gagal dalam merespon perkembangan zaman. Islam masih terpaku terhadap perbedaan penafsiran terhadap nilai nilai Islam. Saya yakin dan percaya nilai nilai Islam adalah tetap sedangkan yang dinamis adalah penafsirannya sesuai dengan perkembangan jaman. Contoh kongkrit nya perbedaan Idul fitri yang hampir setiap tahun di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh salah satu kelompok memahami Al Quran dan hadist secara literlijk dan satunya lagi memahami maksud dari Ayat dan Hadist tersebut. Sehingga yang satu memakai mata melihat bulan yang satu lagi memakai teleskop bahkan satelite. Yang jadi korban ya kami kami ini yang jadi umat sehingga terombang ambing bahkan larut akibat perbedaan pendapat yang akhirnya menimbulkan perpecahan. Peran Ulama seperti Ridha lah yang saya harap mampu meberikan teladan yang baik bagi kami yang mungkin masih bergelumul dengan bid'ah dan khurafat. Yang kami butuhkan itu teladan dan bukannya malah kritik yang seringkali disampaikan dengan pongah " hey kalian itu namanya saja ABS dan SBK padahal kalian tidak menjalakan syarak dengan baik" ! saya sangat mengagumi walisongo yang dengan persuasif mengajak masyarakat Jawa yang ketika itu hindu bahkan kejawen masuk Islam. Saya mengagumi Sunan Kalijaga seperti halnya Hamka mengagumi Abduh. Mereka tidak menimbulkan konflik namun mampu menyatu kedalam masyarakat dan merobah dari dalam. Bukanya bersorak dari luar mengatakan sekelompok orang itu kafir dll. Saya sangat berharap Ridha sekembali dari mesir nanti muncul menajdi ulama yang mempu menerjemahkan perkembangan zaman. Ulama yang mempu meberikan solusi terhadap perbedaan. Ulama yang mempu memaksimalkan potensi umat dalam menyikapi kehidupan sehari2. saya sudah bosan dengan ulama yang memberikan khutbah hanya itu itu saja dan seringkali yang keluar adalah menyatakan kita adalah yang benar yang lain salah bahkan makian terhadap kemajuan jaman. Semoga harapan saya kepada Ridha tidak sia sia..jauh jauh ke mesir semoga membawa pembaruan yang berguna bagi kemajuan Islam dalam menyikapi jaman. Jika tidak ngapain jauh jauh ke mesir nyantri aja di sampang heheheheh..(becanda) Salam hormat Ben --- In [EMAIL PROTECTED], "Ahmad Ridha" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > On 2/26/07, proto_melayu <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Saya tidak setuju dengan sebagiaan orang yang tidak memperhatikan > > asbabun nuzul atau semangat turunnya Al Quran. > > > > Sanak Benny ini suka menggunakan pertanyaan "apa asbabun nuzul" suatu > dalil dalam berargumentasi. Argumentasi ini sebenarnya tidak berguna > karena tidak disebutkannya sabab an-nuzul/al-wurud suatu dalil oleh > suatu pihak tidak mesti berarti penggunaan dalil oleh pihak itu tidak > tepat. Kecuali kalau sanak Benny dapat memberikan argumentasi ilmiah > bagaimana kekeliruan pemahaman itu. Argumentasi lain yang kurang > berguna adalah argumentasi klise "perbedaan sosioekonomi". > > Dalam konteks "asbabun nuzul" saya jadi ingin bertanya, apakah sababul > wurud hadits "Tuntutlah ilmu walau ke negeri Cina"? Juga argumentasi > ilmiah bahwa hadits itu tidak palsu (bukan sekadar keluh kesah dan > menuduh bahwa orang melemahkan hadits sesuka hati). > > Pada akhirnya, dapat saya katakan bahwa perdebatan ini (dan bisa jadi > gagalnya konsep ABS-SBK di ranah Minang) adalah tidak digunakannya > timbangan yang sama dalam menilai sesuatu. Ini adalah sesuatu yang > ironis karena ABS-SBK secara jelas menyatakan bahwa yang menjadi sendi > utama adalah Kitabullah (dan ini berkonsekuensi bersendikan as-Sunnah > juga). Allahul musta'aan. > > -- > Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim > (l. 1400 H/1980 M) > > Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008. > ----------------------------------------------------------------- > Website: http://www.rantaunet.org > ============================================================ > UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: > - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. > - Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi. > - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika: > 1. Email ukuran besar dari >500KB. > 2. Email dikirim untuk banyak penerima. > -------------------------------------------------------------- > * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-config > * Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di: > http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages > http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2 > dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas. > ============================================================ > Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008. ----------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ============================================================ UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi. - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika: 1. Email ukuran besar dari >500KB. 2. Email dikirim untuk banyak penerima. -------------------------------------------------------------- * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-config * Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di: http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2 dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas. ============================================================

