Nambahin sedikit,  mohon koreksi dan maaf jika salah dan gak berkenan.
Imunisasi kanker serviks lebih efektif dilakukan terhadap remaja yang belum 
menikah atau mereka yang belum melakukan hubungan seksual. Namun, 
meskipun belum pernah melakukan hubungan seksual, tidak menjamin tidak terkena 
virus HPV. Karena virus ini bisa menyebar karena adanya zat kimia yang masuk / 
mengenai organ genital. Baik itu dari sabun, pembalut atau barang2 lain. Dan 
sungguh mengagetkan, penderita kanker serviks tidak pernah mengalami sakit 
secara fisik, seperti misalnya nyeri dan sebagainya. Sehingga saat diketahui 
biasanya sudah terlambat dan menapai stadium berat yang mengahruskan 
dilakukannya operasi !
All parents, yang peduli dengan kesehatan diri, saudara, ibu serta keturunan 
sebaiknya berkenan untuk memperhatikan hal ini. Karena kanker serviks ini 
merupakan pembunuh nomor 2 setelah kanker payudara bagi wanita.
Kini sudah ditemukan pembalut TANPA BAHAN KIMIA, yang aman dipakai dan mencegah 
adanya infeksi pada organ genital wanita, serta menyembuhkan terhadap infeksi 
ringan. Pembalut ini mempunyai fungsi teraphy terhadap organ genital, sehingga 
dapat menghilangkan NYERI SAAT HAID, menyembuhkan KEPUTIHAN dan menjaga PH pada 
daerah organ genital wanita.
Keterangan lebih detail dan membuktikan TANPA BAHAN KIMIA, hubungi koes di 
0816.866.150 / 0888.243.5351 atau yuni di 0856.1880.845
salam,
"koes"



----- Pesan Asli ----
Dari: Aether Ariella <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Kamis, 29 Mei, 2008 12:48:31
Topik: Re: Bls: [parentsguide] [TANYA] IMUNISASI SERVIKS


ikut urun ya, kebetulan 2bulanan lalu ada keluarga yg ikutan seminar
ttg imunisasi serviks.

kanker serviks terjadi krn virus HPV (krn itu dibilang ini adl
satu2nya kanker yg diketahui pasti penyebabmya adl virus). Virus ini
bisajadi ada di deket2 kita,tp kl ngga ada "akses" masuk tetep aja gak
akan berkembang jd kanker.
"akses masuk" ini biasanya adanya luka pada genitalia yg penyebab
utamanya adl hub.seksual.

Karena itu,perempuan yg nggak ganti2 pasangan jg berpeluang kena. mgkn
jg dr iritasi krn sabun,pembalut dst itu ya, tp waktu seminar kmrn
ktnya gak mungkin kena untuk perempuan yg tdk pernah hub.seksual.

Saya ditawarin jg untuk vaksin (kl ga salah melindungi selama 5thn
ya?). Tp krn vaksin baru (terutama di Indo) , denger2 keefektifan
maupun side-effectnya msh perlu kajian lbh lanjut. Jadi saya putusin
tunda dulu sampai lebih populer di sini supaya lbh yakin aja sih..

Tapi itu pendapat saya pribadi saja lo. Barangkali moms/dads punya
referensi terbaru ttg vaksin ini saya mau jg dibagi.

Regards,
aether
 


      ________________________________________________________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

Kirim email ke