Website: http://www.rantaunet.org ==========================================
Saya meragukan pendapat yang mengatakan bahwa Adityawarman lah yang banyak mewariskan sistem ketatanegaraan dan falsafah adat di Minangkabau. Adityawarman adalah seorang ambisius. Dia balik ke Sumatra karena di Jawa ia tidak dapat kekuasaan apa-apa dari Majapahit. Kembali ke Sumatera dia berharap bisa jadi raja di Dharmasraya menggantikan kakeknya. Sayang ketika dia balik, ternyata sudah ada yang menduduki tahta itu. Sistem monarki Dharmasraya yang patrilineal tidak memungkinkan dia untuk menggantikan kakeknya karena bapaknya orang Jawa. Gagal bertahta di Dharmasraya, Adityawarman sakit hati. Apalagi ambisinya tidak disokong sepupunya Jayanegara, sang raja majapahit. Kabarnya dia mencoba melakukan kudeta namun kalah dan terdesak sampai akhirnya dia mendirikan kerajaan sendiri di sudut bukit kecil dekat Batusangka itu. Ia membangun istana dengan corak berbeda dengan kerajaan Hindu pada masa itu. Istananya sederhana dari kayu (kalau benar bahwa replika yang terbakar itu adalah istana Adityawarman). Tanpa patung. Tanpa alun-alun. Tanpa arca dewa-dewi. Kemungkinan karena dia ingin melepaskan diri dari pengaruh Majapahit atau memang kerajaannya sangat miskin sehingga tidak sanggup untuk bermegah-megah. Mengingat bahwa kerajaan yang jaya pada masa itu biasanya berlokasi di pinggir pantai atau dekat aliran sungai sehingga memudahkan perdagangan lewat jalur air. Salah satu versi sejarah menyebutkan bahwa Adityawarman memerintah dengan otoriter. Sehingga sebagian anggota keluarga kerajaan yang protes diusir dari istana. Yang terusir itu mengungsi sampai ke Lunang, Pesisir Selatan. Kabarnya di sana ada istana Rumah Gadang Mande Rubiyah yang penuh dengan peninggalan sejarah mirip dengan milik kerajaan Pagaruyung. Adityawarman bukanlah penggagas konsep ketatanegaraan Minangkabau. Kenyataannya pemerintahannya cukup rapuh. Kekuasaanya yang rapuh itu diteruskan oleh anaknya Ananggawarman yang juga lemah. Tak banyak yang tahu dengan anaknya ini. Agaknya sistem pemerintahan setelah periode Adityawarman yang dipegang oleh Basa Ampek Balai yang berhasil menggagas konsep ketatanegaraan yang lebih demokratis dan egaliter. Berbeda jauh dengan monarki. --- Datuk Endang <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Website: http://www.rantaunet.org > ========================================== > dalam komunitas Minangkabau saat itu. Namun harus > diakui bilamana Adityawarman sangat banyak > mewariskan sistem ketatanegaraan yang sangat > mewarnai falsafah adat dan kebudayaan Minangkabau > hingga saat ini. > > ____________________________________________________________________________________ Bored stiff? Loosen up... Download and play hundreds of games for free on Yahoo! Games. http://games.yahoo.com/games/front Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008. ============================================================ UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi. - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika: 1. Email ukuran besar dari >300KB. 2. Email dikirim untuk banyak penerima. -------------------------------------------------------------- * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-config * Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di: http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2 dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas. ============================================================

