Dear Friends,

Di Malaysia dan Singapore, para pengemudi ngisi sendiri tuh...nggak perlu ada 
petugas pom bensin. Cuma klu ini diterapkan akan jadi banyak pengangguran ya..?

Harga masker tidak mahal buat perusahaan sebesar pertamina. Jadi bukan soal 
mereka nggak bisa beliin masker tapi itu aturan perusahaan, dan kalau karyawan 
pom bensin  melanggar akibatnya bisa di PHK lo.

Kayak buah simalakama ya. Sedih banget...memikirkan rakyat di negaraku tercinta 
ini. Kayaknya banyak kebijakan yang tidak dipikirkan secara matang dan 
integral. 

Mohon maaf saya belum punya ide yang baik...... semoga Allah swt membuka mata 
para petinggi kita untuk mempunya hati nurani seluas samudra....

Salam 
Turisina
   

--- On Thu, 10/30/08, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [parentsguide] Fwd: Dibalik senyum pekerja
To: [email protected]
Date: Thursday, October 30, 2008, 3:43 PM










    
                Gue akan bawa masker untuk mereka..
Daripada nunggu kebijakan ga turun2.. As a customer segala bentuk permintaan 
termasuk memakai masker kan ga boleh ditolak oleh perusahaan.

Other alternative:
Perusahaan mengeluarkan sedikit recehnya u membeli sistem prepaid (shub dgn 
tingginya tinkat kecurangan di negara tcinta ini). Jd customer sendiri yg akan 
mengisi bahan bakar. Smacam kartu flash dr bca or ezlink-nya spore. Mesin pom 
bensin spt atm. Masukin kartu, pilih, paid, isi deh..

Powered by Telkomsel BlackBerry®From:  "Halida Kelana" <maurora.kelana@ 
gmail.com>
Date: Thu, 30 Oct 2008 12:13:39 +0700
To: <parentsguide@ yahoogroups. com>
Subject: [parentsguide] Fwd: Dibalik senyum pekerja
                    
-----Original Message-----
From: ALAN Eric 
Sent: 29 Oktober 2008 11:21
To: HENDRA Hendra; HASIBUAN Markus (Rainer); HADIYANTO Agus; SAVITRI Diah; 
SARASWATI Nita (Novita); FIENAN Achmad; KURNIAWATI Shinta (Prina); DELVIANTI 
Delvianti; KRISNA Balamurali; INDARTI Ratna; KURNIAWAN Stepanus (David); 
KUSWADI Riana; YACOB Yacob; HALIM Hervania; LAURENSIA Yuni; WAHYUNINGSIH Yuni; 
TJAHYONO Anita; KUSUMASARI Dwiana; GUMILAR Gun (Gun)
Subject: Dibalik senyum pekerja     Kus, ini mungkin bisa mencermin kan 
pengorbanan kerja g disini.... G harus terlihat menikmati bekerja disini.... 
padahal g mederita disini....    *) kira kira siapa yah yang bisa menyuarakan 
penderitaan kita  supaya yang di atas sadar....        

 Ketika mengisi bensin, saya sering kali ngobrol dengan petugas pom bensinnya. 
 Kebiasaan saya memang suka mengobrol dengan siapa saja.
 Sering kalinya saya hanya ingin menambah wawasan saja dari hal-hal
 yang mungkin tidak terpikirkan oleh saya sebelumnya.

 Kembali ke soal perbincangan saya dengan beberapa petugas pom bensin.
 Hal yang beberapa bulan ini saya tanyakan ke mereka di berbagai tempat pom 
bensin adalah apakah mereka tidak pusing mencium bau bensin setiap hari dan 
kenapa mereka tidak memakai masker penutup hidung agar mengurangi uap bensin 
yang terhirup.

 Hal tersebut saya tanyakan, karena saya saja yang berdiri sebentar
 sambil ngobrol, sudah langsung pusing karena menghirup bau bensin
 tersebut.

 Mereka, kurang lebih sepuluh orang, yang saya tanyakan semuanya
 menjawab bahwa sebenarnya mereka juga pusing. 
 Mereka merasakan dada yang sesak. 
 Dan makin parah lagi kalau pas mereka sedang sakit, katakan saja flu, perasaan 
sakit di dada semakin menjadi.

 Ketika saya tanyakan kenapa mereka tidak memakai masker, jawaban
 mereka semuanya sama yaitu karena kebijakan perusahaan. 
 Perusahaan melarang mereka memakai masker karena demi pelayanan ke pelanggan.
 Mereka diwajibkan untuk tetap tersenyum ketika melayani pelanggan.
 Mereka bilang, kalau mereka pakai masker, mereka tidak bisa lagi
 menunjukkan senyum mereka ke nasabah dan itu akan dianggap tidak sopan karena 
tidak menghargai pelanggan.

 Hazrah kazrah!

 Saya terkaget mendengar jawaban mereka. 
 Jawaban mereka semuanya seragam. 
 Jawaban mereka pun semakin diperkuat dengan iklan Pertamina
 di televisi yang mengutamakan senyum petugasnya ketika melayani pelanggan.

 Ironisnya, dibalik senyum yang mereka berikan, ada derita yang harus
 mereka tanggung dengan mencium uap bensin setiap hari yang dapat
 memberikan gangguan yang serius kepada kesehatan mereka, khususnya paru-paru 
dan otak mereka.

 Saya sebagai pelanggan lebih senang melihat mereka memakai masker
 penutup hidung, ketimbang mereka melayani dengan senyum tapi saya tahu dibalik 
senyumnya, mereka menanggung derita yang tidak ringan.

 Melalui tulisan ini, saya mengajak kita yang peduli terhadap nasib
 para pekerja pom bensin untuk menyerukan kepedulian kesehatan petugas pom 
bensin agar pertamina dan pemilik pom bensin melengkapi petugas pom bensin 
dengan masker penutup hidung.

 Saya sebagai pelanggan pom bensin lebih peduli kesehatan petugas pom
 bensin ketimbang senyuman mereka ketika mereka mengisikan bensin ke kendaraan 
saya. 
 Saya sudah mulai merasa tidak nyaman karena tahu dibalik senyuman petugas pom 
bensin ada derita yang harus mereka tanggung akibat menghirup uap bensin.

 Semoga melalui tulisan ini, nasib kesehatan petugas pom bensin bisa
 diperbaiki dimulai dengan memakai masker penutup hidung.

 catatan:
 Sekedar tambahan catatan, untuk pom bensin yang buka 24 jam,
 diterapkan tiga shift kerja. 
 Kurang lebih mereka bekerja seharinya sekitar 8-9 jam. 
 Jumlah jam yang cukup lama untuk menghirup uap bensin terus menerus.

 Silahkan di forward tulisan ini, khususnya ke mereka yang anda pikir
 dapat mempengaruhi untuk merubah kebijakan agar para petugas pom
 bensin dibolehkan memakai masker penutup hidung.           
   The information transmitted is intended only for the person or the entity to 
  which it is addressed and may contain confidential and/or privileged   
material. If you have received it by mistake please notify the sender by   
return e-mail and delete this message including any of its attachments from   
your system. Any use, review, reliance or dissemination of this message in   
whole or in part is strictly prohibited. Please note that e-mails are   
susceptible to change. The views expressed herein do not necessarily   
represent those of PT Astra International Tbk and should not be construed as   
the views, offers or acceptances of PT Astra International Tbk.              

                                   
      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke