Hai All,

Hal yang sama menimpa diriku, dari YAYASAN JAYA MANDIRI, dengan uang ADM 600 
rb, saya mengharapkan dapat pembantu yang berkualitas, nyatanya jauh panggang 
dari api ( he he berpantun)... dua kali ganti orangnya AMPUN:
udah malas, jorok, banyak tingkah dll dech...

Mereka pasang iklan di Nova : No telp :021 75911822.
ALamat : Didaerah  Cilandak

Asal pembantu : dari Lampung

Hati-Hati saja

Saya rugi 300 rb, karena saya nggak mau dikasih pengganti yang dari Lampung 
lagi...sedangkan alasan mereka cuma ada yang dari Lampung, padahal saya butuh 
cepat, ujung-uungnya untuk 2 pembantu yang hanya bekerja 3 hari ( yang pertama 
1 hari), saya harus rela hilang uang 300 rb... + cape hati + cape tenaga bolak 
balik ganti... ujung-ujungnya CAPE DECH

wass
Femmy


  ----- Original Message ----- 
  From: Email Campur 
  To: [email protected] ; [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Wednesday, November 28, 2007 7:50 AM
  Subject: [parentsguide] Makelar/Yayasan Nakal (info utk para moms & dads di 
Surabaya)



  RESEND


  ----- Forwarded Message ----
  From: Email Campur <[EMAIL PROTECTED]>
  To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL 
PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[email protected]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
  Sent: Monday, November 26, 2007 2:53:49 PM
  Subject: Makelar/Yayasan Nakal (info utk para moms & dads di Surabaya)




  Moms & dads,


  Hati-hati mengambil suster atau semi pembantu di makelar Bu Lukman, Jl. 
Kupang Praupan II/7, Surabaya (Bu Lukman lagi sakit dan selalu digantikan oleh 
adiknya, nama Bu Siti atau Dilla anak dari Bu Lukman atau asisten Bu Siti 
namanya Bu Nanik)



  Saya habis dikecewakan atau tertipu oleh makelar tersebut, smoga sharing ini 
dapat berguna terutama bagi yang berdomisili di Surabaya.



  Persyaratan dari makelar ini adalah:

  Ø      Uang yang sudah diterima makelar tidak bisa diminta balik.

  Ø      Uang administrasi Rp. 250.000, ada garansi 2 bulan.

  Ø      Gaji 1 bulan dari suster/semi pembantu diambil makelar, ternyata kalau 
sudah jadi member. Kalau suster/semi pembantu tsb baru bergabung dengan makelar 
ini akan melakukan pemotongan gaji 3 bulan di depan.

  Ø      Kalau memang tidak cocok, tidak boleh dikembalikan, kudu nunggu sampai 
ada pengganti.



  Penipuan yg telah dilakukan (atau kronologis nya) :

  Ø      Kita diberi orang dengan kualitas yang buruk (ntar ada detailnya 
dibawah), eh pas minta ganti kita dikasih pengganti yg 3 bln gaji pertamanya 
kudu dibayar ke makelar.

  Ø      Saya & suami tidak rela membayar 3 bln gaji dari suster/semi pembantu 
yang jelas-jelas tidak kita ketahui kualitas kerja/orangnya. 

  Ø      Karena kami keberatan, terpaksa disuruh pakai terus semi pembantu yang 
buruk tsb sampai ada penggantinya (pengganti yg kami minta adalah standard gaji 
maksimal Rp. 600ribu/bulan & pemotongan yg telah disepakati yaitu 1 bln aja)

  Ø      Dengan terpaksa pula dibetah-betahin pakai semi pembantu yang 
buruk/brengsek tsb karena kami udah bayar gaji dia 1 bulan di depan.

  Ø      Persis minggu ke dua, pihak makelar telpon kalau ada pengganti tetapi 
gaji minta Rp 700ribu/bulan. Saat itu tetap kami datangi dengan harapan 
orangnya baik dan gaji bisa ditawar. Setelah diinterview, semi pembantu tsb 
tetap minta Rp 700ribu karena merangkap bersih2 rumah (padahal Senin sampai 
Jumat murni semi pembantu tsb tidak bersih-bersih rumah karena anak & 
suster/semi pembantu dititipkan ke rumah mertua). Sehari-hari paling hanya 
nyapu & ngepel aja. Bersih-bersih rumah keseluruhan otomatis hanya Sabtu & 
Minggu aja yang tentunya tidak bisa disambi dengan jaga anak kan. Sabtu 
kebetulan saya libur dan ada mama juga yang bantuin.

  Ø      Persis 1 bulan, kami putuskan utk mengembalikan semi pembantu yg lama 
ke makelar ketimbang muntah darah. Saat itu kami pasrah perkara ntar ada 
pengganti atau tidak, semi pembantu tsb tetap dikembalikan/tidak bisa dipakai.

  Ø      Jadi setelah semi pembantu (Diana) kita beritahu kalau akan 
dikembalikan, saya telpon dulu ke makelarnya. Eh ternyata makelar bilang ada 
pengganti dan mau kerja serabutan juga (walaupun br punya pengalaman kerja 6 
bln di desanya, gaji minta Rp. 600ribu tetapi mau ditawar jadi Rp. 550 ribu), 
tp yg ini dipotong gaji 1 bln pertama aja dengan alasan dari Jawa. Yg tempo 
hari dipotong 3 bulan itu karena dari Mataram/Lombok.

  Ø      Karena pesan sana sini belum dapat juga, terpaksa penggantian dari 
makelar ini kita ambil dan spt sebelumnya gaji bulan pertama diambil makelar.

  Ø      Pengganti yang dikasihkan ke kami ternyata brengsek juga (malah 
worst), baru 1 hari kerja minta pulang dengan alasan ingat bapaknya di desa 
yang lagi sakit. Namanya Luluk.

  Ø      Kami langsung telpon makelar minta pengganti, tp dibilang tidak ada & 
uang tidak bisa kembali L 

  Ø      Makelar juga sempet mewarning Luluk kalau akan didenda jika ngotot 
minta pulang.

  Ø      Ketimbang anak ini nangis dan melaporkan yang enggak enggak, kita 
tetap pulangin ke makelar dengan membantu Luluk memberitahu keluarganya untuk 
jemput di rumah makelar. Makelar sih janji akan kasih pengganti, tetapi kapan 
juga tidak bisa dipastikan. Gue cuman bilang, silahkan makan uang haram dari 
kami Rp 250.000 + Rp. 550.000 = Rp. 800.000 karena hidup kalian tidak akan 
tenang. Jadilah gue nyumbang itu makelar dengan berat hati. Saya dan suami udah 
tidak percaya dengan makelar ini jadi someday jika mereka menelpon ngasih 
pengganti, kita tidak bakal mau ngambil (atau itu hanya basa basi makelar)



  Kualitas suster / semi pembantu dari makelar ini (sayang sekali kami tidak 
pernah dikasih KTPnya):

    1.. Nama: Diana, umur 24 thn, asal: Lombok-Mataram (foto spt terlampir, 
wajah banyak jerawat) - tidak punya KTP alasannya tertinggal di majikan 
sebelumnya di Jakarta)
  -         Tidak bersih alias jorok banget, bayangin aja lap piring dijemur 
bareng ama keset/alas kaki, udah gitu kalau kasih susu botol ke anak, tangan yg 
satunya garuk-garuk kaki, kepala atau mencet2 jerawat

  -         Makannya rewel/susah, daging sapi, ayam tidak mau. Udang pun tidak 
mau. Maunya cuman ikan laut, tahu, tempe & sayuran. Karena kami 
rantangan/catering ya merepotkan banget kalau pagi-pagi dia masih 
masak-memasak……(kecuali kalau anaknya cekatan masih nututi masak. Kerjanya 
lambat jadi menyapu & mengepel itu 1 jam sendiri. Bangun tidur jam 5, trus jam 
7 kita udah berangkat)

  -         Mandi minta jam 4 sore, alasan karena kaki sakit/rematik padahal 
pas di interview, katanya gak pernah sakit parah atau alergi.

  -         Orangnya mokong. Diajarin/dikasih tahu seakan-akan didengar tapi 
ternyata tidak, seperti sengaja membuat kita marah. Gue bilang sengaja, karena 
udah dikasih tahu gitu masih nanya-nanya lagi, menyebalkan banget pokoknya.

  -         Kalau tidur susah bangunnya, sampai weker bunyi berjam-jam pun 
tidak bangun. Nonton TV sampai ketiduran dan kita banguni/gedor-gedor pintu 
juga gak bisa bangun (sengaja atau tidak kita juga tidak tahu). Akhirnya sih 
bangun tapi lama nggedornya (sampai teriak-2 segala). Coba dibayangin TV nyala 
sampai jam 2 pagi, apa tidak kebacut itu. Diperingati sekali masih bandel, ya 
terpaksa aja TV gue ambil biar kapok. 

  -         Suka jajan tetapi berhutang di penjualnya (terutama pas siang hari 
di rumah mertua. Untungnya cuman 1000-2500 sehingga digantiin mertua), kalau 
malamnya mencuri makanan, spt snack, kue kering atau buah-buahan di rumah kami. 
Padahal pas sarapan, lunch & dinner tidak dibatasi di tempat kami, pembantu 
atau suster ngambil-ngambil sendiri baik nasi maupun lauknya. Majikan dan 
pembantu menunya sama krn kita memang catering. 

  -         Yang gak kuat lagi: pintar berbohong/membalikkan fakta. Masak dia 
bisa bilang ke pembantu mertua kalau suster tapi disuruh bersih-bersih. Kami 
juga bisa mengelus dada, orang jorok seperti dia kok masih bisa ngaku-ngaku 
suster.

  -         Orang ini masih di rumah makelar Bu Lukman jadi hati-hati aja kalau 
dikasih orang ini.



    2.. Nama: Luluk, umur 17 thn, asal: Tulungagung (tdk sempet foto krn baru 1 
hr kerja)
  -         Karena tidak pernah ke kota , pikirannya terus ke desa/ke ayahnya 
katanya sakit parah tdk bisa jalan (nyatanya tidak parah-parah banget kok stlh 
kami berusaha menghubungi tetangganya, memang sakit hipertensi tp msh bisa 
jalan. Keluarga Luluk di Tulungagung tdk punya nomer telpon)

  -         Tidak bisa kerja sama sekali…… Nyapu, ngepel juga tidak bersih…… 
Katanya pernah kursus suster tapi gak bisa jaga anak.

  -         Waktu interview bilang tidak punya KTP, ternyata KTP disita makelar 
dan sesuai info dari Luluknya sendiri ternyata dia belum pernah 
diajarin/kursus, jadi cuman dibeliin baju suster ama makelarnya L



  Saya terpaksa menuliskan info ini biar tidak ada lagi yang tertipu. Cukup 
saya aja deh.



  Tuhan ampunilah umatmu itu dan segera sembuhkan kejengkelan saya terhadap 
makelar brengsek ini.



  Thanks buat para moms and dads yang sempatkan membaca atau menyebarluaskan 
email ini. Silahkan japri jika ada yang ingin ditanyakan lebih detail.





  Salam,

  Mamanya Agus




------------------------------------------------------------------------------
  Never miss a thing. Make Yahoo your homepage. 




------------------------------------------------------------------------------
  Be a better sports nut! Let your teams follow you with Yahoo Mobile. Try it 
now.




------------------------------------------------------------------------------
  Be a better pen pal. Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.

   

Kirim email ke