Mbak Sherly,
Kebetulan saya pernah baca dan sering dengar informasi ini. Salah
satunya spt potongan artikel2 ini mbak. Tapi ya itu biasanya untuk
melahirkan normal. Kalau cesar itu yg prosedur dan tata caranya
seperti apa detilnya, itu yg mau saya tanya, barangkali ada yg pernah
mengalaminya. Apalagi kalo ternyata tidak boleh ditemeni... kalau ada
yg nemeni kan paling gak bisa bantu maksa untuk inisiasi dini gitu
hehehe... Thx ya. Btw maaf ya panjang bgt nih...
...
Bagaimana ceritanya temuan inisiasi dini ini ?
Ceritanya, sekelompok scientist dari Inggris yang tergabung dalam
Departement for International Development melakukan penelitian
terhadap 10.946 bayi sejak 2004. Pada 30 Maret 2006, mereka menemukan
bahwa bayi normal yang langsung diletakkan di dada ibunya minimal 30
menit, pada usia 20 menit dia akan merangkak sendiri ke payudara
ibunya. Pada usia 50 menit, dengan susah payah merangkak, dia akan
menemukan puting susu ibunya dan menyusu.
Refleks saja seperti mamalia?
Betul! Kenapa kalau kita melhat hewan mamalia langsung menyusu ke
ibunya ketika lahir tidak aneh, tapi kalau terjadi pada manusia merasa
aneh? Karena ketidaktahuan kita tentang ASI, itu mengganggu proses
kehidupan. Sebab, begitu lahir, langsung dipisahkan dengan ibunya.
Selama ini kita kan sudah menzalimi bayi. Kalau seekor anak macan,
ketika lahir tidak mendapatkan sumber kehidupannya, dia akan mati.
Ini berlawanan dengan paradigma yang sudah kita kenal selama ini?
Ya. Biasanya, di keluarga kita, pada waktu lahir, tali pusar dipotong,
kemudian dipisahkan dari ibunya untuk ditmbang, dicap, dibersihkan,
baru kemudian dikembalikan lagi kepada ibunya.
Seharusnya, begitu bayi lahir, ketika sudah kering langsung diletakkan
di perut ibunya. Pada usia 20 menit, tak mudah memang bagi dia untuk
merangkak, tapi ternyata secara refleks itu bisa.
Biarkan di dada ibu menimal setengah jam. Sampai dia minum sendiri.
Kalau belum juga minum, biarkan dia mencari sendiri sampai satu jam.
Nggak gampang, tapi dia berhasil akhirnya. Insting dan dibimbing oleh
smell.
Bukankah pada umumnya bayi yang baru lahir tidak butuh menyusu dan
pada jam-jam awal ASI memang belum keluar?
Keluar atau tidaknya air susu ibunya pada waktu itu bukan masalah.
Tapi berikan kesempatan bagi dia untuk mulai menyusu sendiri.
Ini temuan yang benar-benar baru?
Tidak juga. Sebenarnya pada tahun 1990 sudah ada penelitian tentang
ini, tapi tidak terdengar gaungnya. Sampai ada ahli yang meneliti dan
sudah dicba di negara-negara Skandinavia. Lalu saya diberi kesempatan
membuat model dengan bayi Indonesia. Kami menggunakan bayi di Bantul,
Yogyakarta, ang dibantu kelahirannya oleh bidan yang sederhana. Dan
ternyata telah kami buktikan itu.
Bagaimana penerimaan bidan di Saint Carolus?
Pada awalnya tidak begitu mudah, tapi kebetulan kami diberi
kepercayaan oleh UNICEF untuk melatih 600 kader. Saya bahkan sudah
melakukan kepada cucu saya yang pertama. Pada saat itu pula saya
menyaksikan seorang ayah yang mengumandangkan azan di dada ibunya.
Aduh, rasanya takjub...
( Utami kemudian menunjukkan potongan gambar video di laptop ASUS-nya.
Di video itu, Raffa sang cucu yang baru lahir, dalam keadaaan
telanjang merangkak dengan susah payah hingga menemukan puting sang
ibu dan mulai menyusui).
Bayinya tidak kedinginan, ya?
Dada ibu yang melahirkan 1 derajat lebih panas daripada dada ibu-ibu
yang tidak melahirkan. Kalau bayi kedinginan, dia akan otomatis neik 2
derajat Celsius. Tapi kalau si bayi kepanasan, turun 1 derajat
Celsius. Jadi, jauh lebih bagus daripada tabung yang biasa
dipergunakan untuk meyimpan bayi pada saat lahir.
Anda juga akan menerapkan inisiasi dini pada bayi Tiara?
Jika Tiara tidak keberatan, saya juga ingin melakukan hal yang sama.
Nanti rencananya video Tiara ini akan dibawa ke daerah. Supaya orang-
orang desa bisa melihat, oh...orang kota juga menyusui bayinya.
(Tiara Lestari, yang berprofesi sebagai model, adalah menantu kedua
Utami Roesli. Ia tengah menanti kelahiran bayi pertamanya).
Apa sih manfaat utamanya jika inisiasi ini diterapkan?
Begini, bayi yang diberi kesempatan menyusui dini, akan lebih besar
kemungkinan berhasil menyusu eksklusif hingga usia 6 bulan. Jumlahnya
bisa mencapai 59 persen. Tapi masih sedikit orang yang berbicara. Baru
ada gongnya pada 2006 itu.
Sudah dipublikasikan disini?
Secara luas belum. Saya ini apalah, tidak mungkin menguasai
seluruhnya. Tapi setidaknya di kalangan komunitas Sentra Laktasi
Indonesia sudah dikenalkan soal itu sampai ke daerah tempat saya
memberi pelatihan. Kami gencarkan pada pekan ASI Dunia, 1-7 Agustus
nanti. Di Banda Aceh, saya sounding melalu agama, melalui Al-Qur'an.
Sebab, lebih efektif, meski tetap saja kalah oleh promosi-promosi susu
formula.
Sudah mengantisipasi penolakan dari kalangan medis dan orang tua
mengingat ini merubah paradigma?
Terus terang saja, ini bukan ide saya. The world has been done this.
Cuma, saya yang pertama menerima informasi ini. Sangat disayangkan
jika orang tidak banyak tahu soal ini. Indonesia sebenarnya tidak
sendiri. Dari 190 negara di dunia, hanya 33 negara yang tahu inisiasi
menyusui dini yang benar. Di dunia, dalam setahun 4 juta (bayi) yang
meninggal. Andaikata semua tenaga kesehatan atau penolong bayi memberi
kesempatan menyusui dini, 1 juta bayi di dunia ini terselamatkan.
Apakah ini juga berlaku bagi bayi yang tidak normal?
Berapa persen sib bayi yang lahir dengan berat rendah? Itu
presentasenya kecil. Kenapa kita tidak mengkonsentrasikan diri pada
jumlah yang besar saja ? Pada bayi yang (lahir) caesar pun bisa
dilakukan. Tapi memang teorinya 50 persen yang akan berhasil, hanya
ibunya harus percaya diri. Dan sang ayah juga harus tahu.
Berarti harus ada posisi tawar yang kuat pada orang tua untuk meminta
tenaga kesehatan melakukan inisiasi dini pada bayi?
Kalau s ibu sudah tersadarkan dan meminta itu, si bidan pasti akan
mencari tahu bagaimana sih inisiasi menyusui dini yang benar? Di
Indonesia, disangkanya inisiasi dini menyusui seperti ini : setelah
dibersihkan dan dibedong lalu diberikan kepada ibunya. Saya pun masih
melakukannya sebelum satu tahun lalu.
Obat bius tidak terpengaruh?
Kenapa bicara itu, prematur, kenapa tidak bicara yang lebih besar? Dan
dengan ini pun kita meng-encorage- jangan ada obat-obatan.
Paradigma yang "biasa" itu kan sudah lama, berarti ada kesalahan dong
selama ini?
Sebenarnya, masalahnya who owned sekarang, proses penyadaran para ahli
kebidanan dan penolong kelahiran bayi, karena dokter anak pada saat
kelahiran itu jarang dipanggil. Tapi kenapa nggak kita yang sadar
duluan? Tapi alhamdulillah, beberapa waktu yang lalu saya berbicara di
Tangerang dengan para bidan. Mereka betul-betul terpukau karena
ketidaktahuan, jadi tidak benar-benar karena kesengajaan kesalahan.
Karena informasi yang belum sampai saja. Kita nggak pernah terpikir
bahwa bayi berumur 20 menit bisa menyusu sendiri.
...
dan ini satu lagi... artikelnya dari parents guide juga :
Satu Jam Pertama yang Menentukan
Menyusui satu jam pertama setelah bayi lahir
menentukan keberhasilan menyusui eksklusif. Bayi
bisa melakukannya sendiri, asal diberi kesempatan.
Pernah menonton video dokumenter enam menit
berjudul Delivery Self Attachment karya Dr.
Lennart Righart? Kalau belum, tontonlah. Waktu
video itu diputar di depan para undangan
Peringatan Bulan ASI Nasional 2006 di Istana
Merdeka akhir Agustus 2006, hampir semua yang
menyaksikan takjub dan terharu. Bahkan ada yang
sampai menitikkan air mata!
Isi video itu sama sekali tidak mengeksploitasi
kemiskinan atau kesengsaraan siapa pun. Melainkan
`hanya' menampilkan bagaimana bayi yang usianya
belum lagi 1 jam menemukan sendiri puting susu
ibunya. Digambarkan dengan jelas dalam video
tersebut bayi baru lahir yang ditengkurapkan di
atas perut ibunya. Bayi itu mampu merangkak
mendekati payudara ibunya, kemudian `mencaplok'
dan mengisap-isap puting dengan mulutnya, tanpa
bantuan siapa pun!
Satu Jam Saja
Lennart Righard tentu bukan tanpa maksud
meluncurkan video tersebut. Dokter anak dari
Department of Pediatrics, Lund University,
University Hospital, Swedia itu ingin
memperlihatkan bahwa bayi-bayi yang dilahirkan
dengan proses normal, ketika lahir memiliki
kemampuan untuk merangkak mendekati payudara
ibunya dan mengisap puting. Menurut pengamatan Dr.
Lennart, bayi-bayi yang lahir secara normal dan
dalam 1 jam pertama kehidupannya (tanpa
dimandikan) langsung ditengkurapkan ke perut
ibunya, umumnya berhasil menemukan payudara dan
mengisap puting dalam 50 menit, tanpa bantuan
siapa pun.
Penayangan video Dr. Lennart pada acara Peringatan
Bulan ASI Nasional dan Seminar `ASI dalam
Legislasi' -- di hadapan Ibu Negara, Menteri
Kesehatan dan pejabat-pejabat Departemen
Kesehatan, para wakil rakyat, para dokter anak,
bidan, sampai asosiasi produsen makanan bayi --
sangat strategis bagi kesejahteraan bayi-bayi di
negeri ini, karena menekankan pentingnya memulai
(inisiasi) kegiatan menyusui sejak dini. Inisiasi
kegiatan menyusui ini amat menentukan keberhasilan
menyusui eksklusif, dan keberhasilan menyusui
eksklusif akan menurunkan angka kematian bayi.
"Sebanyak 22% kematian bayi baru lahir setiap
tahunnya dapat dicegah bila kegiatan menyusui
dimulai dalam 1 jam pertama setelah lahir," papar
Dr. Utami Roesli, SpA, MBA, mengutip pendapat
Edmond, dkk dari Pediatrics, 2006.
Mencegah 22% kematian bayi per tahun, adalah sama
dengan menyelamatkan nyawa 21 ribu bayi per tahun.
Maka, tontonlah video Delivery Self Attachment-nya
Dr. Lennart Righard, jika Anda belum
menyaksikannya. Anda akan semakin yakin betapa
pentingnya persalinan normal. Juga, betapa
menentukannya satu jam pertama dalam kehidupan
bayi. Bukan hanya untuk keberhasilan menyusui,
tapi untuk keberlangsungan hidup bayi, ribuan jam
sesudahnya. PG
--- In [email protected] <parentsguide%40yahoogroups.com>,
Sherly <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> >>Katanya itu jam pertama bayi yg sangat menentukan.
> Tanti, Boleh tau ekspetasi/output dr jam pertama bayi yg sangat
menentukanini?
>
> >>Ada yg bilang tidak mungkin ditaruh di dada ibu krn perut ibu masih
> berantakan...
> Kalo dr pengalaman saya memang rasanya tdk memungkinkan krn tdk lama
setelah
> bayinya lahir, kita di suntik tidur.
>
>