Website: http://www.rantaunet.org
==========================================

Assalamualaikum w.w. para dunsanak sa palanta,

Di bawah ko ambo taruihkan berita dalam Kompas hari
Minggu tanggal 4 Maret ko tantang dukungan WS Rendra
taradok hukum adat, khususnyo hukum adat nan alah
direvitalisasi sasuai jo tantangan zaman.

Baa pandapek para dunsanak ?

Wassalam,
Saafroedin Bahar (70, Tanjung).


Kompas, Minggu, 04 Maret 2007 

Rendra: Indonesia Perlu Tata Kehidupan yang Baru 

Yogyakarta, Kompas - Bangsa Indonesia perlu me-
reinventing atau menciptakan tata kehidupan yang baru
berdasarkan kebijaksanaan-kebijaksanaan dan pengalaman
dari tradisi yang lama yang baik dan berguna. Hal ini
akan menjadi modal dasar untuk membangun bangsa
Indonesia yang lebih baik dan manusiawi. 

Hal itu dikemukakan budayawan dan penyair WS Rendra
saat menyampaikan pidato kebudayaan pada acara
peresmian Pusat Kebudayaan Universitas Gadjah Mada
(UGM) Yogyakarta, Sabtu (3/3) di Yogyakarta. 

Si Burung Merak menyampaikan pidato berjudul "Tradisi
dalam Kebudayaan". Hadir pada acara ini antara lain
Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X, Rektor UGM
Sofian Effendi, dan penyair Taufiq Ismail. 

Rendra mengungkapkan, banyak contoh kebaikan dan
kebijaksanaan dari tradisi masa lalu yang bisa diolah
kembali untuk diterapkan dalam kehidupan berbangsa
saat ini. Salah satu yang bisa menjadi contoh adalah
hukum adat. 

Ia mengungkapkan, masyarakat yang memiliki hukum adat
yang kuat justru sulit ditundukkan oleh
kekuatan-kekuatan asing meskipun kekuatan asing itu
lebih maju dari berbagai hal. Hukum adat juga mampu
membuat kohesi bangsa lebih kuat dibandingkan dengan
keadaan sekarang. "Daulat hukum adat yang kuasanya
lebih tinggi dari pemimpin ternyata sangat ampuh
sebagai sumber daya tahan dan daya hidup suatu bangsa,
ini contoh kegunaan positif dari tradisi," kata
Rendra. 

Ia mencontohkan, dengan kekuatan hukum adat, Bali baru
bisa ditaklukkan Belanda pada tahun 1910. 

Namun, menurut Rendra, meskipun ada konsensus politik
nasional untuk menghidupkan kembali hukum-hukum adat
di daerah-daerah, tetap hal itu sulit dilakukan sebab
sejarah tidak bisa berulang. Karena itu, yang
diperlukan bukan pengulangan, melainkan reinventing
atau menciptakan sesuatu yang baru berdasarkan
kebijaksanaan dan pengalaman dari tradisi lama yang
baik dan berguna. 

Diungkapkan, lunturnya hukum adat yang dirusak sejak
zaman penjajahan Belanda dan berlanjut pada
kepemimpinan era Presiden Soekarno dan Presiden
Soeharto telah mengakibatkan cairnya kohesi bangsa di
daerah- daerah. Muncullah kerusuhan antargolongan,
agama, seperti di Ambon dan Poso. 

Rendra mengungkapkan, Bali yang hingga kini tetap
memegang teguh hukum adat terbukti mampu melewati
berbagai batu ujian atas tragedi kemanusiaan,
peledakan bom. Bali dengan kekuatan hukum adatnya
mampu dengan baik menjaga kohesi dalam masyarakat.
"Mereka bisa berdamai dengan malapetaka dengan
terhormat dan beradab," ujarnya. 

Menurut Rendra, di dalam masyarakat suku bangsa yang
kedudukan hukum adatnya lebih tinggi daripada
penguasa, rakyatnya lebih punya kepastian hidup karena
dijamin oleh kepastian hukum. "Kohesi masyarakatnya
lebih kokoh karena bersifat ’dengan sendirinya’ dan
sukarela," ujarnya. 

Dialog antaretnik 

Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutannya
mengungkapkan, kini saatnya bangsa Indonesia
mengukuhkan persatuan dan kesatuan yang tidak sekadar
tawar-menawar politik, tetapi juga dengan tawaran
budaya. 

Sultan juga mengungkapkan perlunya dialog antaretnik
agar terjalin "serat-serat" yang kembali mengukuhkan
kebhinnekatunggalikaan. Selain itu, perlu pemulihan
hak-hak masyarakat lokal dalam mengakses sumber daya
ekonomi lokal. 

"Sejarah telah membuktikan bahwa hidup dalam
multikulturalisme yang penuh toleran dan saling
menghargai dapat menjadi sumber kemajuan," ujarnya.
(RWN)




 
____________________________________________________________________________________
Need Mail bonding?
Go to the Yahoo! Mail Q&A for great tips from Yahoo! Answers users.
http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396546091

Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008.
============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >300KB.
2. Email dikirim untuk banyak penerima.
--------------------------------------------------------------
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-config
* Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di:
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas.
============================================================

Kirim email ke