Mysha suntik mantuknya dulu di Rumah Bersalin Asih di jakarta selatan, tapi karena dsa nya praktek di di rumah sakit brawijaya akhirnya terapinya kesana. waktu itu biayanya kalo ggak salah sekitar 300 ribu. Iya memang sangat menakutkan untuk mengkonsumsi antibiotik dalam jangka lama. Mengingat efek sampingnya... rasanya ngeri. Tapi kelau memang dibutuhkan, harus bagaimana? DSAnya Mysha juga ggak suka ngasih antibiotik, kalau sakit batuk biasanya ya hanya dikasih obat batuk saja karena dinilai ggak perlu antibiotik.
Alhamdulillah sekarang TBCnya mysha dibilang sudah sembuh dan memang berat badanya naik dengan bagus. 2008/12/28 Indriyati Nurdin <[email protected]> > Mbak, testnya di RS apa n ingat nggak berapa biayanya? Duh, kalo > positif terus harus dikasih antibiotik gitu berbulan-bulan kasihan banget. > Sekarang aja saya nggak mau kasih antibiotik ke anak saya kecuali kalo > DSAnya betul-betul menganjurkan. Dulu waktu masih ASI eksklusif saya pernah > mengkonsumsi obat sampe 7 bulan karena sakit, n sekarang Al Fatih giginya > jelek banget. Kata dokter gigi kemungkinan terpengaruh obat-obatan yang saya > minum selama masa menyusui itu. Terus sekarang Mysha sudah sehat Mbak? Berat > badannya gimana? > > Mbak Leila beli madu Yaman yang bagus di mana? Al Fatih suka sekali minum > teh pakai madu n sari kurma. Biasanya saya kasih madu Asyifa'. > > Mbak Riffung ke DSA di RS mana? Terus hasil terapinya bagaimana sama > Richelle? > > Thanks ya Moms, semua infonya sangat membantu saya n suami mengambil > keputusan. > ------------------------------ > *From:* Rina Damayanti <[email protected]> > *To:* [email protected] > *Sent:* Saturday, 27 December, 2008 13:45:47 > *Subject:* Re: [parentsguide] Test Mantoux, anakku BB kurang. > > hi.. ikutan nih... anakku Mysha (2 tahun 2 bulan) dulu disarankan test > mantoux, karena kenaikan berat badannya yang landai. setelah di tes hasilnya > positif TBC untuk mantoux begitu pula hasil rontgen dan test darah yang > mendukung. kemudian diterapi selama 6 bulan. setelah itu dirontgen lagi > ternyata dibtuhkan terapi lagi selama 3 bulan. dan Alhamdulillah sekarang > sudah selesai.. > > Setelah terapi alhamdulillah berat badannya meningkat. > > Selama terapi saya banyak baca ttg TBC dan banayak artikel yang menunjukkan > bahwa adanya kemungkinan overdiagnose yang sering terjadi. Dan hal itu > membuat saya sangat khawatir.... apakah anak saya benar2 TBC atau tidak. > kashan sekali kalau tidak TBC tapi harus mengkonsumsi antibiotik untuk > jangka waktu yang lama. Walaupun demikian terapi tetap saya lakukan. ingin > test mantuk ulang guna mencari second opinion, tp menurut teman sorang > dokter umum hal itu tidak mungkin dilakukan. juga menurut DSA teman > saya.Saya semakin khawatir. terlebih ketika terapi nya harus diperpanjang > selama 3 bulan. banayak yang beropini kalau obat antibiotik tbc itu tidak > boleh dikonsumsi untuk anak2 lebih dari 6 bulan. > > Baru dibulan ke -7 terapi ,saya yakin kalau anak saya benar positif TBC > setelah membaca suatu artikel ttg bagaimana seharusnya deskripsi hasil > rontgen untuk orang TBC. > > Ada satu yang saya pikir seharusnya saya lakukan ketika test baru saja > dilakukan. Yaitu meminta second opinion dari dr lain, mungkin DSA atau pun > spesialis paru. Sehingga menjalani terapi ini dengan lebih mantap. > > Sangat baik kalau sebelum test itu dilakukan mba mencari informasi > sebanyak-banyaknya ttg TBC pada anak. Sehingga tidak timbul keragu-raguan > seperti yang saya alami... > > semoga si kecil shat-sehat saja ya!! amiin... > > 2008/12/27 ugahary riffung <riffung_urc@ yahoo.com <[email protected]> > > > >> Anakku (Richelle, 1 tahun 9 bulan), pernah tes mantoux, sama seperti >> anak mbak, karena berat badannya kurang. Tes ini dilakukan di lengan, >> disuntikkan di bawah kulit. Setelah disuntik, dibuat lingkaran disekeliling >> bekas suntikan. >> >> Dalam 2-3 hari, dilihat, apakah di dalam lingkaran tadi ada ruam merah >> atau tidak. Kalau ada ruam merah, berarti positive. Thanks GOD, hasilnya >> negative. Kalau positive diduga terkena TB (atau TBC), maka akan >> dilakukan pengobatan (minum obat kurang lebih 6 bulan ). Kalau negative, >> dokter anak akan kasih vitamin atau obat nafsu makan. Pola makan anak juga >> dipantau sampai berat badannya naik dan sesuai usianya. >> >> Semoga sharing aku membantu ya, Mbak. >> >> Salam, >> >> * Riffung* >> *0815-13-011- 002* >> Mama Richelle (1 tahun 9 bulan) dan Alden (4 bulan) >> >> ------------------------------ >> *From:* Indriyati Nurdin <indriyatinurdin@ yahoo.co. >> uk<[email protected]> >> > >> *To:* parentsguide@ yahoogroups. com <[email protected]> >> *Sent:* Friday, December 26, 2008 9:43:24 PM >> *Subject:* [parentsguide] Test Mantoux, anakku BB kurang. >> >> Dear Parents, >> >> Anak saya Al Fatih 2,5 tahun sudah hampir setahun ini berat badannya >> berkisar 11 kg, tingginya 87cm. Menurut DSAnya beratnya sangat kurang. >> DSAnya menyarankan dilakukan test mantoux untuk mengetahui apakah ada virus >> yang menyerang paru-parunya sekaligus test darah untuk mengetahui Hb. Test >> ini sebagai dasar untuk menentukan terapi selanjutnya terkait dengan berat >> badannya ini. Pola makan Al Fatih selama ini biasa saja, artinya tidak >> terlalu sulit makan, dan juga tidak terlalu mudah. Motoriknya baik kasar >> maupun halus sangat bagus. >> >> Mungkin ada parents yang pernah mengalami atau mengetahui anak yang >> memerlukan test seperti anak saya. Saya butuh informasi sebelum memutuskan >> melakukan test ini pada anak saya. Terima kasih ya. >> >> >> > > > -- > Rina Damayanti > > > -- Rina Damayanti

