Website: http://www.rantaunet.org
==========================================
Sebelum jadi polemik panjang, ini sms yg saya terima dari Pak Gubernur jam
01.03 pagi ini: "Barangkali beritanya ketinggalan menyebutkan IAI, ketuanya
justru Eko Alvarez. Tak usah khawatir Nof. Wassalam".
Yang dimaksud adalah DR. Ir. Eko Alvarez MSc, Ketua IAI Sumbar, Ketua Jurusan
Arsitek Univ. Bung Hatta Padang. Sepanjang pengetahuan saya, Pak Eko ini punya
kajian dan telaah HAMPIR semua arsitektur dan heritage di Minangkabau yang
rata-rata tebalnya diatas 500 halaman. Berbagai obyek wisata di Sumbar dan
belum dikembangkan, tetapi sangat potensil sebetulnya, beliau punya data dan
study nya.
Semoga ini agak menenangkan kita semua. Setidaknya untuk ambo pribadi.
Mungkin reportase ini bisa menjawab kenapa saya jadi "gundah" banget membaca
berita Padeks tsb:
http://www.west-sumatra.com/component/option,com_joomlaboard/Itemid,27/func,view/id,302/catid,42/
Skl lagi amat disayangkan kekurang telitian wartawan yang mengutip berita
ini. Heboh dan misperception pulo awak dibueknyo...:D Thanks.
Salam,
Nofrins
Yulnofrins Napilus <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mohon maaf, kenapa kok mulai rencana disain dg Inkindo ya? Sepanjang
pengetahuan saya, yg punya kompetensi untuk disain dan perencanaan tata
ruangnya adalah para Arsitek. Kalau disain dan segala aspek fungsinya sudah
confirmed, barulah orang2 Konstruksi melakukan penghitungan biaya (duit...!)
dan project managementnya sampai teknis membangun. Mestinya IAI (Ikatan Arsitek
Indonesia) dulu, baru Inkindo ntar...
Saya khawatir, kekurang pahaman ini terjadi dg Jam Gadang. Entah bgmn
ceritanya, renovasi Jam Gadang diserahkan ke Asosiasi Perawatan Gedung. Mungkin
melihat nama "perawatan" ini, langsung saja diserahkan ke meraka. Sehingga
muncullah rantai lampu2 kayak pasar malam disisi-sisi Jam Gadang itu. Padahal
di Jakarta, katanya Asosiasi Perawatan ini lebih kepada cleaning service.
Renovasi Heritage seperti Jam Gadang ini mestinya, kalau gak salah, adalah
orang2 yg punya kompetensi dibidang Revitalisasi Arsitektur...! Minimal lulus
S2...!
Skl lagi mohon maaf kalau salah terminologi atau saya yang salah pemahaman
nih. Dunsanak2 yg ngerti Arsitek, Sipil, Konstruksi, dll. tolong bantu saya
meluruskan hal ini. Bukan masalah Pemda Sumbar yang akan malu kalau salah
merancang dan tidak fungsional. Tetapi sayang nanti kalau uang sudah ditanam
sedemikian besar, hasilnya tidak optimal nanti.
Mungkin masih ada yg ingat Kubah Mesjid Muhammadiyah di Padang yg "ambruk"
sampai DUA KALI...?? Katanya itu dibangun tanpa melibatkan Arsitek...!!
Semoga berkenan. Thanks.
Salam,
Nofrins
ASLIM NURHASAN <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Rencana Pembangunan Kembali Istano Pagaruyung Segera Disiapkan.
(padangekspres.co.id, www.tanahdatar.go.id) Mar 02, 2007 - 03:00 PM
Berita Kabupaten Gubernur : Bangun Pusat Kajian Minangkabau
Gubernur Sumbar meminta Bupati Tanahdatar, Dinas PU dan Dinas Tarkim Sumbar
menyiapkan rencana pembangunan replika Istano Pagaruyung dalam waktu seminggu.
Sehingga rencana pembangunan yang juga dilengkapi dengan audio visual tersebut
dapat dipresentasikan dihadapan perantau dan di Istana Negara.
Rencananya, hari ini Kadin bersama Ikatan Kontruksi Indonesia (Inkindo) akan
membicarakan persiapan perencanaan pembangunan serta design bangunan yang akan
didirikan, ujar Gubernur Sumbar, Gamawan Fauzi usai mengunjungi lokasi
kebakaran Duplikat Istano Basa Pagaruyung, Kamis kemarin (1/3).
Sebelumnya, kata Gamawan dirinya ditelepon dari Sekretariat Negara Ridho
Syaputro yang meminta agar rencana pembangunan Istano ini dapat dipresentasikan
dalam waktu tiga hari kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ny Jusuf Kalla dan
di hadapan perantau Minang lainnya. Sehingga dari presentasi ini bisa digalang
dana untuk pembangunan kembali replika Istano Basa Pagaruyung.
Namun, kita bisa menyatakan tidak sanggup bisa mengerjakan dalam waktu tiga
hari. Makanya, diminta waktu seminggu untuk bisa dipresentasikan, kata
Gamawan.
Dalam presentasi nantinya, lanjut Gamawan, akan dilengkapi dengan compact disk
(CD) sehingga terlihat secara audio visual. Semua perantau-perantau Sumbar
rencananya akan berkumpul di rumah Wapres dan melihat bagaimana rencana
pembangunan duplikat Istano Pagaruyung.
Kita mengharapkan jangan sampai pembangunan ini dihambat-hambat oleh hal-hal
yang tidak perlu. Bupati, DPRD dan semua masyarakat diharapkan dapat bersinergi
dan menjauhkan perbedaan pendapat. Jika masalah tanah yang selama ini selalu
dipersoalkan, jangan lagi dihambat-hambat. Sekarang bagaimana kita dengan
perbedaan tersebut dapat menyelesaikan pembangunan ini secepatnya, harap
Gamawan dihadapan masyarakat Tanahdatar yang juga berada di lokasi kebakaran
Replika Istano Pagaruyung.
Dari berbagai usulan, hasil pertemuan dengan bupati/walikota, LKAAM Sumbar,
DPRD dan ahli waris, pembangunan replika nantinya bukan sekadar membangun
bangunan utama. Tapi juga akan dibangun fasilitas pelengkap, seperti dibangun
pusat kebudayaan Minangkabau mulai dari pusat pemikiran bagaimana kehidupan
masyarakat Minangkabau dalam bentuk audio drama serta pusat pengkajian budaya
Minangkabau. Selain juga tetap menjadikan objek wisata yang bertaraf nasional.
Dengan begitu, lanjut Gamawan, semua potensi yang selama ini belum tergali
digerakkan kembali. Dari peristiwa ini, tambah Gamawan, ternyata melengkapi apa
yang menjadi tigo tungku sajarangan di Sumbar. Pasalnya, sebelumnya juga
dibangun Pustaka Negara Bung Hatta di Bukittinggi yang menelan biaya hingga Rp
45 miliar (simbol pendidikan), kemudian akan dibangun masjid raya yang menelan
biaya hingg Rp 180 miliar (simbol agama) dan terakhir rencana pembangunan
duplikat Istano Basa Pagaruyung (simbol adat). Kita harus mengambil hikmah
dari peristiwa ini. Momentum ini juga dapat dijadikan sebagai momentum agar
kita tetap konsisten dan konsekuen dalam melaksanakan Adat Basandi Syarak
Syarak Basandi Kitabullah (ABS SBK), ujar mantan Bupati Solok ini.
Gamawan juga melihat dari peristiwa ini semua masyarakat tergerak untuk
membangun kembali bangunan ini. Hal ini terbukti dengan besarnya perhatian
masyarakat bukan saja yang berada di Sumbar, tapi juga perantau-perantau
Minang.
Jika ini terbangun nantinya, usaha kita bukan hanya sebatas itu saja. Setelah
menjadikan bangunan sebagai pusat kajian, objek wisata, maka yang perlu kita
pikirkan bagaimana akses menuju ke sana juga diperhatikan. Sehingga semua
potensi tergerakkan, terangnya.
Tentang realisasi pembangunan Istano Pagaruyung yang hangus terbakar itu,
gubernur yakin dengan semangat dan kekompakan masyarakat yang ada diberbagai
daerah di tanah air dan luar negeri, rencana itu bakal terwujud. Besok (hari
ini, red) akan ada rapat teknis antara Inkindo dan Kadin untuk membuat
perencanaannya. Saya minta sepuluh hari perencanaan sekaligus disainnya sudah
selesai. Setelah itu, saya akan presentasikan didepan para perantau minang
untuk menggerakkan pendanaannya, misalnya dalam bentuk badoncek, ujarnya.
Selain partisipasi perantau dan kabupaten/ kota serta APBD Provinsi, juga akan
diupayakan pendanaan melalui APBN.
Sampai saat ini, lanjut Gamawan, masih belum bisa diperkirakan berapa anggaran
yang akan dikeluarkan untuk perbaikan, karena ini tergantung dengan apa yang
akan dibangun. Terlebih lagi ada rencana pembangunan pusat kajian Minangkabau
di lokasi tersebut. Kalau rencana secara garis besarnya, kata Gamawan telah
dapat dirumuskan.
Setneg Tunggu Laporan
Sekretariat Negara minta agar Pemerintah Provinsi Sumatera Barat segera
menyampaikan laporan tertulis peristiwa terbakarnya Istano Basa Pagaruyung pada
Selasa (27/2) kepada Presiden RI di Jakarta dalam waktu yang sesingkat mungkin.
Permintaan tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Menteri Sekretaris Negara
(Sesmensesneg) H Rildo Ananda Anwar dalam pertemuan spotanitas tokoh masyarakat
Minang di sebuah restoran kawasan Kebon Sirih Jakarta Pusat, Kamis (1/3).
Saat ini Sekretariat Negara masih dalam kondisi menunggu laporan resmi dari
pemerintah daerah Sumatera Barat terkait dengan kejadian kebakaran Istano Basa
Pagaruyung dan langkah-langkah apa yang akan ditempuh untuk memulai sesuatu
yang baru secara terintegrasi, kata Rildo Ananda Anwar, didampingi Deputi
Setwapres Bidang Politik dan Pemerintahan Djohermansyah Djohan.
Semenjak terjadinya peristiwa tersebut hingga kini, kata Rildo, Sekretariat
Negara juga sudah berupaya maksimal untuk menghimpun semua data terkait
peristiwa itu dari beberapa laporan media masa baik lokal maupun nasional.
Untuk menentukan langkah-langkah apa yang akan dilakukan oleh Sekretariat
Negara, sangat tergantung dari laporan resmi yang disampaikan nanti oleh pemda,
ujarnya.
Terbaik dan Terbaru
Sementara itu, tokoh masyarakat Minang di Jakarta, Fasli Jalal yang juga Dirjen
Peningkatan Mutu dan Tenaga Kependidikan, Depdiknas mendukung kesungguhan
Gubernur Sumbar untuk merumuskan konsep terbaik dan terbaru dalam mewujudkan
kembali Istano Basa Pagaruyung.
Kita dukung penuh agar konsep gubernur bisa terbaik dan terbaru. Bukan sekadar
hanya pengganti istano yang terbakar, kata Fasli Jalal. Rencana pembangunan
kembali istano itu, kata Fasli, kita harap disusun sesempurnakan mungkin, baik
dari sisi disain yang terkait dengan kekhasannya maupun kualitas bangunannya
sendiri.
Menurut Fasli Jalal, Kejadian yang menimpa terbakarnya Istano Basa Pagaruyung
hendaknya kita sikapi sebagai sebuah kesempatan besar bagi orang Minang untuk
melakukan kontemplasi dan sekaligus sebagai sebuah koreksi diri bagi kita semua
dengan asumsi adanya gejala tercabutnya orang Minang dari akar budayanya
sendiri.
Dengan musibah tersebut, terbuka peluang dan kesempatan untuk kita kembali
duduk secara bersama guna melakukan rekonsiliasi dari hati ke hati, kata
Fasli. Bersamaan dengan itu, staf khusus Wapres H Syahrul Udjud menegaskan
bahwa peristiwa terbakarnya Istano Basa Pagaruyung di Batusangkar mampu
memanggil jati diri kita masing-masing sebagai orang Minang.
Secara pisik memang bangunan yang terbakar. Namun secara filosofi kejadian itu
sangat mempengaruhi psikologi kita sebagai orang Minang. Luar biasa hikmah yang
kita peroleh dari kejadian ini. Terutama dalam rangka membangun mengukukuhkan
kembali jatidiri orang Minang sebagai salah satu aset Negara Kesatuan Republik
Indonesia, tegas Syahrul Udjud.
Aslim Nurhasan ST SATI
Limpapeh Luhak nan Tuo
Yayasan Seni, Budaya, dan Kesejahteraan Anak Nagari Minangkabau
[EMAIL PROTECTED], 0811103234
---------------------------------
The fish are biting.
Get more visitors on your site using Yahoo! Search Marketing.Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008.
============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >300KB.
2. Email dikirim untuk banyak penerima.
--------------------------------------------------------------
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-config
* Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di:
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas.
============================================================