Wah mbak, boleh banget dong..malah sangat dianjurkan minum susu UHT 
ketimbang susu formula, apalagi anaknya udah 13 bulan.

Btw, kalau anaknya susah minum susu.. susunya dicampur aja dengan es 
krim jadi milkshake, atau bikin puding susu, atau anaknya dikasih 
keju, yoghurt... semuanya itu kan mengandung susu..

Berikut saya post artikel mengenai susu UHT.


Sumber : WASPADA Online

Oleh : Prof Dr Ir Made Astawan MS

Susu merupakan sumber gizi terbaik bagi mamalia yang baru dilahirkan. 
Susu disebut sebagai makanan yang hampir sempurna karena kandungan 
zat gizinya yang lengkap. Selain air, susu mengandung protein, 
karbohidrat, lemak, mineral, enzim-enzim, gas serta vitamin A, C dan 
D dalam jumlah memadai. Manfaat susu merupakan hasil dari interaksi 
molekul-molukel yang terkandung di dalamnya.

Susu segar merupakan cairan yang berasal dari kambing sapi sehat dan 
bersih yang diperoleh dengan cara pemerahan yang benar yang kandungan 
alaminya tidak dikurangi atau ditambah sesuatu apapun dan belum 
mendapat perlakuan apapun (SNI 01-3141-1998). Dalam prakteknya sangat 
kecil peluang kita untuk mengonsumsi susu segar definisi SNI tersebut 
di atas. Umumnya susu yang dikonsumsi masyarakat adalah susu olahan 
baik dalam bentuk cair (susu pasteurisasi, susu UHT) maupun susu 
bubuk.

Susu pasteurisasi merupakan susu yang diberi perlakuan panas sekitar 
63-72 derjat Celcius selama 15 detik yang bertujuan untuk membunuh 
bakteri patogen. Susu pasteurisasi harus disimpan pada suhu rendah (5-
6 derjat Celcius) dan memiliki umur simpan hanya sekitar 14 hari.

Susu bubuk berasal susu segar baik dengan atau tanpa rekombinasi 
dengan zat lain seperti lemak atau protein yang kemudian dikeringkan. 
Umumnya pengeringan dilakukan dengan menggunakan spray dryer atau 
roller drayer. Umur simpan susu bubuk maksimal adalah 2 tahun dengan 
penanganan yang baik dan benar. Susu bubuk dapat dikelompokkan 
menjadi tiga jenis yaitu susu bubuk berlemak (full cream milk 
prowder), susu bubuk rendah lemak (partly skim milk powder) dan susu 
bubuk tanpa lemak (skim milk prowder) 
(SNI 01-2970-1999).

Susu UHT (ultra high temperature) merupakan susu yang diolah 
menggunakan pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang singkat 
(135-145 derjat Celcius) selama 2-5 detik (Amanatidis, 2002). 
Pemanasan dengan suhu tinggi bertujuan untuk membunuh seluruh 
mikroorganisme (baik pembusuk maupun patogen) dan spora. Waktu 
pemanasan yang singkat dimaksudkan untuk mencegah kerusakan nilai 
gizi susu serta untuk mendapatkan warna, aroma dan rasa yang relatif 
tidak berubah seperti susu segarnya.

Proses Susu UHT

Susu cair segar UHT dibuat dari susu cair segar yang diolah 
menggunakan pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang sangat 
singkat untuk membunuh seluruh mikroba, sehingga memiliki mutu yang 
sangat baik. 
Secara kesuluruhan faktor utama penentu mutu susu UHT adalah bahan 
baku, proses pengolahan dan pengemasannya. Bahan baku susu UHT cair 
segar adalah
susu segar yang memiliki mutu tinggi terutama dalam komposisi gizi. 
Hal ini didukung oleh perlakuan pra panen hingga pasca panen yang 
terintegrasi. Pakan sapi harus diatur agar bermutu baik dan 
mengandung zat-zat gizi yang memadai, bebas dari antibiotika dan 
bahan-bahan toksis lainnya. Dengan demikian, sapi perah akan 
menghasilkan susu dengan komposisi gizi yang baik. Mutu susu segar 
juga harus didukung oleh cara pemerahan yang benar termasuk di 
dalamnya adalah pencegahan kontaminasi fisik dan mikrobiologis dengan 
sanitasi alat pemerah dan sanitasi pekerja. Susu segar yang baru 
diperah harus diberli perlakuan dingin termasuk transportasi susu 
menuju pabrik.

Pengolahan di pabrik untuk mengkonversi susu segar menjadi susu UHT 
juga harus dilakukan dengan sanitasi yang maksimum yaitu dengan 
menggunakan alat-alat yang steril dan meminimumkan kontak dengan 
tangan. Seluruh
proses dilakukan secara aseptik.

Susu UHT dikemas secara higienis dengan menggunakan kemasan aseptik 
multilapis berteknologi canggih, Kemasan multilapis ini kedap udara 
sehingga bakteri pun tak dapat masuk ke dalamnya. Karena bebas bakteri
perusak minuman, maka susu UHT pun tetap segar dan aman untuk 
dikonsumsi. Selain itu kemasan multilapis susu UHT ini juga kedap 
cahaya sehingga cahaya ultra violet tak akan mampu menembusnya dengan 
terlindungnya dari sinar ultra violet maka kesegaran susu UHT pun 
akan tetap terjaga. Setiap kemasan aseptik multilapis susu UHT 
disterilisasi satu per satu secara otomatis sebelum diisi dengan 
susu. Proses tersebut secara otomatis dilakukan hampir tanpa adanya 
campur tangan manusia sehingga menjamin produk yang sangat higienis 
dan memenuhi standar kesehatan internasional.

Dengan demikian teknologi UHT dan kemasan aseptic multilapis menjamin 
susu UHT bebas bakteri dan tahan lama tidak membutuhkan bahan 
pengawet dan tak perlu disimpan di lemari pendingin hingga 10 bulan 
setelah diproduksi.

Keunggulan Susu UHT

Kelebihan-kelebihan susu UHT adalah simpannya yang sangat panjang 
pada susuh kamar yaitu mencapai 6-10 bulan tanpa bahan pengawet dan 
tidak perlu dimasukkan ke lemari pendingin. Jangka waktu ini lebih 
lama dari umur simpan produk susu cair lainnya seperti susu 
pasteurisasi. Selain itu susu UHT merupakan susu yang sangat higienis 
karena bebas dari seluruh mikroba
(patogen/penyebab penyakit dan pembusuk) serta spora sehingga potensi 
kerusakan mikrobiologis sangat minimal, bahkan hampir tidak ada. 
Kontak panas yang sangat singkat pada proses UHT menyebabkan mutu 
sensori (warna, aroma dan rasa khas susu segar) dan mutu zat gizi, 
relatif tidak berubah.

Proses pengolahan susu cair dengan teknik sterilisasi atau pengolahan 
menjadi susu bubuk sangat berpengaruh terhadap mutu sensoris dan mutu 
gizinya terutama vitamin dan protein. Pengolahan susu cair segar 
menjadi susu UHT sangat sedikit pengaruhnya terhadap kerusakan 
protein. Di lain pihak kerusakan protein sebesar 30 persen terjadi 
pada pengolahan susu cair
menjadi susu bubuk.

Kerusakan protein pada pengolahan susu dapat berupa terbentuknya 
pigmen coklat (melanoidin) akibat reaksi Mallard. Reaksi Mallard 
adalah reaksi pencoklatan non enzimatik yang terjadi antara gula dan 
protein susu
akibat proses pemanasan yang berlangsung dalam waktu yang cukup lama 
seperti pada proses pembuatan susu bubuk. Reaksi pencoklatan tersebut 
menyebabkan menurunnya daya cerna protein.

Proses pemanasan susu dengan suhu tinggi dalam waktu yang cukup lama 
juga dapat menyebabkan terjadinya rasemisasi asam-asam amino yaitu 
perubahan konfigurasi asam amino dari bentuk L ke bentuk D. Tubuh 
manusia umumnya hanya dapat menggunakan asam amino dalam bentuk L. 
Dengan demikian proses rasemisasi sangat merugikan dari sudut pandang 
ketersediaan biologis asam-asam amino di dalam tubuh.

Reaksi pencoklatan (Mallard) dan rasemisasi asam amino telah 
berdampak kepada menurunnya ketersedian lisin pada produk-produk 
olahan susu. Penurunan ketersediaan lisin pada susu UHT relatif kecil 
yaitu hanya mencapai 0-2 persen. Pada susu bubuk penurunannya dapat 
mencapai 5-10 persen.

Tip Penggunaan Susu UHT :

1. Apabila kemasan susu UHT telah dibuka, maka susu tersebut harus 
disimpan
pada refrigerator.

2. Susu UHT harus dihindarkan dari penyimpanan pada suhu tinggi (di 
atas 50
derajat Celcius) karena dapat terjadi gelasi yaitu pembentukan gel
akibat kerusakan protein.

3. Kerusakan susu UHT sangat mudah dideteksi secara visual, ciri 
utama yang
umum terjadi adalah kemasan menggembung. Gembungnya kemasan terjadi 
akibat kebocoran kemasan yang memungkinkan mikroba-mikroba pembusuk 
tumbuh dan memfermentasi susu. Fermentasi susu oleh mikroba pembusuk
menghasilkan gas CO2 yang menyebabkan gembung.

4. Kerusakan juga ditandai oleh timbulnya bau dan rasa yang masam. 
Selain 
menghasilkan gas, aktivitas fermentasi oleh mikroba pembusuk juga 
menghasilkan alkohol dan asam-asam organik yang menyebabkan susu 
menjadi
berflavor dan beraroma masam.

5. Hindari mengkonsumsi susu UHT yang telah mengental. Fermentasi 
susu oleh
bakteri pembusuk juga pembusuk juga menyebabkan koagulasi dan 
pemecahan
protein akibat penurunan pH oleh asam-asam organik. Koagulasi dan
pemecahan protein inilah yang menyebabkan tekstur susu rusak yaitu
menjadi pecah dan agak kental. (sh)




--- In [email protected], "Bundanya Harel" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Pagi moms,
> 
> 
> 
> Sorry nih pagi-pagi udah mau ngerepotin. Aku mau tanya dong, anak 
13 bulan
> boleh gak ya mengkonsumsi susu ultra yang putih itu? Kalau yang 
coklat
> kankatanya pakai gula ya jadi lebih baik jangan, gimana dengan yang
> putih?
> 










===================================================================
Telah terbit Agustus 2006, Parents Guide special edition: PRESCHOOLER. Membahas 
problem seputar tumbuh kembang anak usia prasekolah. Dapatkan segera di toko 
buku terkemuka di kota Anda"
===================================================================

Segera bergabung menjadi pelanggan majalah PARENTS GUIDE! Majalah bulanan yang 
menyajikan informasi Parenting Terlengkap dan Panduan Tumbuh Kembang Buah Hati 
Anda. Setiap Pelanggan Baru, PASTI DAPAT HADIAH LANGSUNG! Langganan setahun 
hanya Rp 240.000 (diskon 20%) dan langganan dua tahun Rp 450.000,- (diskon 
25%). Luar Jakarta ongkos kirim Rp 5000/eks (P Jawa) dan Rp 7000/eks (luar P 
Jawa). 

Informasi langganan Hub. Emma (021) 527 7302, 5256792, 70408785
atau email: [EMAIL PROTECTED]

==================================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/parentsguide/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/parentsguide/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke