hi.. ikutan nih... anakku Mysha (2 tahun 2 bulan) dulu disarankan test
mantoux, karena kenaikan berat badannya yang landai. setelah di tes hasilnya
positif TBC untuk mantoux begitu pula hasil rontgen dan test darah yang
mendukung. kemudian diterapi selama 6 bulan. setelah  itu dirontgen lagi
ternyata dibtuhkan terapi lagi selama 3 bulan. dan Alhamdulillah sekarang
sudah selesai.

Setelah terapi alhamdulillah berat badannya meningkat.

Selama terapi saya banyak baca ttg TBC dan banayak artikel yang menunjukkan
bahwa adanya kemungkinan overdiagnose yang sering terjadi. Dan hal itu
membuat saya sangat khawatir.... apakah anak saya benar2 TBC atau tidak.
kashan sekali kalau tidak TBC tapi harus mengkonsumsi antibiotik untuk
jangka waktu yang lama. Walaupun demikian terapi tetap saya lakukan. ingin
test mantuk ulang guna mencari second opinion, tp menurut teman sorang
dokter umum hal itu tidak mungkin dilakukan. juga menurut DSA  teman
saya.Saya semakin khawatir. terlebih ketika terapi nya harus diperpanjang
selama 3 bulan. banayak yang beropini kalau obat antibiotik tbc itu tidak
boleh dikonsumsi untuk anak2 lebih dari 6 bulan.

Baru dibulan ke -7 terapi ,saya yakin kalau anak saya benar positif TBC
setelah membaca suatu artikel ttg bagaimana seharusnya deskripsi hasil
rontgen untuk orang TBC.

Ada satu yang saya pikir seharusnya saya lakukan ketika test baru saja
dilakukan. Yaitu meminta second opinion dari dr lain, mungkin DSA atau pun
spesialis paru. Sehingga menjalani terapi ini dengan lebih mantap.

Sangat baik kalau sebelum test itu dilakukan mba mencari informasi
sebanyak-banyaknya ttg TBC pada anak. Sehingga tidak timbul keragu-raguan
seperti yang saya alami...

semoga si kecil shat-sehat saja ya!! amiin...

2008/12/27 ugahary riffung <[email protected]>

>     Anakku (Richelle, 1 tahun 9 bulan), pernah tes mantoux, sama seperti
> anak mbak, karena berat badannya kurang. Tes ini dilakukan di lengan,
> disuntikkan di bawah kulit. Setelah disuntik, dibuat lingkaran disekeliling
> bekas suntikan.
>
> Dalam 2-3 hari, dilihat, apakah di dalam lingkaran tadi ada ruam merah atau
> tidak. Kalau ada ruam merah, berarti positive. Thanks GOD, hasilnya
> negative. Kalau positive diduga terkena TB (atau TBC), maka akan
> dilakukan pengobatan (minum obat kurang lebih 6 bulan ). Kalau negative,
> dokter anak akan kasih vitamin atau obat nafsu makan. Pola makan anak juga
> dipantau sampai berat badannya naik dan sesuai usianya.
>
> Semoga sharing aku membantu ya, Mbak.
>
> Salam,
>
>  * Riffung*
> *0815-13-011-002*
> Mama Richelle (1 tahun 9 bulan) dan Alden (4 bulan)
>
>  ------------------------------
> *From:* Indriyati Nurdin <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Friday, December 26, 2008 9:43:24 PM
> *Subject:* [parentsguide] Test Mantoux, anakku BB kurang.
>
>   Dear Parents,
>
> Anak saya Al Fatih 2,5 tahun sudah hampir setahun ini berat badannya
> berkisar 11 kg, tingginya 87cm. Menurut DSAnya beratnya sangat kurang.
> DSAnya menyarankan dilakukan test mantoux untuk mengetahui apakah ada virus
> yang menyerang paru-parunya sekaligus test darah untuk mengetahui Hb. Test
> ini sebagai dasar untuk menentukan terapi selanjutnya terkait dengan berat
> badannya ini. Pola makan Al Fatih selama ini biasa saja, artinya tidak
> terlalu sulit makan, dan juga tidak terlalu mudah. Motoriknya baik kasar
> maupun halus sangat bagus.
>
> Mungkin ada parents yang pernah mengalami atau mengetahui anak yang
> memerlukan test seperti anak saya. Saya butuh informasi sebelum memutuskan
> melakukan test ini pada anak saya. Terima kasih ya.
>
>
> 
>



-- 
Rina Damayanti

Kirim email ke