Waduh saya gak tau musti mengadu kemana lagi nih..ternyata hadist
hadist yang saya pahami banyak yang palsu atau Dhaif rupanya. Saya
pikir memang perlu adanya sertifikasi ulama nih atau buya di
musajik2..bia jaleh ma nan palsu dan ma nan shahih jadi ndak sakalamak
paruik sajo doh…kito nan baru baraja ko jadi sasek..bukan baitu Ridha ?

Pada intinya paham kita sama Ridha saya berkeyakinan bahwa aktivitas
ijtihad di dalam Islam tidak boleh berhenti. Ijtihad adalah ruh yang
menghidupi Islam secara terus-menerus. Tanpa ijtihad, seperti telah
diteladankan Umar ibn Khattab dan lain-lain, Islam sudah semenjak lama
menjadi artefak kuno yang hanya layak menjadi tontonan, bukan tuntunan

Kini, ijtihad semakin niscaya, terutama di tengah problem kemanusiaan
yang semakin kompleks. Problem kehidupan yang sedemikian struktural
dan sistemik, tentu butuh ijtihad dosis tinggi dari para ulama.
Kondisi ini tidak bisa dipasrahkan pemecahannya pada model lama
seperti yang terbaca dalam tarikh. Ideologi keislaman konservatif yang
terus merujuk ke model masa lalu, bukan saja menunjukkan watak tidak
kreatif, melainkan juga tidak realistis. Tafsir-tafsir keagamaan
klasik yang kerap diidealisasi sedemikian rupa bukanlah pemecahan yang
arif. Tantangan kehidupan masa kini tidak akan persis sama dengan
kehidupan abad pertengahan. Siapapun tahu, kekinian jauh lebih rumit
dan dinamis ketimbang keislaman. Ada ngarai sosial-politik yang tak
mudah ditimbun antara masa lalu dan masa kini.

Dalam buku Fashlu al-Maqâl fî Mâ Baynal Hikmah wa al-Syarî`ah min
al-Ittishâl, Ibnu Rusyd sendiri mengatakan, "Sekiranya suatu ajaran
nyata-nyata bertentangan dengan rasio atau akal budi (al-burhan), maka
ia tidak bisa lain kecuali mesti direformasi melalui medium takwil. Ia
memberikan jalan, wa in kânat al-syarî`ah nathaqat bihi, fala yakhlû
dhâhir al-nuthq an yakûna muwâfiqan limâ addâ ilaihi al-burhân fîh aw
mukhâlifan. Fa'in kâna muwâfiqan falâ qawla hunâlik. Wa'in kâna
mukhâlifan, thuliba hunâlika ta`wîluhu (hlm. 32). Ibnu Rusyd juga
berkeyakinan bahwa "wa nahnu naqtha`u qath`an anna kulla mâ adda
ilaihi al-burhân wa khâlafahu dhâhir al-syar`iy, anna dzâlika
al-dhâhir yaqbalu al-ta'wîl (hlm. 3).

Bagaimana pendapat Ridha mengenai pendapat Ibnu Rushid diatas ?

Salam

Ben



============================================================
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008.
------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >300KB.
2. Email dikirim untuk banyak penerima.
--------------------------------------------------------------
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-config
* Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di:
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas.
============================================================

Kirim email ke