Sent from my BlackBerry�
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: <[EMAIL PROTECTED]>

Date: Tue, 18 Nov 2008 16:36:31 
To: <[EMAIL PROTECTED]>; adi TK<[EMAIL PROTECTED]>; aling lim<[EMAIL 
PROTECTED]>; anton halim<[EMAIL PROTECTED]>; apri<[EMAIL PROTECTED]>; Arie 
Lippo<[EMAIL PROTECTED]>; ashwine<[EMAIL PROTECTED]>; bandot<[EMAIL 
PROTECTED]>; buch<[EMAIL PROTECTED]>; cipto<[EMAIL PROTECTED]>; cisca<[EMAIL 
PROTECTED]>; David fendi<[EMAIL PROTECTED]>; devi BSD<[EMAIL PROTECTED]>; 
DL<[EMAIL PROTECTED]>; dumpret<[EMAIL PROTECTED]>; hery siahaan<[EMAIL 
PROTECTED]>; hsd ivan<[EMAIL PROTECTED]>; iyo<[EMAIL PROTECTED]>; lenna<[EMAIL 
PROTECTED]>; Ma<[EMAIL PROTECTED]>; nonik hailai<[EMAIL PROTECTED]>; Nunung 
LK<[EMAIL PROTECTED]>; oline<[EMAIL PROTECTED]>; om freddy<[EMAIL PROTECTED]>; 
onei<[EMAIL PROTECTED]>; pipi<[EMAIL PROTECTED]>; poernama<[EMAIL PROTECTED]>; 
raymond<[EMAIL PROTECTED]>; san2<[EMAIL PROTECTED]>; Santos Haryanto<[EMAIL 
PROTECTED]>; silvia ferayanti<[EMAIL PROTECTED]>; siska widjaja<[EMAIL 
PROTECTED]>; tar-Q<[EMAIL PROTECTED]>; yuli MG2<[EMAIL PROTECTED]>; yulianti 
wong<[EMAIL PROTECTED]>
Subject: SMP TarQ 3 Jangan lepaskan cinta




 

Herry W
0818-606288
021-32542888
________________________________




Jangan Lepaskan Cinta

Cerita saya ini hanyalah sebuah cerita biasa dari kehidupan seorang wanita. 
Saya membagi cerita karena ingin membagi kebahagian yang telah saya dapatkan 
dalam kehidupan. Saya dilahirkan dari sebuah keluarga pekerja keras.

Papa adalah seorang pengusaha yang berhasil. Sejak kecil, saya lebih dekat 
dengan Papa, hal itu membuat saya menjadi seperti seorang laki-laki. Bukan 
dalam penampilan, tapi dari cara berpikir dan cara mengambil keputusan dan cara 
saya berbuat. Dan sayapun seorang pekerja keras seperti Papa. Dengan bekerja 
keras dan adanya emansipasi, saya berhasil memiliki semua yang saya inginkan 
dalam hidup.

Dalam kehidupan sehari-hari, saya agak nakal, keras kepala dan suka berganti 
pacar dan mencoba sesuatu yang baru. Saya mempunyai jiwa petualang layaknya 
seorang laki-laki mungkin karena dekat dengan Papa saya.

Pada suatu kegiatan, saya bertemu dengan seorang pria, yang kemudian menjadi 
suami saya. Calon suami saya itu sebenarnya bukan type ideal saya. Saya melihat 
banyak kekurangan darinya karena dia tidak seperti layaknya laki-laki yang saya 
idamkan sebagai laki-laki ideal. Tapi ada hal yang menarik darinya dan sayapun 
tidak tahu itu apa, yang membuat saya senang bersama dengan dia. Dan anehnya 
kami pun berpacaran.

Pacaran kami tidak seindah seperti layaknya cerita cinta Cinderella. Kami 
sering bertengkar, kami sering saling menyakiti satu sama lain. Mungkin calon 
suami saya tersebut malu karena dia tidak memiliki banyak hal seperti yang saya 
miliki. Dia sangat angkuh dan sombong seakan-akan dialah orang yang paling 
pintar diantara kami berdua.

Kamipun seperti kucing dengan tikus, selalu bertengkar sehingga kamipun 
berpisah, walaupun kami kembali pacaran lagi. Yang terjadi kemudian adalah kami 
menjadi putus dan sambung berulang kali. Sayapun lelah dan menjadi sangat 
membenci dia lalu memutuskan untuk meninggalkannya. Lagipula keluarga saya 
tidak menyukainya karena dianggap hanya akan mengambil keuntungan materi yang 
keluarga kami miliki.

Sayapun mencoba menjalin hubungan dengan pria lain. Ketika gagal, saya mencoba 
pria lain lagi dan begitulah seterusnya. Satu hal yang saya tidak mengerti 
kenapa saya selalu mengingat pada calon suami saya tsb. Begitulah saya melewati 
hari-hari dalam tahun-tahun yang berlalu dalam kehidupan saya.

Waktu berjalan dan secara kebetulan sayapun bertemu dengannya lagi disuatu 
kota. Dia mengajak saya untuk meluangkan waktu luang bersama. Sayapun setuju 
walaupun sebenarnya saya sangat enggan karena mengingat rasa benci saya 
kepadanya dan sikapnya yang angkuh dan sombong.

Kamipun bertukar cerita tentang kehidupan kami masing-masing. Saya melihat 
bagaimana keangkuhan dan kesombongan seorang pria ketika bercerita tentang 
keinginannya dan bagaimana menjalani hidup dengan kesendiriannya. Sampai pada 
akhirnya kamipun bernostalgia tentang hubungan kami. Saya melihat perubahan 
wajah padanya, matanya seakan-akan menerawang dengan kosong. Tiba-tiba saya 
melihat wajahnya seperti seorang yang tak berdaya. Saya tidak melihat lagi 
keangkuhan dan kesombongan dari seorang pria dalam dirinya, yang saya rasakan 
kelembutan hati seorang pria.

Saya melihat dia hanyalah seorang manusia biasa yang mencoba bertahan tegar 
dalam masalah-masalah yang dihadapinya. Saat itu juga saya menyadari, bahwa dia 
tidaklah seangkuh dan sesombong yang selama ini saya rasakan. Saya bisa 
merasakan sedih yang dia rasakan ketika saya memutuskan untuk berpisah dengan 
dia. Saya baru menyadari bahwa dia sudah merasa tidak mampu membuktikan betapa 
dia sangat mencintai saya.

Ketika saya kembali ke hotel, sayapun menangis dan menyesali semua kebodohan 
yang telah terjadi. Saya kehilangan calon suami saya karena saya menginginkan 
dia sesuai dengan apa yang saya inginkan, dan ketika dia tidak mampu seperti 
yang saya inginkan, saya pun marah dan membenci dia tanpa melihat diri saya 
sendiri apakah saya juga mau berubah seperti apa yang diinginkan olehnya. Saya 
tidak bisa melihat dia sebagai seorang yang sempurna dengan kekurangan dan 
kelebihan yang dimiliknya dan saya tidak menyadari bahwa dia telah berubah 
seperti kemauan saya dengan semua kemampuan dia.

Sayapun jadi membenci diri saya karena tidak mampu melihat begitu banyak hal 
baik yang diberikan olehnya untuk membahagiakan saya. Saya tidak mampu melihat 
kebahagian dan tawa yang diberikan olehnya dalam hidup saya. Kemudian saya 
akhirnya menyadari, apa yang saya suka darinya yang tidak mampu diberikan oleh 
pria lain adalah dia telah membuat hidup saya seperti alunan nada yang indah. 
Terkadang, nada itu sangat tinggi sehingga menyayat hati, terkadang sangat 
rendah sampai tidak bisa di dengar kemudian mengalun dengan cepat dan penuh 
dentaman tetapi penuh keriangan.

Calon suami saya bukan seperti pria lainnya. Dia mengajar saya melihat dengan 
cara yang berbeda. Kejujuran dia kadang menyakitkan hati saya, tapi itulah yang 
membuat saya mencintai dia, karena dia mau mencintai saya dengan cara yang 
berbeda dengan pria lain. Dia ingin agar saya menjadi lebih baik.

Dan sayapun melihat bahwa dia sama seperti Papa saya, seorang laki-laki yang 
tahu apa yang diinginkan dalam hidupnya dan mau berjuang untuk cita-citanya. 
Saya memutuskan mengajaknya bertemu dan saya pun melamar dia. Suami saya kaget 
tapi dia menerima lamaran saya. Saya menangis bahagia dan untuk pertama kali 
saya melihatnya menangis. Saya bahagia karena saya telah menyia-nyiakan cinta 
saya selama ini dan ketika saya memutuskan untuk merengkuh cinta itu kembali, 
cinta masih berpihak pada saya. Dan itulah keputusan paling gila yang saya 
lakukan dalam hidup saya.

Saya mendapat banyak cobaan untuk cinta yang saya inginkan terutama dari 
keluarga saya, tetapi saya tetap percaya pada cinta. Memang saya tidak 
mendapatkan semua yang saya inginkan dalam hidup, tetapi saya mendapatkan satu 
hal yang paling indah dan berharga yang dapat diberikan oleh kehidupan yang 
tidak mungkin saya tukar dengan apapun. Saya mempunyai keluarga dan anak-anak 
yang membuat saya bisa ketawa dan bisa menangis, bisa membuat saya senang dan 
marah, tapi itulah kehidupan. Dan seperti itulah kehidupan semestinya di jalani.

Saat ini sebagai wanita, sayapun menyadari bahwa saya memang diambil dari 
tulang rusuk laki-laki. Dan saya sadar bahwa Pria adalah mahluk paling sempurna 
yang di ciptakan Allah. Pria adalah mahluk yang paling tegar tapi juga paling 
sensitif setelah saya menyadari bahwa sebagian besar perancang busana, juru 
masak, ahli seni, arsitek, akuntan dll adalah pria. Mereka, kaum pria mampu 
kelihatan tegar dan keras di depan orang banyak bahkan mungkin di depan wanita 
yang dicintainya tapi hatinya tetap sensitif melebihi wanita.

Saya selalu mengutamakan kepentingan suami dan anak-anak saya. Saya mau 
mengorbankan karir dan keinginan saya pribadi. Ketika saya mengorbankan 
kepentingan pribadi demi cinta, saya memperoleh lebih dari yang saya inginkan, 
karena saya mendapatkan seorang suami yang selalu mempunyai waktu untuk selalu 
berbagi. Suami yang mau mengajak saya jalan berdua di malam hari, mencuci 
piring bersama dan memberi kejutan-kejutan yang menyenangkan hati saya di kala 
gundah.

Hampir tiap hari saya bertengkar dengan suami saya. Dari hal kecil masalah 
pakaian dan belok kiri atau kanan ketika jalan, sampai masalah besar seperti 
suami saya yang memilih jalan dengan teman-temannya daripada ke rumah orang tua 
yang membuat saya membenci dia lalu kami diam bermusuhan selama beberapa hari. 
Terkadang kami bertengkar karena suami saya melakukan sesuatu yang saya tidak 
suka tanpa mau menyadari bahwa apa yang dibuat oleh suami saya adalah untuk 
kebaikan saya. Tapi itulah cinta ketika saya merasa saya tidak malu menunjukkan 
diri saya apa adanya ke suami saya. Dan semua pertengkaran itu tidak ada 
artinya dibanding kebahagiaan dan kedamaian yang mampu suami saya berikan.

Saya dapat tidur dengan tenang karena suami saya akan memeriksa anak-anak kami 
dan semua pintu dan jendela pada malam hari. Ketika saya berpura-pura tidur 
dengan sembarangan maka suami saya akan merapikan selimut saya dan menyingkir 
agar saya tidur tenang. Suami saya akan membereskan berkas-berkas di meja saya 
agar saya bisa langsung berangkat ke kantor dan jika ada yang ketinggalan suami 
mau memutar balik kendaraan kami walaupun dia tetap marah. Tapi apapun yang 
terjadi kami tetap bersama bukan karena kami diikat dalam sebuah pernikahan 
tetapi kami mengikatkan diri dalam cinta kami.

Saya dapat bertengkar dengan hebatnya tanpa takut karena saya yakin cinta kami 
lebih besar dari keegoisan kami masing-masing. Apa yang ingin saya sampaikan 
kepada anda semua kaum wanita adalah hal yang sederhana.

Pertama adalah salah ketika anda berpikiran anda akan berhasil meraih karir 
atau cita-cita pribadi anda dengan hidup sendiri dengan alasan apapun, karena 
sudah tertulis bahwa manusia hidup berpasangan. Karena setiap pria dan wanita 
akan saling memberi dan saling berbagi.

Kedua, kehidupan berkeluarga itu sangat rumit dan kompleks, jauh melebihi 
mengurus perusahaan-perusaha an, karena tidak ada struktur organisasi, SOP, 
manajemen tertulis dll. Bisa anda bayangkan anak anda yang tidak mau menurut 
perintah anda, tetapi anda tidak bisa memecat dia atau pun ketika anda sedang 
capek dan tiba-tiba suami anda bertanya dimana kaos dalam di taruh dan anda 
tidak bisa menggantung di pintu anda tulisan "Jangan diganggu, lagi sibuk" 
karena anda satu kamar dengan dia atau anda harus mengeluarkan dana non budget 
hanya karena tembok anda di coret-coret oleh anak anda tanpa bisa mengeluarkan 
Surat Peringatan.

Tetapi kalau anda bisa mengatasi dan menikmati kehidupan keluarga anda dan 
mampu belajar dari kehidupan berkeluarga, maka percayalah anda akan menjadi 
wanita yang berhasil. Tidak ada wanita yang berhasil dan terkenal dalam dunia 
ini yang hidup sendirian. Semua wanita yang berhasil selalu mempunyai keluarga 
yang baik, karena wanita lah yang mengatur sebuah keluarga. Dan saat itulah 
anda akan menyadari kenapa wanita diambil dari tulang rusuk pria. Bahkan saya 
berbagi cerita ini untuk wanita-wanita yang menginginkan semua hal yang terbaik 
dalam dirinya. Saya tetap seorang isteri yang menyiapkan pakaian suami saya, 
menyiapkan makan di rumah saya dan segala sesuatu dalam rumah tangga saya. Dan 
jika saya harus memilih, maka saya memilih keluarga saya dibanding dengan karir 
saya yang terkenal.

Akhir kata, jika anda percaya sudah menemukan cinta anda dan pasangan hidup 
anda, berjuanglah mendapatkannya dan jangan lepaskan cinta anda. Mungkin jalan 
cerita cinta anda tidak semulus cerita teman anda atau orang tua anda, tetapi 
ketika anda mau berjuang demi cinta anda, anda akan melihat dalam cinta, segala 
sesuatu akan tampak lebih indah. Jangan terpaku pada hal-hal kecil, nasehat 
saya, jika anda mampu menghitung semua kesalahan dan sikap dia yang membuat 
anda benci pada pasangan anda, percayalah anda tidak akan pernah sanggup 
menghitung kebaikan, tawa dan kebahagiaan yang dia berikan pada anda dan itulah 
cinta.

Hidup itu indah bukan karena jalan yang harus kita lalui itu mudah tetapi 
karena jalan kehidupan itu berat dan berliku kadang menanjak dan menukik turun 
dengan tajam dan bergelombang dan akhirnya anda akan merasa bahagia tanpa 
mengingat apa yang telah anda lalui jika anda mau tetap teguh dengan cinta 
anda. Saya tidak mau anda mengalami hidup seperti saya yang telah 
menyia-nyiakan cinta saya karena ke egoisan saya. Terkadang kita baru menyadari 
sesuatu itu begitu berharga ketika kita kehilangan.

Diantara semua yang ada didunia, maka cintalah yang paling terbesar. Saya 
adalah seorang CEO di salah satu perusahaan terbesar di Amerika bahkan di 
dunia. Dan saya lebih bangga menyebut diri saya sebagai seorang isteri dan ibu 
yang bahagia karena untuk itulah Allah menciptakan saya di dunia ini.

------------ --------- --------- --------- --------- --------- -

. 

    


      

Kirim email ke