nambahin dan koreksi dikit info dr mbak aether,
   
  kanker serviks itu ada 2 macam. ada yg bukan karena virus. penyebabnya tidak 
dpt dideteksi, krn multifaktorial, sama seperti kanker mammae (payudara) dan 
banyak jenis kanker lainnya. kanker ini tidak menular. yg kedua, adalah kanker 
serviks yang disebabkan oleh virus, yaitu HPV. jenis kanker ini penularannya 
sama seperti PMS Penyakit menular seksual lain. 
   
  sebenarnya sih, cara yang paling efektif bukanlah vaksin HPV, karena vaksin 
ini hanya untuk kanker yg disebabkan oleh HPV. bila kankernya bukan oleh virus 
ya vaksinnya gak ngaruh. padahal kan vaksinnya muahal. info terakhir dr dokter 
obgyn harganya 1,5 juta. cara yg paling efektif adalah, dgn mengikuti screening 
kanker secara rutin. misalnya dgn papsmear. dr hasil screening akan diketahui 
indikasi dan prognosisnya. kl mmg ada indikasi kanker, akan ketahuan karena 
virus atau bukan, dan bs konsul deh ke dokter apa yg hrs dilakukan selanjutnya. 
kanker serviks dan mammae mmg pada kebanyakan kasus ketahuan setelah mencapai 
stadium 3. setelah muncul tanda2. tp dgn screening, kita bs tau  dan 
mencegahnya berkembang lebih jauh, sehingga prognosisnya jadi lebih baik.
   
  oh iya mbak, sy saat ini terlibat dalam kegiatan screening dan penelitian2 
kanker. sy membaca berbagai literatur dan hasil2 penelitian mengenai faktor2 
risiko kanker serviks. sy blm pernah mendapatkan mengenai virus yg bisa 
ditularkan lewat zat kimia, termasuk penggunaan pembalut, sabun, dll. kl ada yg 
punya literatur mengenai itu, mohon saya dikirim dong. via japri sj. 
terimakasih.
   
  so, bagi ibu2 yg peduli kesehatan, saya menyarankan ikutan screening (deteksi 
dini). gak semahal vaksin kok. 
   
  cheers,
   
   
  nana'
  
Koez Ind <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
              Nambahin sedikit,  mohon koreksi dan maaf jika salah dan gak 
berkenan.
   
  Imunisasi kanker serviks lebih efektif dilakukan terhadap remaja yang belum 
menikah atau mereka yang belum melakukan hubungan seksual. Namun, meskipun 
belum pernah melakukan hubungan seksual, tidak menjamin tidak terkena virus 
HPV. Karena virus ini bisa menyebar karena adanya zat kimia yang masuk / 
mengenai organ genital. Baik itu dari sabun, pembalut atau barang2 lain. Dan 
sungguh mengagetkan, penderita kanker serviks tidak pernah mengalami sakit 
secara fisik, seperti misalnya nyeri dan sebagainya. Sehingga saat diketahui 
biasanya sudah terlambat dan menapai stadium berat yang mengahruskan 
dilakukannya operasi !
   
  All parents, yang peduli dengan kesehatan diri, saudara, ibu serta keturunan 
sebaiknya berkenan untuk memperhatikan hal ini. Karena kanker serviks ini 
merupakan pembunuh nomor 2 setelah kanker payudara bagi wanita.
   
  Kini sudah ditemukan pembalut TANPA BAHAN KIMIA, yang aman dipakai dan 
mencegah adanya infeksi pada organ genital wanita, serta menyembuhkan terhadap 
infeksi ringan. Pembalut ini mempunyai fungsi teraphy terhadap organ genital, 
sehingga dapat menghilangkan NYERI SAAT HAID, menyembuhkan KEPUTIHAN dan 
menjaga PH pada daerah organ genital wanita.
   
  Keterangan lebih detail dan membuktikan TANPA BAHAN KIMIA, hubungi koes di 
0816.866.150 / 0888.243.5351 atau yuni di 0856.1880.845
   
  salam,
  "koes"
   
  

  ----- Pesan Asli ----
Dari: Aether Ariella <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Kamis, 29 Mei, 2008 12:48:31
Topik: Re: Bls: [parentsguide] [TANYA] IMUNISASI SERVIKS

    ikut urun ya, kebetulan 2bulanan lalu ada keluarga yg ikutan seminar
ttg imunisasi serviks.

kanker serviks terjadi krn virus HPV (krn itu dibilang ini adl
satu2nya kanker yg diketahui pasti penyebabmya adl virus). Virus ini
bisajadi ada di deket2 kita,tp kl ngga ada "akses" masuk tetep aja gak
akan berkembang jd kanker.
"akses masuk" ini biasanya adanya luka pada genitalia yg penyebab
utamanya adl hub.seksual.

Karena itu,perempuan yg nggak ganti2 pasangan jg berpeluang kena. mgkn
jg dr iritasi krn sabun,pembalut dst itu ya, tp waktu seminar kmrn
ktnya gak mungkin kena untuk perempuan yg tdk pernah hub.seksual.

Saya ditawarin jg untuk vaksin (kl ga salah melindungi selama 5thn
ya?). Tp krn vaksin baru (terutama di Indo) , denger2 keefektifan
maupun side-effectnya msh perlu kajian lbh lanjut. Jadi saya putusin
tunda dulu sampai lebih populer di sini supaya lbh yakin aja sih..

Tapi itu pendapat saya pribadi saja lo. Barangkali moms/dads punya
referensi terbaru ttg vaksin ini saya mau jg dibagi.

Regards,
aether






  
---------------------------------
  Dapatkan info tentang selebritis - Yahoo! Indonesia Search.  

                           

       

Kirim email ke