Gempa di Sumbar, 46 Tewas * Sekolah Terbakar, Ratusan Bangunan Hancur Rabu, 07-Maret-2007, 11:03:01 Telah dibaca sebanyak 100 kali
Padang, Padek-Indonesia kembali dilanda bencana dahsyat. Gempa besar yang terjadi di Sumatera Barat (Sumbar), kemarin, sedikitnya menelan korban 46 orang meninggal, dan ratusan orang lainnya luka-luka. Sementara ratusan bangunan, di antaranya kantor pemeritah, sekolah, tempat ibadah (masjid dan mushalla) rumah warga luluhlantak, dan ribuan bangunan lainnya mengalami rusak berat dan ringan. Daerah terparah dilanda gempa meliputi Kabupaten Solok, Kota Solok, Kabupaten Tanahdatar, Kota Bukittinggi, Kota Padangpanjang, Kabupaten Padangpariaman, Kabupaten Limapuluh Kota, termasuk Kota Padang, Ibu Kota Provinsi Sumbar. Data di Posko Penanggulangan Bencana Pemprov Sumbar tadi malam menyebutkan, rincian korban yang meninggal itu, adalah: Kabupaten Solok 15 orang, Kota Solok 4 orang, Kota Bukittinggi 13 orang, Kabupaten Tanahdatar 6 orang, Kabupaten Limapuluh Kota 2 orang, Kabupaten Padangpariaman 4 orang, Kota Padang 1 orang dan Kabupaten Agam 1 orang. Data jumlah korban meninggal ini sempat simpang-siur pada siangnya. Posko Pemprov di Kantor Gubernur Sumbar, sempat mengeluarkan data korban meninggal sebanyak 70 orang. Data ini, kemudian berkurang, setelah masing-masing kepala daerah menyampaikan klarifikasi korban. "Memang ada data dari beberapa daerah yang dikoreksi. Sebab, ada korban yang dirawat di RS suatu daerah, ternyata bukan warga setempat," kata Sekretaris Provinsi Sumbar Yohanes Dahlan, yang mengkoordinir petugas pengumpulan data, tadi malam. Gempa Tektonik Gempa yang terjadi di Sumbar, dan dirasakan sampai ke Provinsi Riau, Bengkulu, dan Sumatera Selatan tersebut, menurut Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Regional VI Padangpanjang Sumarso, sejak pagi telah terjadi lebih dari 100 kali. BMG mencatat gempa terbesar terjadi pukul 10.49 WIB, dengan kekuatan gempa 5,8 Skala Richter (SR), dan pukul 12.49 WIB dengan kekuatan 6,2 SR. Pusat gempa pada 0,46 Lintang Selatan, 100, 36 Bujur Timur, di kedalaman 20-30 Km. Dua gempa inilah yang mengakibatkan korban jiwa, dan bencana lainnya. Pusat gempa meliputi Kota Padangpanjang pada radius 20 Km, yang disebabkan patahan semangka Tandikek-Padangpanjang-Singkarak (gempa tektonik). Empat Siswa Terbakar Akibat gempa yang paling parah menimpa Nagari Sumani Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok. Di sini, sebuah gedung Sekolah Dasar (SD) bersama 4 siswa terbakar. Sekolah yang ludes terbakar itu adalah, SD 02 Nagari Sumani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok. Wartawan Padang Ekspres Romeyzar melaporkan, SD itu terbakar persis saat gempa besar pertama terjadi. Api berasal dari kompor minyak yang terdapat di sebuah warung kopi, yang persis berada di samping SD. Ketika gempa, warung kopi dan SD langsung roboh, api kemudian melalap warung, yang dengan cepat merembes ke bangunan SD. Tak pelak, pemilik warung, dua orang yang sedang belanja di warung, langsung tertimpa bangunan warung tersebut. Sementara kompor minyak yang masih hidup di warung itu, terbalik dan langsung memicu api yang lebih besar, melalap dengan cepat bangunan. Di sebelahnya, para siswa SD yang tengah belajar pun panik, karena banyak yang tertimpa bangunan yang runtuh. Empat orang akhirnya tidak bisa diselamatkan, dan terbakar bersama bangunan SD. Selain tujuh korban itu, juga ada 8 warga lainnya yang meninggal karena tertimbun reruntuhan bangunan. Di Kota Solok ada 4 orang yang meninggal. Sedangkan korban yang luka parah dan ringan, sebanyak 72 orang terpaksa dirawat di ruang terbuka, Lapangan Merdeka Solok. Di Kabupaten dan Kota Solok, warga lebih memilih tidur di luar rumah dengan mendirikan tenda. Sebab, gempa-gempa kecil masih terasa hingga tadi malam. Apalagi, akibat gempa tersebut banyak rumah warga yang runtuh dan tak layak huni lagi. Jalan-jalan juga ada yang retak, bahkan ada yang amblas di Sumani. Kondisi ini semakin diperparah dengan ada informasi, bahwa Gunung Talang, kembali aktif dan memperlihatkan aktivitas. Menurut Bupati Solok Gusmal, ketika meninjau korban gempa, hingga siang tadi, sudah terjadi 119 getaran dari Gunung Talang. "Makanya, untuk Gunung Talang, kita telah menetapkan status waspada," kata Gusmal. Bukittinggi Mencekam Suasana mencekam bercampur kepanikan juga melanda Kota Bukittinggi. Tak hanya karena korban jiwa yang sejauh ini tercatat sebanyak 13 orang, tapi juga karena terjadinya sejumlah kebakaran hebat, serta runtuhnya bangunan di Kota Bukittinggi. Wartawan Padang Ekspres Eka Ridhaldi Alka dari Bukittinggi, melaporkan, usai gempa besar ribuan warga tidak beranjak dari pinggir jalan dan halaman rumah. Warga lebih memilih bertahan di luar, dan tidak berani memasuki rumah. Di RS Ahmad Muchtar dan RS YARSI Bukittinggi tercatat, 9 korban gempa meninggal. Di samping itu juga terdapat puluhan korban luka berat dan ringan, karena tertimpa bangunan atau kecelakaan di jalan raya saat gempa. Akibat gempa juga terjadi tiga kebakaran hebat di Bukittinggi. Informasi di lapangan menyebutkan, kebakaran disebabkan, api kompor dan lilin yang terjatuh akibat gempa. Kebakaran terjadi di Pasar Putih, Pasar Atas, Toko Mainan Wahyu Toys Pasar Aur Kuning, dan sebuah rumah warga di Tangah Sawah. Sekitar 164 rumah toko (ruko) ludes dalam kebakaran tersebut. Pihak Badan Pemadam Kebakaran (BPK) Bukittinggi dibuat kewalahan memadamkan, karena terbatasnya armada, dan kepanikan warga. Pada bagian lain, Pemko Bukittinggi melalui kendaran Infokom terus-menerus mengimbau agar warga tenang dan tidak panik. Bahkan walikota, wakil walikota, dan ketua DPRD terus berpatroli ke, meninjau korban, dan mengimbau agar warga tidak panik. Ratusan personil Polri dan TNI juga tampak siaga mengantisipasi dampak lebih buruk. Kondisi makin membuat warga kehilangan akal, karena listrik dan telepon lumpuh total. Akibat gempa Ngarai Sianok juga mengalami longsor. Namun, hingga tadi malam Bukik Apik Longsor. Sementara wartawan Padang Ekspres Harmen dari Agam, melaporkan, gempa telah menyebabkan Bukik Apik, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam longsor. Ini menyebabkan terputusnya ruas jalan utama Lubukbasung (Ibu Kota Agam)-Bukittinggi. Beberapa pengendara sepeda motor tertimbun longsoran tanah. Hingga sore, kemarin, korban masih terjebak dalam longsoran. Data dari Pemkab Agam, 1 orang meninggal dunia. Sedangkan di Tanahdatar, enam orang dilaporkan tewas. Jumlah korban yang luka di Posko penanggulangan bencana Pemkab Tanahdatar tercatat 11 orang luka berat, dan 31 orang luka ringan. Sementara rumah yang rusak berat sekitar 215 unit, dan rusak ringan 309 unit. Di Kabupaten Padangpariaman, korban jiwa tercatat 4 orang. Selain itu, gempa juga menyebabkan ratusan rumah rusak berat, dan ribuan lainnya mengalami rusak ringan atau sedang. Secara keseluruhan jumlah kerugian materil, ditaksir lebih dari Rp24 miliar. Rumah penduduk yang mengalami rusak berat terbanyak di antaranya berada di Kecamatan V Koto Timur yang mencapai 250 unit serta Kecamatan Patamuan mencapai 188 unit. "Berdasarkan laporan sementara jumlah korban yang meninggal akibat gempa kemarin berjumlah tiga orang," ungkap Bupati Padangpariaman Muslim Kasim, ketika dihubungi usai mengunjungi sejumlah lokasi gempa di daerah Kabupaten Padangpariaman. Warga Padang Panik Di Padang, tercatat 1 orang korban gempa meninggal. Meski bergitu gempa membuat Ibu Kota Provinsi Sumbar ini lumpuh total. Persis sesaat setelah gempa, toko-toko di Pasar Raya Padang, dan pusat-pusat perbelanjaan langsung tutup. Begitu juga di kantor-kantor pemerintah, dan swasta. Setelah panik dengan gempa, para pegawa dan karyawan langsung bubar dan pulang. Sekolah-sekolah pun demikian. Para guru langsung membubarkan aktivitas belajar dan mengajar. Pantauan Padang Ekspres, setelah gempa, jalan-jalan utama langsung macet. Sejumlah warga ada yang memilih mengungsi ke bukit atau tempat-tempat yang lebih tinggi. Di rumah sakit-rumah sakit pun, pasien dirawat di luar ruangan. Sejumlah warga mengaku mendapat informasi bakal ada tsunami. Imbauan Walikota, dan para petinggi Kota Padang melalui radio dan langsung terjun ke tengah masyarakat, tak mampu megatasi kepanikan warga. Tercatat akibat gempa, sebuah masjid dan sebuah mushala runtuh. Sejumlah bangunan di Pasar Mudik, Kecamatan Padang Barat, runtuh, puluhan bangunan lainnya retak-retak. Beberapa orang warga yang mengalami luka-luka akibat tertimpa runtuhan di Pasar Mudik, dirawat di RS M Djamil Padang. Di Padangpanjang, walau merupakan pusat gempa, namun tak ada korban jiwa. Hanya puluhan bangunan runtuh. Pemerintah setempat menyediakan sejumlah lokasi pengungsian. Begitu juga di Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung, Solok Selatan, dan Kabupaten Pessel. Walau tak ada korban jiwa, namun warga tetap panik, dan sejumlah bangunan rusak. Jalan Sempat Terputus Karena gempa yang cukup besar dan terjadi berulangkali itu, sejumlah ruas jalan utama sempat terputus, karena tertimbun longsoran bukit. Jalan Padang-Bukittinggi dan jalan Padang-Solok sempat tak bisa dilalui kendaran, setelah akhirnya alat berat dikerahkan membersihkan longsoran. Jaringan PLN Rusak Selain bangunan, gempa juga telah menyebabkan rusaknya jaringan listrik. Menurut Manager PT. PLN (Persero) Cabang Padang, Agusmann Taher, sedikitnya ada lima titik di Kota Padang dan enam titik di Padangpariaman, kawat listrik jaringan tegangan menengah berkekuatan 20 ribu volt putus. "Karena gempa tadi (kemarin, red), banyak kawat tengangan menengah putus. Untuk di Padang ada lima titik dan di Pariaman sekitar enam titik," kata Manager PT. PLN (Persero) Cabang Padang, Agusmann Taher ketika dihubungi koran ini, kemarin (6/3). Dampak putusnya kawat ini, terjadi pemadaman di sejumlah daerah. Tapi Agusmann menyatakan setelah mendapat informasi atas putusnya kawat ini, petugas langsung diturunkan untuk memperbaiki kawat yang putus tersebut. Sementara soal korsleting, Agusmann, mengaku, belum mendapat laporan. "Sampai saat ini kami belum menerima adanya korsleting atas kejadian ini, cuma listrik masyarakat mati, memang iya," ucapnya. Sedangkan untuk kawat listrik tegangan rendah dengan kekuatan 220 volt dan tengangan tinggi 150 ribu volt, katanya, tidak ada yang putus atau rusak. Migrasi Gempa Madina Musibah gempa bumi yang menguncang hampir seluruh kabupaten/kota di Sumbar kemarin, menurut pakar gempa asal Universitas Andalas (Unand) Badrul Mustafa merupakan migrasi gempa yang terjadi di Kabupaten Madina, Sumut beberapa waktu lalu. Ia memprediksi gempa itu akan terus bermigrasi ke arah Kabupaten Kerinci, Jambi. "Gempa yang terjadi kemarin, merupakan migrasi gempa yang terjadi di Kabupaten Madina lalu. Kuatnya goncangan gempa, itu diakibatkan episentrum berada di daratan. Yakni, 0.55 LS dan 147 BT, atau 16 Km Barat Daya Batusangkar," jelas Badrul yang juga Pembantu Rektor III Unand ini. Melihat posisi gempa itu, Badrul menilai, jenis gempa tektonik dengan arah pergeseran mendatar. Gempa yang sama juga pernah terjadi di lokasi yang tak jauh dari daerah itu, yakni daerah Batipuh 2004 lalu. Tak jauhnya episentrum gempa itu, menurut Badrul karena daerah sekitar itu posisinya tepat di daerah patahan Semangko. Kondisi yang sama, tambah Badrul, juga terjadi di daerah Sungai Panuh, Kerinci tahun 1995. "Kita melihat gempa ini kemungkinan akan terus bermigrasi ke arah Sungai Penuh, Kerinci. Namun, kita tidak bisa memprediksikan kapan gempa itu terjadi. Terpenting masyarakat kita harap tetap berwaspada. Sesuai dengan episentrumnya, kemungkinan terjadi tsunami kecil kemungkinannya," tukasnya. Ia juga menjelaskan, kalau gempa dengan pusat episentrum di daratan, kerusakan paling parah terjadi daerah sekitar episentrum. Artinya, daerah-daerah yang berada agak jauh dari daerah episentrum, dampak goncangannya tidak terlalu kuat. Sehingga masyarakat Kota Padang atau daerah yang agak berjauhan dari daerah itu dampaknya tidak terlalu besar. Proses terjadinya gempa tektonik ini, menurut Badrul diawali dengan pergeseran lapisan kulit bumi (litosfir, red). Pergeseran ini terus terjadi, sehingga menimbulkan panas. Lama kelamaan panas mengakibatkan patahan. Patahan inilah yang menimbulkan energi yang mengakibatkan gempa. Selain itu, Ketua Komisi II DPRD Sumbar Hilman Syarifuddin mengharapkan dinas terkait untuk melakukan pengecekan terhadap kondisi gedung-gedung dan fasilitas umumnya lainnya. "Kita minta dinas terkait untuk mengecek kondisi gedung-gedung yang ada saat ini. Sehingga tingkat keamanannya dapat dijamin," harapnya. Terasa di Singapura Sementara itu, getaran gempa berkekuatan 5,8 Skala Richter yang melanda Sumatra Barat juga terasa sampai Singapura. Gedung pencakar langit yang memenuhi negara kota itu bergoyang dan para pekerja di dalamnya berhamburan ke luar. "Saya tidak pernah merasakan ini (gempa bumi, red) sebelumnya, meski saya sudah bekerja di Shenton Way bertahun-tahun. Namun, hari ini, saya langsung mengalami dua kali," ujar Song Seng Wun, pengamat ekonomi dari CIMB-GK Securities, kemarin. Dia bekerja di sektor finansial di Shenton Way, kompleks bisnis tersibuk di Singapura, sejak 1990. Meski membuat warga shock, aktivitas bisnis di Singapura tetap berjalan normal. Singapore Exchange Ltd, operator bursa saham dan pasar indeks, menyatakan bahwa perdagangan di lantai bursa tetap berlanjut. "Aktivitas bursa tetap berlangsung normal," kata Magdalyn Liew, juru bicara perusahaan. Chia Boon Chong, juru bicara Singapore Telecommunications Ltd, operator telepon terbesar di Asia Tenggara, menyatakan bahwa tidak ada kerusakan pada jaringan kabel bawah laut, sehingga tidak ada gangguan komunikasi setelah gempa. Rival StarHub Ltd, operator telekomunikasi, juga memastikan tidak ada kerusakan. (afi/ero/eka/jen/men/zil/san/nen/rdo) DISCLAIMER: The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you. ============================================================ Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008. ------------------------------------------------------------ Website: http://www.rantaunet.org ============================================================ UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi. - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika: 1. Email ukuran besar dari >300KB. 2. Email dikirim untuk banyak penerima. -------------------------------------------------------------- * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-config * Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di: http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2 dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas. ============================================================

