Kalau mau tau alergi agak susah dan perlu kesabaran nii... 
Keponakanku yang alergi... akhirnya alerginya ketemu dengan cara manual sekali.
Ibunya diminta DSA nya membuat table. Sayang softcopy tablenya udah gak ada.
Tablenya isinya: Tgl/Hari , Jam, Kegiatan (misal: makan bakso, main mobil2an, 
tidur siang, main bola, makan coklat, dst...) , Reaksi (diisi dengan: batuk, 
pilek, gatel2, atau baik-baik saja).
Katanya si... alergen beraksi setelah 3 jam... Jadi kalau alerginya karena 
makanan misalnya, akan bisa ketauan setelah 3 jam anak tsb makan makanan 
tertentu. 
Setelah beberapa minggu, keponakanku ketauan alergi: coklat dan bakmi. Karena 
setiap setelah makan bakmi dan coklat... pasti malemnya atau besoknya batuk.

Cheers
Shinta


----- Original Message ----
From: Ratna Nunus Danny <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, March 25, 2008 4:05:58 PM
Subject: Re: [parentsguide] Bantuin pliiiisssss, anakku sulit bernafas

 
Dear Mom,
 
apa sudah dicoba cara2 ini :
1. terapi dengan air panas di baskok yg diberi tetesan minyak kayu putih, 
diletakkan dikamarnya saat tidur malam.  Teteskan juga dibantalnya
2. dada, punggung dan leher diberi traspulmin balsem
3.Hidungnya ditetes obat tetes hidung
4.Bersih2 kamar dan jauhkan boneka2 bulu2
 
Ini yg aku terapkan waktu diva masih kecil......sekarang lebih mudah 
lagi....bawain Diva teh NRG hangat di termos buat bekel sekolahnya biar gak 
sulit napas lagi, dan konsentrasi belajarnya gak keganggu.
 
regards
Ratna Nunus Danny
0818 134 925
Work From Home by www.thewfh.com
----- Original Message ----- 
From: Indriyati Nurdin 
To: [email protected] 
Sent: Tuesday, March 25, 2008 11:01 AM
Subject: [parentsguide] Bantuin pliiiisssss, anakku sulit bernafas


Dear all...
Bantuin pliiiisssss, anakku sulit bernafas. Sebulan ini Al fatih anakku (21 
bulan) sulit kalau bernafas lewat hidung, terutama malam hari. Pertama saya 
curiga anakku hidung tersumbat tapi pileknya nggak keluar. Dibawa ke DSA 
katanya alergi, tetapi dia menyarankan ke spesialis THT u/ pemeriksaan lebih 
lanjut. Menurut dr.THT anakku alergi. Beliau menyarankan anakku ga boleh makan 
segala macam coklat, strawberry and yang dingin-dingin. Sehari 2 kali dalam 5 
hari hidungnya ditetesi Iliadin 2 tets kiri kanan plus minum Rivell sehari 
sekali 0,5 ml u/ mengatasi alerginya. Setelah 5 hari tidak ada perubahan dengan 
kondisi anakku. Dr.THT ybs menyarankan tunggu saja. Lalu aku coba ke dr.THT 
lain. Kali ini beliau tidak kasih obat apapun, malah menyarankan rontgen karena 
dia curiga anakku mengalami hipertrofi tonsil pharingeal yang cuma bisa 
dideteksi kalau dirontgen. Kalau positif anakku harus dioperasi untuk 
menghilangkan pembengkakan tersebut. Aku coba ke dr.THT
 lain for third opinion. Hasilnya malah makin bikin bingung. Anakku diberi obat 
Aerius diminum 1 kali sore hari 1 sendok takar. Dua kali diminumkan anakku 
malah panas. Kembali lagi ke dokter tersebut n beliau memutuskan menghentikan 
pemberian Aerius kecuali bila anakku pilek. Menurutnya (sama seperti dr.THT 
yang pertama), anakku fine-fine aja. Mungkin alergi perubahan cuaca. Jadi, 
menurut beliau, tunggu saja sampai anakku lebih besar, pembengkakan di hidung 
akan smakin berkurang. Sementara ini anakku harus dijemur tiap pagi n tidur ga 
boleh pakai AC. Tadi malam anakku hampir tiap jam bangun karena sulit bernafas. 
Duh, kalau hanya menunggu saja, rasanya sedih banget. Tolong, mungkin ada 
parents yang bisa kasih saran. Thanks..




Rise to the challenge for Sport Relief with Yahoo! for Good 
 


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

Kirim email ke