Hallo moms,
Ikutan sharing nich,
Menurutku kita boleh gendong / mengayun anak kita karena kita itu sayang banget 
ama dia tapi jangan sampai membuat anak kita seperti ketagihan, tapi kalau ga 
digendong ga mau bobo n rewel itu agak ribet buat saya pribadi karena 
sehari-harinya ada di kantor
Makanya mulai dari lahir aku biasain anakku tidur di box-nya dia dengan 
ditepuk2 pantatnya tanpa digendong, mulai dilatih dengan jadwal yang teratur. 
Alhamdulillah.... sekarang anakku tidak pernah minta gendong kalau mau bobo, 
pasti dia lebih suka dan nyaman ada di kamar tidurnya. Setelah kita kasih susu 
di kamar, pintu ditutup truss ....molor dech, dan aku biasain untuk bangun 
pagi. 
Anakku aku bangunin paling siang jam 6 pagi, karena jam 06:40 aku udah dijemput 
untuk berangkat kerja n pulang sampai rumah dah jam 17:30. Sejak aku pulang 
kerja, kita maen bareng, sholat maghrib bareng, dll n setelah jam 20:00 aku 
mulai prepare buat si kecil bobo, jadi anakku ga pernah begadang. Apalagi kalo 
si kecil ga bobo siang, biasanya abis manghrib dah rewel aja maunya bobo. 
Setelah aku temenin dan maen di kamar, berdoa, anakku tidur dengan nyenyak.
Jadi meninabobokan si kecil tidak harus selalu dalam gendongan, hal itu bisa 
di-ekspresikan dengan kegiatan yang lain dan membuat si kecil nyaman disamping 
kita
Mohon maaf jika kurang berkenan.
Mama Faliha (2.5 thn)


----- Original Message ----
From: MomsDhi <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, 24 April 2008 3:57:55
Subject: Re: [parentsguide] BUNDA AYUN AKU DALAM BUAIANMU !


Hai para ibu...
 
Sekedar masukan atau lebih tepatnya sih pendapat dr aq. Aq datang dr keluarga 
yg ckp streng dlm mendidik anak dlm hal apapun. Mulai dari tdr, main, makan, 
belajar, dll. Smuanya diatur sedemikian rupa supaya anak terbiasa hdp teratur. 
Jadi...mulai dari anakku msh bayi, aq dah ngedidik anakku spy mandiri n ngga jd 
tergantung sama ortunya saat tdr karena anakku laki2 n aq ngga mau nantinya dia 
jd anak yg apa2 tergantung ortunya.
 
Mulai dr anakku lahir, aq sudah biasakan tidur sendiri di boks-nya tapi tetap 1 
kmr dgn aq. Aq jg ngga pernah meninabobokan dgn cara mengayun di gendongan 
maupun kain gendong. Paling dgn cara menggendong tanpa kain n menepuk2 
pantatnya trus aq taro di boksnya kalau sdh tdr. Kecuali saat2 dia sakit, 
jarang sekali anakku tdr 1 tmp tdr dgn ortunya. 
 
Aq justru lihat ponakanku yg pny pola tdr spt yg disebutkan dibwh, kok malah 
bikin anak jd tergantung sama ortunya yah....maksudku, kl ngga ada ortunya, 
malah ngga bs/ngga mau/susah tdr. Skrg usianya dah 4th, tp rewel kl disuruh tdr 
sendiri krn terbiasa tdr dgn ortunya.
 
Tp sy bersyukur tuh...meskipun dr kcl anakku tdr sendiri & ngga pernah dibuai 
spt crt dibwh, dia tetep lengket sama ortunya kok. Apalagi kalau aq n papinya 
br plg kerja, pasti kita dipeluk trus diciumin tanda dia kangen ortunya. Lagi 
main sendiripun, bs tiba2 lari ke aq atau papinya hanya sekedar peluk atau 
cium. Cara mengekspresikan sayang n kedekatannya pada kt ortunya, selalu 
spontan. Menjelang tdr mlm, biasanya kt punya ritual denger cerita kegiatannya 
seharian dirmh & disekolah, trus berdoa br tdr.
 
Jd mnrt pendapatku, anak yg ngga mendapat buaian-pun atau anak yg terbiasa tdr 
terpisah tmp tdrnya dr ortunya-pun, tetep merasakan kasih sayang kita kok. 
Malah mrk punya nilai plus krn bisa tdr sendiri tanpa hrs ada ritual2 yg 
rasanya ngga perlu dilakukan bila anak sdh besar.
 
Maaf, bknnya ngga setuju dgn teori dibwh, cm agak kurang sependapat aja. Gitu 
aja sih pendapatku. Maaf kalau kurang berkenan. 

--- On Wed, 4/23/08, Parenting Islami <parentingislami@ gmail.com> wrote:

From: Parenting Islami <parentingislami@ gmail.com>
Subject: [parentsguide] BUNDA AYUN AKU DALAM BUAIANMU !
To: parentsguide@ yahoogroups. com
Date: Wednesday, April 23, 2008, 11:48 PM


BUNDA AYUN AKU DALAM BUAIANMU !
http://parentingisl ami.wordpress. com

Bila kita perhatikan, pola asuh yang berbeda sangat
terlihat antara pola asuh budaya Barat serta Timur.
Kebanyakan pola asuh yang biasa diterapkan oleh
masyarakat di Barat, tampak menerapkan kemandirian
sejak anak masih kecil. Anak dibiarkan dalam kamar
terpisah sendari dini ( bahkan sejak masih bayi ),
dibiarkan untuk tertidur dalam kamarnya tersebut.
Bandingkan dengan budaya di daerah Timur, bayi
ditidurkan dengan diayun, di-ais ( bahasa Sunda ),
di-emban ( bahasa Jawa ), tidur dalam satu kamar,
bahkan satu tempat tidur dengan ayah bundanya.

Sepintas nampak perbedaan yang jelas terhadap pola
asuh tadi. Namun adakah pengaruh yang signifikan
terhadap pola tumbuh kembang anak selanjutnya?

Ternyata pola tadi sempat ditanyakan dalam bukunya
Dr.Ratna Megawangi, Character Parents space, dikatakan
bagaimana pengaruhnya bila anak dininabobokan oleh
ibunya sebelum tidur.

Ternyata jawabanya sungguh mengejutkan. Pola di Timur
yang biasa kita lakukan ternyata perlu kita syukuri.
Dikatakan bila anak lebih banyak mendapatkan dekapan
dan sentuhan fisik, ada semacam kerinduan terhadap
orangtuanya. Dan hal ini merupakan dasar bagi hubungan
harmonis di dalam kelurga. Di Barat, anak yang diberi
kamar sendiri sejak bayi, dalam perkembanganya anak
bukannya mandiri , malah cenderung untuk individualis.
Hal ini disebabkan karena sebenarnya mereka belum siap
dipisahkan dan masih merindukan ketergantungan kepada
orangtua.
Hal ini didukung juga dengan penelitian yang
memaparkan bahwa hal tadi ( meninabobokan dll ) dapat
menimbulkan efek psikologis kedekatan hubungan antara
ibu dan anak lebih erat. Anak merasa aman, mendapatkan
kasih sayang, dan sentuhan membuat fondasi
perkembangan spiritual dan emosi anak berkembang. Efek
ini juga sama jika kita mendongengkan sebuah cerita.

Pengaruh mengayun ini ternyata sangat luar biasa.
Bukankah anak mudah tertidur saat kita ayun?
Meng'ayun' sebenarnya 'fitrahnya' bayi. Karena ia
terbiasa di'ayun'dalam cairan dalam rahim ibu saat ia
masih dalam kandungan. Lihat saja saat ia menangis,
pola mengayun ini sering membuat tenang (tentu bukan
menangis karena lapar atau basah ya)

Semoga tulisan ini dapat menjadi semangat bagi bunda
atau ayah, yang mungkin kelelahan saat mengayun
anaknya atau yang beranggapan bahwa mengayun anak
membuat jadi kebiasaan yang salah atau bahkan membuat
anak tergantung. Percayalah ini adalah investasi yang
berharga bagi masa depannya kelak. Karena tentu kita
berharap, anak-anak kita bukan saja tumbuh sehat
secara jasmaninya saja, tapi juga sehat mentalnya juga
sehat secara emosionalnya. Amiin

Jadi bunda…., ayunlah anak-anak kita dalam buaianmu….

dr.Kharisma Perdani K
*Public Relation WISE ( Women's Initiative for Society
Empowerment ).
Klinik, Konsultasi dan Pelatihan, Jl.Tubagus Ismail
No.40A Bandung
*Redaktur Parenting Islami

 

________________________________
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.  


      ______________________________________________________________________
Search, browse and book your hotels and flights through Yahoo! Travel.
http://sg.travel.yahoo.com

Kirim email ke