Halooow mama Nathan, ini ada artikel ttg BAB, semoga bermanfaat...
Salam kenal
rina [alyssa's mom 20 bulan 3 minggu]
Ternyata, frekuensi buang air besar masing-masing bayi tidaklah
sama. Ada yang 4-8 kali sehari, atau malah 1 kali setiap 3-4 hari. Sesudah
bulan pertama usianya, frekuensi itu lantas mulai berkurang menjadi 3-4 kali
per hari atau hanya 1 kali setiap 3-4 hari. Hal ini normal-normal saja.
Warna tinjanya pun bervariasi karena sangat dipengaruhi oleh makanan yang
dikonsumsi. Namun umumnya, tinja pada bayi dengan ASI eksklusif terlihat lebih
lembek, berair, berwarna kuning tua dan berbiji-biji. Sedangkan tinja pada bayi
dengan susu formula lebih berbentuk dan berwarna kecokelatan.
Umumnya, bayi yang mendapatkan ASI lebih jarang mengalami sembelit
(konstipasi). Selain karena ASI mengandung zat laktasif yang mampu mengencerkan
tinja, juga ASI lebih mudah dicerna ketimbang susu formula. Itulah mengapa,
bayi dengan susu formula, kemungkinan mengalami sembelit lebih besar.
Jenis susu formula yang dikonsumsi si kecil juga ikut menjadi penyebab
sembelit, yakni bila kandungan zat besinya terlalu tinggi. Ini khusus bayi yang
berusia di bawah 6 bulan karena umumnya jumlah zat besi dalam tubuhnya masih
tinggi, sehingga bila berlebih dapat menyebabkan sembelit. Kebutuhan akan zat
besi pada bayi 0-6 bulan adalah 0,5 mg per hari. Lebih baik konsultasikan
dengan dokter anak Anda sebelum memilih susu formula yang tepat untuk si kecil.
Kenali pula tanda-tanda sembelit dan langkah-langkah penanganannya, serta
bagaimana pencegahannya.
TANDA-TANDA SEMBELIT
Bayi dinyatakan sembelit bila:
* Tinja yang dikeluarkan terlihat keras, kering dan berbentuk butiran
kecil-kecil.
* Ada darah pada tinja.
* Si bayi mengerang kesakitan dan menjadi rewel.
* Ada cairan yang keluar di antara tinja dan rektum.
FUNGSIONAL & PATOLOGIS
Penyebab sembelit dibedakan menjadi 2, yakni:
* Fungsional
Ada ketidakseimbangan dalam mengonsumsi makanan. Umumnya sembelit terjadi
karena kurangnya komposisi serat, air dan buah-buahan. Karenanya sembelit kerap
pula dialami bayi yang mulai diperkenalkan makanan tambahan. Perubahan pola
makan cenderung dapat mengubah keseimbangan komposisi makanan sehingga
menyebabkan terjadinya sembelit.
* Patologis
Ada kelainan pada sistem metabolisme tubuh. Penyebabnya antara lain:
- Kelainan pada persarafan sebagian segmen usus atau lebih dikenal dengan
hirschsprung.
- Gangguan pada persarafan usus besar paling bawah, dari anus hingga ke
bagian usus di atasnya, termasuk ganglion parasimpatis yang mengatur pergerakan
usus.
- Gangguan perkembangan neurologis, yaitu kelainan pada saraf-saraf usus bayi
sehingga menyebabkan gerakan peristaltiknya menjadi kurang sempurna.
- Kelainan sistem endokrin, yaitu pada bayi yang metabolisme hormon tiroidnya
kurang (hipotiroid). Salah satu gejalanya yang ditunjukkan adalah konstipasi.
PENANGANAN PERTAMA
* Bantu bayi mengeluarkan tinjanya agar perut tidak terasa kembung atau nyeri
di wilayah anus, sehingga bayi menjadi rewel.
* Pada bayi di bawah 6 bulan, bantulah dengan menggunakan obat-obatan
kelompok stimulan laksatif yang mengandung laktulose atas rekomendasi dokter.
Biasanya berupa gel yang dimasukkan ke dalam anus. Penggunaannya lebih praktis.
Atau, cara lainnya dengan menggunakan sabun bayi batangan yang dibentuk
menyerupai pensil dengan ujung mengerucut, tapi tidak tajam. Masukkan sabun
berbentuk pinsil ini ke dalam anus sebagai pelicin.
* Bla si kecil tidak minum ASI, pilihlah susu formula dengan kandungan bahan
yang dapat memperbaiki fungsi motilitas, seperti laktulosa. Kandungan zat ini
dapat dikenali dari kemasannya.
* Untuk bayi di atas 6 bulan yang mulai mendapat makanan pendamping ASI
(MPASI) berikan buah-buahan kaya serat, seperti, pepaya, plum dan pir, serta
berikan lebih banyak air putih.
* Cairan yang terbuat dari campuran brown sugar dengan air atau susu formula
juga dapat melembekkan tinja. Caranya, satu sendok teh brown sugar dicampur
dengan 200 gram air atau larutan susu formula, lalu minumkan.
* Langkah selanjutnya yang paling penting adalah membangun kesadaran orangtua
akan pentingnya gizi seimbang, bahwa serat berperan penting untuk menghindari
sembelit. Sertakan selalu bahan berserat dalam menu makanan bayi selain
bahan-bahan lainnya.
KAPAN HARUS KE DOKTER?
Bila si kecil terus-menerus tidak BAB sampai lebih dari 3 hari atau selalu
tampak kesakitan saat BAB, hendaknya segera konsultasikan ke dokter.
Dikhawatirkan sembelit yang dialami si kecil bukanlah disebabkan gangguan
fungsional, melainkan patologis yang membutuhkan observasi dan penanganan
serius. Umumnya, sembelit yang diakibatkan gangguan fungsional akan segera
sembuh setelah memperbaiki pola makan. Biasanya setelah 1-2 hari mengonsumsi
makanan dengan kandungan serat tinggi atau pola makan gizi seimbang, maka
frekuensi BAB si kecil normal.
Yang patut diwaspadai justru pada bayi baru lahir. Bila mekonium (kotoran
berwarna kehitaman yang pertama kali keluar) tak keluar setelah 48 jam
kelahiran atau bayi mengalami sembelit pada satu minggu pertama kelahiran,
harus dipikirkan kemungkinan adanya kelainan anatomi, yakni hirschprung (tak
ditemukannya persarafan pada sebagian segmen usus). Tidak adanya sistem saraf
tersebut mengakibatkan gerakan usus jadi terganggu sehingga tinja akan tertahan
di situ.
Pada bayi dengan kelainan hirschprung ini, pemberian obat-obatan pencahar
tidak akan menunjukkan reaksi yang memuaskan. Kecuali usus yang tak ada
persarafannya itu hanya pendek, semisal cuma 1 cm, maka pemberian obat pencahar
dari anus umumnya masih bisa mengeluarkan kotoran. Kotoran bayi dengan
hirschprung umumnya lembek dan kemampuan BAB-nya semu. Untuk membedakan
hirschprung dengan sembelit biasa harus dilakukan rontgen. Atau cara mudahnya,
masukkan sedikit jari kita ke anus bayi. Jika kotorannya keluar menyemprot dan
jari terasa dijepit oleh lubang anusnya ini berarti sembelit karena hirschprung.
JIKA TERPAKSA MINUM SUSU FORMULA
Jangan pernah menggantikan ASI dengan susu formula. Kecuali pada kondisi
tertentu dimana tidak memungkinkan memberikan ASI. Contoh, gangguan metabolisme
bawaan, menggunakan obat-obatan terlarang atau obat-obatan tertentu seperti
kemoterapi. Inilah tip memilih susu formula:
1. Ketahui lebih dulu ragam susu formula yang dijual di pasar.
Mayoritas susu formula biasanya terbuat dari susu sapi yang diramu dengan
berbagai bahan sehingga lebih mudah dicerna bayi dibanding susu sapi yang belum
diformulasikan. Di antara bahan-bahan yang menjadi "ramuan" susu formula ini
adalah karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral seperti vitamin A dan
B6 (yang penting untuk meningkatkan sistem kekebalan), zat besi serta asam
lemak omega-3 (penting untuk perkembangan otak dan sistem saraf).
2. Tak ada salahnya mengonsultasikan dengan dokter.
Untuk memilih susu formula yang sesuai dengan bayi Anda, lakukan konsultasi
dengan dokter yang sudah biasa menangani si kecil. Umumnya, ia bisa memberikan
saran mengenai susu formula untuk bayi Anda. Lebih baik Anda jangan dulu
bereksperimen dengan sejumlah susu formula di pasaran.
3. Sesuaikan dengan kondisi keuangan.
Dewasa ini banyak susu yang dibuat untuk antialergi, antara lain susu
hypoalergi dan susu kedelai. Masing-masing digunakan tergantung indikasinya.
Konsultasikan dengan dokter anak Anda dalam memilihnya. Bila Anda atau pasangan
memang memiliki riwayat alergi, sebaiknya ceritakan ke dokter anak Anda sejak
si bayi lahir, sehingga sejak awal sudah dapat dipilihkan susu formula yang
tepat (bila diperlukan, sebab pilihan utama tetaplah ASI).
4. Cepat tanggap terhadap reaksi bayi Anda.
Kewaspadaan ini untuk cepat mendeteksi apakah susu formula yang Anda pilihkan
untuknya (walaupun berasal dari resep dokter) cocok atau sebaliknya. Adapun
tanda-tanda kalau susu formula yang diberikan padanya tidak cocok, yaitu bayi
sering menangis bila akan/sedang diberi susu formula, sering memuntahkannya,
dan terjadi sembelit,
Utami Sri Rahayu. Ilustrator Pugoeh
Konsultan ahli:
Dr. Naomi Esthernita Dewanto, Sp.A.,
dari Siloam Hospitals
febbie <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear Moms...,
ada yang pernah ngalamin babynya BAB 2 hari sekali?
Nathan (4 bulan) kok belakangan ini, sejak aku kerja, BAB nya
2 hari sekali, bahkan bisa 3 hari baru BAB.
Tapi BAB nya kental kok, nggak keras.
Aku sempet tanya ama dsa nya, katanya nggak pa-pa,
tapi aku tanya sama dokter umum, katanya di kasih air putih.
Akhirnya aku kasih air putih banyakan + sari jeruk.
Awalnya sih berhasil, tapi kok belakangan begitu lagi ya?
Ada yang punya tips biar BAB nya lancar tiap hari?
FYI saja, Nathan masih banyakan minum ASI nya kok drpd formula.
Tp ASI pompa.
Oh ya.. jadi keinget juga, ASI tahan brp lama ya di kulkas en di freezer?
Thanx ya... ^_^
Maminya Nathan
---------------------------------
Need Mail bonding?
Go to the Yahoo! Mail Q&A for great tips from Yahoo! Answers users.