kalo boleh tau sekolah dimana ya mbak anaknya.. soalnya saya juga lagi mencari dengan kriteria yang kurang lebih sama seperti mbak yusri..
Thanks Lia --- In [email protected], "- Yusri -" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Sharing ya Bunda Okta... > Kebetulan saya ibu 3 anak yg dua diantara nya sudah kls 3 dan 5 SD. > Yg saya lihat disekeliing saya (lingkungan kawan2 saya) skala prioritas orang tua dalam memilih sekolah berbeda-beda. > Diantaranya : > 1. Mencari sekolah yg lokasinya dekat dengan rumah. > 2. Mencari sekolah yg banyak PRnya. Semakin banyak PR dianggapnya semakin "serius" sekolah itu dalam mendidik siswanya. Atau ada ortu yg malah memilih sekolah yg tidak membebani anak dengan PR. > 3. Mencari sekolah dari sisi fasilitas nya. Fasilitas banyak dianggap sudah pasti menjamin sekolah itu bermutu. Jadi hy krn gengsi saja. > 4. Mencari sekolah dengan melihat system belajar mengajarnya. > Apakah sekolah itu sudah memiliki system yg jelas atau tidak. > Apakah system sekolah tsb cocok atau tidak dengan karakter anak kita dalam belajar. > Satu sekolah dianggap bagus dan cocok dengan satu anak, belum tentu akan cocok dengan anak yg lain. > > Kebetulan......saya type ortu yg memilih sekolah dengan kriteria : > 1. System nya cocok dan sesuai dengan anak saya. Dalam belajar memakai system belajar 2 arah. Jadi lebih mengedepankan diskusi dan presentasi. > Bukan si anak duduk diam melipat tangan dan tidak boleh mengeluarkan suara jka guru sdg menerangkan. > Saat saya mencari sekolah, yg saya cari pertama kali adalah kepala sekolahnya dan saya minta beliau mempresentasikan/menerangkan pada saya system belajar mengajar disekolah itu dan saya ingin melihat apakah sekolah itu melaksanakan pengajarannya sesuai dengan standar kurikulum nasional atau tidak. > Yg sangat penting dalam memilih sekolah adalah Bunda harus melihat apakah kurikulum sekolah tsb sesuai tidak dengan kurikulum nasional. Apalagi saat ini sudah diberlakukan UAN utk SD. Suka atau tidak, kita harus melihat kurikulum nya. Percuma saja klu kita masukkan di sekolah yg bertaraf internasional, tapi ujung2nya saat UAN anak2 mengalami kesulitan krn pelajaran mereka dibawah standar kurikulum nasional. > > 2. Saya mencari sekolah yg hari sabtu libur. Krn anak juga butuh refreshing. > Tidak ada PR setiap hari. Dan lebih memilih yg full day school. Karena dengan full day school, guru akan lebih optimal dalam mentransfer/menerangkan setiap mata pelajaran nya. Tidak terburu2. > Sehingga si anak sudah tidak perlu lagi les2 tambahan. > > 3. Khusus utk kelas 1 SD, saya mencari sekolah yg tidak mengharuskan siswa yg msk kelas 1 sdh bisa baca tulis. Jadi sekolah menerapkan system pada kelas 1 seperti peralihan antara TK ke SD. > Keuntungannya: anak tidak kaget/shock dengan situasi SD. Anak tidak ditargetkan mahir calitung saat masih TK (krn sesuai standar kurikulum nasional, belajar calistung justru di SD kls 1). > > 4. Yg penting adalah gurunya sangat "bersahabat" dengan murid2 nya. Sehingga hubungan nya terasa lebih hangat. Anak tidak punya rasa takut yg tidak wajar pada guru nya. > Sekolah tsb mengajarkan murid2 nya utk hormat, sopan dan patuh pada guru tanpa rasa takut. > Karena jika anak sudah "takut" pada guru, maka tanpa disadari anak tsb sedang belajar dibawah tekanan. > > 5. Anak senang dengan lingkungan sekolah. Tanpa paksaan dan keterpaksaan. Sehingga walaupun anak2 saya harus bangun jam 5 pagi, berangkat sekolah jam 06.45 dan kembali ke rumah jam 16.15, mereka tidak mengeluh. Mereka senang menjalankan mewajiban nya sebagai siswa dan mengerjakan tugas2nya dengan maksimal. > > Wah.....kepanjangan ya Bunda Okta.... > Mudah2an bunda gak bosan bacanya.... > Semoga ada manfaatnya..... > > > > Regards, > YUSRI > email: [EMAIL PROTECTED] > > Sent from my BlackBerry® wireless device > > -----Original Message----- > From: Irma Dewi Astuti <[EMAIL PROTECTED]> > > Date: Mon, 28 Jul 2008 14:37:30 > To: <[email protected]> > Subject: Re: [parentsguide] usia masuk SD tahun 2009 minimal 7 tahun > > > Dear parents... > > > > Thanks infonya mbak Myra, agak khawatir juga nih krn Okta sekarang TK B > dan msk SD thn depan umurnya 5thn 9 bln, sebenarnya saya sependapat > untuk masuk SD umurnya 7 thn tapi kalo anak tersebut sudah dibebani > mata pelajaran yang banyak pada saat dia masuk SD apa bukan itu juga yg > menjadi salah satu penyebab anak jadi ngga matang juga untuk masuk SD > karena saya lihat keponakan saya tahun ini masuk SD sudah dibebani 5 > mata pelajaran yg bikin dia kaget sampe bingung mana yang harus dia > baca dirmh karena dari TK B hanya mengenal baca, hitung & bhs ingg. > > > > > Dan saya rencananya mau survey dulu untuk SD di sekitar rmh saya utk > melihat kurikulum pelajarannya. Jadi mohon infonya juga kurikulum yang > seperti apa yang bagus utk msk SD bagi parents yang anaknya uda di SD. > > > > Tx > > > Ibunya Okta&Reva > --- On Mon, 7/28/08, Turisina Ramli <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > From: Turisina Ramli <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: Re: [parentsguide] usia masuk SD tahun 2009 minimal 7 tahun > To: [email protected] > Date: Monday, July 28, 2008, 9:31 AM > > > > > > > > > > > > Dear mbak Myra, dan other parents, > > Sekedar > sharing nih......Apabila peraturan ini memang jadi diterapkan, aku > melihatnya dari sisi positif. Ini menjadi tolak ukur pertama > untuk membuat guru-guru SD menerima anak-anak yang matang untuk > menerima tanggung jawab (banyak hal yang belum dilakukan di TK, mulai > dilakukan di SD, misalnya mengatur buku pelajaran untuk dibawa esok > paginya, membuat PR, menyiapkan seragam, belajar sebelum ulangan, dll). > > Kedua > rentang konsentrasi anak usia 7 tahun berbeda cukup signifikan dg anak > usia 6 tahun. Walaupun beberapa anak yang terlatih, kelihatan tidak ada > bedanya. > > Secara cognitive, anak bisa memacu dirinya jadi anak > usia 7 tahun yang lahir di bulan Januari, bila dibandingkan anak yang > lahir di bulan November level pemahamannya bisa sama atau anak November > bisa lebih baik. Tetapi pendidikan bukan hanya mengembangkan sisi > cognitive saja. Ada sisi lain yang sama pentingnya.. ... > > Menurutku > ini merupakan keinginan yang baik (btw di banyak negara memang usia > untuk masuk primary school (setara SD) adalah 7 tahun), cuma memang > banyak PR yang harus diselesaikan sebelum peraturan ini bisa jalan. > Saya berharap pemerintah (Depiknas) memikirkan hal ini dengan bijaksana > sebelum mengimplementasikan nya. Jangan sebentar ganti, 2 tahun lagi > berubah, kasihan anak-anak yang menjadi kelinci percobaan. > > Thanks ya mbak Myra...buat infonya.... > > Regards > Turisina > > --- On Sat, 7/26/08, myra1577 <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: > From: myra1577 <[EMAIL PROTECTED] com> > Subject: [parentsguide] usia masuk SD tahun 2009 minimal 7 tahun > To: parentsguide@ yahoogroups. com > Date: Saturday, July 26, 2008, 1:41 > PM > > > > > > > > > Sebelumnya sy menulis ini gak ada maksud u/ menkut-nakuti atau > > membuat cemas. Hanya ingin menyampaikan informasi yang sy tau aja > > (mungkin ada yang udah tau juga ya..) > > > > Tadi saya baru aja pulang dari pertemuan orang tua murid di > > sekolahnya anak-anak. Disana pemimpin sekolah, berbicara tentang > > banyak hal. Salah satunya adalah adanya kemungkinan pemerintah akan > > membuat aturan baru untuk tahun ajaran 2009, bahwa usia minimal > > masuk SD adalah umur 7 tahun. > > > > Aturan ini tadinya akan diberlakukan pada tahun ini, tapi kemudian > > di batalkan (alasannya tidak di ketahui). Bukan dibatalkan sih, > > katanya cuma diundur ke tahun 2009. > > > > Walaupun menurut pemimpin sekolah semua ini baru berupa kemungkinan, > > tapi yang harus menjadi catatan & pertimbangan orang tua adalah > > bagaimana kalo peraturan itu jadi diterapkan? Mengingat sekarang ini > > kan pastinya banyak sekali lulusan TK yang berusia 6 tahun (bahkan > > mungkin ada yang kurang). > > > > Saya pribadi yakin kalo peraturan ini jadi di terapkan pasti akan > > menimbulkan protes yang cukup besar dimana-mana. Tapi ya bukan > > rahasia lagi kan kalo pemerintah sudah menetapkan suatu aturan mau > > protes bertebaran dimana-mana kek, kecil kemungkinan peraturan itu > > akan berubah. Realitanya seperti itu kan..? > > > > Pemimpin sekolah anak memberikan beberapa info alternative apabila > > peraturan ini jadi diterapkan. Salah satunya adalah masuk SD swasta. > > Karena berdasarkan informasi yang pemimpin sekolah anak-anak > > dapatkan, sekolah swasta masih mau menerima siswa yang berusia > > kurang dari 7 tahun (Kl peraturannya jd diterapkan ya..) dengan > > syarat membawa surat rekomendasi dari TK asal yang menyatakan bahwa > > anak kita telah lulus dari TK tersebut & juga membawa surat > > keterangan dari psikolog yang menyatakan bahwa anak kita sudah cukup > > matang untuk memasuki jenjang SD. > > > > Sementara untuk sekolah negeri, menurutnya ada kemungkinan tertutup > > bagi usia kurang dari 7 tahun. Karena sekolah negeri merekan kan > > mengikuti aturan pemerintah. > > > > Alternatif lainnya adalah mengulang 1 tahun lagi di TK. Dan menurut > > pemimpin sekolah anak-anak kalo itu terjadi, sekolah sudah > > mengantisipasi tentunya materi TK B untuk anak yang mengulang dengan > > materi anak TK B yang baru naik dari TK A akan di bedakan. > > > > Menurut saya banyak selain alternative- alternatif lain selain 2 > > alternatif yang sudah disebutkan lagi. Sekali lagi saya bukan ingin > > menakuti-nakuti, tapi saya justru ingin mengajak rekan-rekan untuk > > sharing. Siapa tau dengan sharing akan terbuka beribu-ribu > > alternative yang tadinya tidak terpikirkan oleh kita semua. Jadi > > kita tidak hanya pasif & pasrah menerima peraturan pendidikan yang > > terus berubah-ubah, seolah-olah anak-anak kita ini hanya di jadikan > > kelinci percobaan. Biar gimana mereka adalah anak-anak kita kan, > > kita sebagai orang tuanya pasti lebih tau mana yang terbaik untuk > > anak kita. > > > > Saya & suami sendiri sudah sejak lama memutuskan ketika anak-anak > > kami masuk jenjang SD nanti Insya Allah sudah sangat mantap untuk > > ber-HS. Jadi ada atau tidak ada peraturan ini pun sebenarnya tidak > > ada efeknya untuk saya ya? Tapi saya sangat sadar gak semua orang > > tua memilih pilihan HS untuk anak-anaknya. Saya pun tidak bias > > memaksakan pilihan saya ini untuk semua pihak. Karena yang cocok & > > terbaik u/ anak-anak sy belum tentu cocok & terbaik u/ keluarga > > lain. Jadi mari kita saling sharing ya Walaupun aturan ini belum > > ada kepastian untuk di terapkan, atau kalo pun sudah pasti di > > terapkan kan masih 1 tahun lagi. Tapi gak ada salahnya kan kalo kita > > mulai dari sekarang untuik memikirkan? Draipada nanti kita Cuma bias > > terkaget-kaget, panic lalu akhirnya hanya bisa pasrah deh. Gimana > > moms? Sharing yuk > > > > Myra > > http://ke2naischool .blogspot. com > > http://ke2nai. blogspot. com >

