I.
Ada yang namanya Autoritas.  Ada pula yang namanya Intuisi, lalu 
empirisme.  Dan yang terakhir dinamakan Knowledge.

Autoritas berasal dari kekuasaan.  Bisa datangnya dari pemimpin agama 
atau pemimpin komunitas.  Intuisi berasal dari perasaan belaka.  
Empirisme adalah mancaliak contoh ka nan sudah dan tuah ka nan 
manang.  Knowledge adalah sebuah pendekatan sistematis dengan 
pendekatan keilmuan mutakhir.  

Keempat hal ini bergerak secara bersamaan.  Tidak pernah terjadi 
secara parsial murni.  Yang ada hanyalah kecenderungan siapa yang 
paling dominan.  Atau sering pula terjadi kesalahan pengamatan tentang 
siapa yang sebenarnya dominan.

II.
Pindah rumah jangan di bulan ini.  Kalau mendirikan rumah, perhatikan 
dulu parumahannya.  Harus begini, begitu, begono dan begata.  
"Jangan memahat di malam hari, nanti terpahat hidung sendiri"
"Lha, bagaimana bisa memahat bisa terkena idung? Emang saya setolol 
itukah, menaroh pahat di idung trus di tekan ke bawah seperti ini.."
Dan.... berdarahlah hidung si anak.  Kualat karena tak mengikuti pasan 
mande.

Para tetua kita banyak sekali mengajarkan semua hal itu.  
"Kenapa leluhur iseng banget memilih perkampungan (koto) di punggung 
bukit.  Mendaki pula.  Susah membuat lapangan bola di tengah kampung.  
Sementara di pinggir sungai, banyak lahan datar.  Dekat sumber air 
pula"
Menurut seorang tua, "itu intuisi leluhur kampung"
Si alim dan penghulu mengatakan, "itu suara langit yang harus 
dituruti, tak ada diskusi"
Si dekil sok tahu,"itulah yang namanya empirisme Tuan-Tuan...  sebuah 
percobaan trial and error telah dilakukan nenek moyang kita panaruko 
nagari ini.  Ribuan percobaan telah dilakukan sebenarnya.  Dan 
disinilah yang terbaik dijadikan sebagai Koto.
Lulusan planologi mengatakan,"setuju, mengacu pada teori si ini dan 
sai anu, memang disinilah the best place buat mendirikan pemukiman.  
ditambah kajian mutakhir tentang pola pemukiman tradisional yang 
diteliti si abrakadabra"

III.
Nenek moyang kita punya otak kok.  Trial and error mereka lakukan 
secara berkesinambungan generasi.  Semua dicatat secara abstrak.  
Diwarisi kepada turunannya.  Dikemas sedikit dengan cerita sakti dan 
orang pintar.  Makin klop sudah kita mengambil keputusan.  Seolah 
Tuhan mendukung kita untuk itu semua.

Candi, pusat kekuasaan, gunung pujaan atau rumah ibadah awalnya 
disepakati sebagai pusat kosmik.  Lambat laun direvisi hanya sebagai 
penghubung tanah yang subur ini kepada tataran kosmik.  Antara alam 
takambang ini kepada gugusan bintang dan seluruh galaksi.  Alam raya 
pun sepertinya menerima kehadiran dengan senang hati.  Karena, untuk 
beberapa generasi dirasa sebagai tempat paling aman dari segala 
gangguan.   Sedikit bukti memang ada untuk itu.

Namun jagad raya, tataran kosmik adalah sebuah kedinamisan.  Terus 
bergerak menuju sebuah keseimbangan sempurna.  Perubahan tataran ini 
akan berpengaruh pula pada kita yang telah setia memilih menjadi bego 
di muka bumi ini.  Tak perlu sampai pada tataran galaksi, bintang-
bintang, apalagi membahas lubang hitam atau lubang cacing.  Perubahan 
posisi planet, asteroid dan satelit di tata surya saja sudah 
menyebabkan kelelahan simbol kita pada kosmik.  Semua menjadi tidak 
stabil.  Terutama simbol penghubung komunitas pada kosmik.  Lihatlah 
Merapi Jogja, Siti Hinggil keraton, Merapi Bukittinggi, dan terakhir 
Pagaruyung yang hangus disambar petir.

Untuk kasus yang terakhir, lebih kepada signal awal.  Dan lihatlah 
hari ini.  Tanda-tanda itu terjawab.  Gempa besar melanda kampung 
kita.  Pusat gempa pun tepat berada di tengah gunung-gunung simbol 
penyatuan alam dengan tataran kosmik.

Alam takambang jadikan guru!

UBGB


============================================================
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008.
------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >300KB.
2. Email dikirim untuk banyak penerima.
--------------------------------------------------------------
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-config
* Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di:
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas.
============================================================

Kirim email ke