Sekali lagi SETUJU MOM..., walau kita butuh mereka, tp kalo kelakuan
udah nyebelin ga ada kata lain selain PECAT. Apalagi 
berurusan  dengan mengasuh anak kita.Pasti masih ada lah yg mau
kerja dengan baik.



--- Pada Ming, 24/8/08, mynamefie <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Dari: mynamefie <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: Re: Bls: [parentsguide] Bingung, mhn saran : PRT main HP
Kepada: [email protected]
Tanggal: Minggu, 24 Agustus, 2008, 8:57 PM










    
            hi moms,



saya setuju dg pertanyaan mom yusri. apakah kita para mom mseh (bisa)

tenang meninggalkan buah hati kita dg pembantu yang telah kita 

ketahui kelakuannya?

aku waktu hamil pernah lho dikunciin sama pembantu didalam rumahku. 

kesannya tolol bgt ya... saat itu sya sedang hamil muda. pembantu 

itu dari mertua dan sudah ikut suamiku sejak bujangan, aku pikir 

dulunya nih lumayan buat jaga anakku kelak, selama aku bekerja. eh 

pas ketika aku cuti 12 hari full, barulah ketauan belangnya. dia tuh 

ternyata suka meninggalkan rumah untuk bertemu pacarnya. pdh dia 

sudah aku ksih libur 1 hari dalam 1 minggu (waktu dia boleh pilih 

sabtu atau minggu) 

libur dia ambil dan ternyata diantara hari senen-jumat dia juga suka 

pergi. dia mula2 minta izin, ya jelaslah aku ga kasih. tp pas 

besoknya mungkin dia lihat aku sedang tidur maklum hamil muda, diam2 

dia pergi dengan mengunci rumah dan kuncinya dibawanya pula. Aku 

baru tau dia pergi en rumahku terkunci ketika ada temen berkunjung. 

karuan aj aku kelabakan... ... he..he..he temen aku cm bs tertawa 

melihat aku yang kebigungan. pembantu sebelah memberi tahu bahwa 

pembantuku pergi dijemput pacarnya. ya sudah, apa mo dikata. kunci 

cm ada satu itu saja yang cadangan dibawa suami. temanpun gagal 

berkunjung, aku hanya bs menunggu. akhirnya sore dia pulang. aku 

langsung memanggilnya menyuruhnya berkemas. bagiku sulit sekali 

menerima atau toleransi lge atas kesalahannya itu. akhirnya besoknya 

dia aku antar kestasiun gambir. klo ingat itu gemas bgt. masa aku 

terkunci dirumah sendiri.

ternyata setelah pembantu itu aku pecat, banyaklah cerita2 dari 

tetangga bahwa slama kamu tinggal bekerja dia suka membawa pacarnya 

kedalam rumah kami. pantes saja klo aku pulang kerja sore rumahku 

bau rokok, pdh suamiku tidak merokok. aku tanya apa ada tamu ke 

sipembantu dia jawab tidak ada. ditambah lagi stok persediaan makan 

bulanan kami selalu habis sebelum waktunya, pdh aku sudah 

memperhitungkan sebelumnya.

 aku memilih memecat dia karena aku tidak bisa percaya. Bagaimana 

klo anakkku lahir en aku titip ma dia, kemungkinan besar anakku 

mengalami nasib kaya aku. bagaimana klo kebakaran atau  

akh.......sulit memang mendapatkan pembantu yang bener2 niat bekerja.



kita bayar gaji pembantu bukan untuk ber hp ria atau pacaran,

sekarang apa2 mahal, en zaman sedang susah. jadi kitapun harus bisa 

yakin apa yang kita keluarkan (uang maksudnya) bener2 sesuai dg 

hasil yang kita inginkan. 



salam



fie



--- In parentsguide@ yahoogroups. com, "- Yusri -" 

<yusri_parentsguide @...> wrote:

>

> 

> Ma'af mom....

> Tapi apakah mom tenang saat tinggalin baby nya ke kantor....?

> Bukan tidak mungkin si baby jadi terlantar karena BS nya selalu 

ber hp ria.

> Sementara mom gaji dia utk merawat dan menjaga si baby saat mom ke 

kantor, bukan menggaji dia utk ber hp ria.

> 

> 

> 

> 

> 

> Regards,

> YUSRI

> email: [EMAIL PROTECTED]

> 

> Sent from my BlackBerry® wireless device

>




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Yahoo! Toolbar kini dilengkapi Anti-Virus dan Anti-Adware gratis.
Download Yahoo! Toolbar sekarang.
http://id.toolbar.yahoo.com

Kirim email ke