Dear Parents,
Sebagai ibu yg bekerja, saya bisa merasakan ... apa yg terjadi seandainya putri
kecil saya juga di perlakukan seperti tsb..
Baru 1 bulan ini pembantu saya minta brenti, karena setelah ketahuan tetangga
dan ipar ( juga neneknya ) putri kami di bawa main ke rumah pembantu,
sebenarnya saya mengijinkan" dengan catatan jangan lebih dari 1 jam...
ternyata, setelah kami berangkat bekerja... putri kami di bawa main (entah
kemana) oleh si bibi.... setelah di tegur mertua...
sptnya dia marah....trus malam hari ( besoknya aku mau berangkat dinas ke
kalimantan ) dia minta brenti. selanjutnya putri kami ( 17 bln ) kami titip
dengan neneknya, ( hingga saat ini kami masih hunting babysitter ..) putri
kami takut dengan mangkut melamin merah & sendok kecil...rupanya.. dengan si
bibi..putri kami di paksa makan ( di cekokin..).. tiap liat mangkuk
tsb...putri kami menjerit..histeris.>!!!
ahirnya tiap makan... mangkuk kesayangannya kami ganti dengan piring besar
(untk mkn orang dewasa..) .baru dia tenang ...
Ya Tuhan..beri kekuatan ,...untuk selalu di beri kesabaran mendidik anak kami..
dan jauhkan Putri kami dari mara bahaya...
Nama Sivaya,
<Putu Hena>
--- On Thu, 6/26/08, Endah Nirmalasari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Endah Nirmalasari <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: RE: {Disarmed} [parentsguide] Re: Babysitter Kasar
To: [email protected]
Date: Thursday, June 26, 2008, 11:03 PM
Iya.. saya juga merinding bacanya lho moms, saya sarankan untuk terus berusaha
"membuka mata" orangtua si kecil malang itu, mba Erva. Kalo perlu bawa serta
ibu2 yang ikut nyaksiin kekasaran si BS untuk ngomong baik2 ke orangtuanya
tersebut. Bukan maksudnya untuk turut campur urusan rumahtangga orang lain,
tapi tetap diam saat melihat kekerasan seperti ini kepada anak2 kecil yang
tidak mampu melindungi diri, rasanya seperti menyiksa anak kita sendiri. Kita
mungkin memiliki keterbatasan sebagai manusia untuk berbuat hal besar, tapi..
kita diberi kekuatan oleh Allah untuk bisa berbuat hal kecil untuk sesuatu yang
besar...
Ya Allah, lindungi buah hati hamba dari segala marabahaya dan malapetaka, Ya
Rabbi.. Karena hamba berjuang semata-mata hanya untuk hari depannya kelak.
Baiti Jannati..
--- On Fri, 6/27/08, Imelda Chandra <[EMAIL PROTECTED] co.id> wrote:
From: Imelda Chandra <[EMAIL PROTECTED] co.id>
Subject: RE: {Disarmed} [parentsguide] Re: Babysitter Kasar
To: parentsguide@ yahoogroups. com
Date: Friday, June 27, 2008, 11:37 AM
Duh mbak..miris saya bacanya…kasihan anak itu….semoga deh hati ortunya bisa di
“ ke tuk”….jangan sampai sadar setelah semua terlambat….
From: parentsgu id [EMAIL PROTECTED] com [mailto: parentsgu id [EMAIL
PROTECTED] com ] On Behalf Of Erva Mulyanah
Sent: Fr id ay, June 27, 2008 10:15 AM
To: parentsgu id [EMAIL PROTECTED] com
Subject: RE: {Disarmed} [parentsgu id e] Re: Babysitter Kasar
Kasian nasib Anak-anak ‘Ya?,…
Tetangga kami ada yg seperti itu juga, suami istri sibuk be ke rja, anak laki-2
umur +/- 2th di rmh sama pembantu,
Tapi pembantunya kurang sabar sama anak-2, padahal usianya sdh 40th - an.
(harusnya dia bisa lebih NgeMong).
Dulu Saat anak tsb t id ur & ortunya kerja semua, dia suka sekali pergi ke rmh
familinya dg meninggalkan anak tsb sendirian dlm rmh dg keadaan terkunci dari
luar. (gmn kalau terjadi kebakaran, dll..) pernah anak tsb menangis lama, kami
kira ada orang krn rumah tertutup rapat, ternyata dia sendirian d id alam,..
Bayangkan?... (kami tny’ knp dia nangis tadi : dg santai dia jawab: kutinggal
pergi sebentar ke rmh family yg tinggal diperumahan sebelah, krn biasanya’ dia
kalau t id ur lama)????!!! !.......
Pantas dulu saat kami baru pindah rumah tiap jam 6 pagi kami dengar anak
tersebut teriak-2 nagis dikamar mandi,”..dingin…dingin…” tapi suara air terus
aja menguyur dia sampai “ haup..haup”… & kami dengar suara pembantunya bentak-2
dia,..Diam-diam…ayo mandi cepat,… mau ikut pergi atau t id ak,…” (anak kecil
dipaksa bangun dari t id ur, langsung mandi dg air dingin pagi hari dg cara yg
kasar,..supaya dia bisa cepat pergi juga)
dan kami baru tahu kalau ternyata kedua ortunya jam segitu sdh pergi kerja.
Kejadian yg kedua, saat anak tsb dipanggil tetangga kami untuk main sama-2
anaknya, (namanya anak-2 kan ’ biasa kalau minta makanan yg dipegang temannya)
saat anak tsb merengek minta makanan anak tetangga tsb, langsung dilarang dg
cara d id orong punggungnya sama pembantu itu sampai kepalanya nyaris terbentur
pagar besi rmh tetangga tsb. (spontan semua ibu-2 yg lg kumpul disitu teriak
histeris,..Awas”…) & memperingatkan pengasuh tsb untuk t id ak terlalu kasar &
dg santai dia jawab: ” ini tak seberapa, bapak dia aja kalau marah sampai mau
Nempeleng dia”, .biar saja buk’ ... dia memang bandel kok”,..!!!”...
(walah-walah’ pembantu kok ikutan spt ortunya, kalau ortu kan’ Negur krn
SaYang, bukan sungguh-2).
Dan waktu kami pulang ke rja lihat ortunya sibuk mau bawah anaknya ke tukang
Pijat, karena tangan kiri anak tsb jadi agak melintir ke belakang, kasian kami
melihatnya, anak tsb ke sakitan nangis terus & kami tanya ke napa?
” kata pengasuhnya ke seleo karena tadi tarik2 handuk yg lg di jemur. (jujur
kami tak percaya… yg kami tahu anak tsb sering ditarik tangannya dg ke ras,
soalnya badan pembantunya kan’ BuesaRrr…sementara anak tsb kurus, ke cil…. ke
ras sikit ya’ pasti ke seleo). Kami sdh berusaha mengingatkan, tapi mereka
sptnya lebih percaya sama kata pembantu tsb. Mereka bilang pengasuhnya itu sdh
spt ke luarga sendiri jadi sdh biasa kalau ikut marahin anaknya biar gak nakal.
Akhirnya yg terjadi skr anak tsb kalau ditinggal pergi ke rja ortunya dia jadi
pendiam,spt ke takutan gitu, nurut buanget ama kata-kata pengasuhnya, disuruh
diam duduk di depan TV sambil dikasih makan nasi putih aja + Timun, ya’ mau
juga, tak ada kata Protes. (perna kupangil main ke rmh & kukasih kue, dia agak
takut menerimanya, katanya : ” Apa ini tee” ..tak apa kumakan?’...Hemmm,
..ENAK, ...tee”... > (>tak kuasa kutahan haru, dimakannya kue itu pelan-2
sambil duduk manis, tak berani byk tingkah spt anak-ku yg berlarian ke sana- ke
mari menikmati indahnya dunia anak-anak<):
...” Oh’ Uang,... begitu pentingnya diKaU,... tiap hari kita pergi ke KantoR &
tinggalkan anak kita sendiri, tanpa kita sadari anak-anak kita MenJeRiT,... .”
merindukan belai kasih Sayang seorang Ibu dg Ikhlas.”
:….... >Maaf kan Mama SaYang<..” ........
-----Original Message-----
From: parentsgu id e@ yahoogroups. com [mailto: parentsgu [EMAIL PROTECTED]
com] On Behalf Of lena hanifah
Sent: Thursday, June 26, 2008 9:11 PM
To: parentsgu id e@ yahoogroups. com
Subject: {Disarmed} [parentsgu id e] Re: Babysitter Kasar
Jadi inget ke jadian yg
menimpa adik sy waktu msh
balita (usia dia sama sy
terpaut 17th).Tapi kasusnya
bukan babysitter,melainka n
pengasuh di daycare.
Nah,setiap masuk kamar mandi
muka adik sy tsb langsung
pucat pasi seperti ke takutan
gitu.
Tentu saja kami heran, ke tika
pelan2 ditanya,sambil nangis
dia bilang "adik ngga
nakal,adik jgn dikurung di
kamar mandi ya.."
Langsung shock lah ibu
sy.Rupanya di daycare tsb
hukuman kalo rewel (which is
normal untuk anak 2,5 th)
adalah dikurung di kamar
mandi.Langsung besoknya adik
sy pindah daycare.
Jadi gimanapun,waspada
adalah yg terbaik.
Mama Akhtar (7m4d)
--- In
parentsguide@ yahoogroups. com,
Adams Tanarin
<tanarinadams@ ...> wrote:
>
> Dear Mom's,
> Mau sedikit berbagi
pengalaman nih mengenai Baby
Sitter. Mungkin yang selama
ini mengira ke adaan di rumah
aman-aman saja, karena
sudah pakai kamera, ke mudian
ada mama atau mertua
dirumah yang ngejagain kalau
kita ke luar rumah, ataupun
kalau kita sendiri yang full
time di rumah. Ke ke rasan
yang dilakukan babysitter
nggak butuh waktu lama lama
kok, cukup 5-10 menit, tapi
bisa saja ternyata sering
dilakukan, dan takutnya
berdampak negative ke pada
anak kita. Babysitter ini jelas
jelas saya kasi tau kalau di
kamar ada kamera, tapi
mungkin dia sudah
pengalaman, kalau kamera itu
se ke dar dipasang, belum tentu
di cek setiap hari oleh
majikannya, makanya dia
tetep berlaku kasar.
>
> Sebelumnya, ini data dari
babysitter tersebut:
--
This message has been scanned for viruses and
dangerous content by MailScanner, and is
believed to be clean.