hai mbak Gia,
  aku ikut sharing sedikit ya. tapi emang kondisinya gak sama dengan mbak Gia. 
aku dan suami kerja. tapi siapa tau bisa berbagi.
   
  hampir sama sih dengan mbak Tatik. aku list kebutuhan per bulan; apa aja, 
berapa banyak, estimasi harga (dan kemungkinan kenaikannya). patokan ini aku 
pake tiap bulan dan direvisi klo ternyata kenaikan harga barang signifikan. 
  sedikit bedanya, aku nabung di muka (abis dapet gaji), soalnya takut keburu 
abis klo nabung belakangan. aku patok aja, setidaknya 10% dari penghasilan kami 
harus bisa ditabung tiap bulannya. klo masih ada sisa, baru deh untuk beli 
keinginan. klo lagi gak ada pingin, aku tabung aja lagi. klo gak bisa 10%, yah, 
patok aja berapa gitu sebisanya. yang penting harus ada yg ditabung untuk 
simpenan.
  satu lagi nih. klo aku sih, klo liat ada nominal di tabungan, rasanya jadi 
punya duit terus dan cenderung boros. jadi, klo udah mencukupi, biasanya aku 
masukin jadi deposito bulanan yang diperpanjang otomatis. bukan cari bunganya, 
cuma sekedar supaya aku gak liat nominalnya di buku tabungan (atau saldo di 
ATM). hehehe, menyiasati diri sendiri nih supaya gak boros.
   
  semoga bisa membantu walaupun mungkin sedikiiiiit.

tatik cahyaningsih <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Hallo mbak Gia
mau ikutan sharing aja nih, ini management keuangan RT kami
Kebetulan saya juga masih kerja

Kalau kami, punya list kebutuhan bulanan yg pokok dan wajib :
Seperti : Bayar Listrik, Bayar Air, Biaya keamanan, TV Kabel, 
Internet, Bayar Kartu Kredit, Bayar Telepon/ HP, Bayar Anak 
Sekolah,Biaya Asuransi,Biaya kasih orang tua dan mertua, Biaya 
belanja 1 bulan (rata2x belanja per hari X 31 hari), biaya budget 
jalan2x, Additional utk biaya tak terduga (misalnya klo ada kondangan 
or beli kado). Ntar klo udah melakukan transaksi he he he he kita 
coret dan coret aja. Itulah mbak kegiatan tiap bulan.
Klo uang belanja, biasanya saya beli bahan pokok beras, gula, susu, 
teh, kopi, itu bulanan. klo sayur dan lauk pauk, bisa mingguan or 2X 
seminggu ke pasar tradisional (yg murah sih), trus di simpan di 
freezer.

Nah penghasilan suami dan istri dan penghasilan tambahan yg lain, di 
jumlahkan. Trus di kurangkan oleh pengeluaran rutin tersebut diatas, 
klo ada sisa itulah tabungan kita. 
Kalau beli baju or beli kebutuhan tidak rutin, biasanya kami ambil 
dari tabungan.

Maaf klo tidak berkenan
Salam
Tatik

--- In [email protected], "Giri Ayu Wardhani" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dear parents,
> 
> Mohon sharingnya nih...bagaimana sih manajemen keuangan dalam 
keluarga
> yang terdiri dari suami - pencari nafkah, istri - ibu rumah tangga,
> dan satu orang anak (bayi 3m3w). Sebab semenjak saya hamil 5m saya
> memutuskan untuk berhenti bekerja. N sampai sekarang masih menjadi
> IRT.
> 
> Upah yang diterima suami tiap bulannya biasanya diserahkan pada saya
> semua. Bagaimana pengaturan pos2 pembelanjaan, tabungan, dsb. Saya 
kok
> agak kesulitan u konsisten dengan perencanaan bulanan ya?
> 
> Maaf jika hal ini pernah dibahas sebelumnya. Jika iya sudah pernah
> dibahas, mohon di infokan dimana saya bisa search. Makasih 
parents...
> 
> Salam hangat,
> Gia, IRT
>



                         

       
---------------------------------
 Sent from Yahoo! &#45; a smarter inbox.

Kirim email ke