Dear Moms and Dads,

Mau sharing pengalamanku dan sekaligus minta input dari Moms and Dads.

Hari Rabu kmrn (Tgl 10) anak saya Farrel panas 38,5. Langsung saya bawa ke dr. 
Waldy. Stlh diperiksa, Farrel dinyatakan sakit influenza, commoncold. Diberi 
Tempra 6 jam sekali, banyak minum air putih. Jangan kaget kalo ada muntah 
sedikit dan diare sedikit, dan disarankan untuk kembali 5 hari lagi.

Ternyata sampai hari ke 3 (Sabtu) Farrel masih panas naik turun, batuk ,pilek, 
muntah 2 x, BAB mencret tetapi tidak sering dan sering buang gas (kentut) . 
Farrel juga sangat lemas, walau panasnya turun dia tidak mau bermain. Saat saya 
daftar ke dr Waldy ternyata sudah penuh. Akhirnya saya terpaksa ke dsa di RSI 
Bintaro dr. A. Saya sampaikan keluhan Farrel di atas sama dr A. Saat saya 
bilang kenapa ada muntah dan Farrel sering seperti mual (kaya mau muntah tapi 
ga bisa) berkali-kali dalam sehari. Dr A bilang"Wah bu, pasien saya dari pagi 
juga muntaaaah semua." Hah...jawaban apa itu? Trus dia membuat resep antibiotik 
(saya lupa namanya), Vometa dan Rantin, serta obat batuk pilek (lupa juga 
namanya) total 5 obat. Selain itu Dr A juga menyuruh Farrel cek darah takut 
DB.Saya tanya lagi ke dr A, jadi Farrel sakit apa Dok.dia menjawab " Ya kita 
lihat saja dari hasil tesnya" Masya Allah , dalam hati aku membatin, kok bisa 
dokter ini memberi 5 macam obat tanpa tahu pasti apa
 penyakitnya.

Akhirnya saya segera telpon kakak ipar saya yang juga seorang dr anak di 
Bandung. kaka ipar saya kaget ketika mendengar Farrel diberi Vometa (anti mual) 
tapi juga Rantin krn menrt dia Rantin adl obat untuk sakit lambung parah. Kakak 
ipar saya menyarankan saya ke dokter lain. Selain itu saya ga tebus obat2 dr A 
karena saya takut salah dan bersikeras akan ke dr Waldy hari Senin

Alhamdulilah hasil lab Farrel menyatakan tidak DB. Hari senin saya kontak dr 
Waldy lagi, ternyata beliau lagi ke luar kota sampai senin depan. Akhirnya saya 
ke Dr Mulyono , Prof Dr di RSIB sambil berdoa semoga kali ini dokternya tidak 
seperti dr A. 

Di dokter Mulyono, dia mendengarkan dengan baik keluhan saya, tahap-tahapan 
sakitnya Farrel. Akhirnya berdasarkan pemeriksaan Dr Mulyono, beliau bilang 
Farrel Radang usus. Mnrtnya kuman dan bakteri biasanya muncul pertama kali di 
tenggorokan. Kalau bakteri atau kuman itu tidak mati dia bisa turun ke 
paru-paru atau ke lambung. Nah kemungkinan awalnya  Farrel radang tenggorokan, 
krn bakterinya tidak mati, ia  turun ke lambung menyebabkan radang usus. Kalau 
4 hari kedepan ada panas lagi Farrel harus cek typhus.

Saya sediiih banget, karena keteledoran saya bakteri Farrel jadi kemana-mana. 
Dan sampai Jumat bsk masih deg-degan takut dia panas lagi, takut Typhus.
Alhamdulillah sejak senin sampai skrg Farrel tidak panas lagi, (Doain ga panas 
lagi ya...?????) masih batuk pilek, BAB sudah tidak mencret. Obat yang 
diberikan dr Mulyono banyak juga yakni Bactrim (antibiotik), flagyl, 
celestamine, codipront dan obat diare (Kae apa...gitu). Sedih banget Farrel 
terpaksa minum aneka obat pdhal saya anti bgt kasih antibiotik dan obat 
paten.....

Dari kejadian kmrn saya pun belajar :
1. Harus punya dokter anak cadangan yang oke. Kalau dokter anak kita pergi 
keluar kota kita ga akan panik dan ga ada kemungkinan jatuh ke tangan dokter 
yang salah. (yang mau tanya nama asli dr A bisa Japri saya)
2. Beberapa penyakit  (yg disebabkan bakteri kalo ga salah) memang membutuhkan 
antibiotik. Mungkin lebih baik (dengan sangat terpaksa) kita segera menggunakan 
antibiotik drpd penyakit si anak jadi kemana-mana (kalau telat spt saya 
kemarin, bakteri bisa jalan-jalan)
 
Apakah ada Moms and Dads yang pernah punya pengalaman sama? Apakah obatnya 
sebanyak obat Farrel juga? 

Thanks for reading dan dengerin sharing saya dan ditunggu inputnya

Thya



 
---------------------------------
Food fight? Enjoy some healthy debate
in the Yahoo! Answers Food & Drink Q&A.

Kirim email ke