sory, kalo udah dapat emial
ini......................................................


fyi....
Mudah-mudahan bermamfaat...!

 
JANGAN MEMBIASAKAN MENJEPIT GAGANG TELEPON
 
[phone.bmp]
 
 
Tonjolan tulang dapat memutuskan saluran pembuluh darah dan memicu
stroke. Peringatan berikut ini mungkin perlu diperhatikan benar oleh
para sekretaris, operator, konsultan, dokter dan para karyawan yang
sering menggunakan telepon. 

Ingat, janganlah terlampau sering melepaskan gagang telepon dari tangan
Anda dan meletakkannya di antara pundak dan telinga, sementara tangan
melakukan aktivitas lain. 

Konon, perilaku semacam itu bisa menyebabkan stroke. Demikian
dikemukakan seorang ahli syaraf asal Perancis pada Jurnal Kesehatan
beberapa waktu lalu. 

Seorang psikiater yang biasa berbicara lewat telepon yang terjepit di
telinga kiri dan pundaknya lebih dari satu jam, dilaporkan menderita
stroke ringan. Kejadian naas itu terjadi akibat adanya tonjolan tulang
yang memutuskan saluran pembuluh nadi. Menurut tim dokter yang meneliti
kasus tersebut, pria berusia 43 tahun yang terbiasa berbicara dengan
pasien-pasiennya pada mulanya sehat-sehat saja. 

Namun seusai memberikan konsultasi kepada pasiennya, si psikiater ini
mengeluhkan kebutaan sementara pada mata kirinya, telinga kirinya pun
seperti merasakan sebuah dengung. Tak hanya itu, dia pun mengaku
kesulitan untuk berbicara. Kondisi ini menunjukkan bahwa dirinya
menderita stroke ringan. 

http://mail.google.com/mail/?ui=1&attid=0.1.3&disp=emb&view=att&th=11bc0
989008e7217

Dari hasil pemindaian tampaklah adanya sobekan pada dinding arteri
bagian dalam dari organ tubuh si pria tadi. Sobekan tadi jelas
mempengaruhi saluran pengiriman darah yang menuju ke otak. 

Seperti diketahui, pada tubuh manusia terdapat dua kelenjar arteri yang
bertugas menyalurkan darah yang mengandung oksigen dari jantung menuju
kepala dan leher. Kedua saluran arteri tersebut naik di kedua sisi
leher, dari jantung menuju otak. 

Pada gambar scanning tampaklah adanya sebuah peruncingan tulang yang
lazim di sebut sebagai proses stiloid, yang menyebabkan adanya kontak
antara tulang (pada bagian leher) dengan arteri. 

Sebenarnya, setiap orang memiliki dua tulang stiloid ini. Keduanya
menonjol dari dua sisi tulang tengkorak, tepat di bawah telinga dan di
belakang tulang rahang. Namun, tulang yang dimiliki psikiater tadi lebih
panjang dari biasanya. 

Mathieu Zuber, ahli syaraf dari rumah sakit Saint Anne, Paris mengatakan


"Untungnya pasien ini hanya mengalami serangan insemik berkala atau
terjadi penghentian suplai darah menuju otak yang kurang dari 24 jam". 

Dengan begitu, hanya stroke ringanlah yang menyerang psikiater yang
biasa bertelepon dengan pasiennya tadi. 

"Namun, kejadian ini menunjukkan kepada kita bahwa aktivitas setiap hari
yang melibatkan penyimpangan agak lama di bagian leher, seperti
menggunakan telepon dengan menghimpit antara telinga dan pundak, bisa
menimbulkan masalah yang tidak terduga bagi sebagian orang," tambahnya. 

Ia menambahkan, psikiater tersebut tidak mengalami gejala stroke terlalu
lama. Namun, sejak kejadian itu, ia tidak mau lagi melakukan pembicaraan
dengan cara menghimpit telepon di antara telinga dan pundaknya saat
melayani keluhan pasien-pasiennya. oleh sebab itu mulai dari sekarang
hilangkan kebiasaan tersebut. 

"Lebih baik mencegah sebelum hal itu terjadi pada kita semua". 

Keep your health... 
 
 
 
regards........
 
  
 
 "SAVE PAPER, don't print this message unless absolutely necessary."




 

<<image001.jpg>>

<<image002.jpg>>

Kirim email ke