Waduhh terima kasih ya mbak Rina atas informasinya ..
Ternyata Fadlan BAB nya encer cuman 2 hari itu aja, setelahnya kembali
normal. Mungkin hanya pengaruh dari pola makan aku aja.

Rgds,
ilna

On 12/27/06, rina dewiyanthi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

   Hallo Mama Fadlan , semoga artikel dibawah ini dapat membantu yaaaa
Tapi rasanya adek normal2 aja koq mom..

Salam
rinalyssa

Frekuensi buang air besar (BAB) dan kecil (BAK) bayi berkaitan erat dengan
asupan yang masuk. Buktinya, antara bayi yang mendapat ASI dan tidak berbeda
pula frekuensi pup dan pipisnya. Kok bisa seperti itu? Lalu, bagaimana
frekuensi yang normal? Simaklah penjelasan dari *dr. Eva J. Soelaeman, SpA
*.
*BAYI YANG MENYUSU ASI:*
*Usia 0-6 Bulan: *
*Frekuensi BAB normal: *
Sehari 1-7 kali atau bahkan hanya 1-2 hari sekali. Dengan catatan berat
badan bayi terus bertambah sesuai grafik normal yang tertera pada Kartu
Menuju Sehat/KMS. Jika yang terjadi sebaliknya, si kecil harus menjalani
pemeriksaan dokter.
*Frekuensi BAB tidak normal: *
* Setelah 2 hari tidak BAB atau BAB tiga hari 1 kali. Kondisi ini perlu
dikonsultasikan pada dokter. Biasanya dokter akan melihat kondisi perut
bayi, kembung atau tidak, keadaan feses, berat badan, dan tumbuh kembang
bayi. Beberapa kemungkinan penyebab bayi jarang BAB adalah:
* Faktor makanan ibu. Misal, ibu menyusui sedang mengonsumsi
obat-obatan/jamu. Akibatnya bayi yang memperoleh asupan makanan dari ASI ibu
ikut "merasakan" dampak obat itu. Asal tahu saja, beberapa obat/jamu bisa
membuat gerak/kerja usus menjadi lambat. Kondisi ini yang pada akhirnya
membuat bayi mengalami sembelit.
* Masalah pada sistem pencernaan bayi. Misal, ususnya tersumbat atau
melintir.
* Lebih dari 7 kali sehari. Frekuensi BAB yang lebih sering dari biasanya
dapat disebabkan faktor makanan ibu. Contoh, ibu menyusui yang mengonsumi
makanan pedas atau makan yang mengandung serat tinggi dapat membuat bayinya
jadi lebih sering pup.
*BAYI YANG TIDAK MENYUSU ASI*
*Usia Usia 0-6 bulan *
*Frekuensi BAB yang normal:*
Sekitar 3-4 kali sehari sampai hanya 1-2 hari sekali. Kenapa frekuensi
BAB-nya lebih jarang dari bayi yang menyusu ASI? ASI seperti diketahui
sangat mudah dicerna oleh bayi. Namun tidak begitu dengan susu formula yang
lebih sulit dicerna dan diserap oleh sistem pencernaan bayi. Inilah yang
menyebabkan kenapa bayi yang menyusu ASI jarang mengalami kegemukan,
sementara "bayi susu formula" kerap kelebihan berat badan.
*Frekuensi BAB yang tidak normal:*
Bila feses bayi encer dan frekuensinya lebih dari 10 kali per hari
disertai penurunan berat badan.
*Usia 6 bulan ke atas *
*Frekuensi BAB normal:*
Biasanya 3-4 kali sehari atau 2 hari sekali. Setelah anak menginjak 4
tahun, frekuensi BAB-nya sudah seperti orangtuanya, yakni satu sampai dua
kali sehari.
*Frekuensi BAB tidak normal:*
* Lebih dari 4 kali sehari disertai gejala-gejala lain. Misalnya, bayi BAB
sampai 6 kali sehari. Ini bisa dijadikan alarm bagi orangtua bahwa kondisi
si kecil sedang tidak sehat. Coba perhatikan apakah bayi juga rewel atau
gelisah? Jika ya, kemungkinan ada sesuatu yang tidak beres pada
pencernaannya. Untuk menelusuri penyebabnya, ingat-ingat apa menu makanannya
hari itu hingga 2 hari sebelumnya; apakah terlalu banyak serat? Terlalu
banyak diberi buah/sayuran mungkin. Bayi yang terlalu banyak mengonsumsi
serat berpotensi untuk lebih sering BAB dan akhirnya menjadi kurus. Sebab
apa yang dikonsumsinya lebih banyak yang dikeluarkan ketimbang yang diserap.

Dua kali dalam kurun waktu tujuh hari atau kurang. Kemungkinan bayi
mengalami konstipasi/sembelit atau pemampatan feses di usus besar.
Hati-hati, jika feses yang keras membuat anusnya luka dan si kecil mengalami
trauma sehingga enggan untuk buang air besar yang berikutnya.
*Penyebab konstipasi:*
* Bisa jadi bayi terlalu banyak minum susu dan kurang mendapat makanan
padat serta kurang minum air putih.
* Kurang serat/kurang mengonsumsi sayuran atau buah-buahan.
Cara mengatasinya, penyebab pertama bisa diatasi dengan mengurangi asupan
susu formula pada bayi dan menggantikannnya dengan memperbanyak asupan
makanan padat sesuai usianya. Sementara yang kedua, tentu bayi harus lebih
banyak diberi makan buah-buahan, sayuran, dan tak lupa banyak minum air
putih. Bila kondisi ini tidak mengalami perbaikan, amat bijak bila si kecil
diperiksakan ke dokter.
*FREKUENSI BAK*
Dalam sehari, normalnya bayi buang air kecil sekitar 3-4 kali. Namun,
sebetulnya frekuensi BAK tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Jika lebih dari
itu oke-oke saja. Kecuali bila pipisnya sangat sering (lebih dari 10
kali/hari) atau jarang sama sekali. Dalam artian selama tidak ada
tanda-tanda dehidrasi atau bayi menjadi lesu dan rewel, tak perlu terlalu
mempermasalahkannya. Apalagi sampai khawatir bayi terkena diabetes militus
karena DM pada anak, apalagi bayi sangat jarang terjadi.
Namun waspadai bila frekuensi BAK bayi jarang/menjadi jarang. Misalnya,
satu hari hanya sekali padahal biasanya bisa 4 kali. Atau sejak lahir si
kecil memang jarang pipis padahal asupan cairannya mencukupi. Beberapa
penyebab frekuensi BAK yang jarang adalah:
3 Bayi mengalami kekurangan cairan. Ini bisa karena ibu yang menyusui
kurang banyak minum atau bayi sedang mengalami muntah-muntah atau
berkeringat berlebihan. Kondisi seperti ini dapat diatasi dengan banyak
memberi asupan cairan pada bayi. Ibu menyusui, misalnya, mesti banyak minum.
Namun untuk kasus muntah-muntah, sebaiknya bayi segera dibawa ke dokter
untuk mencari penyebabnya dan mencegahnya dari dehidrasi.
3 Pada bayi laki-laki, coba perhatikan ujung kulupnya apakah terlihat
kecil atau tidak. Bila ya, bisa jadi ia mengalami *phymosis* (ujung kulup
kecil) sehingga menyebabkannya jarang BAK. Sebagai solusi biasanya dokter
akan melakukan pembesaran dengan cara sunat. Kondisi ini perlu diatasi
segera karena jika dibiarkan bisa menimbulkan infeksi pada saluran kencing
bayi.
3 Sukar pipis pada bayi perempuan bisa disebabkan infeksi pada organ
intimnya meski bisa juga BAK-nya justru jadi lebih sering. Sebagai
pecegahan, sehabis BAK, lubang kencing dan daerah sekitarnya mesti langsung
dibersihkan. Sisa air seni bisa mengendap di lipatan-lipatan sekitar
kelaminnya dan menimbulkan infeksi. Perha-tikan juga teknik menceboki.
Jangan menceboki dari arah belakang ke depan namun dari depan kebelakang.
Ini dimaksudkan agar kotoran dari anus tidak terbawa ke vagina.
FESES IDENTIK DENGAN KESEHATAN *Feses berwarna abu-abu menandakan bayi
terlalu banyak mengonsumsi zat besi.*
Kondisi feses bayi tidak selalu sama setiap harinya. Perubahan ini
tergantung pada kondisi dan kesehatan si kecil. Karena itu saat mendapati
feses bayi yang "mencurigakan", salah satu hal yang bisa dilakukan orangtua
adalah melakukan observasi menu makanan yang dikonsumsi bayi, tak hanya
dalam satu hari tapi juga 2 hari sebelumnya. Kenapa? Sebab gerak usus pada
bayi yang normal adalah selama 24 sampai 36 jam. Jadi, makanan yang
dikonsumsi bayi sekarang akan keluar 24 atau 36 jam kemudian.
Nah, menurut* dr. Eva J. Soelaeman, SpA., *normal tidaknya feses dapat
dilihat dari warna, bentuk, dan bau. Berikut penjelasannya:
Mendeteksi feses dari warna
*Normal:* warnanya kuning tua.
*Tidak normal*:
- Abu-abu atau abu-abu kehitam-hitaman bisa terjadi kalau si kecil terlalu
banyak mengonsumsi makanan dengan kandungan zat besi yang terlalu tinggi.
Solusi: Tetap berikan ASI atau pilih susu formula dengan kandungan zat besi
yang standar, tidak berlebih.
- Merah. Penyebabnya: (1) terlalu banyak mengonsumsi makanan berwarna
merah, (2) pengaruh obat (3) pertanda adanya darah. Penyebab ketiga inilah
yang patut diwaspadai. Untuk itu bila yakin darah yang terlihat, segera bawa
bayi ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.
Mendeteksi feses dari bentuk
*Normal:*
Feses bayi yang berbuih/bercampur buih sekali dua kali adalah wajar.
Penyebabnya bisa makanan ibu menyusui yang terlalu banyak mengonsumsi
makanan yang merangsang, seperti pedas. Tapi jika sudah lebih dari tiga kali
dan berat badannya turun, itu pertanda si kecil mengalami dehidrasi dan ada
infeksi di ususnya. Kondisi seperti ini perlu penanganan dokter.
*Tidak normal: *
- Seperti dempul dengan warna putih/putih kekuning-kuningan. Bisa
dipastikan si kecil mengalami kelainan liver/hati. Segera bawa ke dokter
untuk pemeriksaan lebih lanjut.
- Hitam dan dibarengi sakit perut. Kemungkinan besar si kecil mengalami
perdarahan. Segera bawa si kecil ke dokter dan bawa sampel feses untuk dicek
ke laboratorium guna mencari penyebabnya.
Mendeteksi feses dari bau
*Normal:*
- Beraroma khas, bukan bau busuk.
*Tidak normal: *
- Baunya sangat busuk. Dicurigai, ada pembusukan yang tidak normal oleh
bakteri di usus.
- Bau sangat asam. Biasanya pertanda ada gangguan penyerapan gula atau
istilahnya malabsorbsi karbohidrat laktosa karena bayi tidak dapat
mengonsumsi susu sapi. Coba, gantilah susu si kecil dengan susu kedelai.


*Ilnayuti Sari <[EMAIL PROTECTED]>* wrote:

 Dear moms,

Aku mau tanya danmungkin ada yang udah punya pengalaman.
Fadlanku (4 bulan) dan 2 hari ini BAB nya encer. So far sih minum ASI nya
biasa aja, tetep 2 jam sehari. Fadlan belum makan tambahan apapun, hanya aja
kalau aku sedang kerja dan kebetulan persediaan ASI menipis, fadlan dikasih
susu formula. So far baik2 aja hanya aja 2 hari ini BAB nya encer. Gak ada
tanda2 dia sakit perut atau apa.

Kira2 wajar gak sih kalau BAB encer gitu ?

Maklum belum pengalaman nih Kalau hari ini masih encer juga mungkin aku
akan bawa ke dokter, tapi aku rada kuatir kalau anak umur segitu dikasih
obat2 kimia ... mohon pencerahannya. Terima kasih



--
www.asiabersama.com/ilna


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com






--
http://my.oriflame.co.id/oriflame

Kirim email ke