Bu untuk les I-Maths, skrg sdh ada dimana-mana. I-Maths yang di Kelapa Gading coba telp. ke 4500850 ; 4515984 ; 4516201 (minta disambungkan ke Ibu Susi / Bp Edwin / Bp Hartono) Minta info produk dan alamat/telpon cabang terdekat dgn tempat Ibu. Sudah ada beberapa cabang di Jabodetabek maupun diluar Jabodetabek (luar Jawa juga ada). Program I-Maths ini dibawah naungan franchise UMC (Universal Mega Centra). UMC awalnya dikenal dengan program Sempoa 2 Tangan, (ssst.... sempoanya T O P B G T) Sekarang selain sempoa, UMC ada beberapa program pilihan lainnya. Kebetulan ponakan saya sudah les sempoa & i-maths di UMC, hasilnya keren. Dicoba aja ya Bu. Thx, Gea -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of [EMAIL PROTECTED] Sent: Wednesday, December 05, 2007 2:02 PM To: [email protected] Subject: Re: [parentsguide] KUMON tuh bagus nggak sih?
I-Maths ini dimana yah lokasinya? Ada contact no gak? Buat tambahan referensi nih. Soalnya melihat personality anak saya yg kelihatan sekarang memang lbh efektif kalau dikasih metode bermain sambil belajar. Thanks in advance. Best Regards, Uke ^_^ "- Yusri -" <[EMAIL PROTECTED]> Sent by: [email protected] 12/05/2007 12:38 PM Please respond to [email protected] To [email protected] cc Subject Re: [parentsguide] KUMON tuh bagus nggak sih? Ikut nimbrung, ya..... Menurut saya antara kumon dan sempoa sama saja. Hanya menekankan pada kecepatan berhitung tanpa mengembangkan aspek logika. Dan saat anak disodorkan soal cerita, mrk akan kesulitan. Pengalamanku, saat anak berusia 3 thn, aku masukkan ke I-maths. Kursus ini menerapkan sistim bermain sambil belajar. Selama les, mrk banyak menggambar yg berkaitan dengan berhitung. Tanpa disadari anak2 mulai belajar penambahan dan pengurangan dasar. Awalnya, saya sempat bingung mengikuti metodenya. Apakah tujuan mengenalkan angkanya bisa tercapai? Tapi saya tidak memperdulikannya, karena tujuan saya hanya ingin memberi kegiatan " bermain yg berbobot", bukan utk menjadikan anak saya juara kelas nantinya. Nah......setelah anak saya masuk TK A, saya melihat anak saya menulis soal2 matematika sendiri (tanpa saya suruh), penambahan dan pengurangan dasar.....lalu menjawabnya sendiri. Trus saya coba mencari soal2 matematika utk kelas TK, ternyata.......soal2 matematika yg anak saya kerjakan adalah utk kelas 1 SD. Saya sangat terkejut. Apalagi tidak terlihat ada beban pada anak saya. Kemudian saat anak saya sudah bisa baca (TK B) saya coba memberi soal2 cerita. Kembali saya terkejut. Ternyata anak saya mampu mengerjakan soal2 cerita utk kelas 1 SD. Padahal banyak ortu (kawan2 saya) mengeluh anak2nya bisa membaca lancar tapi tidak mengerti apa isi bacaan itu. Yg membuat saya kagum, bahwa dengan metode I-Maths (bermain sambil belajar matematika) daya logika anak saya sangat terasah. Dan anak2 saya bisa sangat "akrab" dengan angka, dan tidak trauma jika melihat soal2 matematika. Regards, YUSRI Sent from my BlackBerryR wireless device

