Dear Kencana,
  tahun lalu keponakanku juga terkena penyakit Kawasaki ini, waktu itu umurnya 
baru 3 bulan, sempat panik juga, tapi setelah mendapat penanganan yang tepat, 
puji Tuhan, saat ini keponakanku itu tumbuh baik & sehat. 
  Coba konsultasi ke dokter Nadjib Advani dr RS International Bintaro, atau ke 
rumahnya di BSD, saat ini sepertinya tidak banyak dokter yang mengerti betul 
penanganan penyakit ini.
  Tenangkan hati Mbak, penyakit Kawasaki tidak selalu menyerang jantung kok, 
keponakanku ternyata bisa sembuh & jadi anak yang sehat, saat ini umurnya sudah 
1,5 tahun.. berikut ini ada artikel tentang penyakit Kawasaki, mungkin bisa 
membantu :
   
  Jumat 15 Februari 2008 11:46
Mengenal Penyakit Kawasaki (PK)

   .article_label_col {         width: 11em; } .article_content_col {         
width: 23em; }       Namanya mungkin familiar untuk sebuah produk motor tapi 
sebagai nama penyakit, tidak banyak orang yang tahu.
PK pertama kali ditemukan di Jepang tahun 1967. Nama aslinya mucocutaneus lymph 
node syndrome namun lebih terkenal Penyakit Kawasaki karena sesuai nama 
penemunya, Dr. Tomisaku Kawasaki.
MIRIP CAMPAK
Sebetulnya, apa sih PK? "PK merupakan penyakit vaskuler vaskulitis, penyakit 
yang menyerang pembuluh darah. Gejala PK mirip dengan campak. Pemunculan PK 
ditandai dengan demam tinggi hingga 41 derajat Celcius minimal lima hari, ruam 
merah di seluruh tubuh, lidah dan bibir merah, bengkak pada tangan dan kaki, 
mata merah tanpa disertai belek dan pembesaran kelenjar getah bening di salah 
satu sisi leher. Pada fase penyembuhan, kulit tangan dan kaki mengelupas," 
terang Dr. Najib Advani SpAK. Mmed. Paed., spesialis anak konsultan-ahli 
jantung anak dari RS Internasional Bintaro. Sampai sekarang belum diketahui 
penyebab PK. Yang menyedihkan, 80 persen penderita PK adalah balita.
  CACAT JANTUNG
Bila tidak segera diobati, PK bisa mengenai jantung. Inilah yang paling 
ditakutkan, lantaran PK mampu merusak arteri koroner yang mengalirkan darah ke 
jantung. Bila arteri ini rusak, jantung tidak bisa mendapatkan darah yang 
cukup, sehingga otot jantung akan mati dan mengakibatkan kematian penderita.
Untuk mendeteksi kelainan arteri koroner dan gangguan fungsi jantung, setiap 
penderita PK harus menjalani pemeriksaan elektrokardiografi (EKG) dan 
ekokardiografi (Eko). "Sebab, meskipun sudah sembuh, setelah dewasa jantungnya 
bisa cacat," jelas Najib.
  BISA SEMBUH TOTAL
Terkadang, lanjut Najib, PK bisa sembuh sendiri setelah demam berhari-hari. 
Dengan catatan, jantung penderita tidak terserang. "Di Indonesia belum ada 
pasien PK yang sampai meninggal. Semua masih bisa diobati dengan baik," jelas 
Najib. Pengobatan terhadap penderita PK dilakukan dengan memberikan cairan 
imunoglobulin lewat infus dalam 10 -12 jam. Selain itu, aspirin untuk mencegah 
penyumbatan pembuluh darah dan mengencerkan darah.
  IBARAT GUNUNG ES
Menurutnya, kasus PK di Indonesia ibarat gunung es. Yang sekarang terungkap 
baru permukaannya saja. "Di Indonesia, diperkirakan akan ditemukan sekitar 3 - 
5 ribu kasus PK per tahun, bila menghitung balita di Indonesia yang jumlahnya 
sekitar 22 juta," jelas Najib.

 
                           





       

Kirim email ke