Dear Mba Lili, Anakku sekarang juga 26bln, bulan juli besok 2.5 dan kata orang2 udah siap untuk playgroup. tapi dideket rumah playgroup standar biasa uang pangkalnya aja udah 4 juta, saya pikir kalo duit segitu dibeliin buku dan perlengkapan alat-alat tulis, dll. pasti lebih bermanfaat deh =p
setau saya, Playgroup dan TK emang ga wajib, tapi kadang-kadang ada SD yang mensyaratkan anak udah harus bisa baca-tulis atau minimal mengenal huruf saat masuk SD, makanya ortu jadinya masukkin anak ke TK deh. Nah, mungkin itu juga yang bikin anak zaman sekarang jadi gampang stress. Tapi banyak juga ortu yang masukkin anaknya ke playgroup dan TK supaya punya teman, jadi ide mbak Lili ngumpulin anak-anak oke banget tuh. Pengalaman dengan tetangga saya, anaknya lebih oke waktu belajar sendiri dirumah, kebetulan sang ibu bikin semacam sanggar seperti tari, menggambar , dan mengaji dirumahnya (ada jadwalnya--sampe sekarang jadi keterusan), supaya anaknya punya teman, tapi ketika anaknya mau masuk SD, tyt ada syarat harus ada ijasah TK, nah, dia "ngakalin"nya dengan memasukkan anaknya beberapa bulan saja di TK (semacam pindahan gitu) supaya dapet ijasah. Tentunya "TK yang ditumpangin" itu ga sekedar langsung menerima ya...tapi ketika anaknya di "tes" ternyata cukup qualified, mkanya mereka menerima. Kalau pengalaman dengan keponakan saya, sejak usia 1 hingga 3 tahun, dia selalu ada kegiatan "belajar" seperti mewarnai, menggambar, membaca bersama, dll. bersama ibunya, ketika masuk playgroup ternyata keponakan saya itu jauh diatas teman-teman yang lain, akhirnya dia merasa bosan dan males ke sekolah, padahal kalo dirumah semangat sekali (belajar). Dia jadi suka bolos, (susah dibangunin, disuruh mandi dan pake baju seragam) dan sama ibunya dibiarkan saja karena ga ingin memaksa, takut anaknya jadi alergi sekolah. Tapi mengingat biaya masuk dan biaya bulanan yang dikeluarkan, saya sih merasa sayang ya. Apalagi karena anaknya jarang masuk, dia juga jadi ga begitu akrab dengan teman-temannya (karena hanya 1-2 jam sekolahnya), akhirnya dia merasa asing disekolah, dan tambah males aja. seperti lingkaran setan =( Saran saya sih (karena saya juga tertarik homeschooling), kalau mbak lili tetep ingin bikin sendiri dirumah, coba aja cari2 free kurikulum atau semacam "skill list" yang dibisa dijadikan acuan, kira-kira mau "masukkin" konsep apa ke anaknya (dan teman-teman)...tentunya santai-santai aja, belajar sambil bermain, dan yang perlu diingat setiap anak kan kemampuan menyerapnya beda-beda =) ini contoh yang bisa dilihat (untuk dijadikan acuan) : www.letteroftheweek.com dan http://www.handsonhomeschooling.com/skills.htm lili_mulyati <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Anakku yang no.3 udah umur 2.5 . Tadinya aku pikir aku mau masukkin playgroup. Tapi setelah ku pikir-pikir lagi, mungkin sebaiknya dia home schooling aja. Toh cuma sekedar belajar warna, nyanyi dan sejenisnya. Apalagi playgroup yang bagus kan mahal. Kalo cuma playgroup biasa rasanya kok nggak rela. Apalagi setelah lihat contoh anak tetangga yang masuk playgroup dekat rumah, eh baru seminggu masuk, langsung stress. Setiap kali harus masuk sekolah, dia sakit perut. Tapi aku juga nggak mau dia nanti jadi minder, nggak bisa lepas dari ortu. Kan, dia perlu sosialisasi juga. Waduh jadi bingung nih! Truss aku pikir juga, mungkin sebaiknya aku buka kelas kecil untuk anakku, Ngundang anak2 tetangga. Kebetulan di daerahku masih banyak orang yang ekonominya pas2an. Jadi kebanyakan nggak pada TK. Langsung SD. Menurut mereka TK cuma buang2 uang. Apalagi playgroup. Nggakpenting, kali! Tapi apa bener ya, kalo sekarang ada peraturan, setiap anak yang mau masuk SD, harus punya ijazah TK ? >>Wietski<< --------------------------------- Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell? Check outnew cars at Yahoo! Autos.

