Dear All Moms,

Ikut nimbrung ya....
Anak pertama saya bl depan/Jan masuk usia 3 th. Banyak orang tua yg
tanya sudah dimasukkan sekolah belum?? Karena dari segi umur kata
mereka sudah pas kl masuk PG. Karena ada juga tetangga anaknya umur
2,5 th sudah dimasukkan PG. Karena kl dari saya dan suami pribadi,
kayaknya umur segitu masih terlalu dini untuk dimasukkan PG. Mungkin
nanti kl anak kami sudah minimal 3,5 th, kami rencana mau masukkan PG. 
Karena saya denger2 juga sekarang masuk SD itu sudah harus bisa baca
dan tulis. Berarti TK sekarang itu sudah diajari baca tulis. Pdhal kl
inget jaman dulu, TK itu real bermain, baru SD belajar baca tulis.

Salam/Moms Yusa&Yula

--- In [email protected], angsa putih <indoru...@...> wrote:
>
> lanjutkan aja mbak.
> 
> dulu anak saya aja juga gitu. ketika dia masuk SD kelas 1, umurnya
baru 5.5 thn. Agak2 worry juga, krn takut dia ga bisa ngikutin. mau
terus di TK B, agak sayang juga, krn dia dari umur 3,5 thn udah
tergerak ingin bisa baca tulis dan hitung. makanya akhirnya kita
belikan dia alat pendukungnya, spt buku tulis, buku cerita dll. trus
juga karena ada background mama kandungnya dulu meninggal disaat dia
umur 3,5 thn, sampai2 psikolog dia di TK manggil saya, krn dia nemuin
keanehan kalo anak saya gambar, selalu yg dipilih cuma dua warna,
merah dan hitam. dari sisi psikologis itu ga baek. akhirnya pelan2
saya ajarkan untuk lebih bisa berkembang, dan juga lebih percaya diri.
sampai akhirnya ternyata kemaren dia bisa mengikuti ujian tengah
semester dan hasilnya bagus2. dia masi punya kelemahan di motoriknya,
tulisannya kurang begitu bagus, tp otak memorinya kuat sekali.
> dulu saat dari playgroup sampai TK dia ga pernah ditemani ortunya di
sekolah, dia cukup berani naek anter jemput sendiri. 
> 
> 
> jadi saran saya, diteruskan saja sambil pelan2 diajarkan jika ada waktu
> 
> J
> 
> --- On Wed, 11/19/08, Rina Damayanti <rinadamaya...@...> wrote:
> From: Rina Damayanti <rinadamaya...@...>
> Subject: Re: [parentsguide] (sharing) Sudah siapkah anak sekolah?
> To: [email protected]
> Date: Wednesday, November 19, 2008, 6:46 AM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>     
>             dear mba Maya,
>  
> thanks buat share tulisannya.. ...kebetulan lagi ada problem ttg
sekolah anak. Mysha (2 tahun) udah 2 bulan ini join di sekolah yang
yang kegiatannya terfokus pada perkembangan motorik kasar. Sesuai
tujuanku adalah untuk ngembangin motorik kasarnya yang menurut aku dan
suami agak2 dibawah sepupu2nya yang seumur. Di rumah dia ggak dapet
kesempatan yang cukup untuk itu. Namanya juga satu anak kecil dengan
jumlah orang dewasa yang banyak, selalu aja di pegangin.... 
> 
> Dua pertemuan terakhir, mysha menolak untuk masuk dalam kelas,
walaupun tetap bersama mamanya (karena memang programnya demikian)
bahkan dia sampai menangis dan akhirnya Mysha meninggalkan kelas. 
> Aku agak berfikir apa sebaiknya dilanjutkan atau tidak.
Alhamdulillah dalam 1  1/2 bulan  join perkembangannya baik sekali.
>  
> mba Maya, moms.... ada yang mau share.....?? ? please .. tx
> 
> 
> 2008/11/14 Maya Siswadi <m4y...@yahoo. com>
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Sharing ini saya tulis udah cukup lama (Juli 2008) di blog saya,
selengkapnya di http://bunda2f. multiply. com/journal/ item/114/
Sudah_Siapkah_ Anak_Sekolah_
> 
>  
> Berhubung banyak mom yang sepertinya bingung dg masalah sekolah
anaknya, terutama sekolah dini, saya coba posting lagi dan share
bersama tentang ini di milis.
>  
> Smoga bermanfaat ya
>  
> ------------ --------- --------- --------- --------- ---------
--------- --------- --------- --------- --------- --------- --------
> Sudah Siapkah Anak Sekolah ?
>  
> Sekolah menuntut kesiapan mental lho...
> Banyak orang tua yg dibuat bingung, kapan ya anak musti mulai
sekolah. Nah, sekolah yg saya maksud di sini adalah mulai dari
playgroup/kelompok bermain..
> Kalau buat saya (ini saya sendiri lho ya, jadi bisa aja gak sama
buat yg lain), usia wajib sekolah itu umur 4 - 5 th, dan buat
saya langsung masuk TK, bisa TK selama 1 th atau 2 th.
>  
> Tapi, ada beberapa ortu yg menilai, anak perlu juga masuk mulai dari
playgroup. OK! Masing-masing ortu beda-beda pertimbangannya, gak bisa
ditarik satu garis lurus yg saklek. 
>  
> Selain itu masing-masing anak juga berbeda. Ada anak yang sudah siap
sekolah sejak dini dan terus saja merengek minta sekolah, tapi ada
juga anak yang butuh waktu lama untuk siap masuk sekolah. 
>  
> Saya aja jaman dulu kecil-kecilnya pernah masuk Playgroup bareng
adik saya, padahal ibu saya adalah FTM, ibu rumah tangga biasa. Tapi
giliran anak sendiri saya gak mau, saya gak mau masukin anak saya
sekolah lebih dini. Anak saya mulai masuk sekolah ya TK., itupun
minimal umurnya 4 th..hehehe.. .
> 
>  
> Buat saya kesiapan anak untuk masuk sekolah penting banget..
>  
> Pertama, kesadaran anak untuk mau sekolah tentu harus dari dirinya
sendiri, karena anaklah yg akan menjalaninya, jadi dia harus mau dan
mampu menanggung konsekwensinya, supaya tidak ada kasus anak mogok
sekolah, males bangun pagi, dsb
> 
>  
> Masa sekolah itu adalah masa yang sangat panjang, bayangkan berapa
tahun anak harus sekolah nantinya? Nah selama masa sekolah yang
nantinya panjang itu tentu ada saatnya anak akan mengalami kejenuhan,
bayangkan jika sejak dini anak-anak yg mustinya "tugas psikologis dan
perkembangannya" hanya bermain itu sudah "dituntut" untuk sekolah,
duduk manis dan diam mendengarkan guru berbicara atau mendengarkan
instruksi guru. 
> 
>  
> Sementara anak-anak usia dini kebutuhan perkembangannya masih ingin
bebas bermain dan berlari kesana kemari, mengeksplor apapun yg ditemui
dan dihadapinya. Mampukah "sekolah dini" memfasilitasi kebutuhan
perkembangan anak itu?
> 
>  
> Kedua, sudah siapkah anak secara mental emosional, untuk sekolah?
>  
> coba kita jawab pertanyaan-pertanya an simpel berikut :
>  
> sanggupkah anak bangun pagi?
>  
> sanggupkah anak beradaptasi dg situasi baru tanpa ortu, hanya dg
guru/asistennya ?
>  
> sanggupkah anak berada di lingkungan baru selama beberapa jam ?
>  
> sanggupkah anak menerima instruksi guru ?
>  
> sanggupkah anak mengerti apa yg diinstruksikan oleh guru ?
>  
> sanggupkah anak melakukan apa yg diinstruksikan oleh guru ?
>  
> sanggupkah anak melakukan "tugas" dari guru? seperti jika guru
memberi instruksi untuk memberi warna, menggunting,  menempel,
menulis, dsb ?
>  
> sanggupkah anak maju ke depan kelas, bercerita, bertanya pada guru, dsb?
>  
> sanggupkah anak melakukan beberapa hal secara mandiri, seperti makan
sendiri, pergi ke kamar mandi sendiri, menyimpan mainan atau peralatan
ke tempatnya, dsb?
>  
> sanggupkah anak menyimpan dan memasukkan peralatannya sendiri ke
dalam tas tanpa bantuan?
>  
> sanggupkah anak melakukan aktifitas-aktifitas fisik yg menuntut
kemampuan motorik kasar seperti berlari, menaiki tangga, menendang
/melempar bola, dsb?
>  
> sanggupkah anak menghadapi teman-temannya ?
>  
> sanggupkah anak berkenalan ?
>  
> sanggupkah anak mendekati teman dan mengajaknya main bersama?
>  
> sanggupkah anak berbagi mainan bersama temannya?
>  
> sanggupkah anak bermain bersama teman-temannya secara baik dan fair ?
>  
> sanggupkah anak menghadapi persaingan ?
>  
> sanggupkah anak menghadapi pertengkaran antar teman?
>  
> sanggupkah anak menghadapi teman yg kasar ? agresif ? suka merebut
mainan ?suka mengejek teman ? dsb?
>  
> Pertanyaan-pertanya an di atas perlu dijawab ortu utk melihat
seberapa jauhkan dan seberapa siapkah anak sekolah?
>  
> Hal-hal yg sudah disebutkan itu hanya beberapa hal yg akan dihadapi
anak kelak di sekolahnya.
>  
> Anak-anak yg belum siap mental utk bersekolah, nantinya akan
bermasalah di sekolah. Entah berdampak langsung pada saat itu juga
misalnya mogok sekolah, sekolah tapi ogah-ogahan, takut/trauma
sekolah, atau selalu minta ditemani di sekolah, sekolah tapi
menjerit-jerit karena tidak mau masuk kelas, sekolah tapi mondar
mandir di kelas, tidak konsentrasi, dsb, atau berdampak di kemudian
hari, entah anak nantinya jd pendiam, pemalu, penakut, malas
belajar, sulit konsentrasi, suka mengganggu teman, suka membolos, dsb.
> 
>  
> Anak-anak yg belum siap juga nantinya akan merepotkan ortu toh?
Misalnya harus ditungguin bahkan sampai ke kelas, ditemenin belajar di
sekolah sepanjang waktu?....hm. ...*mikir- mikir*
>  
> Jika ortu mampu memberikan stimulasi yg baik di rumah, misalnya 
> mengenalkan konsep bentuk (segitiga, kotak, bulat, dst), 
> konsep warna (merah, kuning, ijo, dst), 
> konsep berhitung (pengenalan konsep jumlah seperti jumlah barang ada
1, 2, 3, dst), 
> menulis (memegang pensil, mencoret kertas, membentuk huruf/angka) ,
> menggambar, mewarnai, dsb 
> dengan cara-cara yg asyik dan fun, sambil bermain, 
> ketika sedang makan, ketika sedang jalan-jalan, 
> ketika sedang bermain, 
> ketika sedang membaca bersama, 
> tanpa pemaksaan, tentu akan lebih bagus lagi. 
> Jada anak "sekolah" dg suasana yg lebih asyik di rumah, gak harus
masuk playgroup.
> Karena toh yg diajarkan di playgroup untuk menstimulasi anak juga.
Jadi? Kenapa bukan ortunya saja yg berusaha menstimulasi semaksimal
mungkin. 
>  
> Belikan mainan-mainan edukatif (stacking ring, shape shorter, dsb),
buku-buku permainan utk balita yg bisa diterapkan bersama anak,
buku-buku cerita untuk story telling, dsb. Toh investasinya sama dg
kalo kita masukkan ke playgroup (mungkin lebih hemat sedikit dan
uangnya bisa buat tambahan investasi sekolah atau kuliah anak di masa
depan kan ?)
> 
>  
> Tinggal kita bikin aja kurikulum dan susun target sendiri kalo
menginginkan, disesuaikan dg kemampuan yg udah dicapai anak.
Masing-masing ortu tentu lebih tahu kan kemampuan anaknya.
>  
> Jangan lupa, jangan cuma membelikan dan kemudian diberikan begitu
saja ke anak, karena gak akan bermanfaat apa-apa, kecuali ortu mau
main bersama anak dan "belajar" bersama anak hehehe. (untuk ini
mungkin banyak ortu yg lebih pintar dari saya ya)
> 
>  
> Lantas bagaimana dengan sosialisasinya? Sosialisasi juga ada masanya
kog, sedari kecil anak mungkin hanya berinteraksi dengan orang dewasa
atau orang yg dikenalnya, seiring dg waktu ditambah kesiapan mental
dan pertambahan umur dan kematangan berpikirnya, anak juga akan
belajar bersosialisasi dengan teman sebaya. Sosialisasi gak mudah lho,
gak semudah yg kita pikirkan, jadi perlu kesiapan mental juga.
Bagaimana berhadapan dg teman, bagaimana berkenalan dan bertegur sapa
dg teman, bagimana bermain bersama teman, bagaimana berbagi mainan dg
teman, dsb. semua itu tentu butuh proses dan proses belajar yg tidak
sebentar.
> 
>  
> Yah biar bagaimanapun, masing-masing ortu mungkin beda pertimbangan
dan kebijakan untuk menyekolahkan anak, semua kembali dari sisi anak
dan ortunya juga.
>  
> by: Maya Siswadi / Maya Mai Farnomisa
> ------------ --------- --------- --------- --------- ---------
--------- --------- --------- --------- --------- --------- -----
>  
> Maya Siswadi - Bunda 3F
> http://bunda2f. multiply. com
>  
> 
> 
> -- 
> Rina Damayanti
>


Kirim email ke