Bener banget.....
Awal2 memang anak2 bisa ngikutin. Tapi setelah kelas 3, tugas sekolah dah 
berjubel. Akhirnya....gak kepegang. Daripada anak2 jadi tertekan, udah tugas 
sekolah yg banyak ditambah PR kumon yg kudu dikerjain tiap hari, akhirnya anak2 
berhenti juga. 


Regards,
YUSRI
Sent from my BlackBerry® wireless device

-----Original Message-----
From: "Putu Prapti Utami" <[EMAIL PROTECTED]>

Date: Tue, 4 Dec 2007 17:02:11 
To:<[email protected]>
Subject: Re: [parentsguide] KUMON tuh bagus nggak sih?


duh mbak, aku kayanya mabok banget , anak 3, yang paling gede kelas 3 banyak PR 
dan ulangan, eh trus ditambah PR-PR Kumon juga, yg nomor 2 juga gitu, kelas 1 
SD, belum mesti prepare PR dan belajar rutin pelajaran sekolah eh, ditambah PR 
Kumonnya juga...waktu masih level rendah sih enak yah mereka masih mau kerjakan 
sendiri, nah begitu masuk ke level C mulai deh ngadat, nangis2 bilang susah 
nggak mau kerjain PR, sementara aku sampai di rumah sudah malam.... 
  
Anakku tsb ikutan Kumon dari Sept 2005, kakaknya yg sekarang kelas 3 ikut dari 
kelas 1 SD, memang sih hasilnya di kelas 1 dan 2 nilainya bagus2 di math, cuma 
waktu masuk ke level D ini ngadat banget dan aku jg nggak punya waktu buat 
temenin bikin PR, nah aku sampai bingung kok jadi orangtuanya yg lebih berperan 
ya di kumon ini, sementara gurunya hanya menerangkan sekedarnya (ini menurut 
anggapanku), karena dari tahun 2005 yg aku lihat ya soal2nya sih mudah2 hanya 
berulang2 penjumlahan dari 1-10, dst...cuma memang peran ortu untuk memeriksa 
PRnya sangat dibutuhkan...cuma berhubung saat ini ada bayi pula dan aku pulang 
sampai di rumah jam 19, jadi waktu tsb lebih aku prioritaskan untuk mendampingi 
anak mengerjakan PR-PR sekolah dan ulangan2nya...nah PR Kumon dah nggak 
kepegang, sementara anakku dah jenuh banget....aku nggak mau juga mereka merasa 
mengerjakan sesuatu dengan tidak fun lagi...spt dulu waktu masih level rendah 
dia fun dan semangat mengerjakan PR Kumonnya, nah anakku yg kelas 1 SD masih 
fun dan memang belum masuk ke level rumit. Cuma aku mesti siapkan diri kalo dah 
masuk ke level yg susah pasti si adik ngadat juga.... 
  
Aku dah konsultasikan ke guru Kumonnya, kok anak2ku ngadat cuma mrk malahan 
minta kita ortunya yg support, tp gimana mau support wong anaknya ngadat pasti 
karena jenuh dan nggak nyaman sama sistemnya (mungkin)....aku jd berpikiran, 
wah gimana sih sebetulnya sistem pengajaran Kumon tsb di dalam kelas, karena 
aku lihat kan masuk kelas juga rame2-an dan nggak kelihatan bimbingan gurunya, 
jadi memang aku ndak tahu banget cara ngajar gurunya seperti apa.... 
  
So, karena anakku ngadat aku ingin cari banyak2 info atas baiknya Kumon ini, 
dan kalo memang ketemu lebih banyak bagusnya, tentu aku akan push anakku untuk 
lanjutkan (saat ini lagi cuti)....tp kalo ternyata ndak terlalu banyak gunanya, 
ya sudah deh aku ndak akan memaksakan anakku untuk melakukan sesuatu yang bisa 
membuat dia tertekan. Tokh memang targetku tidak menciptakan anak jenius di 
matematika.... 
  
Anyway, makasih masukkannya mb Lusi, selagi anak masih fun dan semangat aku 
rasa memang Kumon bagus, cuma kalo dah masuk ke fase ngadat, aku mulai 
berpikiran banting stir aja karena ndak cocok mungkin sistemnya ke anak-ku. 
  
Salam 
PPU 
 <http://gokusukmaryuki.multiply.com>   
----- Original Message ----- 
From: lusi <mailto:[EMAIL PROTECTED]>  
To: parentsguide@ <mailto:[email protected]> yahoogroups.com 
Sent: Tuesday, December 04, 2007 3:26 PM 
Subject: Re: [parentsguide] KUMON tuh bagus nggak sih? 

 
 
 
Halo moms, 
  
Hmm, kumon ya? Anak saya sejak dari KB (kelompok bermain) sudah saya ikut 
sertakan kumon. Hasilnya? Sangat lumayan!! Walapun anak saya mengikuti kumon 
dari level paling rendah, tapi bagi saya, itu justru sangat membantu dia utk 
mengenal angka2. 
  
Kebetulan saya juga bekerja, sehingga waktu utk anak saya juga terbilang sangat 
sedikit. Tapi di sedikit waktu itulah justru saya berusaha utk menemani anak 
saya mengerjakan PR. Baik itu kumon maupun PR di sekolahnya. Biarpun masih TK, 
tapi PR anak saya juga tetap ada lho.. 
  
Memang, jujur, agak sedikit  membosankan kumon2 itu, tapi kalau anak mba sedang 
jenuh, boleh kan cuti dulu, kalau ga salah maksimal 2 bulan. Kemudian dilanjut 
aja lagi. Karena memang konsep belajar mereka cukup bagus. Kalaupun ga mau 
hadir di kelas, minta saja PR-nya ke gurunya, yg kemudian bisa dikerjakan di 
rumah. Tapi alangkah  baiknya moms sekalian bisa membujuk sang buah hati kita 
utk tetap mengikuti kumon. Mungkin sedikit memakai rayuan... :) Saya juga 
mengalami anak saya bosan dgn PR kumonnya, tapi saya coba dengan bujukan, 
seperti misalnya, kalau PR-nya udh dikerjakan, nanti mama belikan es krim waktu 
mama pulang kantor, atau nanti mama ajak makan McDonals.. Sesuai selera anak 
kita aja.. Kadang saya berjanji akan membacakan dia buku cerita sebelum tidur, 
kalau PRnya sudah dikerjakan.. Banyak lagi deh.. 
  
Saya sendiri mengikuti jejak langkah kakak saya, dimana anaknya juga mengikuti 
kumon sejak TK, dan terbukti, keponakan saya bisa berhitung cepat di luar 
kepala, dgn benar!! Tanpa menggunakan kalkulator yg biasa kita lakukan 
malahan... Kadang saya jadi malu dgn ponakan saya, ketika saya memberi soal, 
saya hrs mengecek jawabannya dgn kalkulator, padahal dia bisa menjawab dgn 
benar & cepat melalui otaknya!! Hehehe... 
  
Itu share saya, tapi mungkin kita sebagai orang tua juga tidak memaksakan 
kehendak kita kepada buah hati kita.. 
  
Salam, 
  
MOM VITA 
   

===================================================================
Terbit tanggal 27 majalah PARENTS GUIDE edisi DESEMBER 2007.

"10 RAHASIA DI BALIK PERKEMBANGAN OTAK ANAK"

Tidak ada orang tua yang tidak bangga melihat buah hatinya tumbuh menjadi anak 
yang cerdas. Tidak heran bila perkembangan otak anak pun menjadi fokus penting 
bagi mereka yang memiliki buah hati dalam masa golden age. Temukan 10 
Rahasianya di Parents Guide edisi ini.

Simak juga bahasan menarik lain :

- Jangan bedong aku!

- Kecil-kecil sudah Punya Emosi

- Dukungan 'Kado Ajaib' buat Ibu Menyusui

- Horee, Gigiku Sudah Lengkap!

Ikuti Talkshow PG Club: 

- Perencanaan Keuangan Keluarga 2008 (8 Desember 2008) bersama Aidil Akbar 
Madjid, RFC (Penulis buku best seller: Rich Game dan Chairman IRFC)

- Huggies Fun House Talkshow: "Kulit Sehat Bayi Optimalkan Stimulasi Sentuhan 
Ibu". Ikuti juga praktek Brain Gym dengan Bayi Anda.
Pembicara dr Sudjatmiko, Sp.A(K), M.Si (dokter spesialis anak) dan moderator: 
Irfan Hakim tanggal (16 Desember 2007 pukul 14.00-17.00).

Segera dapatkan PARENTS GUIDE edisi DESEMBER di agen majalah dan toko buku 
terkemuka di kota Anda. Reservasi tiket dan informasi langganan hubungi 
hotlinePG di (021) 7040 8785

===================================================================
Setiap pelanggan baru PASTI DAPAT HADIAH. Informasi berlangganan hubungi Emma 
(021) 527 7302, 5256792, 70408785
atau email: [EMAIL PROTECTED]

Ayo bergabung dengan Parents Forum, berbagi informasi bersama Parents dari 
seluruh Indonesia hanya di: http://parentsguide.co.id/smf/

==================================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/parentsguide/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/parentsguide/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke