-------------------------------------------------------------
Ikutilah Sholat & Do'a Bersama untuk Keselamatan Negeri, Minggu 18 Mar 07 jam 
08:00 di Masjid Istiglal Jakarta
-------------------------------------------------------------



 
Assalaamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu Carito nan jadino saolah-olah 
batulak balakang jo kanyataan hari kini nangko, dek musibah nan malando nagari 
awak, mudah-mudahan manjadian awak sadar, betapa Maha Kuasanya Allah dan awak 
indak dapek balapeh diri dari kakuasaan Allah saketek juo. Mudah-mudahan awak 
urang Minangkabau manyadari bana bahaso nagari nan diwarihkan Allah ka awak, 
musti dipaliharo jaan sampai manimbua-an murka Allah.
 
Wassalamu'alaikum,
 
Lembang Alam
___________ Cerita ini hanyalah khayalan semata. Nama-nama orang yang 
disebutkan di dalam cerita ini bukan mewakili sipapun. Kesamaan nama bukanlah 
dimaksudkan untuk menyalahgunakan nama pribadi siapapun. Keadaan di 
tempat-tempat wisata yang diceritakan adalah angan-angan dan harapan. 
Mudah-mudahan ke pariwisataan di Sumatera Barat di suatu hari nanti menyerupai 
yang diceritakan disini. Penulis.
 
30. Selamat Tinggal Ranah Bako (tamat)
 
’Sudah siap kopermu? Sudah siap untuk berangkat?’ tanya Pohan waktu mereka 
sudah selesai sarapan.
 
’Siap saja. Tinggal berangkat,’ jawab Aswin.
 
’Nggak mau kemana-mana lagi pagi ini?’ tanya Pohan lagi.
 
’Bagaimana kalau kita mancing?’ Aswin balik bertanya.
 
’Tidak ada masalah. Ayo! Mari kita ke ’tabek’,’ ajak Pohan.
 
’Aa iyo, pailah mamapeh, kan panjang ari lai,’ kata nenek yang mendengar 
diskusi mereka.
 
’Enek kapai mancaliak kami mamapeh?’ tanya Pohan.
 
’Dululah, biko enek caliak kian,’ kata nenek.
 
Mereka lalu pergi ke ’tabek’ di belakang rumah di sebelah. Masing-masing dengan 
satu tangkai pancing. Membawa umpan yang selalu tersedia di kulkas.  Pagi 
sedang cerah benar. Biasanya kalau cuaca pagi cerah begini ikan mudah 
dipancing. Aswin pergi ke bangku-bangku yang agak kepanasan. Nyaman rasanya 
ketika punggungnya ditimpa matahari pagi di udara yang sejuk ini.
 
Benar saja. Baru saja pancing dilemparkan sudah langsung disambar ikan. Aswin 
mendapatkan ikan lele besar. Menggelepar-gelepar dengan sangat kencangnya waktu 
diangkat. Dan Pohanpun segera menyusul. Mendapatkan ikan mas berwarna merah.  
Aswin sampai berteriak senang melihat pancingnya  mengena lagi. Juga seekor 
ikan mas. 
 
Acara memancing jadi sangat seru. Ikan-ikan bagai berkejar-kejaran melahap 
umpan setiap kali pancing dilemparkan. Ikan mas, mujair besar-besar, tawes, 
lele berebutan memakan umpan. Sebentar saja mereka sudah dapat banyak ikan. Dan 
setiap kali seekor ikan dapat disambut dengan teriakan dan gurauan. 
 
Sedang mereka asyik begitu etek datang berdua dengan etek Sarah. Etek minta 
tolong tek Sarah membersihkan beberapa ekor ikan yang sudah didapat. Akan di 
goreng untuk makan siang.
 
’Kamu sudah pernah makan ikan lele di goreng, Aswin?’ tanya etek kepada Aswin.
 
’Belum, tek,’ jawab Aswin.
 
’Biar lele ini juga di goreng nanti. Sarah, tolong ini juga dibersihkan,’ kata 
etek kepada etek Sarah.
 
Rasanya tidak ingin mereka berhenti memancing. Ikan-ikan terus saja memakan 
umpan yang dilemparkan. Tapi hari sudah beranjak siang dan udara mulai terasa 
panas. Akhirnya mereka berhenti juga.
 
                                                                
 *****
 
Etek sangat cekatan menggoreng ikan-ikan tadi. Digoreng kering. Wangi dan segar 
baunya, menitikkan selera. Dan dibuat etek pula  samba lado tomat. Dengan 
ketimun mentah serta kol mentah diiris-iris. Seperti lalapnya orang Sunda. Nasi 
panas masih mengepul-ngepul. 
 
Jam setengah dua belas mereka makan siang. Lebih awal dari biasanya, karena 
sebentar lagi Aswin akan berangkat. Makan terakhir di rumah bako ceritanya. 
Aswin sangat menikmati goreng ikan mas kering. Bahkan sirip dan ekornya juga 
dimakan. Katanya, itu cadangan kalsium yang baik. Memang enak bagai kerupuk. 
Sesudah makan mereka masih sempat berbincang-bincang.
 
’Pabilolah si Aswin ka baliak sudah iko lai?’ tanya nenek.
 
’Apa tuh maksud nenek?’ tanya Aswin kepada Pohan.
 
’Kapanlah kamu mau kembali lagi kesini,’ jawab Pohan menjelaskan.
 
’Nanti, nek. Nanti saya akan kembali lagi. I promise, I’ll return,’ jawab Aswin.
 
‘Pertanyaan agak pribadi. Kapan kamu mau menikah?’ tanya etek.
 
’Nanti, tek. Paling lama setahun lagi.’
 
’Orang mana calon menantu etek?’ tanya etek lebih lanjut.
 
’Orang Indonesia. Ayahnya Jawa dan ibunya Palembang. Mereka menetap di San 
Francisco. Dia masih bersekolah. Saya menunggu dia selesai kuliahnya,’ jawab 
Aswin.
 
‘Kalau kalian menikah bawalah dia pulang kampung,’ kata etek.
 
’Ya. Mudah-mudahan akan saya bawa nanti. Kamu Pohan? Kapan kamu menikah?’ tanya 
Aswin pula.
 
’Mungkin tahun ini juga,’ jawab Pohan.
 
’Dengan orang Minang?’ tanya Aswin.
 
’Ya, orang Koto Gadang. Tapi sekarang dia di Jakarta,’ etek yang menjawabkan.
 
’Waaw. Masih famili?’
 
’Tidak juga. Hanya sama-sama satu kampung asal saja,’ jawab Pohan.
 
’Jadi benar ya? Orang Koto Gadang, seboleh-bolehnya menikah dengan orang Koto 
Gadang juga?’ tanya Aswin.
 
’Ah, enggak juga. Buktinya ayahmu. Menikah dengan orang Sunda,’ jawab etek.
 
’Ya, ayah memang perkecualian sepertinya,’ kata Aswin.
 
’Masih ada lagi. Etek sendiri. Suami etek almarhum orang Batu Sangkar,’ kata 
etek.
 
’OK. Kalau begitu ibu mungkin salah dengar. Ibu yang mengatakan bahwa orang 
Koto Gadang seboleh-bolehnya menikah hanya dengan orang Koto Gadang.’
 
’Baik. Sudah waktunya kamu berangkat, sudah jam dua belas. Pergilah 
bersiap-siap,’ kata etek mengingatkan.
 
Aswin sudah siap. Kopernya sudah dipak dengan rapi. 
 
Merekapun berpamitan. Aswin menyalami dan mencium nenek. Bersalaman dengan 
sangat takzim dengan etek. Dia ulang kembali janjinya. Insya Allah dia akan 
datang lagi. Dia benar-benar sangat tersanjung dengan penerimaan etek dan nenek 
yang begitu hangat. Nenek dan etek terharu melihat Aswin mau berangkat. Anak 
muda itu sangat menyenangkan dan sopan.
 
                                                    *****
 
Merekapun berangkat. Selamat tinggal nenek. Selamat tinggal etek. Selamat 
tinggal Koto Gadang. Mobil mereka bergerak melalui lebuh kampung. Menuju Koto 
Tuo. Menuju Padang Luar dan berbelok ke kanan. Menuju ke Bandara Internasional 
Minangkabau.
 
Panjang cerita mereka berdua sepanjang jalan. Mengevaluasi kunjungan sangat 
padat selama seminggu tepat. Aswin sangat berterima kasih atas kebaikan Pohan 
menemaninya selama seminggu itu. Menjelajah Negeri Minangkabau.  Belum semua 
bagian negeri ini terkunjungi. Tapi yang sudah dikunjungi sangat memukau dan 
menakjubkan.
 
Jam dua kurang sedikit mereka sampai di bandara. Aswin berpamitan dengan Pohan. 
Mereka berpelukan. Persaudaraan mereka terasa begitu dekat. Pohan telah 
memperlakukannya benar-benar seperti saudara kandung. Meski mereka belum pernah 
bertemu sebelumnya kecuali hanya chatting di internet. Aswin masuk ke ruang 
dalam bandara untuk check in. Di pintu masuk itu mereka berpisah. Aswin terus 
ke dalam. Check in dan menyerahkan bagasinya. Lalu masuk ke ruang tunggu 
setelah selesai dengan urusan imigrasi.  Setelah menunggu hampir satu jam dia 
menaiki pesawat Cathay Pacific. Yang akan membawanya ke Hongkong lalu terus ke 
LA. Selamat tinggal Bumi Minangkabau. Selamat tinggal ranah bako.
 
 
                                                 Tamat
_________________________________________________________________
Windows Live Spaces is here! It’s easy to create your own personal Web site. 
http://spaces.live.com/?mkt=en-id
============================================================
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008.
------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >300KB.
2. Email dikirim untuk banyak penerima.
--------------------------------------------------------------
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-config
* Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di:
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas.
============================================================

Kirim email ke