Aduh..keterlaluan sekali ya..., sy coba kasih saran ya mbak...
Kalo ortunya ngga percaya bsnya gitu, suruh cuti aja trus pura2 pergi
kerja di dpn bs itu tapi ke rmh mbak aja biar dia bs melihat kelakuan
bsnya kalo dia pergi kerja, masa sih ngga mau berkorban untuk
keselamatan anaknya dan juga ortunya masa ngga bs liat kalo anaknya
jadi berubah dari periang jadi pendiam.
Kalo saya dari mereka kecil & bs ngomong tentunya sudah dibiasakan
untuk berkomunikasi dan saya sering bngt bertanya ngapain aja di
sekolah, belajar apa, main apa dirmh, tadi makan pake apa kalo saya
plng kntr (tp kadang2 lucunya kalo dia lagi ngga mood dia bilang ibu
ngga boleh tanya2, krn mngk saya cerewet bngt kali ya he..he..) jadi
lama kelamaan dia bs cerita kalo ditanya mbaknya tadi ngapain aja.
Yang penting walaupun sesibuk apapun kita di kantor, hrs sempat utk
ngechek gimana keadaan anak2 d rmh dan luangkan waktu utk sering
berkomunikasi dgn anak. Semoga berkenan....
Tx
Ibunya Okta&Reva
--- On Fri, 6/27/08, Endah Nirmalasari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Endah Nirmalasari <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: RE: {Disarmed} [parentsguide] Re: Babysitter Kasar
To: [email protected]
Date: Friday, June 27, 2008, 12:03 PM
Iya..
saya juga merinding bacanya lho moms, saya sarankan untuk terus
berusaha "membuka mata" orangtua si kecil malang itu, mba Erva. Kalo
perlu bawa serta ibu2 yang ikut nyaksiin kekasaran si BS untuk ngomong
baik2 ke orangtuanya tersebut. Bukan maksudnya untuk turut campur
urusan rumahtangga orang lain, tapi tetap diam saat melihat kekerasan
seperti ini kepada anak2 kecil yang tidak mampu melindungi diri,
rasanya seperti menyiksa anak kita sendiri. Kita mungkin memiliki
keterbatasan sebagai manusia untuk berbuat hal besar, tapi.. kita
diberi kekuatan oleh Allah untuk bisa berbuat hal kecil untuk sesuatu
yang besar...
Ya Allah, lindungi buah hati hamba dari segala
marabahaya dan malapetaka, Ya Rabbi.. Karena hamba berjuang
semata-mata hanya untuk hari depannya kelak. Baiti Jannati..
--- On Fri, 6/27/08, Imelda Chandra <[EMAIL PROTECTED] co.id> wrote:
From: Imelda Chandra <[EMAIL PROTECTED] co.id>
Subject: RE: {Disarmed} [parentsguide] Re: Babysitter Kasar
To: parentsguide@ yahoogroups. com
Date: Friday, June 27, 2008, 11:37 AM
Duh mbak..miris saya bacanya…kasihan
anak itu….semoga deh hati ortunya bisa di “ ke tuk”….jangan
sampai sadar setelah semua terlambat….
From: parentsgu id [EMAIL PROTECTED] com
[mailto: parentsgu id [EMAIL PROTECTED] com ]
On Behalf Of Erva Mulyanah
Sent: Fr id ay,
June 27, 2008 10:15 AM
To: parentsgu id [EMAIL PROTECTED] com
Subject: RE: {Disarmed} [parentsgu id e] Re: Babysitter Kasar
Kasian nasib Anak-anak ‘Ya?,…
Tetangga kami ada yg seperti itu
juga, suami istri sibuk be ke rja, anak laki-2 umur +/- 2th di
rmh sama pembantu,
Tapi pembantunya kurang sabar sama anak-2, padahal usianya sdh 40th - an.
(harusnya
dia bisa lebih NgeMong).
Dulu Saat anak tsb t id ur & ortunya kerja semua, dia suka sekali pergi ke rmh
familinya dg meninggalkan
anak tsb sendirian dlm rmh dg keadaan terkunci dari luar. (gmn
kalau terjadi kebakaran,
dll..) pernah anak tsb menangis
lama, kami kira ada orang krn
rumah tertutup rapat, ternyata dia sendirian d id alam,.. Bayangkan?... (kami
tny’
knp dia nangis
tadi : dg santai dia jawab: kutinggal
pergi sebentar ke rmh
family yg tinggal diperumahan sebelah, krn biasanya’ dia kalau t id ur
lama)????!!! !.......
Pantas dulu saat kami baru pindah
rumah tiap jam 6 pagi kami dengar
anak tersebut teriak-2 nagis dikamar mandi,”..dingin…dingin…”
tapi suara air terus aja menguyur
dia sampai “ haup..haup”… & kami dengar suara
pembantunya bentak-2 dia,..Diam-diam…ayo mandi cepat,… mau ikut
pergi atau t id ak,…”
(anak kecil dipaksa bangun
dari t id ur,
langsung mandi dg air dingin pagi hari
dg cara yg kasar,..supaya dia
bisa cepat pergi juga)
dan kami baru tahu
kalau ternyata kedua
ortunya jam segitu sdh pergi kerja.
Kejadian yg kedua, saat anak tsb
dipanggil tetangga kami untuk main sama-2 anaknya, (namanya anak-2 kan ’
biasa kalau minta makanan yg
dipegang temannya) saat anak tsb
merengek minta makanan anak tetangga
tsb, langsung dilarang dg cara d id orong punggungnya sama pembantu itu sampai
kepalanya nyaris terbentur pagar besi rmh tetangga
tsb. (spontan
semua ibu-2 yg lg kumpul disitu teriak histeris,..Awas”…) &
memperingatkan pengasuh tsb untuk t id ak
terlalu kasar & dg santai dia jawab: ” ini tak seberapa, bapak dia
aja kalau marah sampai mau Nempeleng dia”, .biar saja buk’ ... dia
memang bandel kok”,..!!!”... (walah-walah’ pembantu kok
ikutan spt ortunya, kalau ortu kan’ Negur krn SaYang, bukan sungguh-2).
Dan
waktu kami pulang ke rja
lihat ortunya sibuk mau bawah anaknya ke tukang Pijat, karena tangan
kiri anak tsb jadi agak melintir ke belakang, kasian kami melihatnya,
anak tsb ke sakitan nangis terus & kami tanya ke napa?
” kata pengasuhnya ke seleo
karena tadi tarik2 handuk yg lg di jemur. (jujur kami tak percaya…
yg kami tahu anak tsb sering ditarik tangannya dg ke ras,
soalnya badan pembantunya kan’ BuesaRrr…sementara anak tsb kurus, ke cil…. ke
ras
sikit ya’ pasti ke seleo). Kami
sdh berusaha mengingatkan, tapi mereka sptnya lebih percaya sama kata pembantu
tsb. Mereka bilang pengasuhnya itu sdh spt ke luarga
sendiri jadi sdh biasa kalau ikut marahin anaknya biar gak nakal.
Akhirnya
yg terjadi skr anak tsb kalau ditinggal pergi ke rja ortunya dia jadi
pendiam,spt ke takutan gitu, nurut buanget ama kata-kata
pengasuhnya, disuruh diam duduk di depan TV sambil dikasih makan nasi
putih aja
+ Timun, ya’ mau juga, tak ada kata Protes. (perna kupangil main ke rmh
& kukasih kue, dia agak takut
menerimanya, katanya : ” Apa ini tee” ..tak apa
kumakan?’...Hemmm, ..ENAK, ...tee”... > (>tak kuasa
kutahan haru, dimakannya kue itu pelan-2 sambil duduk manis, tak berani
byk
tingkah spt anak-ku yg berlarian ke sana- ke mari menikmati indahnya
dunia anak-anak<):
...” Oh’ Uang,... begitu pentingnya diKaU,...
tiap hari kita pergi ke KantoR &
tinggalkan anak kita sendiri, tanpa kita sadari anak-anak kita MenJeRiT,... .”
merindukan belai kasih Sayang seorang Ibu dg Ikhlas.”
:….... >Maaf kan
Mama SaYang<..” ........
-----Original
Message-----
From: parentsgu id e@ yahoogroups. com
[mailto: parentsgu [EMAIL PROTECTED] com] On Behalf Of lena hanifah
Sent: Thursday, June 26, 2008
9:11 PM
To: parentsgu id e@ yahoogroups. com
Subject: {Disarmed} [parentsgu id e] Re: Babysitter Kasar
Jadi
inget ke jadian yg
menimpa adik sy waktu msh
balita (usia dia sama sy
terpaut 17th).Tapi kasusnya
bukan babysitter,melainka n
pengasuh di daycare.
Nah,setiap masuk kamar mandi
muka adik sy tsb langsung
pucat pasi seperti ke takutan
gitu.
Tentu saja kami heran, ke tika
pelan2 ditanya,sambil nangis
dia bilang "adik ngga
nakal,adik jgn dikurung di
kamar mandi ya.."
Langsung shock lah ibu
sy.Rupanya di daycare tsb
hukuman kalo rewel (which is
normal untuk anak 2,5 th)
adalah dikurung di kamar
mandi.Langsung besoknya adik
sy pindah daycare.
Jadi gimanapun,waspada
adalah yg terbaik.
Mama Akhtar (7m4d)
--- In
parentsguide@ yahoogroups. com,
Adams Tanarin
<tanarinadams@ ...> wrote:
>
> Dear Mom's,
> Mau sedikit berbagi
pengalaman nih mengenai Baby
Sitter. Mungkin yang selama
ini mengira ke adaan di rumah
aman-aman saja, karena
sudah pakai kamera, ke mudian
ada mama atau mertua
dirumah yang ngejagain kalau
kita ke luar rumah, ataupun
kalau kita sendiri yang full
time di rumah. Ke ke rasan
yang dilakukan babysitter
nggak butuh waktu lama lama
kok, cukup 5-10 menit, tapi
bisa saja ternyata sering
dilakukan, dan takutnya
berdampak negative ke pada
anak kita. Babysitter ini jelas
jelas saya kasi tau kalau di
kamar ada kamera, tapi
mungkin dia sudah
pengalaman, kalau kamera itu
se ke dar dipasang, belum tentu
di cek setiap hari oleh
majikannya, makanya dia
tetep berlaku kasar.
>
> Sebelumnya, ini data dari
babysitter tersebut:
--
This message has been scanned for viruses and
dangerous content by MailScanner, and is
believed to be clean.