Dear Smart Moms,

ini saya nemu artikel (thanx to Mbak Lita Mariana, regards) yang ngebandingin 
susu segar (pasteurisasi dan UHT) dan susu bubuk, mudah-mudahan bermanfaat buat 
pencerahan bagi kita semua. Kalo mo baca langsung, klik 
http://lita.inirumahku.com/health/lita/secuil-tentang-produk-susu-sapi/

SUSU SEGAR
Susu pasteurisasi Pasteurisasi adalah proses memanaskan makanan dengan tujuan 
membunuh organisme patogen (dapat menyebabkan penyakit) seperti bakteri, virus, 
protozoa, jamur (kapang), dan ragi. 
 Tidak seperti sterilisasi yang mematikan semua mikroorganisme, baik yang 
patogen maupun yang menguntungkan. Pasteurisasi mengurangi jumlah 
mikroorganisme hidup hingga tidak lagi berisiko menyebabkan penyakit (dengan 
asumsi produk yang telah dipasteurisasi disimpan dalam keadaan dingin dan 
dikonsumsi sebelum tanggal kadaluarsa).
 Segolongan orang berpendapat bahwa kasein dalam susu pasteurisasi telah 
berubah menjadi beta-casomorphin-7, yang diduga ada hubungannya dengan autisme. 
Argumentasi ini didasarkan pada pengetahuan yang kurang layak tentang 
pencernaan kasein. 
 Yang mengubah kasein menjadi casomorphin adalah sistem pencernaan manusia, 
bukan proses pasteurisasi susu. Dengan demikian sumber kasein, apapun bentuknya 
(susu pasteurisasi, keju, yogurt, dan lain-lain), hasil cernanya tetap sama.
 Sebagai tambahan, kasein tidak terdegradasi pada temperatur proses 
pasteurisasi, tapi terkoagulasi (tergumpalkan) pada saat dididihkan. Ini 
menjelaskan mengapa susu yang dididihkan memiliki konsistensi (penampakan 
'kesatuan bentuk') yang berbeda. Dan karena itulah, sebaiknya susu tidak 
dididihkan.
 Untuk definisi pendidihan sendiri, silakan simak boiling (cek wikipedia), agar 
tidak rancu dengan pernyataan 'kalau begitu saat susu dipanaskan dengan 
pasteurisasi atau UHT maka kaseinnya rusak, karena susunya dididihkan'.
 Susu UHT (Ultra-High Temperature processing)
  Susu UHT tidak berbeda jauh dengan susu pasteurisasi. Sama-sama dengan panas 
(tapi temperaturnya berbeda), sama-sama memperhitungkan waktu pemanasan, yang 
keduanya bertujuan untuk meminimasi mikroorganisme patogen namun tetap menjaga 
keutuhan kandungan gizi (kerusakan sesedikit mungkin).
 Bedanya dengan pasteurisasi, UHT membunuh semua mikroorganisme. Karena itu, 
susu UHT dikenal juga dengan sebutan susu steril.
 
 
Membedakan produk susu pasteurisasi dan susu UHT Kemasan Susu pasteurisasi 
biasanya dikemas dalam kotak karton dengan bagian atas menyerupai bentuk atap 
rumah (limas segiempat). Dulu untuk membuka kemasan harus dengan merobeknya 
(sistem cubit-tarik, pinch-pull). Sekarang kebanyakan sudah memakai tutup 
berulir, mirip tutup botol sirup.
 Sedangkan kemasan susu UHT biasanya berbentuk balok dengan bagian atas 
mendatar. Dulu untuk membuka kemasan, bagian tepi atas kotak harus ditarik lalu 
digunting. Sekarang kebanyakan sudah memakai tutup flip-top, dengan segel dalam 
berupa lembaran alumunium.
 Update 12 Maret 2007
 Sekarang sudah ada beberapa merek susu UHT dengan kemasan kantong (biasa 
disebut susu bantal) dan botol (kecil maupun besar, biasanya botolnya punya 
lekuk supaya mudah digenggam). Perlakuannya tetap sama dengan susu UHT kemasan 
kotak.
 Tempat penyimpanan Susu pasteurisasi HARUS disimpan di lemari pendingin. Tak 
ada pilihan lain. Dengan begitu di supermarket anda tak akan menemukannya di 
rak biasa (tak berpendingin) bersama produk minuman atau susu lain. 
 Sedangkan susu UHT dapat disimpan di rak biasa atau lemari pendingin. Umumnya 
di rak biasa, demi penghematan. Dan kalau ada yang diletakkan di lemari 
pendingin, itu adalah layanan ekstra untuk pelanggan yang suka produk dingin.
 Shelf-life Umur simpan susu pasteurisasi maksimal 1 minggu terhitung sejak 
tanggal produksi. Catatan penting, umur simpan ini dipengaruhi oleh temperatur 
penyimpanan (biasanya tertera di kemasan). Dengan begitu, semakin tinggi 
temperatur penyimpanan, semakin singkat umur simpannya (mencapai beberapa jam 
saja). 
 Umur simpan susu UHT bisa mencapai 6 bulan hingga 1 tahun terhitung sejak 
tanggal produksi, tergantung proses dan produsennya. Dengan catatan, jika sudah 
dibuka, maka umur simpan (yang berbulan-bulan itu) tidak berlaku lagi dan sisa 
susu (jika tidak langsung habis diminum) harus disimpan di lemari pendingin.
 Kenapa umur simpannya berbeda? Karena perlakuan proses kedua jenis susu 
tersebut berbeda. Lihat lagi penjelasan sebelumnya tentang susu UHT.
 Merek Ini memang hanya dapat anda 'kuasai' jika sangat terbiasa dan teratur 
menyambangi supermarket serta pengamat-produk yang jeli. 
 Beberapa produsen hanya membuat susu pasteurisasi dan tidak membuat susu UHT 
(misalnya merek D*amond). Begitu juga sebaliknya, ada pula yang hanya membuat 
susu UHT dan tidak memproduksi susu pasteurisasi (misalnya merek U*tra). Ada 
pula yang membuat keduanya, seperti I*domilk.
 Label Jika anda merasa tidak yakin, cermati labelnya. Ada merek susu UHT 
terkenal yang ternyata tidak mencantumkan bahwa produk tersebut diproses secara 
UHT (misalnya U*tra). Tapi tanggal kadaluarsanya jelas 'berkata' bahwa susu 
tersebut adalah susu UHT (karena berlaku setahun).
 Sedangkan produk susu pasteurisasi setidaknya punya keterangan penyimpanan 
(temperatur versus waktu) berupa diagram atau tabel sederhana. 
 Susu bubuk Susu bubuk dibuat dari padatan susu yang dikeringkan. Cukup menarik 
untuk diketahui bahwa susu bubuk banyak ditemukan di negara-negara berkembang 
akibat biaya transportasi dan penyimpanan yang lebih murah (karena tidak 
memerlukan pendinginan) dibandingkan jenis susu yang disebutkan sebelum ini. 
 *Hoho… jadi jelas bahwa bentuk susu bukanlah lambang kemakmuran, seperti 
mungkin disangka sebagian orang bahwa susu bubuk lebih baik, lebih bergizi, 
lebih higinis, dan (yang paling gak penting) lebih bergengsi (iye soale 
harganya -kebanyakan- lebih mahal, terutama jika dikeluarkan produsen semacam 
Wy*th)*
"coba diinget-inget yang suka ke luar negeri...jarang kan nemu susu bubuk 
disana... Bahkan produk susu bubuk dari Ne***e pernah dilarang beredar di 
Amerika/Eropa..(apa itu ya yang dijual di Indo...;p)"SIK

 Semakin panjang proses, semakin banyak nutrisi yang rusak/hilang. Dan tentu 
saja proses dari susu segar hingga susu bubuk memiliki tahap yang lebih banyak 
daripada susu yang 'hanya' dipasteurisasi atau diproses secara UHT. Dengan 
demikian bisa disimpulkan bahwa susu bubuk ada di bagian bawah 'rantai 
kualitas' produk susu.
"masuk akal..dari cair sampe jadi bubuk...butuh berapa lama dan berapa macam 
proses? kalo waktu kuliah (kebetulan ilmuku teknologi proses), bisa nyebutin 
banyak banget jenis kerusakan yang terjadi tuuhhh..."SIK

 Untuk mengatasi kehilangan nutrisi, produsen susu bubuk lalu menambahkan 
(fortify) berbagai vitamin, mineral, dan apapun itu (dari yang penting sampai 
yang belum ketahuan penting/tidaknya) ke dalam produk susunya. Dikurangi, lalu 
ditambal, kemudian dijual dengan iklan 'diperkuat dengan A, B, C'. Begitu 
kira-kira.
 "that's why banyak dokter mulai menganjurkan minum susu segar...buat anak kan 
bukan masalah cari yang termahal, tapi yang terbaik...Bahwa susu segar lebih 
murah, ya itu bonus buat kita...oya, berlaku juga buat susu ibu hamil dan ibu 
menyusui..."SIK

 Beberapa taut sumber:
 
   Sejarah, konsumsi, produksi, dan komposisi susu (sayang Indonesia tidak 
masuk daftar; data terbaru tahun 2004) link 
http://www.foodsci.uoguelph.ca/dairyedu/intro.html 

   Standar konstruksi peternakan link http://www.foodsafety.gov/~ear/pmo01c.html


   Got milk? Make sure it's pasteurized. link 
http://www.fda.gov/fdac/features/2004/504_milk.html

   Food labeling (http://www.cfsan.fda.gov/~dms/fdnewlab.html) dengan pembaruan 
(http://www.cfsan.fda.gov/~dms/labtr.html) pada label yang mencantumkan 
trans-fat (hiks, baru diberlakukan penuh di negara maju).
   Susu organik lebih menyehatkan? Jangan langsung percaya!
          link http://www.spiked-online.com/index.php?/site/article/1611/


   Organized organic crime. Sisi gelap perjuangan menuju 100% organik. Ouch. 
link http://www.junkscience.com/foxnews/fn032301.htm

   Milk is milk. (http://milkismilk.com/) The simple truth. Blognya di sini. 
link http://www.milkismilk.com/blog.htm
  
Semoga bermanfaat.

-Bundanya Deyka-



 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke