hi moms,

saya setuju dg pertanyaan mom yusri. apakah kita para mom mseh (bisa)
tenang meninggalkan buah hati kita dg pembantu yang telah kita 
ketahui kelakuannya?
aku waktu hamil pernah lho dikunciin sama pembantu didalam rumahku. 
kesannya tolol bgt ya... saat itu sya sedang hamil muda. pembantu 
itu dari mertua dan sudah ikut suamiku sejak bujangan, aku pikir 
dulunya nih lumayan buat jaga anakku kelak, selama aku bekerja. eh 
pas ketika aku cuti 12 hari full, barulah ketauan belangnya. dia tuh 
ternyata suka meninggalkan rumah untuk bertemu pacarnya. pdh dia 
sudah aku ksih libur 1 hari dalam 1 minggu (waktu dia boleh pilih 
sabtu atau minggu) 
libur dia ambil dan ternyata diantara hari senen-jumat dia juga suka 
pergi. dia mula2 minta izin, ya jelaslah aku ga kasih. tp pas 
besoknya mungkin dia lihat aku sedang tidur maklum hamil muda, diam2 
dia pergi dengan mengunci rumah dan kuncinya dibawanya pula. Aku 
baru tau dia pergi en rumahku terkunci ketika ada temen berkunjung. 
karuan aj aku kelabakan...... he..he..he temen aku cm bs tertawa 
melihat aku yang kebigungan. pembantu sebelah memberi tahu bahwa 
pembantuku pergi dijemput pacarnya. ya sudah, apa mo dikata. kunci 
cm ada satu itu saja yang cadangan dibawa suami. temanpun gagal 
berkunjung, aku hanya bs menunggu. akhirnya sore dia pulang. aku 
langsung memanggilnya menyuruhnya berkemas. bagiku sulit sekali 
menerima atau toleransi lge atas kesalahannya itu. akhirnya besoknya 
dia aku antar kestasiun gambir. klo ingat itu gemas bgt. masa aku 
terkunci dirumah sendiri.
ternyata setelah pembantu itu aku pecat, banyaklah cerita2 dari 
tetangga bahwa slama kamu tinggal bekerja dia suka membawa pacarnya 
kedalam rumah kami. pantes saja klo aku pulang kerja sore rumahku 
bau rokok, pdh suamiku tidak merokok. aku tanya apa ada tamu ke 
sipembantu dia jawab tidak ada. ditambah lagi stok persediaan makan 
bulanan kami selalu habis sebelum waktunya, pdh aku sudah 
memperhitungkan sebelumnya.
 aku memilih memecat dia karena aku tidak bisa percaya. Bagaimana 
klo anakkku lahir en aku titip ma dia, kemungkinan besar anakku 
mengalami nasib kaya aku. bagaimana klo kebakaran atau  
akh.......sulit memang mendapatkan pembantu yang bener2 niat bekerja.

kita bayar gaji pembantu bukan untuk ber hp ria atau pacaran,
sekarang apa2 mahal, en zaman sedang susah. jadi kitapun harus bisa 
yakin apa yang kita keluarkan (uang maksudnya) bener2 sesuai dg 
hasil yang kita inginkan. 

salam

fie


--- In [email protected], "- Yusri -" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> Ma'af mom....
> Tapi apakah mom tenang saat tinggalin baby nya ke kantor....?
> Bukan tidak mungkin si baby jadi terlantar karena BS nya selalu 
ber hp ria.
> Sementara mom gaji dia utk merawat dan menjaga si baby saat mom ke 
kantor, bukan menggaji dia utk ber hp ria.
> 
> 
> 
> 
> 
> Regards,
> YUSRI
> email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Sent from my BlackBerry® wireless device
>

Kirim email ke