Dear Mom,

apa sudah dicoba cara2 ini :
1. terapi dengan air panas di baskok yg diberi tetesan minyak kayu putih, 
diletakkan dikamarnya saat tidur malam.  Teteskan juga dibantalnya
2. dada, punggung dan leher diberi traspulmin balsem
3.Hidungnya ditetes obat tetes hidung
4.Bersih2 kamar dan jauhkan boneka2 bulu2

Ini yg aku terapkan waktu diva masih kecil......sekarang lebih mudah 
lagi....bawain Diva teh NRG hangat di termos buat bekel sekolahnya biar gak 
sulit napas lagi, dan konsentrasi belajarnya gak keganggu.

regards
Ratna Nunus Danny
0818 134 925
Work From Home by www.thewfh.com
  ----- Original Message ----- 
  From: Indriyati Nurdin 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, March 25, 2008 11:01 AM
  Subject: [parentsguide] Bantuin pliiiisssss, anakku sulit bernafas


        Dear all...
        Bantuin pliiiisssss, anakku sulit bernafas. Sebulan ini Al fatih anakku 
(21 bulan) sulit kalau bernafas lewat hidung, terutama malam hari. Pertama saya 
curiga anakku hidung tersumbat tapi pileknya nggak keluar. Dibawa ke DSA 
katanya alergi, tetapi dia menyarankan ke spesialis THT u/ pemeriksaan lebih 
lanjut. Menurut dr.THT anakku alergi. Beliau menyarankan anakku ga boleh makan 
segala macam coklat, strawberry and yang dingin-dingin. Sehari 2 kali dalam 5 
hari hidungnya ditetesi Iliadin 2 tets kiri kanan plus minum Rivell sehari 
sekali 0,5 ml u/ mengatasi alerginya. Setelah 5 hari tidak ada perubahan dengan 
kondisi anakku. Dr.THT ybs menyarankan tunggu saja. Lalu aku coba ke dr.THT 
lain. Kali ini beliau tidak kasih obat apapun, malah menyarankan rontgen karena 
dia curiga anakku mengalami hipertrofi tonsil pharingeal yang cuma bisa 
dideteksi kalau dirontgen. Kalau positif anakku harus dioperasi untuk 
menghilangkan pembengkakan tersebut. Aku coba ke dr.THT lain for third opinion. 
Hasilnya malah makin bikin bingung. Anakku diberi obat Aerius diminum 1 kali 
sore hari 1 sendok takar. Dua kali diminumkan anakku malah panas. Kembali lagi 
ke dokter tersebut n beliau memutuskan menghentikan pemberian Aerius kecuali 
bila anakku pilek. Menurutnya (sama seperti dr.THT yang pertama), anakku 
fine-fine aja. Mungkin alergi perubahan cuaca. Jadi, menurut beliau, tunggu 
saja sampai anakku lebih besar, pembengkakan di hidung akan smakin berkurang. 
Sementara ini anakku harus dijemur tiap pagi n tidur ga boleh pakai AC. Tadi 
malam anakku hampir tiap jam bangun karena sulit bernafas. Duh, kalau hanya 
menunggu saja, rasanya sedih banget. Tolong, mungkin ada parents yang bisa 
kasih saran. Thanks..
       




------------------------------------------------------------------------------
  Rise to the challenge for Sport Relief with Yahoo! for Good 

   

Kirim email ke